
Pertandingan dibagi menjadi tiga babak dan mereka akan dibagi menjadi beberapa kelompok, disetiap kelompok akan memiliki tiga orang anggota.
Karena Aeron merupakan ketua dari team dan Kevin sebagai wakilnya mereka berdua tidak diperbolehkan untuk mengikuti pertandingan ini.
Maka dari itu hanya tersisa 18 orang saja, yang akan dibagi menjadi 6 kelompok dan masing-masing terdiri dari 3 orang.
Clara & Bella mengedarkan pandangannya, terlihat semua anggota Team D.R sudah membentuk kelompoknya masing2, sementara mereka berdua masih kekurangan satu orang anggota.
"Re bagaimana jika kita menghubungi Shasa untuk bergabung, dia juga pastinya sudah bangun". usul bella
"iya juga ya, lagipula sudah cukup lama kita tidak bermain bersama". balas Clara
"Kalau begitu aku akan meminta izin kepada Aeron dan kamu langsung saja hubungi shasa". ucap clara lalu pergi menghampiri kekasihnya.
"Aeron sedang telpon siapa ya?".
tanya clara dalam hati saat melihat Aeron berbicara cukup serius dengan seseorang dibalik telpon.
saat Aeron mengakhiri sambungan dan membalikan badan dia melihat Clara sudah berdiri dan menunggu dibelakangnya.
"Ada apa sayang?" tanyanya lembut
"Sayang!" panggil Clara bergelayut manja.
"Hem". balas Aeron
"Apa boleh aku menghubungi salah satu teman ku? kamu pasti sudah tau jika kami kekurangan satu orang anggota, dan tidak mungkin bila kamu atau kevin yang bergabung untuk menjadi anggota kelompok kami! bisa-bisa mereka menuduh kami bermain curang!".
ucap clara mencabikan bibirnya.
Aeron melihat kekasihnya yang begitu menggemaskan langsung menarik hidung mancung milik Clara.
"jika aku mengizinkan nya, hadiah apa yang akan kau berikan sebagai imbalan?". tanya Aeron dengan sudut bibir terangkat.
Clara memutar bola matanya, seolah berfikir apa imbalan yang tepat yang harus dia berikan.
lama dia berpikir tapi tidak satupun ide dia dapatkan.
"Sayang aku tidak tahu harus memberimu apa, karena kamu sudah memiliki semuanya".
ucap clara meletakan kedua tangannya dipundak Aeron.
"sekarang coba kamu katakan apa yang kamu inginkan dari ku?"
Cupp --
Aeron mengecup bibir Clara.
"Akan kufikirkan nanti, yang penting kamu sudah menyetujuinya dan tidak boleh mengingkarinya" ucap Aeron
"Ayo! biar aku yang mengatakan kepada mereka" ajak Aeron
Aeron menghampiri dan mengumpulkan semua anggota D.R, lalu mengatakan permintaan Clara dan mereka pun akhirnya menyetujui.
Karena tidak penting bagi mereka berada di mana yang terpenting adalah mereka bisa bermain di tempat yang sama.
bella sudah menghubungi Shasa dan dengan begitu senangnya gadis itu menyetujuinya.
sebenarnya sebagian anggota team D.R sudah mulai berspekulasi tentang jatidiri Clara, karena selama yang mereka tau jika Xavier bos mereka bukanlah lelaki yang mudah untuk didekati terutama oleh lawan jenis.
Akan tetapi melihat reaksi mereka berdua yang terlihat begitu intim & tidak malu untuk memamerkan kemesraan didepan banyak orang, mereka mulai ragu jika Xavier menyukai gadis itu hanya karena alasan cantik semata.
Karena jauh sebelumnya begitu banyak wanita cantik dan juga lebih sexy yang mengejar2 bos mereka.
Pasti ada alasan lain dibalik kecantikan yang dimiliki gadis itu, sehingga mampu membuat seorang Xavier begitu bertekuk lutut kepadanya!.
