
Selamat membaca ...
Setelah pertempuran panas di sore hari, Diva malah tertidur karena kelelahan, tubuhnya yang penuh dengan keringat, tak membuat wanita cantik itu terganggu sedikitpun. Sedangkan Alfa, pria tampan itu hanya terlelap sebentar dan terbangun untuk membersihkan dirinya.
...----------------...
Tak terasa, waktu sudah menunjukan pukul delapan malam, dan wanita yang sedang tertidur itu belum menunjukan bahwa ia akan segera terbangun, Alfa yang sudah menghubungi sekertarisnya jika ia akan menginap di apartemen istrinya, ia cukup berani melakukan itu karena besok adalah akhir pekan, dimana setiap akhir pekan ia akan tinggal dengan wanita cantik tersebut.
“Engh,” terdengar suara lenguhan dari istrinya yang tertidur, yang menandakan wanita itu akan segera bangun.
“Sayang, kau sudah bangun,” ucap Alfa yang melangkahkan kakinya menuju tempat tidur sang istri, setelah ia berkutat dengan ponsel miliknya di sofa yang ada di kamar tersebut.
“Awhh,” ringis Diva saat merasakan tubuhnya seakan remuk karena kejadian tadi sore, wanita itu kembali berpikir sampai tersadar bahwa ia sudah bertengkar dengan pria yang tidak tahu malu itu.
“Kenapa kau masih di sini, cepat keluar dari apartemen ku!” teriak Diva saat melihat wajah tampan milik Alfa yang masih ada di dalam apartemennya.
“Cuup, ayo kita makan malam dulu,” ucap Alfa yang tidak menanggapi teriakan istrinya dan malah mengecup kening milik istrinya tersebut, dan entah kenapa itu membuat Diva tak bergeming seketika.
“Kenapa kau masih ada di sini?” tanya Diva datar dengan pandangan lurus, matanya yang sembab dan berkantung karena banyak menangis, membuat Alfa harus berhati-hati agar menjaga suasana hati istrinya tersebut.
“Besok adalah akhir pekan, aku akan tinggal di sini selama dua malam,” jawab Alfa dengan lembut, sambil tersenyum manis, membuat Diva langsung memalingkan wajahnya ke arah lain.
‘Kenapa dia bisa bersikap santai setelah melakukan ini padaku, apa dia tidak mau minta maaf sedikitpun, apa memang aku bukan apa-apa baginya dan bahkan sudah tidak berharga, dia memakai diriku bagai seorang wanita murahan, yang bisa dipakai kapanpun yang ia mau,’ gerutu Diva dalam hati karena kesal pda pria yang ada di hadapannya tersebut.
“Maafkan aku, sayang,” ucap Alfa yang tiba-tiba, membuat Diva menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
‘Apa dia bisa membaca isi pikiranku, atau mungkin dia bisa mendengar suara hatiku,’ batin Diva bertanya-tanya dan keheranan, raut wajahnya sampai terlihat oleh Alfa begitu menggemaskan, sampai ia terkekeh karena tingkah istrinya.
“Kenapa kau tertawa seperti itu, apa kau sedang mempermainkan diriku?” tanya Diva menatap Alfa dengan tatapan sinisnya, membuat Alfa mengembalikan raut wajah datarnya kembali.
“Aku hanya senang bisa menginap di sini dengan dirimu, ayo aku suapi,” ucap Alfa sambil menyendokan makanan untuk istrinya, dengan patuh Diva langsung membuka mulutnya, ia juga sudah kehabisan tenaga karena kejadian tadi sore, bahkan untuk mengelak ucapan pria yang ada di hadapannya itu, ia sudah tak beradaya, ia harus makan yang banyak untuk mendapatkan energi kembali, apalagi energi untuk menendang pria itu.
Tak terasa, makanan yang Alfa bawakan sudah habis tak tersisa, hingga membuat Diva merasa sangat kekenyangan. Tanpa ia sadari, wanita cantik itu belum memakai pakaian satu helai pun. Diva akhirnya memutuskan untuk bangkit dari tempat tidurnya untuk membersihkan dirinya, namun pengalaman yang kedua kalinya juga masih membuatnya merasa sakit dan tak nyaman.
Melihat sang istri ingin bangkit dari tempat tidurnya, Alfa langsung menggendong istrinya yang tidak memakai penutup apapun, membuat Diva kaget dan menjerit sambil menutupi bagian-bagian sensitif miliknya.
Plakk! Plakk! Plakk!
