
Seminggu kemudian ...
“Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Shasa kepada kedua sahabatnya sesaat setelah pesawat jet pribadi yang mereka naiki mengudara, “entahlah!” jawab Bella yang memang benar-benar tidak tahu.
“Apakah Om Martin atau yang lainnya tidak memberitahu kalian alasannya?” tanya Shasa bersedekap dada lalu memutar bola matanya ke arah kedua teman baiknya, dan hanya mendapat mendengusan kesal serta gelengan kepala sebagai jawaban tidak tahu.
sebelumnya mereka berdua sudah puas bertanya dan tidak ada satu orangpun yang bersedia memberitahukan alasannya kepada mereka.
dan pada akhirnya mereka menyerah karena tidak kunjung juga mendapatkan jawaban.
Karena merasa lelah mereka bertiga sepakat untuk beristirahat lagipula perjalanan akan memakan waktu yang cukup lama , kurang lebih delapan jam.
mereka memilih untuk tetap duduk dan memejamkan mata dan larut dalam pemikiran masing-masing.
Flashback On ...
...“Apakah Papa tidak bisa memberitahuku?” tanya Clara ketika memberesi pakaiannya untuk dimasukkan ke dalam tas Luggage miliknya....
...Karena pertanyaan putrinya Gina pun ikut menatap kearah suaminya, “maaf sayang Papa tidak bisa menjelaskan nya sekarang!”...
...“setidaknya Papa beritahu aku kenapa kami harus pergi ke pulau itu?”, “kamu akan mengetahuinya setelah sampai di sana” jawab Jimmy singkat....
...“mama” panggil Clara dengan rengekan kecil untuk meminta bantuan...
...“Sayang! Putri mama yang cantik, kami berdua tidak akan membiarkan kamu pergi jika itu berbahaya” ucap Gina sambil memeluk dan mengusap pundak putrinya untuk menenangkan “percayalah dengan apa yang dikatakan oleh papamu sayang” imbuhnya kemudian....
Flashback Off ...
Setelah hening beberapa saat, Clara membuka matanya kembali, “tenanglah kita akan mengetahuinya setelah sampai disana” ucapnya penuh keyakinan.
Shasa & Bella membuka matanya, “I hope so !!!” jawab mereka berdua hampir bersamaan karena mau tidak mau itulah yang harus mereka lakukan.
“Sudahlah kita tidak perlu terlalu memikirkannya, sekarang lebih baik kita nikmati saja perjalanan ini agar tidak terasa begitu membosankan” ujar Shasa. “aku akan pergi untuk melihat-lihat isi pesawat ini dan sekalian meminta pramugari untuk membawakan beberapa minuman dan juga cemilan untuk kita” imbuhnya kemudian.
Setelah Shasa pergi, Bella pun melepaskan ikatan Seatbeltnya dan menghampiri sepupunya itu.
“Re! apa kamu benar tidak tahu siapa pemilik dari pesawat jet pribadi ini?” tanya Bella yang sudah berdiri disisi tempat duduk clara.
“Aku juga sedang memikirkannya”. jawab Clara singkat
Bella mengedarkan pandangannya, mengamati setiap desain dari pesawat jet yang sedang mereka naiki, “aku berpikir dilihat dari tingkat kemewahan pesawat ini, bisa dipastikan orang yang memilikinya bukanlah orang sembarangan”
“Sebelum masuk aku melihat logo E07, tadinya aku berpikir untuk mengeceknya, tapi siapa sangka mereka merampas semua handphone milik kita, dan aku juga tidak habis pikir mengapa Om Martin menyuruh kita bertiga untuk menuruti semua yang diperintahkan oleh mereka”.
“ya apa yang kau katakan itu benar”. ucap Bella menarik nafas panjang kemudian menghembuskan nya, “sudahlah lebih baik kita tidak usah memikirkannya untuk saat ini. Benar apa yang dikatakan oleh Shasa tadi lebih baik kita menikmati saja perjalanan ini! bagaimana kalau kita menyusul Shasa saja?” ajak bella.
Baru saja mereka hendak mencari Shasa seorang pramugari datang menghampiri mereka berdua, “Selamat siang Nona Clara dam Nona Bella” sapa sang pramugari sopan, “Silahkan anda berdua untuk beristirahat diruangan yang telah kami siapkan” ujarnya mengarahkan dengan membuka telapak tangan kanan menghadap keatas.
“tapi! sebelumnya kami harus mencari sahabat kami terlebih dahulu” balas Clara.
“Nona Shasa, dia sudah berada di dalam dan sedang menunggu kalian” ucap sang pramugari kemudian mengarahkan Jalan agar mereka berdua mengikutinya.
“Silahkan Nona” ucap Pramugari itu membukakan pintu ketika sudah sampai disebuah ruangan yang sengaja telah disiapkan untuk mereka beristirahat.
Bella masuk terlebih dahulu kemudian diikuti oleh Clara yang berada dibelakangnya. mereka berdua terperangah melihat desain interior ruangan tersebut, sebuah kamar yang sangat mewah, mereka memutar bola matanya kesekeliling ruangan dan melihat Shasa sedang duduk disebuah sofa dengan ditemani beberapa minuman mahal dan juga makanan yang terlihat begitu lezat.
Setelah mereka berada di dalam ruangan pramugari itu berpamitan dan sebelumnya berkata, “panggil saja saya melalui intercom jika memerlukan sesuatu”.
Ingin sekali rasanya Clara menanyakan siapa pemilik dari pesawat jet pribadi yang mereka naiki saat ini, namun dia berpikir kembali karena percuma saja pramugari itu tidak akan mengatakan yang sebenarnya. lalu dia menelan kembali pertanyaan yang telah berada di ujung tenggorokannya dan berkata; “terima kasih”.
