
Fuerst Technology Corporation telah menciptakan kecemerlangan satu demi satu dibawah kepemimpinan Xavier(Aeron).
'Dan dengan adanya team D.R sebagai penopang yang terdiri dari para gerenerasi muda yang ber-IQ tinggi,
menjadikan Fuerst Corp. sebagai perusahaan pendatang baru yang tidak bisa di pandang sebelah mata.
Hanya dalam waktu kurang dari enam tahun sudah menjadikannya sebagai perusahaan teknologi terbesar ketiga setelah Z.Corp dan Smith Hacking Team, hingga nama Xavier melambung sebagai seorang panutan.
Tidak ada orang luar yang tau wajah asli seorang Xavier sebenarnya, hanya para team inti saja yang mengetahui identitasnya, tapi tidak termasuk identitasnya sebagai pewaris tunggal dari perusahaan Z.Corp
Pada hari ini setelah peluncuran ponsel pintar ultra-tipis generasi terbaru dari Fuerst Technology Corporation menjadikan perusahaan tersebut sebagai produsen ponsel paling berharga didunia.
Untuk merayakan keberhasilan yang diraih, Aeron mengadakan sebuah pesta kecil sebagai rasa terima kasih nya atas segala kerja keras anggota teamnya selama ini.
Team inti yang bernama D.R TEAM terdiri dari 19 orang dari berbagai negara yang berbeda, yaitu 17 pria termasuk Alen & Kevin lalu sisanya dua orang lain nya adalah wanita.
Semua orang sudah berkumpul di rooftop yang terdapat kolam renang berukuran cukup besar.
Mereka menunggu Xavier sebagai CEO yang merupakan tuan rumah dari acara yang sedang berlangsung.
“Asta”.
Panggil Rena mereka berdua adalah kedua wanita dari team D.R.
“aku dengar Bos kita akan membawa wanita nya kali ini”
“Ya, aku juga mendengar berita itu, dan aku harus menyiapkan hati ku agar tidak terlalu kecewa”.
ucap Asta memegangi dada nya sambil tertawa
“Terus terang saja aku cukup penasaran dengan gadis itu, aku juga mendengar jika dia bukan lah orang sembarangan”
“Bagaimana kau bisa tau?”
“Aku dengar mereka tidak bisa menemukan informasi tentang diri gadis itu” bisik Rena,
“awalnya aku juga tidak percaya akan rumor itu, tapi setelah aku membuktikan nya sendiri baru aku mempercayainya, benar2 tak tersentuh”
“Kenapa aku tidak mendengar gosip seperti itu?”.
ucap Asta tak menyangka jika dirinya sudah ketinggalan gosip hangat didalam team nya.
“Salahkan dirimu yang selalu sibuk mengurusi kekasihmu itu”.
tunjuk Rena kepada salah seorang pria anggota D.R lain nya bernama Michael.
____________
Saat ini Aeron membawa Clara untuk beristirahat sejenak dikamar pribadi nya.
Sementara Kevin bersama bella dan Alen lebih dulu pergi menyapa anggota Team D.R lain nya
Pintu penghubung ke area kolam terbuka, nampak dua pria dengan seorang wanita berjalan begitu anggun di apit oleh dia pria tampan.
“Apa itu wanita nya bos kita?”
“wajar saja jika bos jatuh cinta, dia benar2 sangat cantik”
“mereka akan menjadi pasangan yang sangat serasi”
Begitu lah kira2 para anggota D.R memuji bella karena mengira jika bella adalah wanita nya bos mereka.
“Tapi dimana bos sendiri? mengapa aku tidak melihatnya?”.
tanya salah satu anggota yang lain.
“Halo semua”.
sapa Alen saat bertatap muka dengan semua anggota.
Mereka berpelukan sambil menepuk bahu saling melepas rindu sesama anggota team karena sudah cukup lama tidak bertemu.
“Mengapa aku merasa Alen terlihat berbeda dari biasanya”.
tanya Bella setengah berbisik ditelinga kevin.
Kevin tersenyum mendengar pernyataan dari kekasihnya itu.
“dia akan berubah dewasa dengan sendiri nya jika bertemu dengan para anggota” Bella pun ikut tersenyum mengerti maksud ucapan kevin.
“jadi maksudmu hanya sebuah pencitraan saja”.
ucap bella lirih yang diangguki oleh kevin.
Dirasa sudah cukup berbasa-basi kevin memperkenalkan bella kepada team nya.
“Kenalkan ini bella”
Mereka berjabat tangan sebagai salam perkenalan dan berbisik kecil mempertanyakan siapa bella sebenarnya.
apakah merupakan wanita yang di gandang2 sebagai wanita nya Xavier calon bos wanita mereka.
tanpa berniat menjelaskan kevin mengajak Bella menuju stand minuman.
dia memberikan segelas koktail kepada bella,
“Sayang, apa kau lapar? semua makanan disini dibuat oleh chef ternama”.
ucap kevin menunjuk kearah stand makanan.
Bella melihat ke stand makanan memang hidangan yang tersaji nampak begitu menggoda selera.
Sambil menikmati makanan dia melihat2 pemandangan sekitar.
“Kev dimana Clara dan Aeron kenapa mereka belum juga tiba?” keluh bella.
“Sudah, nikmati saja makanan ini jangan memikirkan mereka, sebentar lagi juga mereka akan datang”
____________
Didalam kamar Clara masih terbaring diatas tempat tidur Aeron.
“apa sebegitu lelah nya dirimu sayang?”.
ucap Aeron lirih takut membangunkan kekasihnya.
Aeron membelai pipi Clara yang halus, lalu beralih kemata dan perlahan turun kearah hidungnya yang mancung lalu terakhir berhenti tepat dibibir ranum gadis pujaannya.
