
Aeron memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.
dadanya bergemuruh menahan emosi yang menguasai hati dan fikiran nya.
Tak butuh waktu yang lama dia sudah sampai di sebuah panti asuhan, tempat dimana gadis nya sering membagi waktu luang.
Matanya menangkap sebuah mobil yang ia kenali, ya mobil itu adalah milik Alex.
mengapa dia ada disini? pertanyaan itu lolos dari mulut Aeron
Dengan langkah panjang ia mendekati bangunan yang menampung begitu banyak Anak kecil yang kurang beruntung.
“Permisi”.
ucap Aeron ketika seorang wanita paruh baya membukan pintu.
“Ya, siapa ya?”
Aeron mengulurkan tangan nya, kemudian memperkenalkan diri.
setelah menyebutkan identitas serta keperluan nya wanita itu pergi memanggil ibu Rose selaku pimpinan panti.
“Selamat siang tuan Aeron”. sapa ibu Rose ramah
Mereka pun berjabat tangan.
Aeron mengatakan jika dirinya akan mengambil alih lahan panti saat ini, dan sebagai gantinya dia telah membangun sebuah bangunan yang berukuran lebih besar dilahan yang lebih lebar.
Ibu Rose pun dengan cepat menyetujui, karena Aeron juga mengatakan jika pihak perusahaan nya akan menjadi donatur tetap dipanti tersebut.
“Apa boleh saya melihat keadaan panti?”. tanya Aeron
“Tentu saja”. jawab ibu rose cepat.
Aeron berjalan mengikuti ibu rose yang berada didepan nya.
Dia sudah tidak sabar untuk melihat apa yang gadisnya lakukan sehingga tidak ingat untuk menghubungi nya.
Ketika tiba matanya terkunci dengan kedua sosok yang terlihat begitu akrab.
Ibu Rose dapat melihat sesuatu yang aneh dari sorot mata Aeron.
“mereka berdua merupakan donatur di yayasan ini”.
ucap ibu Rose menjelaskan.
“Nak Xander, Nak Elan”.
panggil ibu Rose menghentikan kegiatan mereka yang sedang asik mengajari anak2 melukis.
“Evan, Mengapa dia ada disini? dia pasti marah karena aku lupa menghubungi nya. bagaimana ini?” batin clara
Clara mendekati ibu rose dengan Aeron yang menatap tajam kepadanya.
Clara tau jika saat ini Aeron sangatlah kesal kepada dirinya.
“Sayang”. panggil clara lirih
Ibu rose sedikit kaget mendengar Elan memanggil Aeron dengan sebutan sayang.
“Kalian saling mengenal?”
tanya ibu Rose mengutarakan rasa penasaran nya.
“Dia adalah calon istri saya”.
ucap Aeron merengkuh pinggang Clara seraya melemparkan tatapan membunuh kepada Alex.
Ibu Rose diam karena tidak menyangka akan hal itu, padahal dia mengira jika Elan masih lah sendiri dan dia sangat berharap jika gadis itu bisa menjadi kekasih Alex yang ia kenal dengan nama Xander.
“Aku akan menghukum mu setelah ini”.
bisik Aeron tepat ditelinga Clara.
Mereka kembali keruangan pemilik panti asuhan, setelah berbincang-bincang Aeron mengajak Clara berpamitan.
tentu saja Alex sudah terlebih dahulu pergi.
Di dalam mobil Clara menjadi serba salah, Aeron mendiamkan nya sejak keluar dari halaman panti.
“Sayang, maafkan aku”.
ucap Clara dengan mata hampir saja menangis.
Aeron masih saja diam, dia tetap focus melajukan mobilnya.
hingga ia berhenti disebuah gedung yang bertuliskan Catatan sipil.
“Sayang, mau apa kita kesini?”. tanya Clara mulai panik.
“Menikah”.
jawab Aeron singkat.
“Hahh???” kaget Clara
Aeron tidak menanggapi keterkejutan Clara, dengan gerakan cepat dirinya melepaskan seatbelt kemudian membuka pintu.
Aeron membukan pintu untuk Clara.
“Turun!” ucapnya dingin.
“Sayang, aku tidak suka kau main-main seperti ini”.
“Aku serius dan tidak berniat untuk bermain-main dengan mu” jawab Aeron
“Tapi ini kan hari minggu dan kantor nya pun tutup!”. ucap Clara mulai kesal
“Sebentar lagi akan buka!”
“Hah???”.
lagi-lagi Clara dibuat terkejut mendengar kata-kata Aeron.
“Sayang aku tau, aku salah aku mohon maafkan aku. aku berjanji tidak akan mengulangi nya lagi. jadi kau tidak perlu mempermain kan ku seperti ini.”
