Leave Me Please Hubby

Leave Me Please Hubby
Chapter 47



Selamat membaca ...


Setelah berdebat dengan sahabat Diva, akhirnya wanita itu segera pergi ruangan Alfa, meninggalkan pria tampan itu merenungi semua yang telah terjadi, ia juga tidak sanggup menahan semua ini, kehilangan orang yang ia cintai dan ia sayangi beberapa kali, membuatnya tak ingin merasakan hal yang sama terulang lagi.


Alfa berharap ada petunjuk lain yang bisa mempertemukan dirinya dengan sang istri, ia hanya ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan orang-orang yang ia sayangi dan ia cintai, membesarkan anak-anak mereka dengan istri yang sangat ia cintai.


Air matanya meleleh hingga terjatuh membasahi pipinya, memejamkna matanya sambil menikmati rasa pedih dalam hatinya, hilangnya sang istri membuatnya lebih terpuruk dibanding dengan dulu saat di tinggalkan sebelum menikah. Hingga seseorang yang masuk ke ruangannya tanpa ia ketahui, memperhatikan pria yang rapuh saat ini.


“Apa begitu menyakitkan sampai kau terlihat menyedihkan seperti ini?” tanya seorang wanita yang sudah berdiri di hadapan Alfa, membuat Alfa terkejut namun tidak mempelihatkan keterkejutannya tersebut dan memilih untuk memejamkan matanya saja.


“Mau apa kau kemari?” tanya Alfa dingin tanpa membuka matanya sama sekali.


“Aku ingin mengambil apa yang seharusnya aku miliki saat beberapa tahun lalu,” jawab seseorang itu dengan percaya diri.


“Apa kau masih berani mengatakan hal itu padaku sekarang?” tanya Alfa yang kini sudah membuka matanya dan menatap seseorang yang ada di hadapannya tersebut.


“Dua bulan yang lalu, saat aku baru kembali kesini, pertama bertemu setelah berpisah, kau mengatakan masih mencintaiku, aku hanya ingin menagih janji itu,” jawab seseorang itu.


“Aku hanya ingin menguji istriku saja. Dara, aku harap kau pergi jauh dari kehidupanku,” ucap Alfa pada seseorang itu yang tak lain adalah Dara.


“Kenapa, kenapa kau melakukan ini padaku, aku sangat mencintaimu,” ucap Dara lirih, ia tidak ingin kehilangan pria yang ia cintai itu untuk kedua kalinya, sudah cukup ia menjadi bodoh karena telah meninggalkan Alfa.


“Cukup Dara! Hubungan kita sudah berakhir di saat kau pergi di hari pernikahan kita, apa kau tidak merasa bersalah sedikitpun karena hal itu, kau malah menyalahkan istriku atas semua kesalahan yang kau buat, bukan salahku berpaling darimu dan memilih Diva, Diva adalah wanita baik-baik, dan dia berbeda denganmu,” ucap Alfa tajam, membuat Dara semakin tidak bisa menerima semua ini.


“Tidak, aku melakukan ini bukan untuk meninggalkan mu, aku tahu kau masih mencintaiku dan masih setia padaku, aku tahu wanita itu sudah menggodamu, bagaimana caranya dia bisa menggodamu, dia merebut milikku, kau tidak bisa bersama dengannya,” ucap Dara yang kini sudah terisak dan berderai air mata.


“Cukup! Diva tidak pernah merebut apapun darimu, dia tidak pernah menggodaku, justru aku yang merebutnya dari orang lain, justru aku yang menginginkan dirinya untuk menjadi istriku, kau tidak pantas untuk menilai istriku seperti itu, aku harap kau bisa pergi secepatnya dari sini,” geram Alfa dengan ucapan wanita yang tidak tahu malu tersebut.


“Cepat katakan padaku, berapa harga kau membeli wanita itu, berapa malam dia menghangatkan ranjang mu?” tanya Dara sambil berteriak di depan Alfa, membuat pria itu semakin murka saat istrinya di rendahkan seperti itu, hingga ia tidak bisa menahan diri lagi untuk tetap diam.


Plakkk!


“Awhh,” tangan Alfa meleyang dan mendarat di pipi mulus wanita cantik itu hingga Dara meringis kesakitan, ia tidak menyangka jika pria yang dulu sangat mencintai dirinya dengan lembut dan penuh kasih sayang kini tega mendaratkan tangannya di kulit mulusnya.


