Lost Love "Love And Friendship"

Lost Love "Love And Friendship"
Bella & Kevin (part 2)



Keesokan harinya ...


Tidak seperti biasanya bella bangun terlebih dahulu. matanya mengerjap2 kecil mencoba menyesuaikan dengan cahaya Matahari yang sudah memenuhi ruangan.


Bella pov;


“Ternyata kau sangat tampan sayang” gumamku memuji kekasihku tanpa sadar. aku mencoba membuka mataku lebih lebar lagi agar bisa menikmati pemandangan yang jarang sekali aku lihat, bukan karena ini pertama kalinya kami tidur bersama melainkan ini merupakan kali pertamanya aku bisa terbangun lebih dulu dibandingkan dirinya, batin ku tertawa geli jika mengingat bagaimana aku tidur dan sangat susah untuk dibangunkan.


Sudut bibirku tertarik keatas sewaktu menatap lekat kepada wajah laki2 tampan yang saat ini masih tertidur pulas dihadapanku, sungguh sempurna kata hatiku.


tanganku mulai tergelitik untuk menyentuh wajah yang terkadang sangat menyebalkan ini.


blush on alami berwarna ungu terlihat jelas disudut pipi kekasihku, jangan tanya lagi itu pastilah hasil karyaku semalam. “maaf” ucapku lirih karena merasa bersalah, “seharusnya kau jangan mempermainkan kami sehingga membuatku marah dan memukulimu” ucapku masih membela diri membenarkan tindakanku.


jari-jariku mengusap lembut luka memar itu kemudian berpindah kemata lalu alisnya yang hitam dan tebal dan turun kehidungnya yang mancung. sesekali aku memainkan serta menarik2 hidungnya sehingga membuat kevin menggeliat dan meracau kecil. karena gemas melihat wajah Kevin yang terlihat sangat terganggu oleh tindakanku akupun dengan sengaja melakukannya berulang-ulang kali tapi tetap saja dia tidak terbangun, membuat ku berfikir jika mememang benar apa yang kevin katakan semalam jika dirinya merasa begitu lelah karena melakukan begitu banyak hal atas perintah Aeron.


Entah setan apa yang menyelinap masuk kedalam kepalaku, bibir Kevin yang berwarna merah terlihat sangat menggoda untuk kucobai, hasratku membimbing jari-jemariku agar menyentuh bibir itu. aku memainkannya dengan ibu jariku mengusapnya dengan hati2 hingga tibalah dewa keberanian memerintahkanku untuk mengecupnya.


Kecupan semula hanya berupa ciuman sekilas itu membuatku merasa tidak puas, aku memberanikan diri untuk menciumnya sekali lagi (Maksud nya mbakyou Bella tu nambah guys hehe 😂) hingga aku sendiri tergoda untuk mencium nya lebih dalam dan lebih lama lagi. mungkin karena ciumanku yang cukup kasar membuat kevin terbangun dan langsung menarik tekuk leherku menambah tempo lum*t*n sehingga kami pun berciuman sangat intens.


Saat nafasku terengah barulah aku berusaha untuk melepaskan diri sekuat tenaga dengan memukul dan mendorong dada kekasih ku itu.


aku marasakan rasa panas disekujur wajahku akibat dari menahan rasa malu karena ketahuan atas tindakanku yang terlihat sungguh agresif bisa jadi mungkin murahan.


bagaimana aku tidak berfikir murahan karena baru semalam aku mengatakan jika dia tidak boleh menyentuhku tapi pagi ini justru akulah yang telah mengganggu tidurnya sehingga dirinya terbangun akibat dari ciumanku yang seperti singa betina kelaparan.


Aku hanya bisa tertunduk malu jika saja ada lubang undur-undur sudahlah pasti aku langsung berlari mundur dan masuk bersembunyi didalamnya.


“Sayang” suara indah nan merdu itu memanggil namaku, menjemputku kembali kedalam dunia nyata. tapi karena masih merasa malu akupun masih saja enggan untuk menatap kearah suara yang sangat aku gilai itu, bukan karena benci tapi jujur aku tidak memiliki muka saat ini dalam hati aku menyumpah serapahi bibirku yang tidak tau diri ini.


