Lost Love "Love And Friendship"

Lost Love "Love And Friendship"
Airmata



Karena sudah merasa lelah dan sedikit mengantuk Clara menjadi lengah, sampai dia merasa ada sesuatu yang dingin menyentuh dikulit bagian lehernya. dia dengan reflek merabanya, lalu mendapati sebuah kalung dengan liontin inisial huruf E2, “Degg ... ini!!!” batinnya langsung mengingat sebuah kejadian dimasa lampau, dimana dia pernah mengatakan kepada seseorang jika dia ingin sekali memiliki sebuah kalung dengan liontin huruf E2 yang berarti “ ????? ”


☘️🍃•••••••••••••••••••••••••☘️🍃


E2 yang berarti 'Elan & Evan' itu artinya Aeron sudah mengetahui semuanya.


Clara masih Diam mematung dan larut dalam pemikiran nya, sampai tidak terasa butiran bening itu menembus kain hitam yang menutupi matanya.


Nafas clara mulai terasa sesak serta bahunya sudah sedikit bergetar dan perlahan suara isakan mulai itu mulai terdengar.


"Elan Akhirnya aku menemukanmu" bisik Aeron memeluk erat tubuh clara yang sudah mulai terisak menahan tangis yang akan segera pecah.


dengan pelan Aeron membalikan tubuh Clara lalu memeluknya untuk menenangkan hati kekasihnya, sebelum kembali berkata; "katakanlah sesuatu sayang, tidakah kau merindukan ku?" tanya Aeron dengan suara lembut menahan haru. "Elan Ku" panggil Aeron mempererat pelukan nya.


Clara sudah tidak dapat berkata apa2 lagi, hanya air Mata yang bisa mewakili betapa bahagia dirinya saat ini, karena lidahnya yang terasa Kelu untuk mengeluarkan suara.


dan akhirnya tangis itupun tumpah tanpa bisa dibendung lagi.


hikks .... hiks .... hikss ..... "E-van" gumamnya ditengah tangisan "a-ku san-gat me-rindu-kan-mu" ucapnya terbata-bata karena tangis yang tak kunjung reda hikks ... hiks ... ...


melihat gadisnya yang terus menangis sesugukan, Aeron langsung mengecup bibir mungil Clara untuk mendiamkan nya.


benar saja, tindakan Aeron membuat clara membungkam mulutnya dan seketika berhenti dari tangisnya.


Aeron melepaskan ciumannya setelah merasa Clara sudah sedikit tenang, dia menatap wajah Gadis yang amat dia rindukan selama ini, lalu membelai lembut pipi itu dengan keadaan mata Clara yang masih tertutup.


Aeron membuka kain hitam yang menutupi mata Clara, saat tali itu terjatuh nampak dandanan gadis didepannya saat ini terlihat berantakan karena tersapu airmata.


dengan menggunakan ibu jarinya Aeron menghapus airmata yang terus saja mengalir tanpa mau berhenti kemudian perlahan mendekatkan wajahnya dan mencium kelopak mata Clara, "Tersenyumlah! jangan menangis lagi, Elan cantik akan terlihat begitu jelek ketika sedang menangis" bujuk Aeron.


tangisan clara semakin menjadi saat mendengar bujukan yang Aeron ucapkan, karena kata2 itu mengingatkan dirinya kembali kepada sebuah kejadian yang pernah mereka alami semasa kecil dulu, dimana Aeron akan mengeluarkan kata2 yang sama setiap kali membujuknya agar berhenti menangis.


Aeron menjadi bingung sendiri karena tangisan clara yang semakin menjadi2, "Sayang maafkan aku yang telah membuatmu bersedih sehingga menangis seperti ini, ku mohon berhentilah menangis! kamu boleh menghukum ku apa saja asalkan kamu berhenti menangis" ucap Aeron memeluk dan mengecup puncak kepala Clara.


sungguh sangat susah Aeron mendiamkan gadisnya, sama seperti ketika dulu jika Clara sudah menangis maka dia akan menangis sangatlah lama, dan berhenti ketika merasa lelah dengan mata sembab seperti mata ikan mas.


sama seperti saat ini dia berhenti menangis karena suara cacing diperutnya yang sudah meminta untuk disuapi "Krukk .... Krukk ... Kruk ..."


sebelum berkata Aeron menggigit bibir bagian dalamnya untuk menahan tawa, "sayang berhentilah menangis! aku sudah sangatlah lapar, lebih baik kita makan dulu" ucap Aeron beralasan.


Clara yang memang belum makan sejak sore, hanya memakan satu buah biscuit langsung mendangakan wajahnya menatap Aeron. laki-laki yang amat dia cintai sejak dulu. dia lalu menggaguk setuju tanpa berkata, karena suara itu sungguh sangat sulit untuk keluar dari tenggorkan nya.


Aeron membawa Clara kemeja yang berada tidak jauh dari mereka, ternyata diatas meja semua makannan belumlah matang, mereka harus memasaknya terlebih dahulu.