________
Mereka semua mulai menyalakan benda yang akan menjadi sarana pertandingan dengan posisi duduk yang diatur berdekatan.
tempat duduk pertama diisi oleh team Alen, yang terdiri dari Sean & Rena, mereka duduk berdampingan dengan posisi Alen berada disamping Sean.
kemudian dilanjutkan dengan kelompok team kedua, yaitu bella yang duduk tepat disamping Alen, dilanjutkan dengan Clara yang duduk disisinya.
diteam ketiga adalah Michael, yang duduk tepat disebelah Clara.
Michael menjadi satu team dengan kekasihnya yang bernama Asta.
dan setelahnya diisi oleh kelompok team yang lainnya.
dengan waktu bersamaan mereka semua melakukan Login keakun masing-masing kemudian mengklick link yang telah disiapkan untuk pergi keruangan yang telah ditentukan.
Semua anggota team D.R sempat terkejut ketika melihat tiga buah ID yang selama ini mereka idolakan berada dalam satu ruangan dengan mereka.
Mereka semua langsung menoleh satu sama lain untuk mencari sang pemilik ID yang cukup terkenal dengan sebutan D2G the Killer.
Baik Alen maupun michael sudah bisa menebak siapa pemilik dari ketiga ID tersebut. mereka sempat merasa tidak percaya dengan apa yang difikirkan oleh otak kecil mereka.
Karena tidak ingin membuyarkan konsentrasi, maka mereka mencoba memusatkan fikirannya kepada laptop yang sudah menyala dihadapannya.
Clara & bella menggigit bibir bagian dalamnya, sehingga mereka berdua hanya tersenyum simpul mencoba menahan tawa ketika melihat raut wajah dari semua anggota team D.R yang nampak sangat terkejut terutama Alen & Michael.
_________
Pertandingan ronde pertama dimulai.
Misinya adalah melawan monster dijaringan public.
mereka saling serang hingga menyisakan empat team untuk maju kebabak selanjutnya.
Kedua gadis itu dengan lincah memainkan jari jemarinya yang lentik dikeyboard.
mereka mengetik susunan huruf yang dipadukan dengan angka-angka dengan berbagai tanda.
hanya mereka yang memahami & mengerti yang bisa membaca akan perintah yang mereka tuliskan.
Saat melihat titik-titik merah dijaringan mulai perlahan menghilang, dan akhirnya layar menampilkan tulisan Selamat.
_______
Dibabak kedua mereka akan menerapkan sistem gugur.
Setelah terhubung ke LAN setiap kelompok akan bertarung dengan kelompok lainnya.
Pertarungan berlangsung brutal dan cepat, hingga menyisakan dua kelompok yang akan masuk ke final dan akan bertarung secara tunggal.
Destroyer adalah akun bella, dan Defender milik Shasa, lalu Guardian yang sebagai akun pelindung adalah milik Clara.
"Re !! aku dan Shasa berencana begitu masuk langsung membunuh mereka, dan tugasmu seperti biasa! kau harus ngelindungin kami dari serangan musuh."
ucap bella berbisik ketelinga Clara
"jangan khawatir kita pasti bisa berkerja sama dengan baik".
balas Clara mengedipkan sebelah matanya.
gerak-gerik & tindakan kedua gadis itu tidak lepas dari pengawasan semua anggota D.R terutama Alen & Micheal yang sempat sangat meremehkan mereka.
Ealapun Alen tidak berkata secara langsung tapi dari sorot matanya Clara sudah bisa membacanya dengan sangat jelas, tatapan mata yang seperti mengasihani nasib mereka berdua.
Sebelum babak kedua dimulai mereka beristirahat sejenak.
Aeron dan kevin langsung menghampiri kedua gadis itu dengan membawakan sebuah bathrobe lalu berbincang sejenak.
setelah dirasa sudah waktunya mereka kembali masuk kedalam kolam untuk melanjutkan pertandingan selanjutnya.
sekarang posisi mereka sudah tidak terlalu rapat seperti babak pertama, itu membuat mereka berdua bernafas sedikit lega untuk bisa berbicara.