____________


Melihat wajah bella yang tertunduk karena malu membuat kevin tersenyum sebelum berkata; “Baby!” panggilnya lembut, “Hei! Hey baby!!! Look at me Hm” ucap Kevin masih mencoba menganggat wajah bella yang masih saja tertunduk seperti orang mencari uang koin yang jatuh, “tidak perlu malu, karena aku juga sangat menyukainya” imbuh kevin yang membuat bella akhirnya berani untuk menatap wajahnya.


Kevin kembali mendekatkan wajahnya, menyatukan dahinya kedahi bella kemudian menatap lekat kepada bibir mungil bella yang sudah sedikit membengkak dan berwarna lebih menyala. dengan menggunakan jari telunjuknya Kevin mulai mengusap bibir bella dengan lembut kemudian berkata; “aku sangat merindukannya sayang” ucapnya kemudian langsung mencium bibir itu dengan rakusnya.


Sebenarnya jika bukan karena gengsinya bella sudah pasti menyerang kevin sejak semalam karena sebenarnya dia juga sangat merindukan sentuhan hangat dari Kevin terutama sentuhan bibirnya.


Ciuman yang memabukan itu membuat bella melupakan sejenak rasa gengsinya, dia membalas ciuman yang Kevin berikan dengan tidak kalah rakusnya, seakan mereka berdua berlomba2 untuk saling melilitkan lidah, dan saling menghisap cairan didalamnya.


lama bibir mereka saling bertaut, saling melu**t dan mengecap rasa manis dari bibir yang selalu menjadi candu.


sampai akhirnya bella teringat kembali akan hukuman yang ia diberikan untuk Kevin. bella langsung melepaskan pangutan Kevin dengan paksa lalu kembali kemode gengsi yang sempat ia lupakan, dan dengan cepat berbicara ; “sayang aku lupa jika kau masih dalam masa hukuman” ucapnya kemudian berusaha melepaskan diri dari pelukan kevin.


Kevin masih tidak menyangka jika bella akan kembali mengingat hukuman itu hanya bisa termenung, dan baru tersadar saat bella sudah masuk kedalam kamar mandi dan menutupnya. dengan teriakan prustasi Kevin memanggil nama bella berulang kali hingga dia bosan karena tidak adanya sahutan.


bella hanya terkikik didalam kamar mandi membayangkan wajah kesal kevin, “kamu juga harus merasakan rasa kesal seperti yang aku rasakan selama satu minggu ini sayang” batin bella.


Kevin sangat kesal kepada bella tapi dia mengurungkan niatnya untuk menyusul bella karena rasa lelah dan kantuknya yang masih menggelayuti. dia lebih memilih untuk memejamkan matanya kembali dan menolak ajakan otaknya untuk mendebat bella tentang hukuman yang diberikan kepadanya yang terasa sangat tidaklah adil.


30 menit kemudian ....


bella menggelangkan kepalanya sewaktu melihat kevin yang kembali meringkuk didalam selimut tebal berwarna putih tersebut.


dengan perlahan dia naik kembali keatas tempat tidur berniat untuk membangunkan Kevin menyuruhnya untuk mandi kemudian mencari makan dan setelahnya pergi untuk mencari sahabat dan juga sepupunya.


bella menggoyang2 serta menarik2 selimut yang menutupi tubuh kevin, “Sayang! sayang ayolah cepat bangun! aku sudah lapar” rengek bella.


tapi bukannya bangun Kevin malah memeluk bella membawanya masuk kedalam selimut.


Wangi sabun mandi yang melekat ditubuh bella menyeruak masuk kedalam indra penciuman Kevin. membuatnya rasa kantuknya berubah menjadi rasa gairah, dia yang memeluk bella dari belakang dengan seketika kembali mencumbui kekasihnya itu tanpa memperdulikan hukuman yang telah kekasihnya itu jatuhkan.


