Lost Love "Love And Friendship"

Lost Love "Love And Friendship"
Dear or Truth



Jantung kevin dikejutkan dengan kehadiran bella yang melemparkan sebuah senyuman mengejek kearahnya.


Dengan menahan kekesalan yang sudah mengubun2 kevin membalas senyuman bella semanis mungkin, yang malah membuat bella bergidik ngeri menerimanya.


“Dasar rubah betina, bisa2nya dia duduk santai disini? sementara aku dengan bodohnya masih menunggu nya disana.


hari ini kamu sudah benar2 melewati batas kesabaranku bella, tunggu saja malam ini juga kau harus membayarnya, semua yang kau lakukan kepadaku hari ini tidak lah gratis sayang”.


umpat Kevin dalam hati dengan seringai iblis nampak jelas dibibirnya.


Kevin langsung menegak segelas Tequila yang berada didepannya lalu menatap kembali ke wajah bella dengan smrik devil yang masih menghiasi bibirnya.


Bella semakin merinding dibuatnya.


“Sial, mengapa sekarang aku yang merasa takut?” ucap Bella memaki dirinya didalam hati.


“Yooo ... yoo ... yo Bro! lihat dulu itu milik siapa?” ucap Alen dengan suara cemprengnya, dia tidak terima saat tau minuman nya sudah tandas ditegak oleh kevin tanpa izin darinya.


“Kau bisa memesannya kembali” balas Kevin dingin


Alen yang sangat faham dengan nada bicara yang Kevin berikan langsung mengatup rapat mulut nya, karena dia tau jika saat ini mood kevin sedang tidak baik.


Seorang waitress berjalan melenggok dengan sebuah nampan ditangan kanan nya, membawa segelas koktail berjenis mojito pesanan bella.


“Terima kasih” ucap bella setelah menerima minumannya.


“Buatkan satu lagi tequila seperti tadi”.


ucap Alen memesan kembali minumannya.


“Satu wiski” tambah Kevin


Waitress itu pun pergi setelah mengantongi pesanan mereka.


Raut muka kevin yang tak bersahabat membuat bella semakin merasa tidak nyaman.


Tanpa mereka sadari di sebuah sudut sofa lain sepasang mata berwarna gelap dengan lipstick berwarna merah cerah sedang memandang kearah mereka semua, terutama Aeron & Clara.


Kobaran dendam serta amarah nampak jelas dimatanya, dia mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih


“Kau harus membayarnya” ucap gadis yang biasa dipanggil Flo.


Selang beberapa menit waitress sudah datang membawakan pesanan mereka, Kevin langsung meneguk minuman pesanan nya.


Mereka semua asik mengobrol dengan diselingi canda tawa kecuali bella dan Kevin yang lebih banyak diam.


“Guy's bagaimana jika kita bermain Dare or Truth dan sebagai hukuman nya siapa yang kalah harus meminum tiga gelas wine”


Kevin tertawa didalam hati saat otak liciknya sudah mulai berkerja “ide menarik” ucapnya menyetujui usulan Alen.


“tapi aku ingin hukuman nya diganti dengan tiga gelas wiski, bagaimana menurut kalian?” tantang kevin


“Aku setuju” ucap Aeron seakan bisa membaca arah fikiran kevin


“Okay tapi dengan satu syarat, you and you tunjuk Alen kepada kedua sahabatnya itu, mau bertanggung jawab, aku tidak ingin kejadian seperti kemarin terulang lagi” ucap Alen.


Is masih merasa kesal ketika mengingat dimana dirinya ditinggalkan begitu saja saat mabuk oleh kedua sahabat lucknut nya ini.


“No problem” jawab Kevin menyeringai


“Bagaimana menurut kalian berdua?”.


tanya Kevin kepada kedua gadis yang masih saja diam.


Tingkat toleransi alkohol clara cukup baik jadi dia ikut menyetujuinya.


“tentu saja aku akan ikut bermain”.


ucapnya kemudian melirik kearah bella yang terlihat ragu-ragu.


“Gimana bell?” tanya Alen


“Umh.. aku-” jawab bella bingung harus bagaimana


“bella belum cukup dewasa untuk permainan ini guys jadi biarkan saja jika dia tidak ingin ikut” ujar Kevin


Kata2 kevin berhasil memancing emosi bella hingga akhirnya dia menyetujui.


“Okay aku juga ikut”.


ucapnya dengan menatap tajam ke wajah Kevin.


Kevin tersenyum semanis mungkin membalas tatapan bella.


