Lost Love "Love And Friendship"

Lost Love "Love And Friendship"
Setengah dari Kebenaran



...“There are some things in life you can't deny or rationalize, and [ love] is one of them.” – Cate Blanchett...


...“Ada beberapa hal dalam hidup yang tidak dapat Anda sangkal atau rasionalkan, dan [cinta] adalah salah satunya.”...


...🍂🍂🍂🍂🍂...


Malam semakin larut, keheningan semakin menyelimuti bumi.


Suara angin yang menjatuhkan daun semakin terdengar jelas ditelinga.


Sudah sejak tadi Kevin menatap tajam kepada kekasihnya yang masih setia dalam kebisuannya.


“Okay fine! jika kamu tetap tidak ingin mengatakannya”.


ujar Kevin yang telah merasa bosan menunggu.


Bella masih menutup rapat matanya dengan alis sedikit terangkat, didalam hati sebenarnya ia ingin secepat mungkin mengakhiri pembicaraan ini namun apa daya kekasihnya terus saja memaksa.


Helaan nafas kasar mengakhiri pergelutan didalam kepalanya.


ya dia memutuskan untuk memberitahu Setengah dari kebenaran yang ada.


Bella mulai mengeluarkan suaranya.


“Sayang apa kau ingat, waktu itu Aeron pernah mengatakan jika dirinya mencari seorang gadis kecil yang bernama Elan”


Kevin mencoba mengingat kembali kata2 Aeron beberapa waktu yang lalu.


“tunggu2 dari mana kamu bisa tau jika gadis kecil itu bernama Elan? sementara kami, kedua sahabatnya saja tidak pernah mendengar Aeron menyebutkan nama itu?”.


tanya Kevin penuh selidik


“siapa dirimu sebenarnya bella?".


tanya kevin dengan nada naik satu oktaf.


Bella kembali melanjutkan ucapannya tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan dari kekasihnya.


“Karena sebenarnya gadis yang Aeron cari itu adalah Clara”


“Sayang coba kau ulangi sekali lagi kata-kata mu?”.


perintah kevin untuk meyakinkan jika pendengarannya tidaklah salah.


“Ya telinga mu tidak salah dengar Kevin!” Jawab bella ketus.


“kamu tahu kan nama lengkap Clara?”


“Relanda Clara Wu”.


Jawab Kevin spontan.


“jadi Elan adalah Clara?” tanya kevin kembali.


“Hem”.


Jawab bella dengan anggukan.


Kevin diam beberapa saat, mencoba mencerna semua kebenaran yang baru saja ia dengar.


“Jadi permasalahan nya sekarang adalah Aeron tidak mengetahui jika Clara itu adalah Elan?”.


tanya Kevin yang kembali mendapat anggukan kepala.


“Aku tidak tau pasti apa yang sudah Re dengar! tapi aku bisa memastikan jika hal itu pastilah suatu yang menyakitkan bagi nya”.


ucap bella mengingat kembali apa yang setelah Clara katakan tadi.


“Mengapa kalian tidak memberitahu Aeron saja tentang kebenaran ini, dari pada mereka terus2an salah faham seperti ini, lagipula aku yakin jika sebenarnya Aeron sangat mencintai Clara”.


Kevin diam sejenak seakan mengingat sesuatu.


“Sayang, waktu itu Aeron pernah mengatakan jika Clara sudah dijodohkan, jangan2 laki2 yang dimaksud adalah Aeron sendiri”.


tebak kevin


“Ya”.


jawaban bella membuat kevin langsung berjingkrak dan mengusap wajahnya dengan kasar.


“ternyata orang secerdas Aeron juga sisi memiliki sisi bodoh”.


ucap kevin mencemooh


“Sekarang kamu sudah tau siapa Clara sebenarnya, ingat jangan mengingkarinya janjimu. karena yang berhak memberi penjelasan kepada Aeron hanyalah papanya”.


ucap bella mengingat kan


_____


Terlalu larut dalam cerita baik Kevin maupun bella tidak menyadari jika dari arah belakang mereka ada dua orang laki2 berjalan mendekati.


“Kev” panggil Alen.


“bagaimana apa sudah ada kabar?”


Bella dan kevin menoleh kesumber suara, melihat Aeron yang datang bersama Alen membuat bella kembali emosi.


“untuk apa kamu kesini?” tanya bella dengan raut wajah tak suka.


