
Keesokan hari ....
Aroma segar yang bercampur bau garam yang sangat khas tercium begitu menenangkan hati, deburan ombak dan hamparan pasir pantai menambah indah penglihatan di pagi ini.
Semua orang sudah berkumpul di sebuah meja panjang yang menghadap ke bibir pantai untuk menikmati sarapan pagi kecuali shasa seorang yang masih belum menampakan batang hidung nya walaupun tadi bella sempat memaksa nya.
Sebenarnya sudah bisa dipastikan apa alasan dari gadis itu enggan keluar dari kamarnya kalau bukan karena takut akan terjadi keributan antara dua laki-laki yang sedang memperebutkan dirinya duduk didalam satu meja, tidak ada lagi alasan lain nya.
“Biar aku yang memanggilnya” ucap clara setelah tidak nyaman melihat raut wajah Alen dan Eric yang sedang perang dingin melalui tatapan mata. Clara akhirnya segera beranjak dari duduknya dia harus bisa membujuk shasa agar mau keluar supaya kedua laki-laki itu tidak baku hantam.
Sebuah panggilan masuk di Hp Eric yang ia letakan diatas meja.
Drtt ... drtt ... 📳 Papa Calling
...“Halo Pa ada apa?”...
...“Halo nak ini Bibi, sayang”...
...“Iya ada apa Bi?”...
...tanya Eric karena tidak menyangka jika yang berbicara adalah shery calon ibu mertua nya....
...“Maaf bibi menggunakan nomor papa mu! Bibi hanya ingin menanyakan bagaimana kabar shasa? apa kau sudah bertemu dengannya? dan kapan kalian akan pulang?” tanya shery beruntun...
...“Aku akan segera bertemu dengannya, dan mungkin besok malam kami baru bisa pulang karena Clara dan Bella masih ingin bersama dengan Sasha”...
...“Baiklah jika begitu, tolong jaga shasa baik-baik ya sayang”...
...“Bibi tidak usah khawatir aku akan menjaganya dengan baik”...
...“Terima kasih nak, kalau begitu ini papamu ingin bicara”...
...“Halo Eric”...
...“Ya ada apa pa?”...
...“apa kau sedang bersama adik mu? ada yang ingin papa bicarakan dengan kalian”...
...“Baiklah tunggu sebentar”...
...Eric pun pergi sedikit menjauh bersama Aeron agar pembicaraan antara mereka tidak bisa didengar oleh yang lain....
Setelah kepergian Eric dan Aeron, baik Bella maupun Kevin bisa melihat dengan jelas raut wajah Alen yang nampak mengerikan, rahang nya yang mengeras serta kepalan tangan yang memutihkan buku-buku jari nya menandakan jika dirinya sedang marah.
Ada rasa tidak percaya diri yang Alen rasakan, dia merasa rendah dihadapan Mama shasa walaupun dia belum pernah bertemu secara langsung dengan orang tua kekasihnya itu tapi dia sudah bisa menebak bagaimana kedua orang tua shasa begitu menyukai Eric dan menyayangi laki2 itu dibandingkan dirinya.
Setelah lima belas menit berlalu Shasa datang bersama Clara, tapi dia tidak melihat ada nya Eric yang duduk di sana.
tanpa fikir panjang shasa langsung menghempaskan diri nya di kursi sebelah Alen dan sebuah kecupan mendarat di kening nya.
tanpa mereka sadari dari arah belakang Aeron dan Eric sedang berjalan ke arah mereka dan melihat dengan jelas ketika Alen mencium dahi calon istrinya.
Aeron langsung meraih pundak Eric yang berniat mempercepat langkah nya.
“Eric kau sudah berjanji” ucap Aeron memperingatkan. teringat akan janji yang telah ia ucapkan Eric mengurungkan niatnya untuk menghajar Alen yang sudah berani menyentuh wanitanya.
Clara dan Bella yang melihat Eric berjalan menghampiri meja mereka bisa menerka raut wajah Eric yang pasti sangat menyeramkan. mereka menendang kaki shasa dari bawah meja, sehingga shasa mengerang menahan sakit di betis nya, “Aduh!!! mengapa kalian menendang kakiku?” tanya shasa yang masih belum menyadari jika Eric sudah berjalan semakin mendekat.
