
Dimarkas pusat team D.R
Senyum kemenangan terpancar dari raut wajah kedua gadis yang sempat diragukan kelayakan nya itu.
Setelah kedua gadis itu berhasil mengalahkan semua anggota team D.R akhirnya mereka semua memang harus mengakui kemampuan kedua gadis itu yang bisa dikatakan jauh diatas kemampuan yang mereka miliki.
Rasa bangga bercampur kagum menyelimuti seluruh anggota team, dalam menyambut kehadiran dua anggota baru mereka. diiringi senyuman yang merekah mereka satu persatu mengucapakan 'selamat' kepada Clara & bella.
Michael yang pada awalnya tidak menyukai bahkan sempat memandang rendah bahkan meremehkan kedua gadis itu, kini setelah melihat kepiawaian mereka berdua dalam mengoprasikan komputer berubah menjadi sangat ramah.
"Aku harap kalian mau memaafkan sikap ku" ucap michael tulus seraya mengulurkan tangan kepada clara dan bella yang dibalas jabatan pula oleh mereka.
Asta mendengus kesal sebelum menimpali ucapan kekasihnya itu.
"jauh sebelumnya aku sudah memperingatkan mu Michael agar bisa menjaga lidahmu itu!"
Asta mulai memeluk kedua gadis itu secara bergantian.
"selamat bergabung clara, aku sangat mengagumi mu" pujinya.
"kamu memanglah pantas menjadi Nyonya masa depan kami" tambah Asta.
Asta lanjut memeluk bella.
"aku tidak menyangka bisa bertemu dengan orang hebat seperti kalian". ucap Asta saat memeluk bella.
Bella tersenyum membalas pelukan Asta.
"tapi belumlah lebih hebat jika The Devil bersatu, kamu terlalu berlebihan Asta".
Orang2 yang mendengar ucapan bella langsung memutar bola matanya kearah Alen & juga Aeron.
Alen menarik sudut bibirnya tersenyum tipis seakan otak pintarya memberikan singal sebuah ide yang sangat cemerlang.
Mengikuti arah pandang yang lain, Aeron juga melihat kearah Alen yang sedang tersenyum. dia mengetahui akan maksud senyuman tipis yang Alen berikan.
Aeron membuka suaranya.
"suatu saat kita akan melakukan sebuah pertandingan".
ucap Aeron mengalihkan pandangan nya kepada wajah clara yang masih berada dalam rangkulannya.
"karena terlalu sibuk aku sudah melupakan dendam lama yang belum sempat terbalaskan!"
"Dendam?".
Clara mengulang perkataan Aeron lalu menaikan sebelah alisnya karena tidak mengerti maksud dari perkataan kekasihnya itu.
Aeron tersenyum kemudian menjelaskan; "beberapa waktu lalu aku baru mengetahui jika kekasihku, adalah salah satu dari beberapa orang yang dulu pernah mencoba mencuri database ku."
ucap Aeron yang membuat semua mata membelalak tak percaya dan secara otomatis mereka teringat kejadian tiga tahun lalu yang sempat membuat mereka sangat kelabakan.
Clara memutar otaknya mengingat kejadian beberapa tahun silam, dulu saat dia baru saja beranjak remaja.
dia bersama dengan beberapa temannya yang lain dengan iseng mereka membuat sebuah program diinternet.
Program yang mirip seperti program peretas.
program itu dapat dengan mudah memecahkan sandi wi-fi, Meskipun dienkripsi dengan campuran simbol alfanumerik hanya saja cara kerjanya agak lambat.
Karena itu termasuk tindakan ilegal maka mereka menghapus semua program dan informasi di dalamnya.
Nengingat kejadian itu Clara tersenyum kecut dan mencoba menyembunyikan mukanya dibalik lengan kekar Aeron.
