Leave Me Please Hubby

Leave Me Please Hubby
Chapter 35



Selamat membaca ...


“Tentu saja, bagaimana mungkin aku melupakan cinta pertamaku ini, baiklah, sekarang sudah saatnya makan siang, ayo kita makan dulu,” ucap Dara sambil menarik tangan Alfa menuju sofa yang ada di sana.


“Aku suapi ya, jangan menolak!,” ucap Dara dengan ancaman kecilnya, membuat Alfa entah kenapa tak bisa menolak, tapi hatinya juga sudah tidak merasa kenyamanan seperti dulu lagi.


...----------------...


Disisi lain, di sebuah pusat kota yang luas, seorang wanita cantik yang berencana pergi menuju perusahaan sang suami, karena ia akan mengambil barang-barangnya yang di bawa oleh Alfa untuk mencari alasan pindah bersama.


“Ah, aku lupa, sekarang sudah saatnya jam makan siang, sekalian untuk pria itu, aku harap dia tidak banyak berpikir, aku hanya peduli pada kesehatannya,” gumam Diva yang akhirnya berhenti di sebuah restauran siap saji dan membungkus makanan tersebut untuk dibawa ke kantor suaminya.


Tak butuh waktu lama kembali ke dalam mobilnya dan segera menancapkan gas mobil, agar segera sampai di tempat suaminya tersebut.


“Hahh, apa dia akan menyukainya, aku bahkan tidak tahu makanan kesukaannya, sudahlah, kalau dia tidak suka, aku akan membuangnya,” gumam Diva sambil merutuki dirinya yang memang sangat tidak peka terhadap suaminya tersebut.


Tak butuh waktu lama, kini Diva sudah sampai di perusahaan suaminya, sampai para karyawan yang melihat dirinya pun merasa kaget, Diva hanya berpikir mereka kaget karena ia tidak pernah datang di kantor milik suaminya, hingga ia mendengar suara orang-orang yang bergumam di belakangnya sangat mengganggu telinga dan pikirannya.


“Astaga, nyonya muda Edison sudah datang, pasti akan ada keributan,”.


“Benar, dilihat dari manapun keduanya memang sangat cantik dan mempunyai kelebihannya masing-masing,”.


Begitulah kira-kira gumaman para karyawan yang melihat dirinya dengan wajah yang sangat terkejut.


“Apa maksud mereka, aku harus segera tahu apa yang telah terjadi,” gumam Diva yang mempercepat langkah kakinya menuju ruangan sang suami.


Namun, di depan pintu ruangan suaminya, nampak sekertaris Sam yang begitu terkejut dengan kedatangan istri dari tuan mudanya.


‘Gawat, aku harus mencegah nona muda agar tidak melihat nona Dara di dalam,' batin sekertaris Sam yang begitu gugup sekalis khawatir.


“Selamat siang, nona muda, ada apa nona muda datang ke kantor siang ini, apa ada yang bisa saya bantu?” tanya sekertaris Sam yang sedikit mengeraskan suaranya agar orang di dalam sana bisa mendengarnya.


‘Cih! Tuan sama bawahan ternyata sama saja, mencurigakan sekali,’ batin Diva yang sudah menyadari sesuatu yang mencurigakan.


Sementara di dalam sana, Alfa yang makan di temani oleh Dara tidak bisa mendengar apapun atau memang dia melamun, namun Dara yang mendengarnya langsung mempunyai rencana merebut Alfa berhasil.


“Awwh,” ringis Dara sambil mengucek matanya, membuat Alfa tersentak kaget.


“Apa yang terjadi, kau kenapa?” tanya Alfa khawatir.


“Mataku kelilipan,” jawab Dara.


“Biar aku tiup sedikit, tahanlah,” ucap Alfa yang kini tengah meniup mata Dara, namun dengan otak liciknya, dengan cepat wanita itu menarik kemeja milik Alfa hingga membuat keduanya tersungkur ke bawah dengan posisi yang membuat orang salah paham jika melihatnya.


Cekleekk!


