
Markas Besar Fuerst Technology Corporation
Deruman suara merdu ketiga mobil sport yang melaju beriringan menghasilkan kebisingan yang indah untuk didengar oleh telinga manusia, dengan kecepatan rata-rata mereka bertiga melintasi jalan raya menuju kemarkas besar team D.R yang berada dipuncak.
“Hening ...”
Malam ini udara sedikit lembab karena rintik hujan serta hembusan angin.
Baik Clara maupun Aeron larut dalam lamunan nya masing-masing. Clara menatap keluar jendela ia teringat kejadian beberapa jam yang lalu.
Flashback On ...
Regan yang tiba2 muncul dihadapan Clara langsung mencekal dan menarik paksa pergelangan tangan clara.
“Lepas! lepass kan tangan ku regan” teriak Clara memberontak.
“Diam” bentak regan mengeluarkan sebuah benda yang terselip di pinggang nya. “berteriaklah jika kau ingin peluru ini menembus perutmu”.
ancam nya yang membuat clara langsung membungkam suaranya.
Regan menyeringai puas ketika Clara menuruti ucapan nya.
“jangan berfikir aku hanya menggertak mu saja, karna aku akan lebih rela kau pergi selamanya dari pada melihatmu bermesraan dengan bedebah itu”.
ujarnya dengan suara dingin
Ancaman Regan yang terdengar tidaklah main-main membuat Clara menuruti kemauan Regan, terlebih dengan pakaian yang saat ini ia kenakan sebuah gaun panjang yang tidak memungkin kan untuk dirinya bergerak leluasa.
Regan menggiringnya kesebuah lorong dengan pistol tepat mengarah ke salah satu organ vitalnya.
Setelah sampai disebuah sudut lorong, Regan mendorong tubuh mungil Clara hingga membentur ke dinding.
Perlahan ia mendekati Clara yang mengelus pundak nya karena rasa nyeri.
ia mencengkram erat dagu Clara memaksa gadis itu untuk menatap wajahnya.
“Mengapa kau tidak juga mengerti jika aku sangat mencintaimu , Hahh???”.
teriak Regan prustasi membuat Clara merasa jijik dan langsung memalingkan wajah nya.
Regan menarik kembali muka Clara, lalu membelai lembut pipi putih mulus Clara yang terasa begitu halus ditelapak tangan nya yang sedikit kasar.
ia menyingkirkan anak rambut yang menghalangi nya memandang wajah cantik Clara.
“Apa kau sengaja ingin membuat ku gila? kau tau bagaimana aku melalui hari-hari ku setelah kepergian mu?”.
ucapnya dengan mata sendu tapi tertawa persis seperti orang gila.
Dengan posisi pistol tepat mengarah kejantungnya Clara hanya bisa diam menikmati celotehan Regan yang terdengar sangat memuakan.
“Sekarang setelah aku menemukanmu, apa kau fikir aku akan melepaskan mu begitu saja? tidak sayang, aku tidak sebodoh itu”.
ucapnya menyeringai dengan sejuta makna.
“Karena kau hanya akan menjadi milik ku seorang”.
ucap Regan yang mulai memaksa untuk mencium bibir Clara.
Clara memalingkan wajahnya kekiri dan kekanan, secara terus-menerus sehingga bibir Regan hanya bisa menyentuh pipi dan rambutnya saja.
Saat regan menarik paksa tekuk leher Clara sebuah teriakan menghentikan tindakan nya, “Regan, Hentikan!”.
teriak seseorang dengan suara menggema.
Regan memalingkan wajahnya mencari sumber suara yang sudah berani mengganggunya dan Clara mengikuti arah mata regan memandang ternyata suara itu milik Alex.
Alex terus berjalan mendekat dengan kepalan tangan yang memutihkan buku-buku jarinya. Regan mulai melonggarkan sedikit cengkraman ditekuk leher clara dengan memanfaatkan kesempatan clara langsung mendorong tubuh regan membuat laki2 itu terhuyung kebelakang.
Clara segera berlari berlindung dibalik tubuh Alex.
entahlah orang yang dia anggap musuh kala itu pada hari ini tanpa sengaja telah menyelamatkan nya.
“pergilah” ucap Alex dengan suara datar.
Tak ingin membuang waktu dan takut Alex berubah fikiran, Clara langsung menggangkat sedikit ujung gaun nya dengan terburu-buru ia pergi tanpa sempat mengucapkan terima kasih kepada Alex.
dengan jarak yang mulai menjauh masih bisa Clara dengar pertengkaran antara kedua laki-laki itu.
flashback Off ...
Sementara Aeron masih terlihat focus melajukan kendaraan nya, sesekali dia teringat kejadian satu hari yang lalu dimana kevin mengakui semua kebenaran yang ia sembunyikan.
flashback's On ...
Setelah mereka keluar dari movie theater mereka menuju ketoilet.
Kevin yang lebih dahulu menyelesaikan hajatnya, berniat menunggu yang lain diluar.