“Bren*gsekk! Kenapa kau asal menggendong orang saja, hei selimutnya jatuh,” berontak Diva sambil memukuli dada bidang milik suaminya.
“Diamlah, aku akan membantu dirimu membersihkan diri, aku tahu kau pasti masih sangat kesakitan, lagipula aku sudah melihat semuanya, bahkan menyentuh semuanya,” ucap Alfa dengan santai dan menampilkan wajah tanpa dosa, membuat Diva membulatkan matanya sempurna saat mendengar penuturan dari pria kurang ajar itu.
Tak ingin membuang waktunya, akhirnya Alfa yang memebersihkan tubuh istrinya, dengan dipenuhi akal licik sang suami untuk menyentuh semua yang ada di tubuhnya, membuat Diva kembali tak berkutik di dalam sana.
Ceklekk!
Sepasang suami istri tersebut baru saja keluar dari kamar mandi, mereka bahkan keluar dengan menggunakan sehelai handuk saja yang melilit di tubuh mereka, Diva yang masih digendong tak dibiarkan untuk bergerak sedikitpun.
“Aku ingin memakai pakaianku, ini sudah malam dan sangat dingin,” ucap Diva beralasan agar suaminya mau melepaskannya, walau hanya untuk memakai pakaian saja.
“Kau duduklah, aku akan mengambilkannya untukmu,” ucap Alfa yang langsung mendudukan Diva di atas tempat tidur dan segera mengambil pakaian untuk istrinya.
...----------------...
Disisi lain, seorang wanita tengah frustasi karena penolakan dari pria yang sangat ia cintai, ia tak terima jika pria yang selama ini mencintai dirinya bagai permata, kini harus terbuang sia-sia hanya karena kehadiaran seorang wanita yang tak di kenal sebelumnya oleh pria itu.
“Aaaarrgghhh, aku mencintai dirimu, kenapa kau malah mencintai orang lain, apa kau sudah lupa dengan semua cinta kita selama ini, kita menghabiskan masa kecil bersama, masa remaja bersama, sampai sekolahpun kita selalu bersama, kau sangat mencintaiku kan, kau hanya ingin membuatku cemburu kan, aku ingat saat pertama kali kita bertemu, kau mengatakan bahwa kau masih sangat mencintaiku!” teriak wanita itu yang tak lain adalah Dara.
Wanita cantik itu tengah mengamuk dan teriak histeris bagai orang yang sudah kehilangan akal sehatnya.
Wanita itu terus meracau tidak jelas karena terpengaruh alkohol yang ia konsumi cukup banyak.
...----------------...
Tak terasa sinar mentari sudah menyinari alam semesta yang indah ini, burung-burung berkicau dan terbang kesana kemari, ditambah lagi udaranya yang masih sejuk, membuat siapa saja akan betah dan menikmatinya.
Pagi ini Diva terbangun sangat pagi untuk bersiap-siap bertemu dengan Alex, pria itu pasti akan menagih janjinya untuk bertemu, namun ia sudah memutusakan untuk meninggalkannya secara baik-baik.
Diva tidak ingin terlibat apapun dan dengan siapapun setelah ini, setelah ia menolak untuk memberi dokumen itu, ia akan memutuskan hubungannya dengan pria itu, bukan hanya itu, setelah ini ia akan memulai kehidupannya sendiri tanpa siapapun lagi.
“Sayang, kau mau kemana, pagi-pagi sekali sudah rapi?” tanya Alfa yang baru saja selesai dengan ritual mandinya, membuat Diva terlonjak kaget saat mendengar pertanyaan suaminya yang sangat tiba-tiba itu, karena ia tidak mungkin memberi tahu pada suaminya kemana ia akan pergi, ia hanya diam tak berniat menjawab sedikitpun, ia juga kaget saat sudah ada pesan yang masuk beberapa jam lalu tadi malam. Apa suaminya mengetahuinya, tidak mungkin. Begitu pikir Diva.
“Sayang, kenapa kau diam, apa aku perlu mengantarmu?” tanya Alfa yanga sebenarnya sudah tahu kemana sang istri akan pergi, namun ia tetap berpura-pura tidak tahu saja. Ia hanya ingin tahu, apa yang akan istrinya lakukan dengan bertemu pria bren*gsek yang sudah berani bersaing dengan dirinya.
“Tidak, tidak perlu, aku akan berangkat sendiri saja, sebaiknya kau segera pergi dari apartemen ini,” sergah Diva dengan cepat, agar suaminya tidak berbuat seenaknya saja.
...----------------...
Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.
Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...
Follow IG Author @aran_diah
Hatur nuhun.