
Merasa bosan karena terus beristirahat membuat ketika Gadis itu memutuskan untuk pergi keluar untuk bermain dipantai yang terletak tidak jauh dari kamar yang mereka tempati saat ini.
dan saat ini mereka sudah berada di tepi pantai.
mereka berjemur menikmati hangatnya terik matahari disore hari sambil memejamkan mata dan mendengarkan suara desiran ombak yang datang menghampiri tepi pantai.
“Aku tidak habis pikir sebenarnya apa mau mereka?, semalam mereka menguji kita habis-habisan dan setelah itu mereka membawa kita untuk beristirahat dengan
fasilitas yang luar biasa!” kata Bella mulai membuka matanya kembali, “dan yang lebih aneh lagi sebelum pergi, Om martin berpesan agar kita menuruti semua yang diperintahkan oleh mereka tanpa sedikitpun rasa khawatir jika nyawa kita bisa saja sebagai teruhannya” tambah Bella.
“sudahlah El untuk apa kamu terus memikirkannya sekarang tugas kita hanya menunggu dan nikmati saja apa yang ada! lagipula nanti malam kita akan tahu siapa sebenarnya orang yang berada dibalik ini semua” balas Shasa.
“benar apa yang dikatakan Shasa, El” tambah Clara yang sudah berada dalam posisi duduk. “bagaimana kalau kita pergi mandi sekarang?, nampaknya hari juga sudah tidak terlalu panas lagi” ajak Clara lalu diangguki oleh keduanya.
Mereka pun menanggalkan pakaian luarnya, dan menyisakan bikini yang sudah mereka pakai sebelumnya, “mari kita nikmati liburan ini sebagai pengganti dari liburan sebelumnya! dan aku lihat pantai ini cukup indah walaupun tidak seramai dibahamas” ujar Shasa.
Setelah selesai menanggalkan pakaian mereka bertiga bersiap menuju kebibir pantai, “tunggu” kata Bella ketika mereka mulai melangkahkan kaki, “ada apa?” tanya Clara.
“aku ada ide!, bagaimana kalau kita melakukan sebuah permainan?” ucap Bella, Shasa mengerutkan alisnya sebelum bertanya; “permainan apa?”
“bagaimana jika kita bertiga berlomba untuk mencapai tepi laut, dan siapa yang terakhir kali sampai dia harus menerima hukuman?”
“apa hukumannya?” tanya Shasa penuh semangat
“untuk hukumannya biar nanti saja kita memikirkannya aku belum mempunyai ide” jawab Bella.
“Oke!setuju” jawab mereka hampir bersamaan.
Mereka bertiga bersiap-siap, kemudian melakukan start jongkok, bella sebagai pencetus ide mulai menghitung mundur.
“Siap!!!” ... ...
“Tiga” ...
“Dua” ...
“Satu” ...
Mereka berlari dengan sekuat tenaga agar bisa mencapai tepi laut secepat mungkin.
karena mereka bertiga memang sudah terlatih sehingga mereka sampai hampir dalam waktu bersamaan dengan sedikit selisih langkah saja dan sialnya yang terakhir sampai adalah Bella orang yang mempunyai ide.
Clara dan Shasa tertawa terbahak-bahak, menertawakan Bella sang pengusung ide yang harus menerima hukuman.
“Siap-siap hukuman” ucap Shasa mulai meledek bella.
bella mencabikan bibirnya meratapi kekalahan ya, kemudian berkata; “oke, katakan apa hukumannya?” tanya nya dengan puppy eyes.
“Sudah nanti saja kita pikirkan!” ucap Clara sambil menarik pergelangan tangan kedua sahabatnya, “lebih baik sekarang kita bersenang-senang terlebih dahulu”.
Mereka bertiga mandi diiringi dengan suara teriakan karena saling menjahili satu sama lain, sampai tidak terasa jika sang surya sudah mulai membenamkan diri.
Disebuah sudut lain di tempat yang sama, tiga pasang mata terus mengamati.
Nampak sekali rasa kesal di raut wajah Kevin, Aeron yang melihatnya hanya dapat mengulum senyumnya untuk menahan tawa.
Sementara Alen sudah terlihat biasa saja, karena dia sendiri sudah menyusun rencana untuk Shasa agar tidak marah kepadanya saat bertemu nanti.
“sabar” kata Aeron sedikit bergurau lalu menepuk pundak Kevin sebayak dua kali, kevin hanya mendengus kesal mendengar ucapan sahabat itu karena jujur saja dia benar2 sangat kesal kepada Aeron tapi tidak bisa berbuat apa2.
“apa semua sudah selesai disiapkan?” tanya Aeron kepada kedua sahabatnya, “beres Bos” sahut Alen dengan acungan jempol.
“ya sudah mari kita bersiap-siap” ajak Aeron.
Setelah merasa puas bermain,mereka pulang untuk membersihkan diri, dan belum sempat membaringkan diri, suara ketukan pintu sudah terdengar dan memerintahkan mereka untuk mengikutinya.
“mengapa kita harus berdandan seperti ini hanya untuk menemui orang itu?” tanya shasa merasa aneh, “sudahlah kita turuti saja” jawab Clara yang juga sudah merasa sedikit lelah karena tadi bermain cukup lama.
Akhirnya tepat jam tujuh malam seseorang datang untuk menjemput mereka bertiga.
Dengan mengendarai sebuah mobil mereka menuju ke suatu tempat, “kemana lagi mereka akan membawa kita?” lagi-lagi Shasa yang bertanya. “entahlah! Aku juga tidak tahu” jawab Bella lalu membisikan sesuatu ditelinga Clara “apakah hari ini kamu juga bawa nya?” ucap bella menanyakan pisau lipat yang sering mereka gunakan.
