
Selamat membaca ...
“Lepaskan aku, kau menyakiti diriku, ku mohon,” ucap Diva dengan terbata ia sulit berbicara karena Alfa mencengkram dagunya dengan sangat keras, hingga membuat kedua pipi indahnya memerah.
Alfa yang mendengar hal itu langsung melepaskan cengkraman tangannya di kedua pipi Diva, terlihat jelas di sana pipi Diva yang sudah memerah, membuat dirinya merasa sedikit bersalah karena sudah tidak bisa mengontrol emosinya.
“Maafkan aku sayang, apa masih sakit?” tanya Alfa yang seperti sudah gila, membuat Diva merasa takut sekaligus merinding dengan perubahan sikapnya yang begitu cepat, bahkan lebih cepat dari membalikan telapak tangan.
“Hentikan semua omong kosong mu! Cepat ceraikan aku, lepaskan aku suamiku, aku mohon, bukankah kau sudah kembali dengan kekasihmu, kita sudah tidak punya alasan lagi untuk bersama, asal kau tahu, aku sangat membenci dirimu, sangat-sangat membenci dirimu,” bentak Diva yang sudah ingin cepat mengakhiri hubungan rumit ini.
“Alasan apa lagi yang kau butuhkan, cepat katakan padaku,” ucap Alfa yang kini tengah memegangi kedua bahu Diva.
“Bukan itu poin utamanya, kalau kau memang tidak mau menceraikan aku, biar aku sendiri yang menggugat dirimu,” ucap Diva yang semakin membuat Alfa marah.
‘Alasan yang membuat seseorang bertahan dalam pernikahan adalah anak, entah itu perempuan maupun pria, tapi seorang ibu akan bertahan dengan pernikahannya meskipun ia merasa tidak bahagia, ibu akan melakukan untuk kebahagiaan anak-anaknya, apapun akan mereka lakukan, itu yang saya tahu dari ibu saya tuan muda,’ Alfa kembali teringat tentang ucapan sekertaris Sam, setelah ia memberi tugas pada pria datar tersebut untuk mencari tahu tentang pernikahan.
“Kau yang meminta alasannya, baiklah, akan aku lakukan agar kau mempunyai alasan untuk tetap bersamaku,” ucap Alfa yang menampilkan senyum smirknya, membuat Diva seketika merasakan firasat buruk, ia mencoba untuk bisa terlepas dari cengkraman suaminya, ia terus memberontak, namun tenaganya tidak cukup untuk keluar dari cengkraman pria itu.
“Apa yang mau kau lakukan, cepat lepaskan aku, kau sudah gila! Cepat lepaskan aku, kau jangan macam-macam padaku, apa yang akan kau lakukan padaku, dasar pria gila!” bentak Diva dengan segala makian dan sumpah serapah yang ia lontarkan untuk suaminya yang terus menyeret dirinya untuk ke tempat tidur.
“Sepertinya benihku di dalam sana harus di siram kembali agar subur, aku akan memberikan dirimu sebuah alasan untuk bersama denganku,” ucap Alfa yang sudah tak mempedulikan pukulan Diva pada dada bidangnya, dengan cepat ia mendorong Diva ke atas tempat tidur dan segera menindih wanita cantik itu.
“Lepaskan aku, aku tidak sudi mempunyai keturunan darimu, aku tidak mau suatu saat nanti anakku akan mempunyai ibu baru yang akan merawatnya,” berontak Diva di bawah kungkungan suaminya.
“Uuummm,” jerit Diva saat Alfa mel*umat bibirnya dengan sangat rakus, membuat Diva kwalahan dan tidak bisa mengimbangi serangan bibir Alfa.
Tangan kekar dan kokoh milik suaminya kini sudah merambat kemana-mana, hingga handuk yang ia pakai sudah lepas entah kemana dengan hanya satu tarikan saja, Diva terus saja memberontak dari bawah sana, sedangkan Alfa sedang mere*mas dan mem*ilin gunung himalaya miliknya, dan itu membuat Diva merasakan sensasi yang sulit ia jelaskan, ia terus menggeliat ingin melepaskan tangan nakal milik suaminya itu.
“Tenanglah sayang, bukankah ini kedua kalinya kita melakukan ini, nikmati saja,” bisik Alfa di telinga Diva.
“Lepaskan aku,” ucap Diva dengan lirih, dengan air mata yang sudah membasahi pipi indahnya.
“Apa kau sudah tidak sabar untuk pergi dariku, humm, maka nikmatilah ini,” ucap Alfa yang kini menj*ilati leher jenjang milik istri cantiknya tersebut.