Pintu terbuka dengan kasar, membuat kedua orang yang di bawah sana terkejut dengan kedatangan seorang wanita yang tengan melihat kejadian tersebut. Dengan terburu-buru, Alfa langsung bangkit dan segera merapikan pakaiannya dan melangkahkan kakinya menuju wanita yang tengah mematung.


“Sayang, ini semua tidak seperti yang kau lihat, aku bisa menjelaskannya,” ucap Alfa sambil menggenggam tangan mungil milik Diva, sedangkan Diva hanya mematung dan tak merespon semua ucapan pria yang sudah membuat dirinya benar-benar hancur.


Plakkk! Plakkk!


Begitu terasa panas saat mendarat di kedua pipi milik pria yang sudah jelek di pandangannya tersebut. Diva menampar kedua pipi Alfa dengan sangat keras tanpa mengucapkan sepatah katapun dari mulutnya.


“Aku tidak ingin mendengar semua ucapan dan penjelasanmu, itu bukan apa-apa untuk dirimu, sekarang aku sudah tahu bagaimana dirimu di belakangku,” ucap Diva sambil menatap tajam ke arah Alfa dan Dara secara bergantian.


“Diva, kenapa kau menampar suamimu, ini hanya salah paham saja,” ucap Dara yang ingin mencari perhatian dari Alfa.


“Sayang, Da-,” ucap Alfa yang belum selesai karena langsung mendapat sunggingan senyum devil dari istrinya.


‘Sekarang dia sudah berani memanggil Da, bukan DIA lagi, Dara, Diva, kenapa namaku harus sama dengan perempuan menjijikan ini,’ geram Diva dalam hati.


“Kenapa kau berhenti memanggil nama wanita yang kau cintai itu?” tanya Diva dengan tatapan sinisnya.


“Apa kau sedang berbicara padaku dan menjelaskan padakau tentang kebohonganmu, mana ada seorang wanita yang tidak tahu malu datang ke kantor suami orang lain dan melakukan hal yang sangat menjijikan. Kalian memang pantas bersama, sudahlah, aku tidak akan pernah mengemis apapun dari kalian, aku kesini hanya untuk mengambil barang-barangku pada kekasihmu!” bentak Diva yang segara mengambil satu koper miliknya saja.


Brakk!


Diva melemparkan bungkusan yang ia beli tadi di jalan menuju perusahaan tersebut.


Sekertaris Sam yang melihat akan hal itu hanya bisa diam tak berniat mengatakan hal apapun apalagi sang tuan muda yang sudah seperti ingin memakannya hidup-hidup karena bisa kecolongan seperti ini.


Setelah Diva pergi dari ruangan Alfa, dengan membawa segala amarah yang ia rasakan, Alfa hanya mematung tanpa tahu apa yang harus ia lakukan, semuanya berantakan.


“Alfa, maafkan aku, semua ini gara-gara diriku yang memang tidak tahu malu,” ucap Dara yang pura-pura merasa sangat bersalah pada pria yang ia cintai tersebut, tapi pria itu tak menanggapi semua yang di ucapkan oleh Dara.


“Tuan, kotak ini berisi makanan, apa harus saya buang?” tanya sekertaris Sam menyadarkan lamunan Alfa.


“Atas dasar apa kau membuang makanan yang di bawa oleh istriku, cepat bawa kemari, memang seharusnya aku tidak menerima tamu manapun dan memakan makanan selain pemberian dari istriku, meskipun itu adalah sesuatu yang aku sukai,” ucap Alfa dengan dingin, membuat Dara mengernyitkan dahinya.


“Maafkan atas kelancangan saya tuan muda, saya akan menyiapkan untuk anda,” ucap sekertaris Sam yang langsung membuka bungkusan makanan tersebut.


“Alfa, maafkan aku,” ucap Dara yang belum mendapatkan respon sedikitpun dari pria tersebut.


“Apa tuan akan memakan makanan yang sudah berantakan seperti ini, dan bukannya tadi tuan muda sudah makan makanan nona Dara?” tanya sekertaris Sam tanpa henti, sejujurnya sekertaris Sam merasa sangat kasihan pada nona mudanya, meskipun terlihat angkuh dan sombong, tapi wanita itu sangat baik.