“Kau tidak pantas untuk mengucapkan hal kotor tentang istriku, apa kau ingin tahu berapa banyak dia menghangatkan ranjangku, jawabannya adalah setiap malam. Istriku selalu menghangatkna ranjangku, apa kau sudah puas. Pergilah,” ucap Alfa sambil mencengkram kedua pipi Dara membuat wanita itu meringis kesakitan.


“Kau akan menyesal karena telah memilih wanita itu, akan aku pastikan kau akan kembali padaku,” ucap Dara bernada peringatan tersebut, dan segera pergi dari ruangan itu sambil mengusap air matanya, dan merapihkan penampilannya yang sangat berantakan.


Hingga ia berpapasan dengan sekertaris Sam yang melihat penampilannya, membuat pria itu salah paham dengan keadaan yang sebenarnya terjadi.


Tokk! Tokk! Tokk!


“Masuk!” seru seorang pria dari dalam.


“Tuan, apa yang sudah terjadi, saya lihat penampilan nona Dara ...,” ucap sekertaris Sam menggantung, yang hanya ingin memastikan keadaan yang sebenarnya agar tidak terjadi masalah lain.


“Memangnya apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Alfa menatap sekertaris Sam dengan tatapan sinisnya.


“Tidak ada tuan muda,” jawab sekertaris Sam dengan cepat.


“Ada apa lagi kau kemari?” tanya Alfa pada sang sekertaris.


“Tuan, beberapa proyek kita yang ada diluar kota sudah di laksanakan tadi pagi, mungkin membutuhkan waktu beberapa bulan untuk peninjauannya,” jawab sekertaris Sam.


“Atur saja semuanya, kau juga jangan lupa, kirim orang-orangku untuk mencari keberadaan istriku, aku tidak mau tahu, kau harus menemukan istriku secepatnya,” ucap Alfa bernada perintah tersebut.


...----------------...


Di sisi lain, seorang wanita yang terbaring lemas di atas pembaringan rumah sakit, baru saja tersadar dari pingsannya, dengan di temani seorang wanita yang telah menjadi temannya tersebut.


“Enghhh,” terdengar suara lenguhan seorang wanita tersebut yang tak lain adalah Tasya, sambil memegangi kepalanya karena masih terasa pusing. Mendengar suara lenguhan dari Tasya, Elsa langsung mengahampiri wanita itu dan mendekat ke arah pembaringan tersebut.


“Tasya, apa kau masih merasa pusing?” tanya Elsa dengan khawatir.


“Sedikit, di mana aku?” tanya Tasya yang belum menyadari keberadaanya.


“Kau sedang ada di rumah sakit,” jawab Elsa dengan cepat. Tsya yang mendengar jawaban dari Elsa langsung terlonjak dan langsung mendudukan tubuhnya, ia takut ada penyakit dalam tubuhnya dan mengakibatkan ia harus di rawat, ia tidak memiliki uang lebih untuk sekedar berobat.


“Benarkah. Apa yang sebenarnya terjadi padaku?” tanya Tasya dengan panik. Melihat raut kekecewaan dalam wajah Elsa, membuat Tasya semakin bingung sendiri.


“Sekarang jawab pertanyaanku dengan jujur, siapa ayah dari anak yang kau kandung?” bukan menjawab, Elsa justru memberikan pertanyaan yang membuat Tasya lebih terkejut lagi.


“Ma- maksud kamu?” tanya Tasya yang ingin meyakinkan dengan mata yang sudah berkaca-kaca sambil menatap lekat wajah Elsa, untuk melihat apakah wanita itu berbohong atau hanya ingin bermain-main dengan dirinya, namun sayang, tatapan Elsa tak ada kebohongan sedikitpun.


“Benar, kau sedang hamil, ini surat hasil pemeriksaan dokter,” jawab Elsa sambil memberikan surat itu pada Tasya, denga cepat Tasya meraih surat tersebut.


Kaget, itulah yang ia rasakan saat ini, ia bahkan sudah mengandung selama lima minggu, entah harus senang atau sedih. Niat ingin meninggalkan suaminya tanpa jejak, justru kini suaminya sendiri yang sudah memberikan jejak kehidupan untuk seumur hidupnya. Ia mere*mas surat tersebut hingga tak berbentuk, air matanya sudah mengalir dengan deras, ia menangis dengan diam, tanpa isakan sedikitpun tapi air matanya terus mengalir.