Aeron terus memainkan bibir Clara sampai akhirnya gadis itu terbangun.
“Aeron” panggil nya dengan suara serak khas orang bangun tidur.
“Kita dima -- Hempp” pertanyaan clara terhenti saat Aeron secara tiba-tiba menciumnya.
Ciuman yang sangat lembut, penuh kasih tanpa tuntutan.
hanya sebuah Ciuman atas semua kerinduan selama ini, Clara ikut terhanyut dalam permainan Aeron sampai suara dering Hp Aeron menghentikan kegiatan mereka.
Dengan berat hati Aeron melepaskan pangutannya untuk meraih Hp yang dia taruh didalam di saku celananya, ternyata Alen yang menelpon.
“Pasti saat ini semua orang sudah menunggu” batin Aeron
...“Ya”...
...“Jam berapa kau akan turun?” tanya Alen...
...“Sekarang”....
...jawab Aeron mematikan sambungan telpon....
Sejenak dia memeluk Clara, menyatukan keningnya dengan kening Clara, kemudian mengecup lembut puncak kepala Clara.
Aeron tersenyum ketika melihat lipstick clara yang sudah berantakan “sayang, sebelum turun benahi dulu warna dibibir mu” bisik Aeron ditelinga Clara.
mendengar perkataan Aeron membuat clara ingin segera mencari lubang untuk bersembunyi.
Clara pergi kekamar mandi untuk membenarkan riasannya yang sudah sedikit acak-acakan,
selesai memakai makeup dia menghampiri Aeron yang masih duduk ditepi tempat tidur menunggunya.
“Aeron apakah tuan Xavier benar akan datang?”.
tanya Clara manja sambil memeluk leher Aeron
Aeron menyandarkan kepalanya diperut rata Clara lalu menjawab.
“ya, baiklah ayo kita keluar mereka pastinya sudah tidaklah sabar ingin melihat mu”.
ucap Aeron
_______
Karena bosan menunggu Xavier yang tak kunjung jua datang,
dan untuk mengusir rasa jenuh jadilah Alen memberikan sebuah ide permainan yang biasa mereka lakukan saat berkumpul.
Dear or Dear dimana yang terhukum tidak memiliki kesempatan untuk memilih.
Suasana yang sempat terasa sunyi kini menjadi sangat ramai, suara sorakan bahkan teriakan terdengar disekitar kolam renang.
mereka semua bermain penuh semangat dan
sekarang mereka juga sudah tau jika bella merupakan kekasih dari Kevin.
“Sayang kau bilang Xavier akan datang? Dimana dia kenapa dari tadi tidak kelihatan?” tanya bella setelah lelah bermain tebak2an dengan kevin.
ya Kevin menyuruh bella menebak yang mana merupakan Xavier diantara semua orang yang ada disana.
“Tunggu saja, nanti juga datang” jawab kevin datar
Aeron melingkarkan tangannya dipinggang Clara, dan Clara menyembunyikan sebelah tangannya dibelakang tubuh Aeron, mereka berjalan mendekat kearah Team D.R.
sambil berjalan Aeron mengeluarkan sedikit obrolan kecil yang membuat Clara terus tersenyum.
Dari kejauhan para anggota Team sudah bisa melihat kecantikan dari calon pendamping bos besar mereka.
begitu banyak pujian yang mereka ucapkan, dan dari semua kata pujian hanyalah kata “sangat mempesona” yang tepat untuk mewakilinya.
“Benar-benar serasi”.
puji salah satu anggota team.
“Nyonya masa depan”.
tambah yang lain.
“Sungguh aku merestui mereka”.
Canda salah seorang anggota team yang lain
Ketika tiba tepat didepan semua anggota team, mereka semua membungkuk untuk memberikan hormat kepada CEO Fuerst Corp.
“Kenapa mereka semua memberi hormat kepada mu sayang?”.
tanya Clara dengan suara rendah.
Hal itu juga tidak luput dari pandangan bella dia merasa sesuatu yang aneh,
mencoba menepis tebakannya bella menggelangkan kepalanya bahkan sedikit memukul2 kepalanya sendiri
“tidak mungkin” gumamnya lirih.
Sesudah semua anggota memberikan Hormat kepada atasannya, mereka memberikan salam dalam bahasa formal
“Selamat malam tuan Xavier”.
bersamaan dengan berakhirnya salam tersebut, baik clara maupun bella membelalakan matanya tidak percaya dengan apa yang sudah telinga mereka dengar.
Melihat kedua raut wajah yang nampak begitu kaget membuat kevin & Alen yang sejak awal sudah berusaha sekuat tenaga menahan tawa dan hanya berani tertawa didalam hati tidak sanggup lagi untuk membendung suara nya, mereka berdua tertawa terbahak-bahak.
Semua orang yang tidak mengerti akan alasan kedua laki-laki itu tertawa hanya menggelangkan kepala saja,
tapi lain hal nya dengan Clara & bella yang sudah memasang wajah membunuh, seperti singa yang siap menerkap mangsa.
Ada sedikit rasa marah didalam hati kedua gadis itu, terutama bella yang merasa sangat dipermainkan oleh kekasihnya.
Kevin bergidik ngeri melihat tatapan mata bella dimana biji mata nya sudah seperti akan melompat keluar.
“I'm going to die”. batinnya menahan tawa
Begitu juga dengan Clara yang merasa sedikit marah, tapi disamping itu ada begitu banyak rasa bangga dihatinya setelah mengetahui Jatidiri lain dari seorang Aeron.
semua hal ini benar-benar merupakan kejutan untuknya, karena memang selama ini mereka tidak tau siapa 'Xavier sang Legenda'.