Lost Love "Love And Friendship"

Lost Love "Love And Friendship"
Bulan & Bintang



"Jedug!!! Awws,,"


Kaki Alen menabrak sebuah meja yang baru saja mereka susun.


"mengapa kalian meletakan nya disini?".


protes Alen kesal karena rasa sakit dipangkal pahanya.


Akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan pertandingan adu skill untuk mengetahui kelayakan dari kedua gadis yang akan menjadi anggota baru dari team mereka.


Michael menghampiri Clara yang sedang berdiri sendiri didekat stand minuman.


"jangan mempermalukan diri sendiri! jika tidak mampu maka lebih baik mundur.


kami akan tetap menghormati mu sabagai calon Nyonya Xavier, tidak usah khawatirkan soal itu".


ucap Michael halus tapi penuh dengan ejekan.


karena Clara sudah mengetahui sedikit banyaknya karacter seorang Michael dari mulut Aeron, dia tidak merasa tersinggung sedikitpun.


justru dia merasa tertantang untuk membuktikan jika apa yang difikirkan laki2 itu salah, dia sudah salah menilai seseorang.


ucapan michael hanya terdengar seperti celotehan riang seorang anak kecil bagi Clara, dia melebarkan senyumnya lalu berkata;


"apa kamu tidak yakin dengan kemapuanmu sendiri sehingga terus menerus menyuruhku untuk mengalah sebelum bertarunh?".


tantang Clara


"Jangan salah faham niatku baik, aku hanya tidak ingin kamu memaksakan diri namun setelahnya mempermalukan diri sendiri. bukankah itu tidaklah lucu!".


ucapnya kemudian berlalu pergi membawa segelas minuman


Clara menyeringai didalam hati dia berkata; "Kita lihat saja siapa yang akan jatuh kelubang yang digali sendiri".


sementara mereka menyiapkan semua komputer yang akan digunakan untuk permainan,


Aeron mengajak Clara untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih santai, karena pertandingan akan dilakukan dalam satu jam kedepan, tepatnya jam 11.30 pm.


Aeron menghampiri Clara setelah menerima telpon dari papanya,


dia memeluk Clara dari arah belakang dan menenggelamkan wajahnya ketekuk leher Clara,


lalu menghirup wangi khas dari tubuh kekasihnya dan meninggalkan beberapa jejak kepemilikan disana.


"Aeron".


panggil Clara mencoba menghentikannya tindakan Aeron yang mengendus2 tekuknya dengan hidung mancungnya.


"Kita pergi mandi!".


ucap Aeron masih dengan posisi yang sama.


"Tapi bagaimana dengan bella".


tanya Clara


"Kevin sudah membawanya sejak tadi! sayang apa kaki mu pegal?".


tanya Aeron


"Ya aku sangat lelah karena sepatu ini".


tunjuk Clara


Tanpa bertanya Aeron langsung menggendong Clara ala bridal style, dan tanpa malu dia melewati semua anggota team D.R yang kasih sibuk mengatur perlengkapan untuk pertandingan nanti.


Semua mata menatap nya dengan sebuah senyuman, Clara merasa sangat malu sehingga menyembunyikan wajahnya didalam dada Aeron.


Sampai dikamar Aeron langsung menciumi Clara, semakin lama rasa semakin menuntut itu datang. tangan Aeron mulai bergerak nakal.


Dia membawa Clara kedalam kamar mandi.


Clara yang hanyut dalam buaian sang kekasih tidak sadar jika dirinya sudah berada dikamar mandi.


Aeron meletakan Clara diatas meja wastafel sebelum mengisi bathtub dengan air hangat. kemudian melanjutkan kembali kegiatannya mengabsen setiap jengkal tubuh gadisnya.


dia telah melepaskan sebagian pakaian penutup tubuh clara bagian atas dan mencium bibir Clara hingga turun ke tulang selangka nya, lali meningglkan bukti kepemilikan disana.


lama mereka saling menyicipi rasa manis dibibir pasangan masing2, sampai tanpa safar suara leguhan itu keluar dengan sendirinya tanpa bisa ditahan lagi.


mereka berdua semakin terengah2 karena hasrat yang mulai membara.


mereka menyatukan keningnya, mencoba melawan arus yang perlahan datang kepusat inti tubuh mereka.


Dia sudah berjanji tidak kan menyentuh Clara lebih dari sewajarnya, sebelum mereka resmi menikah.


"Mandilah"ucap Aeron saat air di bathtub dirasa sudah cukup.


"aku membutuhkan air dingin".


gumamnya kemudian masuk kedalam Walk-in shower.


Tanpa malu Aeron menggalakan semua pakaian nya menyisakan sebuah boxer.


dia membalikan badannya, menghadap kearah Clara.