Setelah membungkukkan setengah badan untuk memberi hormat Pramugari itu berpamitan lalu menutup pintu.
___________
Di negara lain ...
“Kakak kamu datang!” teriak seorang anak laki-laki berusia sekitar 4 tahunan berlari menghampiri, “apa yang kau bawa?”
“Apa itu kakak?, bolehkah aku melihatnya?”
“Steven, biarkan Kakak Xander masuk terlebih dahulu” kata Ibu Ros pemilik panti.
“ibu apa kabar?” sapa Alex ketika melihat ibu panti asuhan tersebut.
“Kabarku baik nak”, jawab Ibu Ros “bagaimana dengan dirimu sendiri?”
“seperti yang Ibu lihat, aku baik-baik saja” jawab Alek penuh senyum, “ibu aku masih ada beberapa barang di dalam mobil apakah ibu bisa membantuku untuk mengambilnya?” ucap Alex memberikan kunci mobilnya.
Ibu Ros berjalan menuju ke arah mobil Alex lalu membuka kuncinya kemudian menurunkan semua barang yang Alex bawa dengan dibantu oleh beberapa pengurus panti lainnya.
Kedatangan Alex disambut dengan penuh sukacita oleh anak-anak penghuni panti asuhan Amarise.
Mereka semua bermain dengan gembira, Alex membawa begitu banyak alat tulis, buku gambar, peralatan untuk melukis, makanan dan Bahan2 pokok serta pakaian dan peralatan mandi.
ya sejak saat itu Alex rutin mengunjunginya panti Asuhan Amarise jadi anak-anak panti sudah sangat akrab dengannya.
seperti mereka menyukai Clara begitupula mereka menyukai Alex.
Alex yang duhulu selalu bersikap Arogan dan semaunya sekarang berubah 180° karena sering bergaul dengan anak-anak panti, dia juga menyempatkan diri setiap Minggunya untuk mengunjungi makam ibunya sebelum datang kepanti asuhan.
kegiatan yang berbanding terbaik dengan kegiatan yang dahulu sering dia lakukan jika akhir pekan.
dia sendiri tidak habis fikir dengan perubahan pada dirinya, seperti halnya tadi pagi.
Flashback On ...
...Hari ini Regan mengajak Justine dan Alex untuk pergi menemaninya mengambil barang2 miliknya dipulau pribadi yang telah menjadi milik Aeron karena kekalahan nya tempo hari, dan setelahnya mereka akan berpesta bersama Vincent sang Casanova disebuh Clubs miliknya....
...mereka akan berangkat menggunakan jet pribadi milik keluarga Huang pada jam sepuluh nanti....
...“maaf aku tidak bisa!” tolak Alex, “aku ada urusan yang lebih penting” imbuhnya....
...“apakah pergi ke panti asuhan itu menurutmu sekarang lebih penting daripada bersenang2?” tanya Regan kesal karena Alex selalu saja menolak saat diajak keluar untuk bersenang2 “HM” jawab Alex....
...“kau sungguh sudah berubah sekarang dude!” ucap Regan sedikit mengejek....
...“terserah mau berkata apa” balas Alex malas, kemudian berpamitan kepada kakaknya, “kak! aku pergi dulu”, “ya berhati-hatilah” jawab Justine...
Flashback Off ...
“Kakak, kau sungguh sangat baik” ucap Steven membuyarkan lamunan Alex.
Dia tersenyum Seraya mengacak-ngacak rambut anak kecil itu.
“Kak Xander kamu jangan terus mengacak-ngacak rambutku nanti aku tidak terlihat tampan lagi, bagaimana kalau kakak cantik datang dan melihatku berantakan?”
Alex semakin melebarkan senyumnya mendengar ucapan steven, “apa kau menyukai Kakak cantik?”
“yah tentu saja aku sangat menyukainya! dan aku jamin Kakak juga pasti akan menyukainya” jawab Steven, “aku sangat merindukannya, tapi Ibu bilang jika Kakak cantik untuk sementara waktu tidak bisa datang untuk menemani kami bermain!”
Alex yang mengetahui jika Clara sedang pergi berlibur bersama keluarganya langsung berkata; “kakak juga yakin, jika saat ini juga Kakak cantik sedang merindukanmu!”
Mata anak kecil itu terlihat berbinar ketika mendengar ucapan dari Alex, “kak Xander jika Kakak cantik datang kemari aku akan menceritakan tentang dirimu kepadanya, aku juga ingin kalian berdua berteman baik”
Dalam hatinya Alex juga berharap bisa dekat dengan gadis yang diam-diam sudah mencuri hatinya “sungguh sangat bahagia rasanya jika itu bisa terjadi”.
tanpa mereka ketahui jika ada dua pasang mata yang mengamati kedekatan antara kedua lelaki yang berbeda usia itu, “jika saja Nona Wu ada disini, anak-anak pasti akan merasa semakin bahagia”. ujar salah satu pengurus.
“Kau benar” kata Ibu Ros, “jika mereka bisa menjadi sepasang kekasih, pasti akan terlihat sangat serasi. Yang satu sangat tampan dan yang satunya lagi sangatlah cantik dan yang lebih utama keduanya mempunyai hati seperti malaikat” ucap Ibu Ros sambil tersenyum membayangkan nya.
“sudahlah lebih baik kita Menyiapkan makan siang” katanya kemudian meninggalkan taman tempat Anak-anak yang sedang sibuk bermain menuju kedapur.