Leave Me Please Hubby

Leave Me Please Hubby
Chapter 15



Selamat membaca ...


“Jika aku menjawab iya, apa kau menyesal telah menikah denganku, untuk apa aku harus mempedulikan tatapan mereka, karena sekarang aku hanya seorang pengangguran dan hanya diam di rumah saja, apa bedanya dengan tahanan rumah,” ucap Diva sambil tersenyum sinis ke arah suaminya.


“Tentu saja, aku menyesal jika tidak segera menikahimu, aku lebih suka wanita yang berdiam diri di rumah seperti istriku ini,” jawab Alfa sambil tersenyum ke arah wanita yang sedang menahan kekesalan di hatinya.


Triiinnggg triiiinggg triiiingg.


Suara dering yang berasal dari ponsel milik Alfa. Dengan cepat Alfa mengambil benda pipih yang ada di saku jas miliknya.


“Aku akan segera pulang, cepat jemput kami!” titah Alfa pada seorang pria yang ada di sebrang sana yang tak lain adalah sekertaris Sam, dan langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak.


“Kita akan segera pulang, apa kau masih ingin makan?” tanya Alfa pada istrinya yang masih saja menikmati makanannya.


“Aku masih lapar,” jawab Diva datar dan sengaja, tanpa mau melihat ke arah suaminya, dan itu membuat Alfa kesal karena sudah di abaikan.


“Sudah, jangan makan lagi, ayo kita ke kamar untuk bersiap,” ajak Alfa yang langsung menggendong tubuh mungil milik Diva.


Sedangkan, Diva langsung memberontak saat tubuhnya melayang di udara karena Alfa yang sangat tiba-tiba menggendongnya.


“Lepaskan aku!” ucap Diva yang menekan setiap ucapannya, karena ia tahu itu tempat umum.


“Sebaiknya kau diam dan menurut saja, atau aku akan mengulangi kegiatan pagi tadi,” ancam Alfa yang berbisik di telinga Diva, membuat wajah Diva seketika memerah bagai udang rebus.


...----------------...


Tak butuh waktu lama, kini Diva dan Alfa sudah sampai di kamar mereka.


“Kita mau menyiapkan apa lagi, aku hanya membawa tas kecil saja,” ucap Diva dengan malas.


“Aku mau memulihkan imun ku,” ucap Alfa sambil menatap Diva dengan tatapan yang sangat sulit di artikan, sambil terus melangkahkan kakinya ke arah Diva, membuat Diva merinding seketika.


“Mau apa kau?!” bentak Diva saat menyadari bahwa pria tampan itu pasti akan melakukan sesuatu padanya.


“Apa kau takut, sayang?” tanya Alfa sambil menampilkan senyum smirknya.


Grepp!


Alfa memeluk Diva saat tahu jika istrinya akan melarikan diri dari jangkauannya.


“Apa yang kamu lakukan, cepat lepaskan aku!” bentak Diva sambil terus memberontak dalam pelukan suaminya.


Brukk!


Alfa menindih Diva di atas tempat tidur, satu tangannya yang terus menahan kedua tangan milik Diva, satu tangan lainnya membuka kancing kemeja miliknya, membuat Diva semakin tidak terima jika dirinya di sentuh pria lain.


“Kau sudah bilang tidak akan menyentuhku, apa kau pria yang tidak bisa menepati janjimu, cepat lepaskan aku, sekertaris mu akan segera datang!” teriak Diva yang sudah tidak kuat untuk memberontak, karena gerakannya sudah di kunci oleh suaminya.


Setelah membuka beberapa kancing kemeja miliknya, Alfa langsung menurunkan kain di bagian dada wanita itu, karena Diva hanya memakai tang*top saja, tanpa menunggu lama lagi, Alfa langsung menyambar buntalan yang kenyal seperti squishi tersebut.


Alfa terus menikmatinya dengan sangat rakus, tak lupa juga buntalan satunya tak di biarkan menganggur, tangan besar dan kokohnya terus mere*mas kekenyalan tersebut, bahkan mulutnya secara bergantian melahap secara rak*us, begitu juga tangannya, ia memberikan tanda kepemilikkan di bagian tersebut tanpa tersisa celah sedikitpun.