“Ini tidak mungkin, dokter pasti salah, ini pasti salah El, aku tidak mungkin hamil,” ucap Tasya sambil menggeleng frustasi.


“Tasya, tenangkan dirimu, dokter tidak mungkin salah memeriksa pasiennya, kau memang sedang hamil, sekarang kau harus mencari ayah dari anak yang kau kandung, pria itu harus bertanggung jawab,” ucap Elsa menenagkan Tasya, yang justru membuat Tasya semakin menggelengkan kepalanya dengan cepat dan terus menangis.


“Tolong jangan beri tahu soal kehamilan ku pada siapapun, aku mohon, tolong rahasiakan masalah ini berdua saja,” pinta Tasya memohon pada Elsa, membuat Elsa akhirnya tidak tega dan menuruti keinginan Tasya.


“Apa kau tahu ayah dari anak ini?” tanya Elsa dengan lembut, agar tidak menyinggung sahabatnya tersebut. Namun, Tasya hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, bukan ingin membohongi sahabatnya sendiri, ia hanya tidak ingin Elsa terkejut dan malah tidak mempercayai dirinya.


“Apa kau ingat ciri-ciri pria yang menghamili dirimu?” tanya Elsa yang ingin membantu Tasya mencari ayah dari anak yang di kandung oleh Tasya. Namun jawaban yang di berikan oleh Tasya tetap sama, wanita itu hanya menggelengkan kepalanya saja, yang semakin membuat Elsa percaya bahwa Tasya sudah di perk*osa oleh pria yang tidak bertanggung jawab, ia menatap Tasya dengan rasa iba.


‘Kenapa kau tidak pernah mau melepaskan aku, dan sekarang kau malah memberikan jejak hidupmu dalam hidupku, aku takut, aku takut kau akan mengetahui jejak diriku, aku takut kau menemukan anak kita dan mengambilnya dariku, aku tidak bisa kembali ke sisimu, aku takut anak kita menanyakan dan mencari sosok ayah dalam hidupya, apa yang harus aku katakan, apa yang harus aku lakukan,’ batin Tasya yang merasa takut.


“Aku turut perihatin padamu, kenapa ada orang yang tega berbuat seperti ini padamu, jika aku bertemu dengan pria bren*gsek itu, akan aku beri dia pelajaran hingga putus keturunannya,” gerutu Elsa yang malah geram sendiri dengan kejadian yang di alami oleh sahabatnya tersebut.


‘Apa kau akan menghajar suamiku jika kau bertemu dan tahu, bahwa suamikulah yang menghamili diriku, pria bre*ngsek yang kau maksud, yah, dia memang pria bre*ngsek yang sangat aku cintai setelah aku menyadari semua hal ini di akhir cerita,’ batin Tasya yang tidak tahu harus mengatakan apa pada sahabatnya tersebut, tapi ia tidak akan memberi tahu pada siapapun siapa ayah dari anaknya ini.


“Terima kasih Elsa, kau masih mau membantu diriku, tapi aku mohon jangan bocorkan masalah ini pada pak Rey juga, aku tidak tahu harus bagaimana jika tidak bekerja,” pinta Tasya pada Elsa, ia tidak mau di pecat sebelum semua orang tahu tentang kehamilannya, karena ia akan mengumpulkan uang dulu sebelum pergi.


“Aku mengerti ketakutan mu, aku akan selalu membantu dirimu, asal kau tidak menutupi apapun lagi dariku, aku tahu kau sangat menderita karena kejadian yang menimpa dirimu, tapi kau malah menutupinya dariku, hingga aku tahu kau sudah hamil saja,” ucap Elsa yang sambil menggerutu karena merasa tidak di anggap oleh Tasya, dan tetap mengira jika Tasya sudah di perk*osa oleh pria bren*gsek.


“Baiklah, aku hanya tidak ingin membebani dirimu, maka dari itu aku hanya memendamnya sendiri saja,” dusta Tasya pada Elsa.


...****************...


Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.


Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...


Follow IG Author @aran_diah


Hatur nuhun.