“Benar apa yang di ucapkan sekertaris Sam, makanan ini sudah berantakan dan kau sudah makan banyak, apa istrimu tidak tahu apa yang kau sukai dan tidak kau sukai, atau dia hanya asal membawakan makanan untukmu?” tanya Dara dengan tidak tahu malunya, membuat Alfa geram saat mendengar penilaian orang lain terhadap istrinya.


‘Aku rasa nona Dara ini mempunyai maksud tertentu, apa tuan muda kembali lagi pada ular betina ini, kenapa tuan muda tidak bisa marah pada ular yang satu ini, menyebalkan,’ gerutu sekertarsi Sam pada wanita yang sudah membuat ulah siang hari ini.


“Meskipun aku berbuat baik padamu, kau tidak berhak dan tidak pantas menilai istriku seperti itu, apapun yang ia berikan padaku, pasti aku sangat menyukainya, kau bahkan tidak tahu seberapa mahal harga dirinya dan betapa sulit aku mendapatkannya, sebaiknya kau tutup mulutmu, dan segara keluar dari kantorku,” ucap Alfa dengan dingin, membuat Dara merasa sangat kesal dengan sikap Alfa padanya.


‘Apa! Apa dia sedang membandingkan harga diriku dengan model murahan itu, apa kau sudah memutuskan semua keputusan saat ini, tidak, aku yang lebih dulu menempati hatinya, kau pasti hanya keliru saja kan, baiklah aku akan membuatmu tergila-gila lagi padaku dan bertekuk lutut di hadapanku,’ batin Dara geram dengan apa yang di ucapkan oleh pria yang ia incar itu.


“Maafkan aku, aku tidak bermaksud mengatakan hal itu, aku minta maaf,” ucap Dara yang berusaha mencari cara agar Alfa bisa memaafkan dirinya dan bisa memperlakukan dirinya dengan sangat baik.


“Aku tidak ingin mengulangi ucapanku untuk kedua kalinya,” ucap Alfa dengan dingin, membuat Dara ketakutan dan segera pergi dari ruangan Alfa.


“Dan untuk dirimu Sam, tunggu hukuman dariku,” ucam Alfa sambil menatap tajam ke arah sekertarisnya.


Glekk!


‘Haiiss, tetap saja aku yang salah,’ batin sekertaris Sam dalam hati.


Prangg! Pranggg! Pranngggg!


Alfa melempar semua barang yang ada di meja kerja miliknya, ia merasa sangat tidak berguna saat ini, pagi ini ia baru saja membujuk istrinya agar tidak meninggalkannya, tapi saat ini masalah sudah datang kembali dan jauh lebih besar dari sebelumnya, pasti ini akan sangat sulit membujuk wanita yang keras kepala itu, apalagi saat kejadian tadi, wanita itu sudah sangat marah padanya, jujur saja, saat ini ia sudah bisa menebak hati istrinya yang sudah mulai membuka hati untuknya.


“Hentikan tuan muda, anda bisa melukai diri anda sendiri, bukankah anda akan makan makanan yang dibawa oleh nona muda?” tanya sekertaris Sam yang mencoba untuk membujuk tuan mudanya yang tengah mengamuk.


“Hah, apa aku sudah sangat keterlaluan Sam, apa benar yang kau ucapkan itu benar, jika istriku sudah mulai membuka hati untuk diriku?” tanya Alfa meyakinkan, bukan, bukan itu yang ia maksud, ia hanya ingin mendengar jawaban yang membuat dirinya merasa bahagia.


“Menurut saya, Tuan muda memang sangat keterlaluan,” jawab sekerataris Sam jujur, membuat Alfa semakin merasa bersalah.


...****************...


Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.


Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...


Follow IG Author @aran_diah


Hatur nuhun.


Cinta sejati hanya ada dua orang, jika ada yang ketiga, itu bukan cinta, tapi keegoisan.