"Kenapa masih disana? apa kamu membutuhkan seseorang untuk bantumu mandi? aku tidak keberatan jika begitu"!.


goda Aeron saat melihat gadisnya masih saja tidak bergerak bahkan pipinya terlihat begitu merona.


dengan malu-malu Clara menggalkan sisa pakaiannya dan masuk kedalam bathtub.


__________


Dikamar lain Kevin trus mengedor2 pintu kamar mandi, dia kesal menunggu bella yang mandi begitu lama .


Ya tadi niat nya ingin mandi bersama, tapi bella menolaknya.


kevin yang keras kepala membuat bella harus bermain sedikit trick.


"baiklah kita akan mandi bersama dengan satu syarat". ucap bella


"apa?" jawab kevin.


"syaratnya adalah posisi mata harus dalam keadaan tertutup!"


tadinya kevin keberatan, dia berfikir jika matanya ditutup bagaimana dia bisa melihat pemandangan yang begitu indah? namun setelah otak liciknya berkerja dia menyetujuinya,


yang terpenting dia masuk kamar mandi bersama,


urusan lain itu belakangan biar jiwa laki-laki nya nanti yang menangani jiwa wanitanya bella.


bella mulai menutup mata Kevin menggunakan dasi yang dipakai nya,


"Come-on baby, apa harus seperti ini? kamu tidak perlu malu hanya aku yang akan melihatnya tidak ada orang lain!" bujuk kevin.


"Kalau tidak mau ya sudah" balas bella


"Ok just do it! lakukan apapun yang kamu suka asalkan kamu bahagia aku rela" rayu kevin


Setelah mata Kevin tertutup, bella mulai memutar tubuh kekasihnya itu.


dia memutar sebanyak lima kali mengakibatkan kevin merasa sedikit pusing.


Setelah dirasa kevin sudah agak linglung, dengan perlahan tanpa mengeluarkan sedikit suara dia melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar mandi dan menguncinya.


Lama kevin menunggu, dan berbicara tapi bella tidak menyahutinya,


"sial".


umpat kevin saat dia sadar sudah dikerjai oleh bella.


Dia langsung menarik lepas penutup matanya, "dasar rubah betina". teriaknya


"Sayang cepat lah, aku sudah tidak tahan lagi". teriak kevin berpura2 sakit perut


"Iya sebentar lagi, sabar!"


pintu kamar mandi terbuka, bella keluar menggenakan sebuah t-shirt berwarna hitam dengan V neck dipadukan dengan Hot pans berwarna putih, dia sudah mengganti gaunnya dengan baju yang lebih santai.


mata Kevin melompat keluar saat melihat bella menggunakan celana yang terlihat begitu sexy.


panjangnya yang hanya cukup menutupi bongkahan pantat nya saja.


karena emosi dalam sekejap otak mesum nya langsung blank, dia lupa rencana yang telah dia susun tadi.


"Sayang apa ini?" tanya kevin menarik Hot pans yang bella pakai.


"Tentu saja ini celana kevin, apa kamu fikir ini sarung?".


tanya balik bella


"Iya aku tau ini celana, tetapi mengapa begitu pendek? kau lihat pantat mu saja tidak tertutup rapat!" ucap kevin sambil menepuk pantat bella.


"Bukan nya dulu kamu sangat menyukai wanita yang memakai pakaian minim? bahkan yang tidak memakai pakaian!" Ujar bella


Mendengar kata tidak berpakaian otak mesum kevin konek kembali, dia ingat rencana awalnya tadi.


"kenapa aku marah2" batinnya.


Karena dia sudah ingat apa rencananya tanpa buang waktu dia langsung menerkam mangsanya.


"Hemmpp -- " mulut bella yang hendak berbicara dibungkam dengan bibirnya.


dengan sedikit kasar dia menciumi bibir bella menekan tekuknya untuk memperdalam ciumannya.


tangannya sudah bergerilya masuk kedalam baju bella membuatnya meleguh atas tindakan kevin yang nakal.


Tanpa mereka sadari mereka berdua telah berada diatas kasur, ciuman yang panas membangunkan dewa nafsu yang sempat tertidur.


kevin menyerang bella dengan begitu banyak kiss mark sampai leher gadis itu terlihat seperti macan tutul.


Kevin membuka pengait celana jeans yang bella pakai, menyisakan kain tipis yang berbentuk segitiga sebagai penutup inti tubuhnya, puas kevin memainan semua asesoris yang menempel ditubuh bella,


dia menanggalkan kan pakaian nya, saat dia hendak melepaskan celananya suara ketukan pintu seperti ingin didobrak mengganggunya.


...Dorrrr .... dorr .... dorr.......


"Siapaaaa?" teriak nya kesal.


