
Selamat membaca ...
Tak terasa waktu berjalan dengan begitu cepat. Malam ini adalah waktu untuk malam yang sedikit aneh menurut sepasang suami istri yang baru saja datang berbulan madu, hingga mereka berpikir makan malam ini adalah untuk semata-mata untuk meyambut kedatangan mereka.
Diva dan Alfa memakai pakaian dengan warna yang senada yang sudah di siapkan oleh Alfa langsung, gaun berwarna navy dengan sebuah pita di pinggangnnya, membuat Diva terlihat sangat menggemaskan, begitu juga dengan Alfa yang mengenakan setelan kemeja berwarna navy, begitu pas di tubuhnya yang kokoh dan kekar.
Hingga waktunya makan malam tiba, datang seorang wanita yang tak kalah cantik dengan Diva, dengan menggunakan gaun hitam selutut membuatnya tambah cantik dan terlihat elegan, wanita itu datang dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi, melangkahkan kakinya sambil tersenyum ke arah semua orang yang ada di meja makan tersebut, kecuali Diva.
Wanita cantik bergaun hitam tersebut mengerutkan kedua alisnya saat melihat wanita asing duduk disamping pria yang ada dihatinya, sungguh ia merasa tidak nyaman dengan pandangan yang ada di hadapannya tersebut.
Begitu juga dengan sepasang suami istri tersebut, Diva yang merasa heran kedatangan tamu wanita yang cukup asing baginya, terlebih lagi itu wanita cantik dan terlihat dari kalangan berada pula.
Melihat reaksi Alfa, sang istri semakin bingung, karena suaminya menatap wanita cantik itu tanpa berkedip, bahkan tekesan sangat kaget.
Degg!
“Dara,” gumam Alfa pelan, tapi masih terdengar di telinga Diva, hingga membuat wanita itu menoleh ke arah suaminya.
‘Alfa mengenal wanita itu, ada apa ini sebenarnya, kenapa tatapannya seperti saat menatap diriku, jangan katakan ini sama dengan apa yang aku pikirkan. Tapi kenapa aku merasakan sesuatu yang sesak di dadaku,’ batin Diva yang entah kenapa merasa tidak nyaman dengan suasana malam ini.
‘Dia datang setelah aku memiliki istri, apa dia sudah puas menyakitiku sampai dia baru kembali,’ batin Alfa yang entah kenapa pikirannya menjadi berkecamuk.
“Kakak, akhirnya datang, kenapa kakak baru kembali?” tanya Ana pada wanita cantik tersebut memecah keheningan.
“Maaf ya, kakak baru datang karena sudah selesai dengan tugas kaka disana,” jawab wanita cantik tersebut.
“Ehhm, Alfa kenapa kamu diam saja, apa kau tidak merindukannya?” tanya Fara sambil tersenyum menatap putranya yang seperti orang bingung.
“Aku pikir jika mamah sudah lupa, istriku ada disampingku saat ini,” jawab Alfa dengan suara dingin, membuat wanita yang ada disampingnya semakin penasaran.
“Apa ini istrimu?” tanya wanita itu pada Alfa yang di jawab sebuah anggukan oleh pria itu.
“Baiklah, Diva sayang, perkenalkan ini Dara, teman masa kecil Alfa,” ucap Fara memperkenalkan wanita tersebut sambil tersenyum manis ke arah menantunya tersebut.
“Hai, aku Diva,” ucap Diva mengulurkan tangannya pada wanita yang bernama Dara tersebut.
“Aku Dara, teman masa kecil sekaligus cinta pertama suamimu, senang bertemu denganmu,” ucap Dara sambil tersenyum manis pada Diva.
Degg!
‘Jadi ternyata memang seperti itu, sepertinya wanita itu kecewa melihat Alfa sudah menikahiku, tapi, apa Alfa masih mencintai wanita ini. Tapi kenapa pada waktu seperti, entah kenapa hatiku sakit saat mendengar dan mengetahui bahwa ada cinta masa lalu yang belum terselesaikan, ini pertama kalinya aku seperti seorang pengemis dalam suatu hubungan,’ batin Diva yang merasa kecewa dengan dirinya sendiri.
“Sebaiknya jaga ucapanmu, sekarang dialah satu-satunya yang menjadi istriku,” tegas Alfa dingin sambil mentap tajam ke arah Dara, membuat wanita itu semakin sakit hati.
