
Instrument music jazz mengalun indah mengiringi lagu yang berjudul Stand by Me dari sang legendaries John Lennon.
Sudut bibir fanny terangkat hingga kerutan nampak di pinggir matanya saat membalas satu persatu ucapan Selamat ulangtahun dari tamu undangan yang datang baik itu dari kerabat, teman maupun kolega bisnis orangtua nya.
Senyuman diwajahnya tidak pernah pudar walau sebenarnya dia sudah cukup lelah.
Lain hal nya dengan raut wajah Kevin walau bagian ujung mulut nya tertarik ke atas membentuk senyuman, tetapi mata nya menunjukkan kesan meremehkan.
“sungguh membosankan! mau sampai kapan kita berada disini?” keluh Kevin.
“Sebenarnya apa tujuan fanny menahan kita disini?”
Mereka menatap Kevin, kemudian beralih menatap fanny secara bergantian.
Saat mereka melihat ke arah fanny tanpa sengaja bola mata mereka terkunci oleh tiga sosok laki2 yang berjalan menghampiri sang tuan acara.
Dua diantaranya sudah mereka kenali yakni Alex & Regan, akan tetapi seorang lagi baru pertama kali mereka melihatnya.
laki-laki itu terlihat cukup tampan dengan aura sedikit lebih mencolok dibanding kedua laki-laki yang berada disampingnya.
“Sudahlah kev, jangan terus menggerutu”.
ucap Clara meringis menahan sesuatu yang sudah minta di buang.
“dimana letak toilet?” tanya nya kepada yang lain setelah tidak mampu untuk menahan lebih lama lagi.
“Biar aku antar! sekalian aku juga ingin mencuci muka” ucap Kevin.
“sayang apa kau ingin ikut?” tanya nya kepada bella.
“Ya” balas bella
15 Menit kemudian ...
“Dimana Clara?”.
tanya Aeron saat mendapati hanya kevin & bella yang kembali.
“Clara, bukannya dia sudah duluan?”.
tanya balik kevin lalu mengalihkan pandangan kearah bella.
Aeron hendak berdiri mencari Clara, tapi bella sudah lebih dahulu mencegah nya.
“Aeron biar aku saja yang mencarinya”
Nafas Clara masih terengah2 setelah berhasil melarikan diri.
Clara mempercepat langkahnya untuk kembali tapi diperjalanan, dia melihat fanny sedang membubuhkan sesuatu kedalam segelas minuman entah itu untuk siapa.
Clara merasakan ada sesuatu yang tidak beres lalu diam-diam ia mengikuti kemana arah sang waitress itu pergi.
kemudian dia melihat seorang laki-laki yang tadi datang bersama regan mengambil & menukar gelas tersebut dengan gelas yang lain.
Waitress itu kembali berjalan setelah berbicara kepada lelaki yang clara masih belum tau namanya.
Ternyata minuman itu diletak kan dihadapan Aeron.
Clara langsung memperpanjang langkah kaki nya, dia menarik sedikit gaun nya agar bisa berjalan lebih cepat lagi.
“Aeron tunggu” teriak Clara
Aeron menghentikan gerakan nya, ia mengerutkan kedua alisnya bertanya dalam diam.
Clara merebut gelas yang masih berada ditangan Aeron, lalu ia pun menceritakan apa yang telah terjadi.
Di sudut lain seorang laki-laki yang mengenakan stelan suit berwarna merah hitam memanggil seorang waitress.
Ia membisikan sesuatu lalu sang waitress pun faham apa yang harus ia lakukan.
waitress itu berjalan menghampiri fanny, dan memberikan segelas juice “Senjata makan tuan” ucap Justin tersenyum sinis.
Fanny yang merasa sangat haus tanpa merasa curiga langsung menegak habis juice yang baru saja ia dapatkan.
Karena begitu banyak tamu yang memberikan ucapan selamat kepadanya, fanny sempat tidak memperhatikan dengan jelas apakah Aeron sudah meminum juice yang ia kirim kan tadi.
Saat melihat sebuah gelas kosong berada tepat dihadapan Aeron raut wajah kemenangan terpancar dari binar matanya.
“Malam ini kau akan menjadi milikku Aeron” batin fanny tertawa membayang kan keberhasilan nya.