Aeron hanya diam tak berniat membalas pertanyaan dari bella karena itu hanya akan memancing emosinya saja.


benar saja mendapati Aeron yang mengacuhkan ya membuat bella mengurungkan niat awalnya untuk memaki laki2 itu.


“aku ingin ke kamar kecil” pamit bella kepada kevin


Karena sangking marahnya bella lupa membawa Hp-nya, sehingga kevin segera mengambil hp milik bella dan memberikan nya kepada Alen.


“Apa maksud mu Kev?”.


tanya Alen tak mengerti maksud kevin memberikan hp bella kepadanya.


“Tadi Clara sempat menghubungi bella, kita bisa mengetahui lokasi terakhir clara dari hp- miliknya”.


jawab Kevin


Tanpa membuang waktu Alen segera memasukan beberapa sandi sebagai perintah tidak memakan waktu yang lama sebuah titik lokasi muncul, Alen langsung memberikan nya kepada Aeron.


Sebuah taman tempat dimana dirinya dan Elan sering bermain.


“ini bukan nya--”


Aeron segera berlari2 kecil menghampiri motornya, dan dengan gerakan cepat langsung melajukan nya.


“Kemana dia?”.


tanya bella dalam hatinya saat melihat Aeron sudah tidak ada lagi.


Alen yang mengerti sorot mata bella langsung menjawab pertanyaan kasat mata bella.


“Aeron pergi mencari Clara”


Bella hanya diam tidak tau harus berkata apa.


disisi lain memang tidak sepenuhnya salah Aeron karena bagaimana pun Aeron tidak mengetahui jika Clara adalah Elan.


tapi dia sangat jengkel karena akhir2 ini sepertinya Aeron sengaja menjauhi Clara dengan lebih memilih meladeni fanny sehingga banyak gosip yang mengatakan jika mereka berdua sedang menjalin hubungan, dan itu membuat Clara cemburu dan bersedih.


“Sayang kamu pulang saja dulu ini sudah hampir jam dua! biar kami bertiga saja yang mencari Clara”.


bujuk Kevin


Alen ikut menimpali ucapan kevin saat melihat bella yang hendak membantah.


“kamu tenang saja bell, nanti jika kami sudah menemukannya kami pasti langsung menghubungimu. lagi pula tidak baik seorang gadis berada diluar saat hari sudah menjelang pagi”


Setelah bujukan kevin dan Alen akhirnya bella mau pergi untuk beristirahat.


________


Dari kejauhan dia melihat Clara duduk bersandar disebuah pohon besar.


“akhirnya aku menemukanmu”.


Ucap Aeron menarik kedua sudut bibirnya.


Pelan2 dia berjalan agar tidak menimbulkan suara.


“pantas saja tidak mendengar langkah ku, ternyata dia tertidur”.


Ucap aeron saat mendudukan diri disisi Clara.


Aeron menatap wajah kuyu dan mata sembab Clara yang sudah seperti mata ikan mas.


Dia membelai lembut wajah Clara yang dingin seperti es batu dan membawanya bersandar didadanya sebelah kiri.


“Untuk apa kamu melakukan ini?”.


tanyanya yang tak memperdulikan jika Clara tidak mendengarkan nya.


“Kamu pasti mendengar ucapanku ditelpon tadi siang, kau sudah salah faham ra, aku memang sengaja berbicara seperti itu kepada papa karena dia mau menjodohkan ku dengan orang yang tidak aku kenal apa lagi aku cintai.


jadi aku terpaksa berbohong dengan menyebut nama fanny karena tidak mungkin aku menyebut namamu yang sudah pasti menjadi milik orang lain”.


Aeron terus saja berbicara seakan memberikan penjelasan kepada Clara walaupun dia tidak mendengar nya.


“Sebenarnya aku ingin sekali mengatakan kepada papa, jika kamu adalah wanita yang aku cintai.


tapi sayangnya itu tidak mungkin terjadi karena kamu sudah milik orang lain dan kau sendiri yang mengatakan jika kau mencintai nya”.


Aeron memejamkan matanya mencoba mengurangi rasa sesak didada nya.


“kamu tidak tau bagaimana perasaan ku saat kamu mengatakan itu semua, makanya sejak saat itu aku memutuskan untuk mengubur rasa cinta ku.


aku tidak ingin larut dalam harapan semu tapi hari ini aku melihatmu menangis hatiku terasa teriris, maafkan aku”.