"Sayang dulu aku belum dewasa, sungguh sekarang aku sangat malu! aku berbuat sesuatu tanpa berfikir panjang! bisakah kamu melupakan kejadian itu & memaafkan ku?" pinta clara dengan suara selirih mungkin
"Tidak perlu merasa malu, justru aku bangga ternyata gadisku adalah seorang yang sangat berbakat walaupun sedikit nakal!" bisik Aeron yang membuat clara semakin malu
Interaksi keduanya membuat semua yang berada didekat mereka merasakan iri.
"Seorang pria yang sangat jenius bertemu dengan seorang wanita yang sangat pintar sungguh merupakan pasangan yang serasi, aku tidak bisa membayangkan bagaimana anak mereka kelak!" celetuk rena.
"yang jelas anak mereka tidak akan mirip dengan mu".
balas Michael disambut galak tawa yang lain.
"Rena jika kau iri maka cepatlah mencari kekasih dan jangan terlalu memilih, kamu harus sedikit berkaca?".
sindir Asta yang langsung menambah galak tawa yang telah ada.
Rena memanyunkan bibirnya mendengar celetukan sepasang kekasih yang terdengar kasar itu. mereka memang sudah terbiasa mendengar kata2 ejekan dari mereka berdua saat mereka sedang bercanda.
Drtttt ... drttt ...
suara Hp milik Alen bergetar, dia melihat kelayar handphone nya dan sebuah nama membuat matanya berbinar, tanpa memperdulikan tatapan bertanya orang yang berada disampingnya dia langsung pergi menjauh.
Setelah dirasa waktu telah melewati tengah malam, Aeron berpikir untuk menyudahi acara.
"Baiklah semuanya aku kira hari sudah cukup malam sudah seharusnya kita pergi beristirahat!".
ucap Aeron sambil merangkul pundak clara.
Semua orang menyetujui apa yang bos mereka katakan, terlebih mereka juga sudah merasa kedinginan bahkan sudah ada yang sedikit menggigil karena ide gila Alen untuk melakukan pertandingan didalam air.
Sayang apa kau merasa dingin? tanya Aeron kepada kekasihnya, yang dijawab anggukan serta senyuman tipis oleh Clara.
"kalau begitu ayo kita masuk!" ajak Aeron menuntun Clara menuju kekamar mereka.
"Sayang lebih baik kamu pergi mandi dulu untuk menghangatkan tubuh mu tadi aku sudah menyuruh pelayan untuk menyiapkan air panas untukmu".
Clara menuruti Apa yang diperintahkan oleh kekasihnya dan segera pergi menuju ke kamar mandi.
Tidak memakan waktu yang lama Clara sudah menyelesaikan acara mandinya, dengan menggunakan kemeja Aeron yang nampak kebesaran ditubuh mungilnya, dia berjalan menghampiri kekasihnya yang sedang duduk di sofa dan menatap serius kemuka laptop yang berada dipangkuannya.
Aeron menolehkan wajahnya saat gadisnya mendudukkan diri disampingnya.
"Kamu terlihat sexy" bisik Aeron nakal.
"sayang apa kau lelah?" tanyanya
"ya aku sangatlah lelah dan mengantuk" jawab clara jujur
Aeron menggeser laptopnya lalu menaruhnya di atas meja.
dia menarik tubuh Clara membaringkan kepala clara diatas pahanya.
dia mengusap lembut pipi Clara dan membelai lembut rambutnya.
"jika mengantuk tidurlah" ucap Aero yang dibalas Clara dengan mengusap2 matanya yang sudah mulai terasa berat.
Aeron mendekatkan wajahnya dan mencium sekilas bibir mungil Clara.
"Goodnight, ingatlah kamu masih mempunyai hutang yang belum kamu bayar".
ucap Aeron yang dibalas senyuman serta anggukan oleh Clara.
"lain kesempatan aku akan menghitungnya berikut juga bunganya".
imbuh Aeron yang masih setia membelai rambut Clara yang sudah setengah tertidur.