Kevin mengecup pundak bella dengan sesekali memberikan gigitan kecil meninggalkan warna kemerahan yang membekas dikulit bella.


“Tidak usah mencari mereka!” ucap kevin disela cumbuanya, seakan mengetahui pertanyaan yang akan ditanyakan kekasihnya Kevin melanjutkan kembali ucapannya dengan sebelumnya memutar tubuh bella agar menghadap kewajahnya “karena kita tidak akan menemukan mereka hari ini”


Sebelah alis bella terangkat menuntut penjelasan atas apa yang baru saja Kevin katakan. Kevin membelai lembut pipi bella sebelum berkata; “karena mereka sudah dibawa kekasih nya masing2 dan aku juga tidak akan membiarkanmu menemui mereka hari ini! karena hari ini kamu hanya boleh bersamaku seorang” ucap Kevin kemudian memeluk bella membawanya kedalam dekapannya.


Bella yang masih belum sepenuhnya mengerti akan penjelasan dari Kevin, segera membuka mulutnya untuk bertanya kembali, tapi ketika tepat kata2 nya akan meluncur keluar sebuah benda Kenyal yang terasa manis jambu telah menghadang dibibirnya.


Kevin melepaskan ciumannya lalu dengan gerakan cepat memposisikan bella dibawahnya, dengan menggunakan kedua tangannya dia menopang berat tubuhnya agar tidak jatuh menimpa tubuh bella yang mungil.


“Sayang aku tidak bisa lagi menahannya, aku menginginkan nya sekarang” ucap Kevin dengan suara serak menahan gairah yang mulai memuncak.


Melihat kilatan gairah dimata kevin, bella sudah bisa memprediksikan apa yang akan terjadi berikutnya.


Tanpa meminta izin apalagi persetujuan dari bella kevin langsung mencumbui gadis yang saat ini berada dibawah kukungannya.


karena kedua insan tersebut sudah dikuasai oleh dewa nafsu membuat bella tidak sadar jika sebagian tubuh bagian atasnya sudah tidaklah mengenakan pakaian lagi.


tangan Kevin yang menjamah seluruh bagian sensitifnya dan mulutnya yang terus saja melahap, menghisap juga menggigit kedua gunung kembar miliknya secara bergantian, membuat bella seperti cacing yang sedang dipanggang diatas tempat BBQ.


Baik leguhan maupun desahan sudah tidak bisa lagi bella tahan, walaupun dia telah menggigit bibirnya sampai sebagian dan berusaha sekuat tenaga untuk menghalau suara menjijikan itu tetap saja lolos dari bibir mungilnya.


...Drtt ..... drtt .... drtt ......


📲 **Papa Calling 📳


📲 Papa Calling 📳


📲 Papa Calling 📳**


Bella dan kevin langsung menghentikan kegiatan mereka ketika mendengar Hp-bella yang terus saja berdering.


dengan Malu2 bella berkata ; “Sayang papa” ucap bella lirih bermaksud meminta izin untuk menganggatnya, Kevin mengangguk sebagai tanda memberikan izin.


...“Halo pa”...


...“Bella ini Om”...


...“Oh Iya Om. ada apa?”...


...“Apakah Shasa bersama mu?”...


...bella menoleh kepada Kevin sebelum berkata; “Ya dia bersamaku, tapi dia sedang mandi” Jawab bella berbohong....


...“baiklah jika begitu, katakan saja kepadanya jika Eric akan menjemputnya nanti malam”...


...“maksudnya Om”...


...“maaf sayang kami lupa mengatakannya kepada kalian berdua jika Shasa dan Eric akan segera betunangan”...


bella tersentak, kaget bukan main begitu pula dengan Kevin dia langsung mendudukan tubuhnya setelah mendengar kata2 jika Shasa akan bertunangan.


...“Bella apa kau masih mendengarkan Om?”...


...“ya Om, nanti akan aku sampaikan”...


...“ya sudah kalau begitu, terima kasih”...


...Tutt....


...sambungan telpon terputus...


bella langsung mengenakan pakaiannya diikuti oleh Kevin. mereka harus segera menemukan Shasa dan Alen.