“Yes! kau harus membayarnya bella” sorak Kevin didalam hati.


Permainan dimulai ...


Pertama adalah giliran kevin yang memutar botol.


dengan semangat dia memutarnya dan tepat diputaran pertama botol berhenti menghadap kearah Alen.


“Siapa yang mau memberikan tantangan?” tanya kevin


“Aku- aku!” ucap Clara mengangkat kelima jari nya dengan semangat “Dear or Truth?”


“Truth” jawab Alen


“Huu ...” sorak mereka kompak


“Al kau sungguh membosankan” ejek kevin


Alen tertawa sebelum menjawab “hanya sebuah pemanasan” jawabnya membela diri


Clara berfikir sejenak ingin menanyakan tentang hal apa.


“katakan standard wanita seperti apa yang kamu pakai untuk menjadi one night standmu?” tanya Clara tanpa malu.


“Apa ada yang salah dengan pertanyaan ku?” tanya Clara yang dijawab dengan gelengan kepala.


“The most important, she's not virgin and satu lagi Clean tidak memiliki penyakit tentunya” jawab Alen sambil mengusap-usap lehernya.


Clara dibuat cengok oleh jawaban Alen.


“From the bottom of my heart, I really admire your figure”.


ucap Clara yang langsung disambung galak tawa mereka semua.


“Lanjut”.


ucap Alen memutar kembali botol yang berada didepan nya dan kali ini botol itu berhenti tepat didepan bella.


“Aku yang akan memberikan tantangan”.


ucap kevin tak ingin melewatkan kesempatan “Dear or Truth?”


“Kalau aku memilih truth pasti dia akan bertanya yang aneh2, lebih baik aku memilih Dear saja kalau begitu” batin bella tanpa berfikir panjang.


“Dear” jawab bella


Kevin tersenyum mendengar bella memilih tantangan dari pada berkata jujur.


“Lihatlah pria berkemeja hitam yang duduk disebelah sana” tunjuk Kevin dengan jarinya.


Seorang pria paruh baya berperawakan pendek, berkepala plotos dengan perutnya yang buncit.


dengan seringai ia berkata, “duduklah dipangkuannya dan cium lah dia selama sepuluh menit”


Pupil Mata bella membesar hampir-hampir mengeluarkan biji matanya karena terkejut mendengar tantangan yang Kevin berikan.


“What???” pekiknya “Are you really crazy?” imbuhnya dengan dada sudah naik turun.


“Come-On bella hanya sebuah ciuman” ujar kevin dengan entengnya.


“Atau-- jangan katakan jika dirimu belum pernah melakukan nya”.


ejek kevin berusaha menyembunyikan senyuman nya.


Bella yang memang belum pernah berpacaran, apalagi berciuman tentu saja lebih memilih meminum tiga gelas wiski sebagai hukuman.


“Dasar gila” umpatnya dengan sorot mata berwarna merah.


“lebih baik aku meminum minuman laknat ini dari pada harus menjadi jalang tua bangka itu”.


Maki bella berapi2 lalu mengangkat satu gelas dari tiga gelas wiski yang harus ia habiskan.


“Bella kau sudah salah paham kepadaku! aku tidak menyuruhmu menjadi seorang jalang, aku hanya memintamu duduk dan mencium nya saja”.


ujar Kevin mengoreksi ucapan bella yang langsung mendapat tatapan membunuh dari kedua mata bella yang sudah semakin membola.


Bella langsung menegak wiski tersebut dalam satu kali tegukan sensasi terbakar di tenggorokan nya membuat nya memejamkan mata.


“Aku mau lihat sampai dimana kau bisa bertahan” batin kevin


Clara yang melihat sepupunya nampak kesusahan hendak berbicara untuk membantu, dia tau jika bella sangat anti dengan minuman beralkohol.


belum sempat Clara berbicara, bella langsung memberikan isyarat lima jari lalu berkata.


“it's Okay re, don't worry! i can take it” ucap bella.


“Next” ucap bella.


sekarang giliran dirinya yang memutar botol, dia ber doa botol tersebut akan berhenti di hadapan Kevin dengan begitu dia bisa membalas dendam.


dengan semangat dia memutarnya, dan akhirnya botol itu benar2 berhenti tepat menunjuk ke arah Kevin.


“Aku yang akan memberikan pilihan”.


ujar bella tanpa memberikan kesempatan kepada yang lain “Dear or Truth?”


“Dear” Pilih Kevin dengan santai


“Kau lihat wanita depan bar itu yang memakai gaun merah kurang bahan” tunjuknya kearah seorang wanita yang sudah cukup dewasa dengan pakaian yang sangat minim mirip sekali seperti wanita penghibur.


