Leave Me Please Hubby

Leave Me Please Hubby
Chapter 41



Selamat membaca ...


“Baiklah mah, aku tidak akan mengganggu keberadaan kalian, aku pergi,” ucap Diva dengan deraian air mata yang sudah deras membasahi pipinya, dengan langkah gontai ia terus melangkahkan kakinya sejauh mungkin.


Sedangkan Dara, wanita tersenyum penuh kemenangan setelah kepergian Diva, ia sudah bersusah payah untuk menyingkirkan wanita sia*lan yang sudah berani merebut kekasihnya.


“Mamah tidak menyangka jika wanita itu punya niat jahat pada putraku, aku tidak akan pernah membiarkan dia mendekati putraku, aku begitu tulus menyayanginya sama seperti putriku sendiri, tapi dia dengan seenaknya menyakiti keluargaku,” ucap Fara sambil terisak, membayangkan bagaimana pasangan itu bersikap manis saat di hadapannya. Sedangkan Dara, wanita itu sangat senang mendengar penuturan dari wanita paruh baya tersebut.


Tak lama setelah itu, datang seorang dokter yang menghampiri mereka.


“Keluarga Tuan Alfa Edison Sagala,” ucap sang dokter.


“Saya ibunya dokter, apa putraku baik-baik saja?” tanya Fara yang bangkit dari duduknya sambil mengusap air matanya.


“Tuan Alfa sudah baik-baik saja dan sekarang sudah sadarkan diri, kalian sudah boleh menjenguknya, apa isrti dari tuan Alfa sudah pergi?” tanya sang dokter saat tak melihat wanita yang dari tadi menangis dan terus menanyakan suaminya, tapi pada waktu menjenguk sudah tidak ada.


“Dia sudah pergi,” jawab Fara dengan datar dan langsung masuk ke dalam ruangan di mana Alfa berada, yang langsung di ikuti oleh dara dari belakang.


Ceklekk!


Suara pintu terbuka, menandakan seseorang masuk ke dalam ruangannya, seorang pria tampan yang terbaring lemah di atas pembaringan tersebut, kini melihat ke arah sumber suara pintu, berharap ia akan melihat wajah cantik sang istri dan ingin memastikan keadaan wanita itu, namun ketika ia melihat siapa saja yang datang, pria tampan itu mengerutkan keningnya, sama sekali tidak ada.


“Sayang, bagaimana keadaanmu?” tanya Fara sambil mengelus wajah putranya yang masih pucat pasih.


“Aku baik-baik saja mah,” jawab Alfa dengan singkat, ia terus melirik dengan ekor matanya, ke arah pintu, berharap istrinya akan datang menjenguknya, bahkan hanya untuk sekedar melihat wajahnya saja ia sudah sangat bahagia.


“Alfa, aku turut perihatin dengan kejadian ini, aku harap kau bisa menyadari semua perbuatan istrimu,” ucap Dara yang membuat Alfa semakin bingung dan terus bertanya-tanya kemana istrinya.


“Sayang, mamah sudah tahu yang sebenarnya, kau tidak perlu banyak berkorban lagi dalam pernikahan kalian, maafkan mamah ya, mamah yang sudah membuatmu terus terluka karena tidak ingin menyakiti hati mamah, kau terus bertahan dengan wanita itu agar tidak membuatku sakit kan,” ucap Fara yang membuat Alfa merasakan firasat buruk.


Degg!


‘Jika mamah sudah tahu yang sebenarnya, apa mamah juga sudah bertindak pada istriku, ini tidak seperti apa yang aku pikirkan kan, aku tidak akan sanggup jika semuanya adalah apa yang aku pikirkan,’ batin Alfa merasa sakit di dadanya saat sang mamah mengatakan hal itu.


“Apa yang mamah maksud, kemana istriku mah?” tanya Alfa yang tidak bisa menahan rasa ingin tahunya.


“Kau tidak perlu menanyakan isrtimu lagi, kau sudah buta dalam mencintai, mamah tidak ingin kau terluka lagi, jika kau kembali terluka, mamah tidak yakin bisa hidup tanpa dirimu atau tidak, mamah sangat menyayangimu, mengertilah, semua yang mamah lakukan adalah demi kebaikan mu,” jawab Fara yang membuat hati Alfa hancur seketika, baru saja ia ingin memulainya, malah sekarang ibunya sendiri yang menjauhkannya.


“Apa yang di katakan tante Fara benar, sekarang istrimu sudah kembali pada kekasihnya,” ucap Dara yang semakin Alfa tak percaya.


“Katakan semua ini adalah kebohongan, mah! Diva tidak seperti yang mamah pikirkan, dia masih menantu mamah yang dulu,” ucap Alfa agar mamahnya tidak mudah terhasut.