Ucap aeron mengeratkan pelukannya.


Perlahan tidur Clara terusik saat sayup-sayup telinganya mendengar suara detak jantung yang tak berarturan dan wangi parfum yang begitu familiar tercium dihidungnya.


Clara membuat matanya saat merasakan sesuatu melingkari pundaknya.


“Aeron”.


panggilnya saat mendangak kan wajahnya.


Ingatan Clara langsung melayang kepada perkataan Aeron tadi siang hingga membuatnya reflex mendorong tubuh Aeron dan membuat tubuh Aeron sedikit terjembab kesamping.


“untuk apa kamu kesini?”.


tanya Clara dengan suara seraknya.


Dengan sigap Aeron menarik kembali tangan Clara yang hendak bangkit meninggalkan nya.


“Aaaaaa.. ”


teriak Clara saat tubuhnya kembali terjatuh dan menimpa tubuh Aeron.


Aeron memanfaatkan kesempatan yang ada untuk memeluk erat tubuh clara.


“Apa yang kamu lakukan?”.


tanya Clara meronta2.


Aeron semakin mempererat pelukannya tidak memperdulikan pertanyaan Clara.


“jangan pergi” ucapnya lirih.


“Maafkan aku sudah membuatmu menangis”


Clara yang mendengar permintaan maaf Aeron langsung menghentikan gerakannya.


dia menatap lekat mata yang berwarna hitam pekat itu mencoba mencari kebohongan dari setiap kata2 nya.


Lama mata mereka saling mengunci, perlahan Aeron mendekatkan wajahnya menyatukan hidung mereka hingga hembusan kedua nafas saling menyapu wajah mereka, terasa hangat disela dinginnya udara malam.


Entah siapa yang memulai akhirnya bibir mereka tertaut menjadi satu.


“I love you”.


ucap Aeron setelah melepaskan pangutan nya.


“Ra apa kau mencintaiku?”.


tanya Aeron kemudian.


“Ya” jawab Clara


“Kalau benar seperti itu, maukah kamu membatalkan pertunanganmu?”.


pinta Aeron dengan mimik wajah memohon


Clara menatap kearah Aeron yang duduk tepat disampingnya.


“Mana mungkin”


“Kita jalanin saja dulu”.


jawaban Clara yang terkesan tanpa kepastian membuat hati Aeron sedikit kecewa.


“Ya mungkin memang harus dijalani dulu, semoga seiring dengan waktu kelak bisa mengubah keputusan mu” batin Aeron.


“Okay kita jalanin dulu bagaimana akhirnya biar tuhan saja yang menentukan”.


ucap Aeron


Teringat kejadian tadi siang Clara akhirnya bertanya; “Aeron, apa maksudmu berbicara seperti itu?”


Aeron yang faham arah pertanyaan Clara langsung menjelaskan tentang ucapan papanya tadi siang.


Clara berpura2 tidak senang saat mendengar Aeron akan dijodohkan, dia pun mengerucutkan bibirnya.


dengan nada sedih yang dibuat2 dia berkata; “sekarang kita sama, kau juga akan dijodohkan”


“Kita tidak sama”.


potong Aeron sebelum Clara melanjutkan omongan nya.


“kamu dan dia saling mengenal, bahkan dirinya merupakan cinta pertamamu! gimana bisa di samakan dengan kisahku? yang nyata2 tidak saling mengenal satu sama lain apalagi cinta” ucap Aeron disertai tawanya yang masam


“Aeron”.


Panggil Clara lirih seolah dia sudah salah bicara lagi.


Aeron mengecup puncak kepala Clara.


“mulai sekarang aku ingin kamu memanggil ku dengan sebutan sayang, bisa?”.


pinta Aeron, dan Clarapun menganggukan sebagai jawaban.


“Waktu kita tidaklah banyak, jadi jangan pernah membahas tentang orang lain disaat kita bersama”.


ucap Aeron membelai lembut rambut Clara.


Mereka larut dalam suasana romantis, sambil bercerita kisah masing-masing sampai karena mengantuk mereka tertidur dibawah pohon besar yang cukup rimbun, dengan tangan & dada Aeron sebagai batalan.


__________________


...#Terima kasih untuk para readers setia ku yang selalu memberikan dukungan Like 👍 Vote serta Komentar positif...


...#Iloveyou 🥰...