"Kev ada telpon penting dari Z.Technology". ucap Alen berteriak


"Apa tidak bisa nanti saja?" jawab kevin yang masih merasa tanggung.


Mendengar nama perusahaan Z.Technology Corporation, bella langsung tersadar dan dengan cepat mendorong tubuh kevin yang masih berada diatasnya,


"Sayang kamu terima dulu, itu pasti sangat penting". ucap bella


Akhirnya kevin beranjak dari atas tubuh bella, memungut pakaian dan mengenakannya dengan posisi adiknya yang masih sedikit menegang.


_______


Ditempat lain disebuah kamar Presidential suite, fanny yang sudah diluar kendali benar-benar menjadi binal.


suara desahan & erangan memenuhi seisi kamar. entah sudah berapa kali mereka bermain, menyatukan Yin dan Yang.


Justine yang memang selama ini begitu terobsesi dengan fanny tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada, dia menyesap setiap jengkal kulit fanny meninggalkan jejak yang begitu banyak.


fanny tertidur akibat terlalu lelah mengikuti permainan Justine, yang sepertinya memiliki energi cadangan yang tak pernah habis didalam tubuhnya.


Setelah puas bermain, Justine menelpon asisten nya untuk membelikan sebuah obat 'Emergency contraception' (Kontrasepsi darurat), dia membuka paksa mulut fanny yang telah tertidur lalu memasukan satu butir pil tersebut dan mendorongnya dengan seteguk air.


Asisten nya yang bernama 'RIO' hanya menggelangkan kepala melihat kelakuan bosnya.


"Rio, kamu cari tau siapa wanita ini!".


perintah Justine memperlihatkan sebuah foto wanita cantik dilayar Hp-nya.


Mengerti keinginan bosnya Rio menjawab; "segera akan saya dapatkan".


ucapnya kemudian bertanya kembali; "apa anda akan bermalam disini?"


"tidak! siapkan mobil aku ingin pulang".


Sejujurnya Justine sangat kecewa terhadap fanny, dia kecewa ternyata dirinya bukan lah yang pertama bagi wanita itu.


"dasar jal*ng" makinya dalam hati.


"kamu memang pantas mendapatkan ini dasar wanita murahan".


ucapnya sambil berlalu pergi dan meninggalkan sebuah check kosong.


______


Setelah mandi nampak Clara maupun Aeron terlihat lebih segar.


dia mengenakan pakaian sederhana sebuah Denim Jumpsuit Casual dengan Spaghetti Strap Deep V-neck dipadukan dengan sandal Jepit berjenis 'wedge flatform serta rambutnya yang dikuncir ekor kuda.


dandanan yang sangat simple tapi tidak mengurangi sedikitpun kecantikannya.


"Cantik!".


puji Aeron saat melihat gadisnya berjalan menghampiri nya dibalkon kamar.


Aeron menempatkan gadisnya didepan tubuhnya, memeluknya dari arah belakang.


dia menyingkirkan rambut yang berada dibelakang Clara, menghirup bau wangi yang datang dari tubuh kekasih hatinya.


"Aeron" panggil Clara sedikit mendesah karena Aeron terus menciumi tekuk lehernya.


yang dijawab Aeron dengan sebuah gigitan kecil dipundaknya.


"biarkan begini sebentar" pinta Aeron.


dia mengeluarkan sebuah kalung dari saku celananya, lalu menyematkannya dileher jenjang Clara.


sebuah kalung yang sangat simple dengan dua liontin sekaligus 'Bulan & Bintang' yang berwarna hitam.


Clara memegang sebuah benda yang terasa dingin dan mengenai kulit lehernya,


"Aeron ini?"


tanya Clara yang dijawab senyuman oleh Aeron.


Aeron menuntun Clara menghadap kekaca balkon kamarnya.


samar-samar dapat Clara lihat dari pantulan kaca sebuah kalung berliontin 'Bulan & Bintang'.


"sayang kamu tau kenapa aku memilih memberimu kalung sederhana ini dibandingkan dengan kalung berlian?".


Clara menggelengan kepalanya sebagai jawaban.


"Karena kalung ini terlihat sangat sederhana, bisa kamu pakai setiap harinya, serta liontin 'Bulan & Bintang' yang berarti mereka akan terus saling menemani sampai hari akhir.


mungkin adakala nya mereka berpisah baik itu karena awan atau karena alasan lain, tapi setelahnya mereka pasti bertemu kembali" jelasnya panjang lebar.


"itu seperti kisah kita" batin Aeron.


"Berjanjilah kamu tidak akan pernah melepas Kalung ini apapun alasan nya" pinta Aeron yang diangguki oleh Clara.


Aeron membawa Clara kedalam pelukannya dan mengecup puncak kepalanya.


"Aeron ayo kita keluar, ini sudah hampir waktunya" ajak Clara.