Lost Love "Love And Friendship"

Lost Love "Love And Friendship"
Alex



Dengan sekali tegak Regan menghabiskan minuman alkohol yang berada ditangan kanannya.


Sensasi panas terbakar yang menjalar dari mulut hingga ketenggorokannya masih tidaklah bisa menandingi rasa panas dari api cemburu didadanya.


Entah sudah berapa banyak botol yang dia habiskan, untuk melampiaskan kekesalannya.


Saat ini dia berada di sebuah diskotik yang cukup terkenal di kota F.


'Liam Sebagai asisten pribadinya tidak tahu harus berbuat apa untuk memaksa majikanya itu agar mau pulang.


Ya setelah pertengkarannya dengan Alex tadi, dia memutuskan untuk menghilangkan kekesalannya dengan pergi ke sebuah diskotik.


"Kurang ajar kau Alex".


maki regan seraya melempar gelas minumannya.


"Arghhh !!" teriaknya kesal.


"Relanda Clara Wu".


ucap regan mengeja nama dari gadis yang sangat dicintainya.


"Sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan mu pergi meninggalkan ku! kamu hanya akan menjadi milik seorang regan! hanya milik regan seorang".


ucapnya dengan tawa menggelegar.


Liam sebagai asisten pribadinya hanya dapat menggelangkan kepala atas apa yang sedang tuan mudanya itu lakukan.


jika bukan karena jasa dari tuan besar Xia kakeknya regan yang telah memungutnya dari jalanan sehingga dia bisa menjadi seperti sekarang, dia juga malas untuk mengurusi dan menjaga cucu laki2 satu-satunya dari keturunan keluarga Xia yang sangat susah diatur ini.


________


Di tempat lain Alex juga yang sedang menegak minumannya tapi tidak di sebuah diskotik melainkan ditepi sebuah danau.


Dia tersenyum ketika teringat kejadian beberapa bulan lalu.


flashback on ...


Pada hari itu dia berencana untuk mengikuti Clara, dan jika ada kesempatan dia akan menculik gadis itu.


disuatu tempat yang agak sepi Clara memberhentikan motornya didepan sebuah restoran kecil, "untuk apa dia pergi ke sana?" gumam Alex.


Waktu itu hari sudah mulai agak gelap,


selang 15 menit kemudian Clara keluar menenteng satu buah kantong plastik yang berukuran cukup besar, dan memasukannya kedalam tas rensel miliknya.


"Apa yang dia bawa?" tanya Alex di dalam hati.


Clara menghidupkan kembali motor sport nya, kemudian melaju ke suatu tempat.


Alen masih secara diam-diam mengikuti Clara dari belakang menggunakan mobilnya.


dan setelah 20 menit lamanya motor Clara berhenti di suatu tempat yang bertuliskan; 'Amarise Orphanage (panti asuhan Amarise).


Dari kejauhan Alex bisa melihat seorang anak laki-laki berumur sekitar 4 tahunan berlari menghampiri Clara seraya berteriak.


"kakak kamu datang & membawa sesuatu untuk kami? tanyanya dengan mata berbinar.


Clara menekuk lututnya mencoba untuk mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi anak kecil tersebut.


anak kecil itu membelai wajah Clara kemudian memeluknya, setelah itu menarik tangan Clara untuk segera masuk ke dalam.


Setelah menunggu cukup lama, kurang lebih satu jam Clara baru keluar dari panti asuhan dengan diantar oleh seorang wanita paruh baya.


sebelum pergi wanita itu memeluk Clara dan mengatakan sesuatu.


Alex tertarik ingin mengetahui apa yang telah Clara lakukan, setelah Clara pergi dia pun turun dari mobilnya.


dia memberanikan diri untuk menghampiri panti asuhan itu dan melupakan niat awalnya.


"Permisi" ucap Alex sambil mengetuk pintu.


seorang wanita paruh baya membukakan pintu dan bertanya; "Anda mencari siapa?"


Alex mengulurkan tangannya.


"Perkenalkan nama saya Xander" ucapnya Memperkenalkan diri menggunakan nama tengahnya


"boleh kita bicara didalam?" pinta Alex sedikit ragu-ragu dan dengan senyuman wanita itu menganggukkan kepalanya.


setelah masuk wanita itu mengambilkan segelas air putih & menyuguhkan nya


"*ibu?" ucap Alex ragu-ragu.


"panggil saja Ibu Rose" balas wanita itu*.


Alex mulai berbasa-basi menanyakan keadaan panti asuhan, dan dengan senang hati wanita pemilik panti asuhan itu menceritakan bagaimana keadaan panti asuhan yang dia kelolah selama ini.


Ia Juga menceritakan tentang seorang gadis yang sudah beberapa bulan ini membantu keadaan finansial panti mereka.