Sekarang tiba waktunya acara untuk memotong kue.
Fanny yang didampingi kedua orangtua nya menaiki panggung yang berukuran rendah.
Tangan kanan nya sudah memegang sebuah mic.
ia melemparkan sebuah senyuman ramah sebelum berbicara;
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua yang sudah menyempatkan diri untuk hadir diacara ulang tahun saya dan tanpa ingin membuang banyak waktu maka kita akan mulai memotong kue nya”
Fanny memanggil nama Aeron melalui pengeras suara agar bisa menemaninya untuk memotong kue.
mendengar gadis calon pewaris dari perusahaan Xia Corp. memanggil nama seorang pria membuat banyak pasang mata bertanya tentang hubungan apa yang terjalin diantara mereka.
Hampir semua tamu memasang raut wajah penasaran.
Aeron berdiri dari duduknya, melihat gerakan Aeron fanny mulai tersenyum bahagia namun kebahagian itu hanyalah sesaat.
Karena sedetik setelahnya Aeron membungkukan setengah badan nya lalu berbisik ditelinga Clara.
“sayang ikutlah bersama ku”.
ucapnya kemudian membantu menarik kursi Clara dan mengalungkan tangan gadis itu kelengan kekarnya.
Melihat Aeron mendekat bersama clara yang terlihat begitu serasi membuat fanny menertertawakan dirinya sendiri
“dasar bodoh” maki nya didalam hati.
Dia mengepalkan tangan untuk menekan lonjakan emosi yang datang menghampiri.
Walau demikian dia tetap berusaha mempertahankan senyuman manisnya, mencoba mengusir rasa cemburu yang menyelimuti hati nya.
Semua mata yang tadinya mengira jika Aeron adalah kekasih dari fanny dibuat bungkam oleh gerakan Aeron yang terlihat begitu posesif.
Aeron melingkarkan tangannya dipinggang gadis yang terlihat begitu mempesona.
Sehingga semua orang bisa menebak dengan jelas hubungan diantara keduanya.
Gerakan Aeron tidak lepas dari tiga pasang mata yang sejak awal telah memperhatikan keintiman dari keduanya.
mereka bertiga hanyut dalam pemikiran dan rancana masing-masing.
MC memberikan mic kepada Aeron untuk menyampaikan sedikit ucapan selamat.
“terima kasih sudah memberikan kehormatan ini” ucapnya dengan bahasa formal.
“Tapi karena hari ini saya tidak datang sendiri melainkan dengan seorang kekasih dan tentunya harus menjaga perasaan nya, maka dengan berat hati saya harus mengatakan jika saya tidak bisa menemani anda untuk memotong kue tersebut”.
ucap Aeron menekan kan kata anda untuk mempertegas hubungan mereka yang hanya sebatas kenal saja.
“Tapi sebagai teman satu sekolah saya mewakili keempat teman saya yang lain mengucapkan Happy Birthday Joevanca Fanny Xia”.
ucap Aeron mengakhiri sambutan nya.
Dia melangkah turun bersama clara tanpa memperdulikan tatapan membunuh yang dilemparkan oleh kedua orang tua fanny.
Sambutan Aeron terkesan sangat merendahkan bagi kedua orang tua fanny terutama papanya;
“sungguh memalukan” bisik Felix ditelinga putrinya
Tidak ingin berlarut dalam suasana yang memalukan Felix sebagai orangtua langsung memberikan perintah untuk melanjutkan acara, dia meminta petugas untuk segera mematikan lampu dan menyisakan lilin yang menyala diatas kue ulangtahun yang berukuran cukup besar.
Bersamaan dengan lampu-lampu yang mulai dimatikan. suara nyanyian selamat ulang tahun yang diiringi dengan suara music biola mulai terdengar.
saat semua orang menyanyikan lagu selamat untuknya ketika itu pula fanny mulai merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya.
Potongan pertama dia berikan kepada mamanya tersayang, potongan kedua untuk papanya tercinta dan tiba pada potongan ketiga sepertinya fanny harus mengurungkan niatnya untuk memberikan nya kepada Aeron.
jadi secara acak tanpa melihat dengan jelas dia memberikan potongan kue tersebut kepada seorang laki-laki yang selama ini dibencinya.