Clara dan Bella tidak menjawab pertanyaan dari Shasa, mereka berdua hanya mainkan mata dan menunjuk-nunjuk menggunakan bibir mereka.
“Ada apa dengan kalian berdua ini?” tanya shasa yang masih belum juga mengerti akan kode yang diberikan oleh kedua sahabat nya itu.
Tidak mau ambil pusing melihat kelakuan aneh kedua sahabat nya itu shasa langsung mengambil sepotong sandwich dan memasukan kedalam mulutnya kebetulan juga perutnya memang sudah lapar.
“Sayang kau ingin makan apa?” tanya shasa saat melihat piring kekasihnya yang masih kosong.
Alen bahagia mendapat perhatian dari shasa. dia tersenyum saat melihat sisa saos mayonnaise menempel disudut bibir gadis itu “tidak kau makan lah saja, aku hanya ingin meminum kopi” tolak Alen setelah membersihkan bibir shasa dengan ibu jarinya.
Kemesraan antara Alen dan Sasha semakin terlihat jelas ketika Eric berada dalam jarak lima langkah di belakangnya.
“ya sudah kalau kau tidak mau” ujar Sasha kembali memasukkan sisa potongan sandwich ke dalam mulut dan mengunyah nya.
“Ekhem”
Suara batuk buatan Eric dari arah belakang nya membuat shasa langsung tersedak, “Ukhuk ... Ukhuk ... Ukhuk”
“Pelan-pelan makanya kalau makan” omel Alen memberikan segelas air putih didepan nya. Alen masih tidak menyadari kebaradaan Eric di belakang mereka karena saat ini sungguh separuh jiwa nya entah melamun memikirkan apa.
Shasa langsung berdiri dengan cepat setelah meneguk lebih dari setengah gelas Air minum yang diberikan Alen. “Eric” ucapnya dengan suara bergetar.
“Ikut aku” ucap Eric bernada perintah, membuat Ketiga gadis itu merinding mendengar nya.
karena takut shasa tidak meminta izin lagi dari Alen yang memasang wajah tidak suka. dia langsung berjalan mengikuti Eric yang sudah terlebih dahulu berjalan didepan nya.
Alen mendengus kesal karena Hal tersebut dengan mengepal erat tangannya di bawah meja menahan amarah yang semakin tersulut.
“Benar-benar akan terjadi perang dunia ketiga” bisik bella di telinga Clara yang di angguki oleh sepupunya itu, “semoga shasa tidak membuat Eric marah” harap Clara dalam hatinya.
Perang dingin yang terjadi membuat selera makan mereka lenyap tak bersisa.
lebih dari setengah jam Eric dan Shasa bicara. saat kembali raut wajah Shasa sudah tidak lah seceria semula. dia pun mengganti posisi duduk nya dia antara Clara dan Bella.
Entah apa yang mereka bicara kan, mereka yang ada disana hanya bisa menerka2.
Alen membanting sendok kecil di sisi gelas kopi nya.
Suara berisik yang di timbulkan oleh Alen mengalihkan semua mata ke arah nya tanpa terkecuali Eric.
“Aku ingin bicara dengan mu” tunjuk Alen ke wajah Eric tanpa rasa takut sedikit pun.
dia benar2 sudah tidak perduli siapa Eric sebenarnya, Karena saat ini hati nya benar2 tidak suka melihat gadis yang sudah resmi menjadi kekasih nya itu seperti ketakutan.
Tanpa menunggu jawaban Alen langsung melangkahkan kaki nya, saat Eric beranjak shasa langsung mencekal pergelangan tangan Eric dan menggelengkan kepala nya, dari tatapan matanya seperti sedang memohon “tolong jangan sakit dia”
“Aku tidak akan menyakitinya” ucap Eric menjawab permohonan kasat mata Shasa, akhirnya shasa melepaskan cengkraman nya.
Setelah punggung Eric sudah tidak nampak lagi, bella langsung mencerca shasa dengan pertanyaan.
“Apa yang kalian bicarakan tadi? apa Eric mengancam atau menyakiti mu?”
Shasa menggelangkan kepala sebelum bicara, “Aku tidak bicara kepadanya, aku tadi bicara dengan papa ku” jawab shasa tertunduk.