Clara memutar bola matanya ke arah Bella, “apa kau pikir dengan gaun belahan dada rendah seperti ini aku masih bisa menyembunyikan mereka?”. Bella dan Shasa akhirnya terkekeh mendengar jawaban ketus Clara.
Mobil yang membawa mereka bertiga berhenti tepat dipinggir pantai, dan beberapa orang suruhan sudah menunggu mereka, “Nona maaf kami harus menutup mata kalian” ucap seseorang yang merupakan ketua dari rombongan tersebut.
nampak tiga wanita paruh baya dengan seragam seperti pelayan menghampiri dengan kain hitam berada di tangan masing2 kemudian mengikatkannya kemata mereka bertiga, mereka hanya menurut tanpa banyak bertanya apalagi melawan sesuai dengan pesan yang diperintahkan kepada mereka.
“mari Nona” ujar ketiga pelayan wanita mulai membimbing tangan mereka untuk melangkah.
Tidak memakan waktu yang lama langkah kaki mereka sudah berhenti.
Karena posisi mata yang tertutup sehingga tidak bisa melihat membuat mereka bertiga tidak menyadari jika saat ini posisi mereka sudah terpisah satu sama lain.
_______
pelayan itu melepaskan tangan bella, dan sebelumnya berpesan agar bella menunggu sebentar; “Nona tunggulah sebentar” ucapnya kemudian berlalu pergi.
Bella merasa begitu kaget seakan jantungnya akan terjatuh saat sebuah tangan tiba2 memeluknya dari arah belakang, kemudian langsung mengecup tekuk lehernya.
Seketika itu dia merasa marah akan tetapi karena mencium sebuah wangi parfum yang terasa begitu familiar dia pun mengurungkan niatnya dan belum sempat dia membuka mulutnya untuk berkata sebuah suara memanggilnya “Bella! sayang aku sangat merindukanmu” bisik sang pria lalu menggigit kecil telinganya.
Bella yang mengenali suara itu langsung bergumam “kevin!” ucapnya lirih.
Kevin sangat senang bella bisa mengenalinya walapun dengan posisi mata tertutup, dia pun membalikkan badan bella agar menghadap kepadanya, dan tanpa melepas kain penutup mata, kevin menarik dagu Bella dan mengecup bibirnya sekilas lalu melepaskannya hanya untuk berkata; “Aku sangat mencintaimu sayang” lalu melanjutkan kembali mencium bibir yang sudah satu minggu ini sangat dia rindukan.
Karena merasakan kerinduan yang sama bella pun membalasnya, dia mengalungkan kedua tangannya keleher Kevin, dan Kevin dengan menggunakan sebelah tangannya mempererat pelukannya dipinggang Bella lalu satu tangan lainnya dia gunakan untuk menarik tekuk leher Bella agar bisa memperdalam ciumannya.
Sampai Bella merasa sedikit kekurangan pasokan oksigen dan tersadar, kemudian mendorong tubuh Kevin dan dengan cepat menarik tutup matanya.
Karena sekilas tadi dia sempat berpikir jika benar itu Kevin kalau itu orang lain maka habislah dirinya mau ditaruh dimana mukanya ini.
______
Di sisi lain Shasa yang sudah dibawa ke suatu tempat tepatnya di pinggir pantai, langsung dipersilahkan duduk di sebuah kursi yang sudah dihias sedemikian rupa dengan sebuah meja bundar lengkap dengan lilin dan beberapa makanan juga minuman kesukaannya.
Saat Shasa ingin menarik tali penutup matanya sebuah tangan menyentuh dan menghalangi nya, kemudian terdengar suara seorang laki-laki berkata tepat disamping wajahnya; “jangan buka dulu!” perintahnya.
Sejenak Shasa terdiam, dia berpikir “kenapa suara seorang laki-laki? dan sepertinya dia pernah mendengar suara ini! tapi siapa dan dimana?” tanyanya dalam hati.
Belum sempat dia berpikir lebih jauh sebuah alunan petikan gitar dengan lirik lagu 'Right Here Waiting' dari Richard Marx terdengar di telinganya.
“ini” gumam Shasa lirih mulai menerka-nerka siapa orang yang sedang membawakan nya.
“tidak mungkin” batin shasa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Shasa terdiam dan terhanyut menikmati alunan petikan gitar yang terdengar sangatlah indah, sampai dia baru tersadar setelah petikan nada terakhir.
Kemudian terdengar suara langkah kaki mendekatinya dan berhenti tepat disampingnya, Sebuah bisikanpun terdengar ditelinganya “akhirnya kita bisa berjumpa” sontak saja shasa membelalakkan matanya walaupun masih dalam posisi tertutup oleh kain hitam, “Alen Grisham Wang” teriaknya dengan suara melengking karena kesal mengingat semua kejadian yang telah mereka alami.
_______
Di sisi lain Clara masih berdiri mematung, menunggu seseorang yang harus dia temui.
Aeron berjalan dari arah belakang dan dengan gerakan pelan tanpa permisi dia langsung memakaikan sebuah kalung dengan liontin berinisialkan huruf 'E2.
karena sudah merasa lelah dan sedikit mengantuk Clara menjadi lengah, sampai dia merasa ada sesuatu yang dingin menyentuh dikulit bagian lehernya. dia dengan reflek merabanya, lalu mendapati sebuah kalung dengan liontin inisial huruf E2, “Degg ... ini!!!” batinnya langsung mengingat sebuah kejadian dimasa lampau, dimana dia pernah mengatakan kepada seseorang jika dia ingin sekali memiliki sebuah kalung dengan liontin huruf E2 yang berarti “ ????? ”