“Sial mengapa harus dia yang menerima nya?” sesal fanny dalam hatinya
Clara memperhatikan laki-laki yang memakai stelan jas berwarna mencolok itu tersenyum menerima potongan kue dari tangan fanny.
“itu bukannya laki-laki yang tadi? sepertinya mereka terlihat cukup dekat! jangan2 mereka-?” batin clara menduga2
“Re-”
panggil bella menarik clara dari lamuannnya.
“Hm” balas clara.
“Sayang, bukannya kalian bilang ingin mengajak kami pergi kepesta yang kalian buat?”.
tanya Clara mengingatkan tujuan awal mereka berdandan hari ini
“tunggu sebentar lagi, Alen masih ada sedikit urusan”.
jawab Aeron
Setelah acara potong kue selesai fanny beranjak pergi ketoilet, dia merasa tidak nyaman dengan tubuhnya.
“Ada apa dengan diriku, mengapa rasanya tubuhku seperti ini” gumam fanny sambil berjalan menuju kamar kecil.
Justine yang sejak tadi memperhatikan fanny tidak menyia-nyiakan kesempatan, sewaktu melihat fanny pergi dengan smirk iblisnya dia berjalan selangkah demi selangkah untuk menghampiri nya.
“Hallo Honey”.
sapa Justin setelah bertatap muka dengan fanny.
“lama kita tidak berjumpa! apa kau tidak merindukan ku?”.
bisik Justine dengan mengenduskan hidungnya ditelinga fanny sengaja untuk menggoda nya.
Fanny merasa ada desiran aneh yang menjalar ketubuh nya ketika kulit mereka bersentuhan.
dia yang seharusnya membenci tindakan Justin tapi justru tubuhnya menghianatinya bahkan bisa dikatakan dia menyukainya dan menginginkan yang lebih.
“ada apa ini, aku benar2 sudah gila” ucap fanny dalam hatinya.
dengan segala kekuatan dia mencoba melawan gelenyar hawa aneh yang semakin menjadi-jadi.
“Mau apa kau kesini?”
tanya fanny sedikit terbata karena hasrat yang mulai menguasai
Justin tersenyum mengejek sebelum menjawab pertanyaan fanny,
“tentu saja untuk membantumu meringankan penderitaan yang akan segera kau alami”
“Jangan berani macam-macam atau aku akan berteria-, Hemmpp--”
ucapan fanny terpotong saat Justin mulai menghimpit tubuhnya kedinding secara paksa lalu me****** bibirnya secara kasar.
memang di awalnya fanny berusaha untuk memberontak atas perlakuan Justin yang kurang ajar itu.
tapi entah mengapa tubuhnya malah dengan senang hati menerimanya. hingga pada menit berikutnya dia mulai menikmati sentuhan yang Justin berikan dengan mulai membalasnya.
karena pengaruh obat sudah menguasai fanny tidak memperdulikan tempat lagi, mereka saling memanggut bertukar saliva dan berlomba2 mengejar sang dewa nafsu.
Alen baru selesai mencuci mukanya.
Ketika ia melewati toilet wanita tidak sengaja dia melihat dua orang yang sedang saling memanggut.
dia berhenti untuk melihat wajah kedua orang yang tidak tau malu itu.
“benar2 wanita murahan” ucap Alen berdecak.
tidak mau ambil pusing dia akhirnya berlalu meninggalkan fanny yang pakaiannya sudah sedikit berantakan.
Mengetahui fanny yang sudah dipengaruhi obat tanpa membuang waktu lagj Justin langsung menggendong fanny kekamar yang sudah anak buah nya siapkan.
“kamu yang menggali kuburan untuk dirimu sendiri fan” ucap Justin saat meletakan tubuh fanny diatas spring-bed disebuah kamar Presidential Suite.
“Jadi jangan salahkan aku bersikap kurang ajar seperti ini, karena dirimu sendirilah yang telah bersikap layaknya wanita murahan”
ucap Aeron sebelum menanggalkan semua gaun penutup tubuh fanny.
_________________
...#Mimin kasih bonus visual Cogan2 yang bakal ngerebutin hatinya mbak Clara ni, siapa aja hayoo???...
...Yupss!! ikuti Mimin...
...1. Justin...
...2. Regan...
...3. Alex...