“Hmm, maafkan aku,” ucap Dara dengan berpura-pura tidak enak hati.
“Sebaiknya kita makan malam dulu,” ucap Fara memecah suasana dingin tersebut.
Setelah perbincangan panas tersebut, akhirnya mereka makan malam dengan suasana mencekam. Hingga tak terasa makan malam pun telah berakhir.
“Aku sudah kenyang mah, entah kenapa suasan malam ini terasa aneh hingga membuat napsu makan ku menghilang, aku pergi ke kamar duluan ya,” ucap Ana yang bangkit terlebih dahulu dan bergegas ke kamarnya.
“Baiklah, kalau begitu ayo kita pindah ke ruang tamu saja untuk berbincang,” ajak Fara pada orang yang ada di meja makan tersebut.
“Istriku harus istirahat, silahkan mamah saja yang menemani dirinya,” ucap Alfa dingin.
“Apa kau sudah lelah sayang?” tanya Fara pada menantunya yang terlihat bingung, disisi lain ia tidak mau melihat wanita ulat itu, disisi lain ia juga penasaran.
“Tidak terlalu kok mah,” jawab Diva yang membuat Alfa mendengus dengan kesal.
...----------------...
Tak butuh waktu lama, kini meraka sudah ada di ruang tamu, Alfa dengan sifat dinginnya, Diva dengan rasa penasarannya dan Dara dengan cepatnya mencari banyak perhatian pada pria itu.
“Tante, apa aku boleh berbicara dengan Alfa?” tanya Dara pada Fara, yang seolah wanita paruh baya tersebut adalah kuncinya.
“Kalian bicaralah, mamah akan ke kamar, kau menginaplah disini malam ini,” ucap Fara lalu bergegas pergi.
“Alfa,” panggil Dara pada pria itu.
“Ayo ikut aku!” bangkit dari tempat duduknya dan bergegas pergi menuju halaman kolam renang di samping rumah, membuat Dara langsung tersenyum senang dan langsung mengikuti langkah kaki pria tampan tersebut dan meninggalkan Diva seorang Diri.
‘Apa aku sudah mencintainya, apa dia sudah melupakan aku dalam sekejap mata, bahkan dia tidak melihat ke arah ku sama sekali saat ia meninggalkan aku, apa aku harus meninggalkan semuanya dan kembali ke rencanaku yang sebelumnya,’ batin Diva bertanya-tanya, entah sejak kapan ia mengakui perasaannya pada suaminya. Hingga tanpa sadar, lelehan bening mengalir dari pelupuk mata indahnya.
...----------------...
Disisi lain, Alfa sudah sampai di halaman kolan renang yang ada di samping rumah utama.
“Alfa,” ucap Dara yang langsung memeluk Alfa dengan suara dan tubuh yang bergetar akibat menangis, sedangkan Alfa, pria itu terlalu kaget hingga tak menyadari apa yang telah ia lakukan dan tetap membiarkan wanita tersebut memeluk tubuhnya dengan sangat erat.
“Aku merindukanmu, maafkan aku, aku mohon maafkan aku, sayang,” ucap Dara dengan lirih yang tak melepaskan pelukannya pada pria yang sudah beristri tersebut.
“Apa kau sudah puas, hum?” tanya Alfa dengan suara rendah, jujur saja hatinya masih terasa sangat sakit.
“Maafkan aku, sudah lima tahun ini aku tidak mengabari dirimu, tapi aku mohon percayalah padaku, aku sangat mencintai dirimu,” jawab Dara yang sudah terisak dalam pelukan hangat pria itu.
“Aku percaya padamu, tapi aku sudah mempunyai istri dan aku sangat mencintai dirinya,” jawab Alfa yang membuat Dara mendongakan kepalanya menatap Alfa.
“Apa kau mencintai dirinya, sama seperti kau mencintai diriku?” tanya Dara menatap sendu ke arah Alfa, membuat perasaan pria itu semakin berkecamuk tak menentu.
...****************...
Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.
Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...
Follow IG Author @aran_diah
Hatur nuhun.
Hai kalian ... gimana kabarnya? Mimin harap kalian sehat semua, nanti Mimin balik lagi ya ...