Bahkan, tatapan pria tampan tersebut sudah di penuhi api gai*rah yang sudah membara, tangannya yang kiri menahan kedua tangan milik Diva, sedangkan tangannya yang lain sedang mem*ilin boba yang ada gunung himalaya sang istri, mulutnya yang sedang sibuk melahap bibir Diva dengan rakus dan sangat menikmati apa yang ia lakukan pada istrinya. Namun, Diva yang merasa sudah tak berdaya karena merasa lemas saat tempat-tempat sensitif miliknya di jelajahi tanpa ada satupun yang terlewati.
Merasa sang istri sudah tak berdaya, ia langsung melepaskan semua pakaian yang ia kenakan hingga polos tak tersisa, badannya yang hampir sempurna sudah terpampang jelas di atas tubuh Diva.
Diva yang melihat ular cobra milik suaminya begitu besar dan berurat kini sangat ketakutan, ia takut akan merasakan sakit seperti saat pertama kalinya, tapi Alfa tak langsung memasukan ular miliknya ke dalam kandang.
“Ahhhsss, hentikan, aahhss, aku sudah tidak kuat,” de*sah Diva saat mulut suaminya masih bermain di bawah sana. Mendengar des*ahan merdu dari sang istri, pria itu tersenyum penuh kemenangan dan menampilkan wajah nakalnya.
“Sangat indah, mende*sahlah sayang,” ucap Alfa yang semakin lama semakin nakal di bawah sana, bahkan kini ia bermain dengan tangannya dan kembali melahap bibir istrinya, tak sampai lama ia kembali meny*su bagai seorang bayi besar yang sangat kehausan dengan tangannya yang masih nakal di bawah, bahkan ia mempercepat gerakannya, membuat Diva sudah tak berdaya dan mend*esah dengan hebat.
“Sayang, tahan sedikit, ini akan sedikit sakit karena masih sempit, aahhhsss,” ucap Alfa yang kini sudah berhasil memasukan ular cobra miliknya ke dalam kandang istrinya.
“Aaahhss, sakit,” de*sah Diva yang masih merasa kesakitan, membuat Alfa mendiamkan ularnya beberapa saat agar bisa beradaptasi terlebih dahulu.
“Apa masih tidak nyaman?” tanya Alfa pada istrinya yang kini tengah menangis, membuat Alfa tersenyum puas.
Dengan cepat ia menggerakkan pinggulnya naik turun, membuat keduanya merasakan kenikmatan tiada tara, Alfa yang merasakan surganya dunia sudah terbuai dan semakin mempercepat gerakannya.
Kamar yang sunyi itupun kini sudah di isi dengan suara des*ahan dan era*ngan kedua insan yang tengah berc*inta, seperti biasanya, pertempuran panas sore hari di atas ranjang tersebut telah berlangsung hingga beberapa ronde, membuat keduanya merasa kelelahan.
Alfa yang mengeluarkan semua cairan bisa milik ularnya di dalam kandang tersebut, kini masih membiarkan ularnya tak bergeming di dalam sana, dan masih berkedut agar cairan itu tidak keluar.
Setelah merasa cukup, ia segera menarik miliknya dan menggigit gemas boba yang ada di ujung gunung himalaya istrinya, membuat wanita yang tertidur itu melenguh tanpa sadar.
Alfa yang mendengar hal itu tertawa gemas melihat istrinya yang sudah tertidur kelelahan akibat ulahnya lagi.
Cuuup!
Alfa meng*ecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang, bahkan tak cukup sekali, pria itu menge*cupi seluruh wajah cantik itu secara bertubi-tubi.
“Maafkan aku, aku tidak bisa menahan diri jika kau terus memancing emosiku, aku tidak ingin melukai dirimu lagi, aku sudah memutuskannya untuk pernikahan kita sayang, dari pertama aku melihat dirimu, hingga saat ini aku masih sangat mencintai dirimu, sikap dan sifatmu ini yang membuat diriku sangat tertarik padamu, kau tidak seperti wanita diluaran sana yang sengaja melemparkan tubuhnya padaku, bahkan aku sendiri yang memaksa dirimu untuk menikah dan mencintai diriku, aku mencintaimu Diva,” gumam Alfa sambil menatap wajah lelah istrinya yang tertidur dengan tangan yang membelai wajah cantiknya.
...----------------...
Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.
Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...
Follow IG Author @aran_diah
Hatur nuhun.