“Cukup! Mamah tidak ingin mendengar kau terus membela wanita yang suka berselingkuh itu, akan mamah pastikan jika dia tidak akan pernah kembali dalam hidupmu,” ucap Fara yang sudah muak dengan wanita itu.


“Aku ingin istirahat mah, tolong tinggalkan aku sendirian,” pinta Alfa sambil memalingkan wajahnya ke arah lain, ia tidak ingin berdebat lagi dengan mamahnya, dia juga tidak tahan jika istrinya di jelekan tepat di hadapannya.


“Alfa, aku harap kau bisa menerima kenyataannya, istrimu itu tidak pernah mencintai dirimu, kau sudah membuang waktu untuk berkorban demi dirinya, sebaiknya kita kembali sama seperti dulu lagi, kau dan aku, kita sama-sama saling mencintai, bukankah ini yang kau inginkan, aku akan menunggumu,” ucap Dara yang tidak tahu malu membisikan hal itu, membuat Alfa menyesali semuanya dan telah menyakiti istrinya, sungguh ia merasa jijik pada wanita yang ada di hadapannya ini.


“Cih! Jangan pernah mimpi, aku tidak akan pernah melepaskan permata hanya demi sebuah batu kerikil, justru aku sangat menyesal telah mengenal dirimu, sebaiknya kau jaga batasanmu, karena aku tidak bisa menjamin akan selalu bersikap manusiawi padamu,” ucap Alfa sambil menatap tajam ke arah Dara, membuat wanita itu memundurkan langkah kakinya karena takut sekaligus terkejut.


‘Tidak, ini tidak mungkin, bagaimana mungkin dia bisa mengatakan hal itu, dari dulu dia sangat mencintaiku dan tidak pernah bersikap kasar padaku, apa dia benar-benar sudah mencintai wanita mur*ahan itu,' batin Dara yang tidak ingin mempercayai semua yang ia dengar.


Setelah mendengar ucapan Alfa yang bersifat ancaman itu, Dara langsung keluar dengan langkah tergesa-gesa dan meninggalkan Alfa seorang diri.


Hhaaahh!


Alfa membuang napasnya dengan kasar, perjuangan apa lagi untuk memiliki wanita itu, sungguh ia tidak akan pernah membiarkan istrinya pergi begitu saja.


“Sayang, maafkan aku yang tak bisa melindungi mu disaat seperti ini, aku tidak tahu apa yang telah mereka lakukan padamu hingga kau pergi lagi dariku, apakah sesulit ini mencintaimu, kembalilah padaku, aku hanya ingin hidup bersamamu, aku ingin menghabiskan sisa hidupku dengan dirimu, ayo kembalilah padaku, kita hidup bersama dan membesarkan anak-anak kita bersama, apa kau sudah membenciku, aku akan menemukan dirimu secepatnya,” gumam Alfa terisak, sungguh ia merasa tak berguna bagi istrinya, ia bahkan tidak ada di samping istrinya saat semua orang mencemooh dirinya, bahkan ia tidak bisa melindungi wanita yang ia cintai.


...----------------...


Disisi lain seorang wanita yang terus menyusuri jalanan tak tahu arah, ia terus melangkahkan kakinya entah kemana, ia juga tidak ingin kembali ke rumah orang tuanya dan mempermalukan kedua orang tuanya tersebut, bahkan saat ini ia sudah tak mempunyai apapun lagi, tas yang ia pakai tertinggal entah dimana.


“Bukankah itu istri Alfa, kenapa menyusuri jalanan seperti itu, kemana Alfa, aku harus memastikannya,” gumam seorang pria bertanya-tanya dalam benaknya terhadap wanita itu, dan segera menghampirinya.


Tiiinn! Tiiin! Tiiin!


Suara kelakson mobil mewah tepat di belakang wanita cantik dengan penampilan yang sangat buruk dengan wajah sembab dan mata bengkak akibat banyak menangis, membuat Diva terlonjak kaget dan langsung menyingkir dari jalanan, hingga mobil itu berhenti tepat di sampingnnya.


Sungguh ia tidak tahu dengan mobil mewah tersebut, dan Diva segera mempercepat langkah kakinya agar tidak terjadi sesuatu yang buruk menimpanya, di usir mertua saja sudah menjadi mimpi buruk baginya, ia tidak ingin sesuatu yang lebih buruk datang lagi padanya.


“Apa kau Diva istri Alfa Edison Sagala?!” tanya seseorang yang sudah keluar dari mobil mewahnya, membuat Diva berhenti seketika.


Degg!


“Siapa yang mengenaliku, apa dia musuh Alfa?” gumam Diva bertanya-tanya siapa seorang pria yang bertanya seperti itu padanya, tanpa menoleh ke arah sumber suara sedikitpun.


...****************...


Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.


Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...


Follow IG Author @aran_diah


Hatur nuhun.