Sambil mengetik sesuatu Clara berkata; "kali ini kita hanya butuh memperhatikan akun milik Alen dengan ID 'Crazy Devil dan Michael dengan ID Pretender! aku kira mereka berdua tidak terlalu buruk". bisik Clara kemudian
"Ok Mom!" Jawab bella dengan candaan.
Setelah mereka masuk LAN Mereka akan bertarung dengan tim lainnya, dan hitungan mundurpun dimulai.
"pertarungan dimulai!".
Clara memicingkan matanya dan sedikit senyuman terbit disudut bibirnya, matanya terlihat membara.
bella menggangguk dan bersiap untuk bertarung.
Mereka tidak menyangka saat mereka belum melawan musuh, musuh sudah menyerang terlebih dahulu.
Jari-jari mereka tidak berhenti mengetik di keyboard.
seiring dengan perintah yang tidak berhenti mereka tulis, kerumitan program mulai meningkat.
Clara dengan cepat mengetik serangkaian kata, lalu mengklik enter.
setelah itu dia menoleh dan berkata kepada bella dengan semangat "kesempatan datang".
Bella yang dibantu oleh Shasa dari sebrang sana bergerak dengan cepat seiring dengan gerakan jarinya, mereka menggunakan seluruh keahlian nya agar bisa dengan cepat menyingkirkan pihak lawan untuk bisa segera menyelesaikan misinya.
sementara Clara terus berjaga agar kedua temannya tetap aman.
Dan akhirnya layar menampilkan kembali tulisan Selamat.
akhirnya Michael tumbang, dengan wajah lesu dia tetap memberikan senyuman takjub kepada dua gadis yang sempat diremehkannya.
Sementara team Alen yang lulus kebabak selanjutnya harus merasa waswas karena sekarang mereka sudah tau siapa lawan yang harus mereka hadapi, tiga ID yang sangat terkenal dengan keahlian membunuh nya.
_____
Babak ketiga atau babak final masih memakai sistem yang sama.
Pertandingan ini adalah pertarungan tunggal. aturannya orang yang bertarung sampai akhir adalah pemenangnya.
Jadi dari team mereka hanya satu orang yang akan bertanding sebagai perwakilan.
jadi sebagai ketua team masing2 maka Alen & Clara lah yang akan bertanding.
Semua anggota team D.R menantikan aksi mereka tanpa terkecuali Aeron sendiri, yang merasa sangat penasaran dengan permaninan yang akan Clara sajikan.
"Kita sudah berhasil menaklukan cowok sombong itu! jadi untuk selanjutnya jangan membuat malu!".
ucap bella mewakili Shasa yang berada di seberang sana.
"Tenang saja aku melakukan nya dengan sangat Cantik! kalian pasti akan merasa bangga mempunyai seorang Guardian sepertiku".
clara berkata dengan sorot mata yang bersungguh-sungguh.
"Oke kita menantikan nya".
sahut bella meneguk cocktail yang berada ditangannya
"aku pastikan akan menang dalam hitungan menit". ucap clara penuh percaya diri
pertandingan akan segera dimulai, Clara menegakkan punggungnya dan menatap kelayar laptop dengan serius, lalu bergegas memasukkan perintah.
Gerakan jarinya sangat cepat seperti tangan seorang pianis handal, membuat Alen kawalahan dan hanya dalam hitungan menit Alen sudah berhasil dilumpuhkan nya.
"Ini merupakan waktu terlamaku dalam menghabisi musuh!".
ucap clara sedikit mengejek Alen.
"Tidak perlu merendah sedemikian, aku tau bagaimana kekuatanku sendiri dibandingkan dirimu! tapi jujur aku benar2 bangga memiliki seorang temen seperti kalian, dan yang lebih tidak kusangka jika kalian adalah bidadari2 ku selama ini".
puji Alen berniat memeluk clara, tapi dengan cepat bella mencegahnya lalu menujuk kearah Aeron yang menatap tajam kearahnya.
Dengan tersenyum kikkuk Alen meminta maaf "Sorry, oh iya Ra pemilik akun 'Defender apa juga secantik kalian?" tanya Alen
"Dasar playboy". Balas clara berlalu pergi menghampiri Aeron yang sudah menantinya ditepi kolam.