“Sayang”.
panggil Bella yang ternyata sudah terlebih dahulu keluar.
bella menarik tangan kevin.
“sayang apa kau benar-benar tidak memberi tahu Aeron dan yang lain nya” tanya Bella mengingatkan.
Sambil mengusap puncak kepala bella kevin berkata.
“jangan khawatir kau bisa memegang janjiku”
dari balik dinding toilet Aeron menghentikan langkah nya sewaktu mendengar percakapan antara dua sejoli itu.
Aeron langsung merasakan kesal yang teramat ketika mendapati sahabatnya lebih memilih untuk merahasiakan sesuatu dari nya hanya demi seorang gadis yang belum lama ia pacari.
“kau akan menerima akibatnya kevin”.
ancam Aeron di dalam hati.
Tidak ingin membuat kevin curiga Aeron berpura untuk bersikap biasa saja seolah dia tidak mendengar apa2 sebelum nya.
tak lama Alen dan Clara juga keluar menghampiri mereka.
Setelah mengantar pulang kedua gadis itu, Aeron meminta kedua sahabatnya agar ikut bersama nya ke apartemen miliknya.
Baru saja masuk dan menjatuhkan dirinya di sofa kevin langsung ditodong oleh Aeron dengan sebuah pertanyaan yang sangat mengejutkan jantung nya.
“Jadi mau sampai kapan kau merahasiakan nya dariku?”.
tanya Aeron dengan mimik wajah kesal
“aku tidak mengerti apa maksudmu?”.
jawab Kevin berpura2
“haruskah aku memaksamu untuk jujur?” ancam Aeron memberikan sebuah laptop berisi data saham perusahaan keluarga Chen yang telah ia siapkan dari beberapa hari yang lalu.
“kau tahu pasti aku bisa berbuat kejam meskipun kau adalah sahabat baik ku”
Walapun pada dasar nya Aeron tidak akan berbuat sedemikian rupa kepada kedua sahabatnya, tapi untuk menghadapi kevin dia harus bermain sedikit trick untuk menggertak nya agar mau berkata jujur.
“Calmdown guys, kalian bisa bicara baik-baik jika memiliki masalah”.
ucap Alen yang memang tidak mengetahui duduk permasalahan kedua sahabatnya.
“kau diam saja” bentak Aeron
“Nanti juga kamu akan tau apa yang sudah dia lakukan dibelakangku”
Alen hanya bisa diam menunggu jawaban atas apa yang sedang terjadi antara kedua sahabat Karib nya, bagaimana pun dia tidak berani melawan jika Aeron sudah mulai di kuasai emosi.
“Sial”.
maki Kevin dalam hatinya
“Okay, Okay- ... aku akan menceritakan semuanya tapi dengan dua syarat”
“katakan” ucapnya.
“Pertama lepaskan dulu perusahaan keluarga ku dan yang kedua kau harus tetap merahasiakan Hal ini dari Clara apapun alasannya dan juga tetap berpura2 tidak tau apa-apa dihadapan Bella”
Aeron mengerutkan dahinya sebelum menyetujui persyaratan yang Kevin ajukan.
“baiklah”.
jawab Aeron pada akhirnya
“Clara adalah Elan”
“Hah! apa???” tanya Aeron terperanjat
Suasana menjadi semakin Hening seketika
“Apa maksudmu kev? kau jangan main-main dengan ucapanmu!”
“Aku serius, bella sendiri yang mengatakannya dan itupun diluar sepengetahuan Clara sendiri”
Kevin kemudian menceritakan semua hal yang dia ketahui termasuk pertunangan mereka “hanya itu yang aku tahu”.
ucap Kevin mengakhiri ceritanya.
Aeron tak dapat menyembunyikan keterkejutan, kekesalan, kemarahan sekaligus kegembiraan nya.
Begitu banyak pertanyaan yang berputar di kepalanya, dan Ia memutuskan untuk menanyakan nya secara langsung kepada orangtuanya
“Besok lusa kita ajak mereka untuk menghadiri pertemuan dengan team D.R”.
ucap Aeron setelah sekian menit larut dalam pemikiran nya.
“What? apa kau yakin Aer? bagaimana kalau mere-?”
Ucapan Alen terpotong oleh tatapan membunuh Aeron.
dengan masih menyimpan sedikit kekhawatiran Alen akhirnya membungkam ucapan nya.
Flashback's Off.
_________
“Sayang apa masih lama?”.
tanya clara sudah merasa lelah
“Hem, kurang lebih satu jam lagi. beristirahatlah jika kau lelah”
Clara mencoba memejamkan matanya, lagipula seperti yang barusan Aeron katakan jika perjalanan mereka masih memakan waktu yang cukup lama.
“Bahagia”.
ya itu yang Aeron rasakan saat ini, dia tidak menyangka jika gadis yang ia cintai saat ini adalah cinta dimasa kecilnya.