Aeron tak mengubris semua ucapan Clara, dia mengeluarkan Hp dari sakunya lalu menghubungi seseorang.
Tanpa banyak bicara pria itu menyodorkan beberapa lembar kertas.
“Silahkan di isi”. ucap nya
Clara hanya diam melihat tangan Aeron yang begitu cepat menulis.
“Mengapa tak mengisi nya? apa kau tidak ingin menikah dengan ku?”
“Bukan, bukan begitu sayang tapi ini-”
“Aku akan menjelaskan semua kepada orangtua kita”. jawab Aeron menatap manik mata Clara.
Akhirnya Clara mengisi semua formulir, kemudian mereka pergi untuk mengambil foto pernikahan.
Aeron menjabat tangan pria tadi dan berterima kasih.
Mood Aeron sudah berubah 180°, dengan senyum mengembang ia membawa dua buku kecil yang berwarna merah itu.
Clara yang masih banyak diam tidak percaya jika mereka berdua telah menikah secara mendadak seperti ini.
Aeron yang menyadari Hal itu langsung memeluk dan mengecup kening istrinya.
“Kau tidak bahagia?” tanya Aeron
Clara menggelengkan kepalanya, sebelum berkata.
“tidak aku bahagia, sungguh!!!”.
ucap nya meyakinkan Aeron dia tidak ingin laki2 yang sudah sah menjadi suaminya ini menjadi salah faham.
“Lalu mengapa sejak tadi kau tidak tersenyum bahkan wajahmu terlihat cemberut?”.
“Aku hanya terkejut saja”. jawab Clara jujur
Aeron menuntun Clara menuju mobil mereka, setelah membantu memasangkan seatbelt Aeron menutup pintu lalu menuju tempat kemudi.
“Jangan khawatir aku akan menjelaskan semuanya kepada kedua mertua ku”.
ucap Aeron meremas tangan Clara
Aeron menjalan kan mobilnya, membelah jalanan.
“Aeron ini bukan Jalan menuju apartemen”.
tanya Clara ketika mendapati Aeron menuju arah yang berbeda
“Kita akan pergi bulan madu”. jawab Aeron membuat Clara terperanjat kaget.
“Apa bulan madu???” ucap Clara membelakan matanya.
“Hem”.
Aeron tersenyum melihat raut wajah istrinya yang terlihat begitu kesal.
Setibanya di Airport Clara melihat Bella dan juga Kevin menunggu mereka.
“Sayang apa mereka tau?” tanya Clara
“Hanya kevin”. jawab Aeron
Bella memeluk Clara lalu dengan bahagia nya berkata, jika mereka akan pulang sekalian Kevin ingin bertemu dan berkenalan dengan kedua orangtua Bella.
Mereka pergi menggunakan jet pribadi milik perusahaan Fuerst Corp.
Clara menjadi pusing sendiri mendengar celotehan sepupunya.
dia langsung mengeluarkan buku nikah dirinya dan Aeron membuat bella langsung membungkam mulutnya.
“What???”.
pekik bella yang dapat didengar oleh dua pria dibelakang nya.
“Kalian sudah menikah?”
tanya bella masih dengan suara tinggi.
Clara mengagguk sebagai jawaban.
“Re, apa kau sudah gila?”
teriak bella menatap tajam kepada Aeron.
Kevin langsung mensejajarkan langkahnya dengan kekasihnya yang saat ini sedang mencak2.
“Honey, tenang kan dirimu”. bujuk Kevin
“Biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka, dan kita tidak usah ikut campur. ingat kita masih mempunyai urusan yang lebih penting! kau harus membantu ku meyakinkan kedua calon mertua ku jika pilihan mu ini adalah seorang laki-laki baik.” ujar Kevin
“Tapi Bee--”
“Sudahlah ayo”.
Kevin menarik tangan bella agar menjauh dari kedua pengantin dadakan itu.
“Maaf sayang, jika kau tidak bahagia dengan Pernikahan ini”. ucap Aeron
“Tidak sayang, aku sangat bahagia. aku masih sedikit kaget saja. bolahkah aku bertanya sesuatu?” ujar Clara
“Apa?”
“Apa kau melakukan ini karena cemburu?”
“Sebagian itu alasan nya dan sebagian lagi aku hanya mencoba mencegah niat buruk orang-orang disekitar mu”
“Maksudnya?”
“Aku tidak tenang jika belum memiliki mu seutuhnya, dan menitipkan Aeron junior didalam perutmu”. bisik Aeron
Clara menghentikan langkahnya nya, lalu berteriak.
“Aeronnnn”.
pekik Clara kesal yang justru dibalas Aeron dengan sebuah kerlingan mata.