Diva yang di perlakukan seperti sudah tidak bisa bergerak sedikitpun, logikanya menolak, tapi tubuhnya bereaksi dengan sangat sensitif, membuat ia seperti cacing kepanasan, ia terus berusaha menahan suara desa*hannya agar tidak lolos begitu saja.


Namun, di saat Diva tengah menikmati sentuhan Alfa, tiba-tiba pria itu menghentikan aksinya, tidak dapat di pungkiri, ada raut kekecewaan di raut wajah cantik Diva.


Sedangkan Diva masih berbaring di atas tempat tidur tersebut karena kesal sekaligus kecewa pada dirinya sendiri, bahkan wanita cantik itu belum menyadari jika bagian dadanya masih terbuka dan terpampang dengan jelas, membuat Alfa tersenyum gemas sambil menunduk kembali.


“Apa yang akan kau lakukan?!” bentak Diva saat melihat suaminya membungkuk kembali, setelah pria tampan itu mengecewakan dirinya.


“Apa kau kecewa, sayang?” tanya Alfa sambil menarik kembali pakaian bagian atas milik Diva, sontak saja wanita cantik itu terkejut sekaligus merasa malu dengan apa telah ia lakukan.


“Lepaskan aku! Aku bisa membenarkan pakaianku sendiri,” ucap Diva sambil mendorong Alfa agar menjauh dari tubuhnya.


“Sudah selesai, apa yang akan kau benarkan,” ucap Alfa sambil tersenyum menggoda Diva, membuat Diva merasa jijik dengan tatapan seperti itu.


Tokk tokk tokk.


Suara ketukan yang berasal dari arah pintu, membuat Alfa langsung melangkahkan kakinya menuju sumber suara tersebut.


Ceklekk.


“Selamat pagi, tuan muda,” sapa seorang pria yang tak kalah tampan dan datar seperti sang tuan mudanya dari balik pintu.


“Tunggu di bawah saja Sam, aku akan turun lima menit lagi,” titah Alfa yang pada pria yang tak lain adalah sekertaris Sam.


“Baik, tuan muda,” ucap sekertaris Sam sambil membungkuk hormat, kemudian langsung bergegas untuk turun dan menunggu di bawah sana.


“Sayang, tolong bantu aku benar pakaianku,” ucap Alfa sambil melangkahkan kakinya menuju sang istri.


“Ck! Merepotkan sekali,” decak Diva namun tetap melakukan apa yang Alfa minta, karena ia juga harus segera kembali ke rumah mertuanya dan bersiap untuk bersandiwara untuk saling mencintai di hadapan keluarganya.


Setelah drama dalam kamar, kini, Alfa dan Diva sudah berada di dalam mobil menuju rumah utama milik Alfa, hanya ada keheningan di dalam sana, jangan tanya sekertaris Sam yang sangat dingin itu, pria yang bekerja sebagai sekertaris itu hanya bicara seadanya saja.


...----------------...


Tak butuh waktu lama, kini mereka sudah sampai di rumah utama milik Alfa, di sana para pelayan dan beberapa yang menyambut kedatangan meraka.


Dengan langkah pasti, Alfa dan Diva memasuki rumah besar dan mewah tersebut, tak lupa juga sang sekertaris yang kaku mengikuti mereka dari arah belakang, memang benar adanya, jika sekertaris Sam tidak akan mudah jauh dari sang tuan mudanya.


Hingga dua orang wanita yang berbeda generasi datang untuk menyambut menantu dan kakak iparnya dengan sangat antusias.


“Sayang, selamat datang di keluarga Edison, kamu harus betah ya tinggal di sini, mamah senang kalian akhirnya mau tinggal di sini,” ucap wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di usianya yang sudah tidak muda lagi.


“Terima kasih mah,” ucap Diva singkat.


“Sayang, apa kau masih bekerja sebagai model, mamah harap kamu bisa menjadi ibu rumah tangga saja, biarkan suami mu yang mencari nafkah untukmu,” pinta Fara pada Diva, sedangkan Diva hanya diam tak menanggapi permintaan sang mertua.


...****************...


Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.


Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...


Follow IG Author @aran_diah


Hatur nuhun.