Mereka semua mengernyitkan dahi, ingin mengetahui lebih detail apa yang shasa yang papa nya bicara kan. tapi seperti nya shasa enggan untuk menceritakan nya, dia lebih memilih untuk pergi beristirahat kembali
“Jika Alen kembali katakan kepadanya untuk menemui ku di kamar” pesan nya sebelum meninggalkan meja.
Semua yang berada disana jadi serba salah dibuat nya, mereka hanya mengangguk sebagai jawaban dari permintaan shasa.
“Kita harus melakukan sesuatu untuk membantu mereka” ujar Kevin memecah keheningan
“Tidak” jawab Aeron tegas, membuat ketiga nya menatap tajam kearah Aeron “Tidak boleh ada yang ikut campur urusan mereka bertiga” titah Aeron memperjelas ucapan nya.
“Mengapa?” sekarang giliran Clara yang bertanya dengan nada tidak suka
“karena mereka bertiga harus menyelesaikan nya sendiri” jawab Aeron dengan nada semakin tinggi yang mendapat balasan berupa raut wajah kecewa Clara dan yang lain nya.
Clara langsung beranjak pergi karena merasa Aeron membentak nya. dia langsung berlari menuju bibir pantai.
bella yang hendak mengejar sepupunya itu langsung dihentikan oleh Kevin ketika melihat gerakan Aeron yang hendak menyusul gadis nya.
Aeron setengah berlari menyusul Clara yang sudah sedikit menjauh.
Bella mendengus lemas, menikmati suasana liburan yang begitu kacau dari hari pertama mereka melakukan holiday.
“sudahlah jangan bersedih” bujuk Kevin menyandarkan wajah Clara di dada bidang nya. “lebih baik kita jangan ikut campur urusan mereka, aku percaya Aeron memiliki alasan di balik kata2 nya tadi”
Bella mengganggukan kepala ikut menyetujui “ya kita hanya bisa berdoa, aku berharap mereka semua baik-baik saja”
“Sayang aku ingin kau berbicara kepada mama ku” ucap Kevin yang langsung menghubungi mama nya melalui vidio call.
“Tidak aku malu” tolak bella yang sudah terlambat karena dari seberang sudah nampak wajah cantik wanita paruh baya.
...“Halo Baby di mana menantu mama?” tanya mama Kevin tiba-tiba....
...“Ini dia, mah” ujar Kevin mengarahkan kamera ke wajah bella....
...Bella langsung memelintir perut Kevin dengan keras, sehingga kevin terlihat meringis di dalam kamera....
...“Sayang ada apa dengan wajahmu mengapa kau terlihat jelek sekali” ujar Mama Kevin ketika melihat ringisan di wajah putranya...
...“Menantumu sedang mencubit ku” jawab Kevin jujur membuat Bella langsung membelalakkan matanya...
...Yang justru tanpa diduga membuat mama Kevin tertawa dan membelanya, “ya sayang terus saja kau putar perutnya lebih kencang lagi, dia memang anak yang nakal, dan mama tidak akan mendukung mu jika ingin mendisiplinkan nya”...
...Bella tersenyum penuh kemenangan, sebelum dengan malu-malu berterima kasih, “terima kasih tante”...
...“Sama-sama sayang,, jadi kapan kalian akan pulang?”...
...“Mungkin masih empat atau lima hari kedepan tante”...
...“ya sudah yang penting jangan lupa untuk menemui tante setelah kalian kembali nanti”...
...“Pasti tante”...
...“dan kau Kevin, ingat jaga baik-baik calon menantu Mama itu! dan kau menantu cantik ku kau harus menghajarnya jika dia menyakitimu, tante akan selalu menjadi pendukung setia mu”...
...“tentu saja tante”...
...“Mah kenapa Mama jahat sekali denganku?”...
...“sudahlah kau tak usah merengek denganku, lihat berapa usiamu saat ini! tidakkah kau malu?”...
Mereka mengobrol cukup lama hingga Kevin mengakhiri nya saat bella mengajak nya menelusuri bibir pantai.
__________
...#Mimin ucapkan terima kasih atas Segala bentuk dukungan nya, baik Like 👍 Vote ataupun koment....
...#Kira2 cocok Alen atau Eric ya yang jadi pasangan sejati shasa???...
...
...