Mungkin karena terlalu lelah dalam hitungan menit Clara sudah tertidur pulas.
Aeron melanjutkan pekerjaannya dengan posisi Clara tetap berada di pangkuannya.
Dia harus menyelesaikan pekerjaannya agar bisa menyusul Clara untuk berlibur, dia juga sudah menyuruh kevin untuk membereskan tentang kepemilikan pulau yang dia dapat dari hasil taruhan tempo hari bersama regan.
dan besok lusa dia akan memerintahkan Asta dan beberapa team D.R untuk melihat lokasi untuk membangun sebuah villa disana sebagai hadiah pernikahannya kelak.
________
Disebuah sudut taman terdengar suara tawa seorang pria yang terdengar begitu renyah.
sang pria sedang menceritakan kepada wanita yang berada disebrang telpon mengenai pertandingannya yang baru saja usai, tanpa dia ketahui jika orang yang dia ajak bicara juga ikut andil dan merupakan bagian dari team yang telah mengalahkannya dalam pertandingan itu.
..."Sha, apa kau percaya dengan hukum karma?...
..."ya! memangnya kenapa?"...
..."Ini hukum karma yang berbeda dari biasanya, ini hukum karma yang dibayar cash!....
...kamu tau beberapa waktu lalu Aku, Eh ... !!! tepatnya kami bertiga, mengerjai clara & bella hingga perut kami terasa sakit karena tertawa....
...tapi saat ini mungkin mereka berdua yang sedang menertawakan kebodohanku habis2an"....
dengan suara berapi2 Alen melanjutkan kata2nya sementara Shasa masih setia mendengarkannya.
..."aku sungguh tidak menyangka jika mereka ternyata adalah dua orang dari tiga tokoh pujaan ku, beruntung aku bisa bertemu bahkan berteman dengan mereka! tapi sayangnya aku masih belum melihat satu orang lainnya yang memiliki ID 'Defender"....
Dengan menahan tawa shasa membekap Hp-nya agar suara itu tidak pecah.
..."Entah seperti apa wajah sipemilik akun 'Defender itu? semoga saja dia secantik clara dan bella". ucap Alen terkekeh membayangkan nya....
..."Apa kau penasaran dan ingin melihatnya?"...
..."tentu saja jika ada kesempatan!" ada apa?jangan katakan jika dirimu sudah mulai cemburu padaku?"...
..."Alen" desahnya ...
..."aku dan kamu belum mempunyai hak untuk cemburu satu sama lain! dan sebenarnya niatku menelponmu, hanya untuk meminta maaf! Maafkan aku Alen sepertinya untuk liburan kali ini kita belum bisa bertemu". ucap shasa dengan nada menyesal...
..."kenapa?"...
...shasa menarik nafas panjang dengan penuh Penyesalan dia berkata; ...
..."sahabat dekatku menelpon dan mereka mengajak kami sekeluarga untuk bergabung bersama mereka pada liburan kali ini, jadi maaf aku tidak bisa menepati janji ku"....
..."Baiklah aku mengerti mungkin lain kali kita bisa bertemu atau jika boleh aku bisa menyusulmu kesana?"...
..."maaf Alen aku tidak bisa memberitahu mu kemana kami akan berlibur"....
Belum sempat Alen bertanya lagi, seseorang telah menarik kerah bathrobe yang dia pakai dan menyeratnya dengan paksa.
"Dasar bedebah, bajingan".
maki Alen ditambah dengan mengabsen semua nama2 penghuni kebun binatang.
..."halo Alen!!! Alen! apa yang terjadi? apa kamu baik-baik saja" tanya Shasa panik....
..."aku baik-baik saja jangan khawatir, aku akan menelponmu lagi nanti" balas Alen langsung mematikan telpon tanpa menunggu jawaban Shasa....
"Lepaskan sialan".
maki Alen kepada kevin yang terus saja menyerat kerah bathrobe nya.