
Selamat membaca ...
Satu bulan kemudian ...
Tak terasa hari demi kini telah mereka lalui, meskipun tiada hari tanpa bertengkar, namun hubungan Diva dan Alfa memang sedikit lebih dekat, meskipun Diva selalu menepis perasaan untuk suaminya, namun ia juga tidak membantah, jika dirinya sudah mulai tertarik dengan sang suami.
Bagaimana mungkin ia tidak tertarik dengan sosok pria tampan dan juga perhatian terhadap dirinya, meskipun Alfa selalu bersikap dingin di depan umum, namun pria tampan itu sangat lembut dan perhatian terhadap istri dan keluarganya.
Karena ego Diva yang terlalu besar, wanita itu selalu menepis rasa kagum dan perasaannya pada sang suami, di tambah lagi ada sosok pria yang merupakan sang kekasih gelap Diva, yang selalu memprovokasi keadaan agar wanita cantik itu tidak luluh dengan sang suami yang tak lain adalah musuh dari Alfa, yaitu Alex.
Namun, perselingkuhan sang istri sudah tak bisa di tutupi lagi, karena Alfa selalu memantau sang istri meskipun tak selalu bersama, betapa kecewanya ia setelah mengetahui jika sang istri tak pernah mau membuka hatinya karena ada pria lain yang di cintai istrinya, dan yang lebih menyakitkan lagi adalah, seseorang yang istrinya cintai adalah musuhnya sendiri.
Dengan perasaan yang sangat hancur ia mencoba menguatkan hatinya, pria tampan dan dingin itu merasa sangat terpuruk dengan keadaan yang ia alami saat ini, pria itu lebih memilih untuk tidur di kantornya dengan sang sekertaris yang selalu bersamanya.
Alfa takut jika ia pulang tidak akan bisa mengontrol emosinya, ia takut akan menyakiti wanita yang selama ini ia jaga dan ia cintai, meskipun ia tahu jika istrinya tidak pernah mencintai dirinya. Bukan hanya takut untuk menyakiti sang istri, ia juga takut seluruh keluarganya tahu jika wanita yang ia nikahi tidak pernah mencintai dirinya.
...----------------...
Malam ini, seorang pria tampan dengan penampilan yang sangat kacau, dengan beberapa botol wine yang ada sudah ia habiskan, di temani juga dengan sang sekertaris yang selalu setia padanya.
“Tuan muda, sebaiknya anda berhenti minum, anda sudah mabuk berat,” ucap sang sekertaris yang sudah kesekian kali memperingati sang tuan muda, namun tak pernah di gubris sedikitpun.
“Apa peduli mu, hah, apa aku terlihat sangat menyedihkan?” tanya Alfa yang masih saja meminum wine yang ada di tangannya.
“Tuan muda, sudah beberapa hari ini anda tidak pulang ke rumah utama, nyonya besar pasti sangat khawatir pada tuan muda,” jawab sekertaris Sam yang merasa bersalah pada Fara karena selalu berbohong jika di tanya soal putranya.
“Aku tahu, hanya mamah dan adikku yang kawatir padaku, lalu apa lagi yang aku harapkan dari wanita itu, aku sungguh kecewa padanya Sam,” ucap Alfa bergumam menyedihkan.
“Tuan muda, sebaiknya tuan muda beristirahat, ini sudah larut malam, tuan muda juga belum makan apapun dari tadi siang,” ucap sang sekeratris yang terus memperingati sang tuan muda.
“Apa dia akan khawatir padaku jika aku sakit Sam, jika memang ia, aku akan melakukan apapun untuk merebut hatinya, kenapa dia begitu sulit aku taklukan Sam, apa kurangnya aku baginya, apa aku kurang tampan, apa aku kurang kaya?” tanya Alfa sambil terkekeh dengan pertanyaannya sendiri, untung saja di sana hanya ada sekertaris Sam, jika tidak, ia akan di anggap gila karena tindakannya saat ini.
“Nona muda sudah menjadi milik anda sepenuhnya tuan muda, anda bisa melakukan apapun pada nona muda. Sebaiknya tuan muda beristirahat dan menyelesaikan masalah anda dan nona muda,” ucap sekertaris Sam yang langsung mengambil botol wine yang ada di tangan Alfa dan segera memapah sang tuan muda ke kamar yang ada di ruangannya.
