Leave Me Please Hubby

Leave Me Please Hubby
Chapter 6



Selamat membaca ...


Setelah perdebatan dan perkelahian panas di dalam mobil, kini mereka sudah memasuki rumah bak istana tersebut, di sana terlihat sangat sepi untuk ukuran rumah sebesar itu, hanya ada beberapa pelayan yang menyambut mereka dengan sangat ramah, namun tak berselang lama, datang seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di usianya yang sudah tidak muda lagi.


“Sayang, kalian sudah datang, maaf tadi mamah tidak menyambut kalian, tadi mamah sedang membantu Bi Sum menyiapkan makan malam spesial kita,” ucap Fara dengan semangat dan wajah yang cerah, secerah bulan malam ini, membuat Diva tidak tega jika harus menolak.


“Tidak apa-apa tante,” jawab Diva singkat dan tersenyum ramah pada wanita paruh baya tersebut.


“Astaga, Alfa! Apakah ini benar-benar calon menantu mamah, sangat cantik dan anggun, kau memang pintar memilih,” ucap Fara yang bangga dengan kemampuan putranya dalam memilih calon istri, namun ia segera melihat penampilan wanita cantik itu yang sedikit berantakan, namun ia segera mengerti.


‘Dasar! anak ini memang mes*um, belum apa-apa sudah di embat aja,’ gerutu Fara dalam hati sambil melirik putranya dengan tatapan mautnya.


Glekkk!


Alfa menelan salivanya dengan kasar, saat melihat lirikan maut dari mamahnya, lalu ia melirik ke arah Diva yang penampilannya memang sedikit berantakan karena ulahnya, Alfa pun hanya tersenyum kikuk saat ketahuan sudah berbuat macam-macam pada wanita cantik itu.


“Mah, sebaiknya kita segera makan malam, aku sudah kehabisan tenaga saat dalam perjalanan tadi,” ucap Alfa ambigu, membuat Fara dan Diva melotok secara bersamaan padanya.


“Memang apa yang sudah kau lakukan dalam mobil hingga membuatmu kehabisan tenaga?” tanya Fara dengan enteng, membuat wajah Diva seketika memerah saat mendengar pertanyaan tersebut.


‘Astaga, ibu dan anak ini memang sama, apa wajahku sudah memerah sekarang, sungguh sangat memalukan’ jerit Diva dalam hati.


“Mamah tidak perlu tahu, itu urusan pribadi kami, apa mamah tidak melihat, wajah calon istriku sudah memerah bagai udang rebus,” jawab Alfa yang sengaja menggoda wanita cantik itu, membuat Diva ingin menenggelamkan diri saja ke dasar samudera saat ini.


“Sudah, sudah, lihatlah menantuku pasti sangat tidak nyaman kan, kalau begitu ayo kita makan malam, jangan panggil aku tante! Panggil aku mamah ya!” ucap Fara tegas tanpa bantahan dan segera menarik tangan Diva menuju ruang makan.


Tak butuh waktu lama, mereka selesai dengan acara makan malam mereka yang heboh karena kehadiran Diva, pola makan yang ia jaga selama ini hancur seketika. Bagaimana tidak, Fara memberikan lauk pada piring Diva dengan banyak, bahkan menambahkannya beberapa kali dengan alasan jangan terlalu kurus, karena tidak baik buat kesehatan suami.


Kini mereka sudah membawa Diva menuju ruang tengah, di mana ruangan itu untuk berkumpul keluarga.


“Sayang, kapan kalian akan melangsungkan pernikahan, mamah sudah tidak sabar ingin menggendong cucu?” tanya Fara dengan serius.


“Tante-“ sebelum Diva menyelesaikan ucapannya, Fara langsung melotot ke arahnya tanda tidak suka jika ia di panggil tante.


“Mah, ini hanya kesalah pahaman saja, ka-,” lagi-lagi di potong, tapi bukan oleh ibunya, melainkan anaknya, Alfa.