Clara tercengang melihatnya, "sayang! aku ingin mengenang kisah kita" ucap Aeron menjelaskan, karena dulu sehari sebelum kepergian Clara bersama kedua orangtuanya mereka sempat memasak BBQ bersama untuk merayakan ulangtahun nya.


tangis Clara yang tadinya sudah mulai mereda kini tumpah kembali dan terlihat semakin Histeris karena dia mengenang moment sedih ketika akan berpisah, berbeda dengan Aeron yang mengenang moment betapa bahagia nya saat itu ketika Canda dan tawa mereka mengiringi acara ulangtahun nya yang sangat sederhana.


Airmata nya terus mengalir seakan stocknya masih begitu banyak, "sayang jangan menangis lagi" ucap Aeron memeluk kembali kekasihnya.


Clara membalas pelukan Aeron dengan erat, dia membenamkan wajahnya yang sudah penuh dengan airmata kedalam dekapan Aeron.


Aeron perlahan mendekatkan wajahnya hingga mereka dapat merasakan hembusan nafas satu sama lain.


Cupp ....


Aeron mengecup sekilas bibir clara, lalu berkata; "jangan pernah pergi meninggalkan ku lagi, aku bisa mati gila jika itu terjadi" Clara hanya menggaguk kemudian langsung mengecup bibir Aeron.


Aeron menarik tekuk leher Clara agar bisa merasakan lebih dalam lagi rasa manis dari bibir yang sangat dia rindukan ini.


lama mereka saling memanggut, sampai akhirnya tangisan clarapun reda barulah Aeron melepaskan ciumannya.


sebelum berkata Aeron menyatukan dahinya kedahi milik Clara; "Aku sangat Mencintaimu Elan, berjanjilah kau akan selalu berada disisiku".


Clara menggangguk lalu menjawab; "Aku berjanji! aku juga sangat mencintaimu Evan" balas clara dengan suara serak karena menangis cukup lama.


Aeron menuntun Clara untuk segera menyiapkan makan malam mereka yang sudah sedikit telat, dengan cekatan clara meracik bumbu kemudian memberikannya kepada Aeron agar dia membakar daging2 dan Seafood yang sudah tersedia sementara dirinya mencuci Dan memotong sayuran untuk membuat salad.


selesai membuat salad, clara menghampiri Aeron yang masih sibuk dengan tugasnya, clara berdiri disampingnya, dia melihat beberapa daging dan seafood sudah matang dan itu terlihat sangat menggoda hewan2 penghuni perutnya yang sudah merasa sangat lapar, sehingga air liurnya seakan ingin menetes entah karena itu memang benar2 lezat atau karena dirinya memang sudah sangat lapar.


Aeron yang mengerti bahasa tubuh clara langsung membawanya kedepan tubuhnya sehingga posisi mereka terlihat seperti Aeron sedang memeluknya dan Clara sedang memasak.


"kamu sudah sangat lapar sayang?" tanya Aeron, "Hmm" balas clara dengan anggukan kepala, Aeron kemudian mengambil potongan kecil daging yang sudah matang.


Clara membuka mulutnya karena mengira jika Aeron akan menyuapinya, tapi ternyata Aeron malah memasukan potongan daging itu kedalam mulutnya sendiri.


Clara langsung mencabikan bibirnya dan menghentakan sebelah kakinya lalu mencubit sebelah tangan Aeron yang masih memeluknya karena kesal. sama seperti dulu Aeron sering sekali mengerjainya sewaktu kecil, merasa Clara sudah mulai kesal Aeron langsung menarik wajah kekasihnya itu sehingga menoleh kearahnya dan dengan cepat memindahkan daging yang berada didalam mulutnya lalu memasukannya kedalam mulut clara yang masih mengomel2 kecil.


Clara membelalakan matanya karena tindakan Aeron, tapi tetap saja menerima dan mengunyah nya, "orang bilang akan terasa lebih nikmat jika disuapi dengan menggunakan bibir" bisik Aeron membuat rona merah menjalar dari balik telinga hingga kepipi Clara sehingga terlihat seperti buah strawberry yang masak.


Clara tersipu malu tapi juga sangat bahagia.


Untuk menenangkan degup jantungnya yang tak berarturan Clara menyikut pelan perut Aeron, kemudian berkata; "Cepat selesaikan! aku sudah sangat lapar" perintahnya yang terdengar manja ditelinga aeron.


"baiklah Istri kecil ku" Jawab Aeron dan membuat clara langsung mati kutu karena malu mengingat kata2 itu sering Aeron ucapkan ketika kecil dulu.


"Evan, berhentilah menggoda ku" rengeknya kemudian, "baiklah sayang! aku tak akan menggoda mu lagi karena aku juga takut jika penjapit itu akan beralih fungsi, lalu menjapit mulutku" balas Aeron dengan tawanya karena mengingat sebuah kejadian lucu semasa kecil dulu.


"Aeron Stevan Zhang" teriak Clara kesal memanggil nama lengkap kekasihnya karena Aeron yang terus saja menggodanya.


____________


...#Bonus2 Visual Elan & Evan...



...



...