Alex memberanikan diri untuk bertanya siapa nama gadis yang dimaksud itu.


"apa anda tau siapa nama gadis itu?" tanyanya.


dia tak ingin menyebutkan nama panjangnya, dia hanya memberitahu kami Jika dia bermarga Wu, jadi kami sepakat untuk memanggilnya dengan sebutan nona Wu.


Mendengar nama marga Wu, Alex langsung bisa menebak siapa nama gadis yang dimaksud "Relanda Clara Wu" desisnya dalam hati.


"*Ibu Apakah saya boleh melihat keadaan panti asuhan didalam"


dengan senang hati ibu panti asuhan menjawab; "tentu saja' mari!" ucapnya mempersilahkan Alex untuk mengikutinya*.


Alex mengikuti ibu panti asuhan sampai ke sebuah bangunan yang didalamnya terdapat sekitar 25 orang anak yatim piatu.


Alex memutar bola matanya dan melihat ke sekeliling ruangan.


dia melangkahkan kakinya untuk masuk, dia melihat dinding ruangan nampak bersih dengan bau cat yang masih sedikit tercium dan beberapa barang di dalamnya terlihat masih baru.


*ibu panti asuhan mengerti apa yang ada dipikiran alex, tanpa menunggu Alex untuk bertanya dia pun menjelaskan, sambil menatap ke seluruh ruangan dia berkata.


"ini semua adalah pemberian nona Wu dia membantu kami merenovasi bangunan ini dan membeli begitu banyak perlengkapan, sebelum dia datang bangunan ini sudah cukup memprihatinkan, aku akan memperlihatkan fotonya nanti!".


ucap ibu panti asuhan mengingat dia masih menyimpan foto-foto lama dari ruangan tersebut sebelum direnovasi*.


Setelah puas melihat-lihat mereka kembali ke dalam ruang kantor, ibu Rose mengambil sebuah album dan memberikannya kepada Alex.


Alex melihat satu persatu foto didalam album,


"*ibu bolehkan aku memberikan sumbangan setiap bulannya?" tanya Alex yang dijawab dengan senyuman tidak percaya oleh pengurus panti asuhan.


"Tentu saja, justru kami sangat senang jika ada yang mau membantu*"


"Tapi aku meminta satu hal!" ucap Alex


"Apa itu?"


"Tolong rahasiakan dari siapapun termasuk dari nona Wu" ucap Alex, yang dijawab anggukan setuju dari pemilik panti asuhan.


Setelah semuanya selesai Alex pergi meninggalkan panti asuhan tersebut, dia pergi menuju ke sebuah danau yang biasa dia jadikan tempat untuk menenangkan diri.


flashback off...


"Relanda Clara Wu" Alex tersenyum saat mengingat nama gadis itu.


diam-diam ternyata dia mulai mengagumi gadis yang menurutnya sangat berani dan menyebalkan itu.


Dia melihat sosok ibunya di dalam diri Clara, ibunya yang dulu sering membawanya kepanti asuhan untuk membantu sekaligus bermain dengan anak2 yang kurang beruntung.


Alex adalah seorang anak piatu, dia ditinggal oleh ibunya saat berumur 6 tahun.


dulu ibunya adalah seorang wanita yang sangat cantik dan sederhana.


Untuk menutupi hutang keluarga dengan tega kakeknya menjual ibunya kepada keluarga Huang untuk dijadikan salah seorang pembantu rumah tangga.


akan tetapi karena paras ibunya yang sangat cantik membuat tuan Smith jatuh cinta kepadanya, dan menikahinya menjadikan ibunya istri kedua.


Karena status ibunya yang rendah maka secara tidak langsung dirinya sebagai anak juga dipandang rendah,


terutama oleh istri pertama papanya yang memiliki seorang anak laki2 dan merupakan kakak tirinya yang bernama Justin.


Untungnya hubungan mereka berdua sangat baik sehingga Alex tidak merasa begitu kesepian.


Tidak ingin terlihat lemah dimata keluarga Huang, Alex menjadikan dirinya seorang laki-laki yang tidak ada seorang pun yang bisa mengatur hidupnya kecuali papanya & kakak tirinya yang memang sangat menyayanginya sejak kecil.


Dan sejak tumbuh menjadi remaja dia selalu berbuat seenaknya hanya karena tidak ingin dipandang sebelah mata.


"Maaf! selama ini aku sudah salah dalam menilaimu, mulai detik ini aku berjanji akan ngelindungimu semampu & sebisa ku walaupun nyawa ini sebagai taruhannya". ucap Alex bermonolog.


••••••••••••••••••••••••••••


...Sebelumnya jangan lupa Vote & Like 👍 biar Mimin jadi lebih cemungutt nulisnya guys #ありがとうございました #Arigatōgozaimashita...