“Maksud Diva kesalah pahaman jika kami masih lama, kami akan segera menikah, secepatnya kok mah, mamah tenang saja,” ucap Alfa dengan santai dengan wajah tanpa dosa, membuat Diva semakin kesal dengan pria yang ada di sampingnya tersebut.


“Oh akhirnya, mulai sekarang mamah akan berhenti mengomel dan menyuruhmu menikah lagi, karena sekarang kau sudah mau menikah, dan kalian harus cepat memberikan mamah cucu yah,” ucap Fara bahagia, bahkan sampai meneteskan air matanya, membuat Diva semakin tidak tega untuk membohongi orang tua yang sudah terlibat dalam permainan pria gila tersebut.


“Tentu saja mah, mamah jangan khawatir tentang itu,” ucap Alfa dengan santai.


...----------------...


“Apa kau senang sayang?” tanya Alfa dengan tidak tahu malunya. Membuat Diva semakin membenci sosok pria mesum tersebut.


“Berhenti memanggilku dengan sebutan yang sangat menjijikkan itu, karena setelah malam ini kita tidak akan pernah bertemu lagi, dan kau jangan pernah berani menampakkan dirimu di hadapanku ataupun di hadapan keluargaku!” ucap Diva dengan tegas sambil menatap tajam ke arah Alfa.


Ciiiitt!


Alfa mengerem mobilnya dengan mendadak hingga Diva terhuyung ke depan, untung saja ia memakai sabuk pengaman dan di jalanan juga sepi sehingga tidak membuat kekacauan.


“Apa kau sudah gila, Hah! Jika kau ingin mati, mati saja sendiri dan tidak usah mengajak ku!” bentak Diva yang semakin geram dengan pria gila yang ada di sampingnya itu.


“Akhhh,” Alfa mencengkram kedua pipi Diva dengan keras, hingga Diva merasakan kesakitan.


“Jangan harap aku akan melepaskan mu, karena kau sudah menjadi milikku! Hanya milikku! Jika aku sudah memilikimu, jangan harap kau akan bisa lepas dariku, cupp, emhh, emhh,” tegas Alfa yang langsung menyambar bibir indah Diva dengan penuh na*psu, membuat Diva tak bisa berkutik karena kekuatan Alfa jauh lebih besar daripada kekuatannya.


“Gila! Kau sudah gila! Aku bukan milikmu! Sampai kapanpun aku bukan milikmu!” teriak Diva saat Alfa sudah melepaskan pangutannya.


“Terserah, karena jika aku menginginkan dirimu, kau tidak akan bisa lepas dariku dengan mudah,” tegas Alfa yang kini menancap gas dan melajukan mobilnya menuju rumah Diva.


Tak butuh waktu lama, kini mobil mewah milik Alfa sudah memasuki pekarangan rumah Diva.


Dengan cepat mereka memasuki rumah Diva, karena sekarang baru pukul 21:00 wib, dan kedua orang tua Diva pun masih belum tidur.


“Sayang, kalian sudah pulang, ayo duduk dulu kesini,” ajak Via pada sepasang kekasih itu.


“No Momm, aku cape, aku mau langsung ke kamar saja,” tolak Diva dan langsung melangkahkan kakinya ke atas menuju kamarnya.


“Diva! Sayang jangan begitu, jangan tinggalkan kekasihmu begitu saja!” teriak Via yang tak dihiraukan sama sekali oleh putri semata wayangnya tersebut.


“Sudah Momm, itu tidak masalah, dia memang sudah kecapean dari tadi, aku hanya ingin berbicara dengan kalian berdua mengenai hubungan kami,” ucap Alfa tegas dengan semua rencana yang sudah ia susun waktu sore tadi bersama sang sekertarisnya.


“Iya benar, apa kalian sudah baikan, lalu langkah apa yang kamu ambil kedepannya?” tanya Devan dengan serius pada Alfa, membuat Alfa tersenyum penuh kemenangan dalam hati karena sudah berhasil mencuri perhatian kedua orang tua Diva.


...****************...


Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.


Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...


Follow IG Author @aran_diah


Hatur nuhun.