“kau ciumlah dia selama sepuluh menit and mintalah no Hp-nya” ucap bella berniat membalikan tantangan kevin, dan ternyata dia sudah salah perhitungan.


“It's easy girl”.


ucap Kevin melihat kearah bella yang sudah sedikit dipengaruhi alkohol, dia berdiri menghampiri wanita yang dimaksud.


entah apa yang dibisikan Kevin kepada wanita tersebut sehingga membuat dia begitu mudah melakukan tantangan yang bella berikan.


“Memang pantas jika disebut buaya! dasar penjahat kelamin”.


gumam bella lirih


Kevin kembali dengan senyum kemenangan nya, dia menunjukan nomor wanita itu yang sudah tersimpan di hp- miliknya kepada mereka smua.


Dan botol selanjut nya jatuh tepat menunjuk Clara.


“Aku pilih truth” ucap Clara mencari aman dari hukum yang bersifat gila.


kali ini Aeron yang berinisiatif memberikan pertanyaan.


Aeron pun bersiap melontarkan pertanyaannya.


“apa kita pernah bertemu sebelum nya?”


sebuah pertanyaan sederhana tapi mampu membuat Clara menerima hukuman.


Clara lebih memilih meneguk tiga gelas wiski dari pada menjawab.


tanpa Clara sadari tindakannya itu justru membuat mereka semakin mencurigai nya.


Clara memutar kembali botol dihadapan nya dan kali ini jatuh tepat dihadapan Aeron, dan Aeron memilih Truth.


Clara langsung bertanya tanpa memberi kesempatan kepada yang lain. dia tidak bisa menutupi keinginan nya untuk mengetahui tentang suatu hal.


“Apa kau pernah jatuh cinta?” tanya Clara.


Kevin & Alen tertawa terbahak2 pasalnya pertanyaan yang lontarkan clara terdengar begitu konyol.


mana mungkin seorang Aeron pernah jatuh cinta. tertarik pun tidak pernah kepada lawan jenis, mereka juga sempat mengira jika Aeron adalah seorang Gay makanya ketika mengetahui jika temannya itu tertarik kepada Clara mereka berusaha mati2an untuk membantunya


“Pernah” jawab Aeron singkat


jawaban Aeron langsung membungkam tawa kedua sahabat nya.


mereka tidak menyangka bahwa Aeron pernah jatuh cinta.


“Kapan?” tanya Alen penasaran


“Dulu, sebelum kita saling mengenal”


“Kau berhutang cerita kepada kami dude” ujar Kevin kemudian


“Tidak ada yang menarik untuk diceritakan itu hanya kisah anak2 saja, aku juga tidak tau kabar dirinya sampai saat ini”.


ucap Aeron dengan raut wajah mulai berubah


“Maafkan aku Evan” ucap Clara dalam hatinya


“Why?? memang dia pergi kemana? apa kau pernah mencari nya?” tanya Alen bertubi-tubi, “seharusnya kau memberi tahu kami siapa tau kami berdua bisa membantu mu”


“Kau ini sudah seperti Paparazzi kekurangan berita saja”.


canda kevin menepuk pundak Alen


“Jika aku saja tidak bisa menemukannya maka kalian bisa apa?”


tanya Aeron bernada meremehkan.


“mencari nya sudah sama seperti mencari kunci yang dibuang ke dasar laut” imbuh Aeron


Clara & bella yang mengetahui siapa orang tersebut hanya diam dan saling menatap, mereka sungguh tidak menyangka bahwa Aeron masih mencari gadis kecil tersebut yang tak lain Adalah Clara.


“Tenang saja Aer, kami berdua akan tetap membantu mu sekuat tenaga, bila perlu aku akan menyewa semua penyelam terbaik untuk mencari kunci itu sampai kedasar laut, jangankan didasar laut didalam perut Hiu pun akan aku obrak-abrik ”.


canda Alen mencoba untuk menghibur sahabatnya itu dengan kekonyolannya.


Mereka bermain sangat lama dan bahkan satu persatu mulai mabuk termasuk Clara & Alen, jangan tanya lagi keadaan bella sudah bisa dipastikan sangat memprihatinkan.


tinggalah Aeron dan kevin yang masih sedikit bertahan karena tingkat toleransi alkohol mereka terbilang cukup tinggi.


“Aku mau ketoilet”.


ucap bella berdiri sempoyongan.


“Biar aku yang mengantarnya” ucap kevin memapah bella.