Jalur jalan yang mengelilingi gunung dan curam membuat posisi tidur clara sedikit terganggu, hingga Aeron harus benar2 berhati-hati dalam mengemudikan mobil nya.
dimobil yang lain, berbeda dengan Clara karena terlalu antusias membuat bella tidak merasakan lelah sedikitpun.
“sayang apa benar tuan Xavier akan datang?” tanya Bella untuk kesekian kalinya
“Hem”.
jawab Kevin dengan suara malas
“Apa dia tidak keberatan kalian membawa kami?”
“Tidak, justru dia akan sangat senang”
“Apa hubungan kalian sangat dekat sehingga dia memberikan izin kepada kalian untuk membawa orang asing seperti kami berdua? bagaimana tampang nya? berapa umur nya? apa dia sudah mempunyai kekasih atau istri mungkin?”.
begitu banyak pertanyaan bella secara bertubi-tubi membuat Kevin mendengus kesal mengetahui kekasihnya itu begitu tergila2 kepada Xavier yang merupakan nama lain dari Aeron.
“Apa kau begitu mengagumi nya?”.
tanya kevin dengan mimik nada cemburu
“Ya tentu saja, kami berdua sangat mengagumi nya, kau bayangkan saja hanya dalam waktu kurang dari enam tahun tuan Xavier sudah hampir bisa mensejajar kan perusahaan nya dengan Z.Corp dan Smith Hacking Team yang telah berdiri lebih dari puluhan tahun.
'Dan kau tau yang lebih membuat semua orang penasaran adalah begitu minim nya informasi tentang dirinya. kamu fikir didunia ini siapa yang tidak akan penasaran dengan rupanya”
“Tapi sekedar mengaguminya bukan tidak lebih?”.
tanya Kevin penuh selidik.
“Jangan katakan jika kau cemburu?.
ucap Bella yang diakhiri dengan galak tawa.
“jangan khawatir walau setampan apapun tuan Xavier aku tidak akan jatuh cinta kepada nya. aku kan sudah memiliki mu”.
ucap bella memeluk manja lengan kekasihnya.
“Sukurlah jika begitu, karena dia juga sudah memiliki kekasih”.
ucap kevin menggigit bibir bagian dalamnya untuk menyembunyikan tawanya yang serasa akan segera meledak membayangkan keterkejutan kekasihnya juga Clara saat mengetahui siapa Xavier yang sebenarnya.
“Sayang apa jabatan mu di team D.R? apa kamu termasuk team inti atau hanya team pembantu saja?”
Ingin sekali rasanya kevin membungkam bibir cerewet kekasihnya itu dengan bibirnya, jika saja tidak sedang menyetir mungkin sejak tadi sudah ia lakukan.
“apa menurutmu kekasih mu ini tidak cukup baik untuk berada di team inti? kau terlalu meremahkan ku sayang, aku sungguh kecewa”.
ucap Kevin dengan raut wajah dibuat sekecewa mungkin.
“Maaf sayang bukan begitu maksud kuuuu--”.
ucapan bella terhenti karena sudah memasuki sebuah bangunan yang lebih mirip dengan Mansion daripada sebuah Markas.
“wow apa ini tempat nya, pasti sangatlah indah didalamnya”.
ucap bella penuh kekaguman.
lupa sudah dirinya dengan ucapan meminta maaf nya tadi membuat Kevin menggelangkan kepala melihat tingkah menyebalkan gadis yang duduk di samping nya.
Akhirnya mereka sampai di Markas besar team D.R.
Alen yang tiba terlebih dahulu, berniat membantu Aeron membuka kan pintu untuk clara.
saat melihat Clara tertidur pulas dia melihat kearah Aeron seakan bertanya apakah mau dibangun kan.
Sebelum pertanyaan itu terlontar Aeron sudah terlebih dahulu berkata.
“biar aku yang membawanya”.
Karena mobil Kevin berada tepat dibelakang mobil Aeron, Alen akhirnya membantu bella untuk membuka pintu.
“thanks Alen” ucap bella sambil mengulurkan tangannya.
sementara Aeron tanpa membangunkan Clara langsung menggendong kekasihnya itu dengan sangat hati-hati.
membuat semua mata pelayan menatap tidak percaya jika tuan mereka Xavier akan membawa seorang gadis bahkan sampai menggendong nya, dan itu belum pernah sama sekali tuan mereka lakukan.
perlakuan manis Aeron juga tak luput dari pengawasan kedua teman nya, mereka hanya bisa menggelengkan kepala melihatnya sahabatnya itu yang mulai bucin.
“Aeron bener2 type laki-laki yang manis, aku sungguh iri kepada re”.
puji bella
“Apa kau juga mau aku gendong sayang?”.
ucap kevin tepat ditelinga bella.
“tidak! tidak terima kasih, lebih baik aku berjalan sendiri” ucap bella menyusul Alen didepannya.
dia tidak ingin Kevin menggendong nya karena sudah pasti bella harus membayarnya dengan sangat mahal.