...----------------...
Di sisi lain, Diva malah menyusun rencana untuk kabur dari rumahnya setelah ia mengambil beberapa dokumen untuk di jual pada beberapa saingan bisnis suaminya, ia melakukan itu untuk memenuhi hidupnya beberapa tahun kedepan sebelum ia mendapatkan pekerjaan yang baru, karena ia juga tidak mungkin untuk kembali ke rumahnya.
“Apa pria gila itu sudah tidak tahan dengan sikapku, kenapa dia tidak pernah pulang beberapa hari ini, apa benar yang di katakan sekertaris Sam, kalau Alfa sedang keluar kota untuk menjalankan bisnisnya yang baru saja di buka,” gumam Diva yang tanpa sadar menanyakan keberadaan sang suami.
“Kenapa dia tidak bisa di hubungi, haiss, kenapa aku malah mengkahawatirkan dirinya,” gumam Diva yang selalu menepis segala perasaannya untuk Alfa.
Kini Diva sudah terlelap, menyelami alam mimpinya, begitu juga Alfa dan sekertaris Sam, yang sudah terlelap di kamar yang ada di ruangan kantor Alfa, sedangkan sekeratis Sam tidur di sofa yang ada di ruangan Alfa.
...----------------...
“Enghhh,” lenguhan seorang pria tampan tersebut sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit karena terlalu banyak minum.
Mendengar suara lenguhan dari sang tuan muda, sekertaris Sam langsung menghampiri pria tampan tersebut sambil membawakan segelas air.
“Tuan muda, silahkan di minum dulu,” ucap sekertaris Sam sambil menyodorkan segelas air putih pada Alfa, yang langsung di ambil oleh Alfa.
“Sam, kenapa kepala ku rasanya sakit sekali?” tanya Alfa pada sang sekertaris.
“Tuan, semalam minum terlalu banyak, saya sudah mencegah anda, tapi anda tetap tidak mendengarkan saya, sebelum akhirnya saya membawa tuan untuk beristirahat,” jawab sekertaris Sam panjang lebar menjelaskan pada sang tuan muda.
“Apa aku terlihat sangat menyedihkan Sam?” tanya Alfa yang kembali ke mode galau.
“Tentu saja tidak, tuan muda,” jawab sekertaris Sam dengan cepat.
“Kau pasti hanya ingin menghiburku bukan, apa dia tidak menanyakan keberadaan diriku selama ini padamu?” tanya Alfa dengan raut wajah sedih.
“Tidak tuan muda, nona muda sangat percaya pada saya kalau tuan muda sedang keluar kota,” jawab sekertaris Sam jujur.
“Nanti malam aku ingin pulang Sam,” ucap Alfa datar, membuat sekertaris Sam ragu untuk menyetujui permintaan sang tuan muda, namun bagaimana pun, pria tampan itu harus tetap menyelesaikan masalahnya.
“Baiklah, tapi tuan harus beristirahat untuk hari ini, kondisi tuan muda tidak terlalu baik, kemarin tuan tidak makan apapun,” ucap sekertaris Sam yang merasa khawatir dengan sang tuan muda.
“Hmm, terserah saja, yang penting aku harus segera bertemu dengan istriku, bagaimana pun musuhku, aku harus melawannya, pria brengsek itu bukan hanya menjadi saingan bisnis ku, tapi juga saingan cintaku,” geram Alfa yang memikirkan bagaimana persaingan sengit antara dua orang pria untuk bisnis dan juga cinta mereka.
...----------------...
Sedangkan di sisi lain, Diva tengah bahagia bertemu dengan sang kekasih, yaitu Alex.
“Sayang, apa kau sudah memutuskan untuk pergi bersamaku?” tanya sosok pria yang tak lain adalah Alex.
“Tentu saja, aku akan pergi dengan dirimu, aku hanya mencintaimu sayang,” jawab Diva sambil tersenyum manis ke arah Alex, membuat pria itu tersenyum puas dengan jawaban yang di berikan Diva padanya.
...****************...
Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.
Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...
Follow IG Author @aran_diah
Hatur nuhun.