Leave Me Please Hubby

Leave Me Please Hubby
Chapter 26



Selamat membaca ...


“Sayang, apa kau suka?” tanya Alfa yang sudah menempel bagai cicak pada istrinya, membuat Diva muak dengan tingkah suaminya yang sangat over.


“Apa kau bisa melepaskanku, apa kau tidak malu jika dilihat semua orang, hah?” tanya Diva jengah dengan pria tampan tersebut. Dimana julukannya sebagai pria dingin dan kejam, jika bersamanya bagai anak kucing yang manja, begitu pikir Diva jengah.


“Pemandangan yang seperti ini sudah biasa, aku tahu kau tidak bodoh, aku hanya ingin memeluk istriku saja, apa itu salah, hum,” sambil terus menciumi wajah istri cantiknya.


“Kau membuat riasan ku berantakan dengan air liurmu,” gumam Diva yang akhirnya tak ingin berdebat dengan pria tampan tersebut. Jika saja itu wanita di luaran sana, sudah pasti dengan senang hati memberikan tubuhnya secara Cuma-Cuma.


“Apa kau sudah lapar?” tanya Alfa pada wanita cantik itu.


“Tentu saja aku sangat lapar,” jawab Diva dengan ketus.


“Pantas saja, kau jadi sangat galak jika sedang lapar,” ucap Alfa, sedangkan Diva hanya memutar matanya malas saat menanggapi penuturan dari suaminya yang sangat konyol baginya.


...----------------...


Setelah puas berjalan-jalan, kini Diva dan Alfa sedang menuju restauran di dekat sana. Tak butuh waktu lama, kini mereka sudah sampai di restaurant Le Jules Verne, restauran hidangan kelas atas perancis.


Mereka memilih duduk di dekat jendela agar bisa melihat pemandangan indah diluar. Mereka memesan dua Bacalao, Foie Gras, Scallop, dan orange juice.


“Kenapa kau memesan banyak makanan?” tanya Diva menatap Alfa penuh selidik.


“Aku tidak mau kau berubah menjadi galak karena kelaparan,” jawab Alfa dengan santai membuat Diva hanya mendengus kesal.


‘Apa dia sudah gila, kemana julukan yang menyeramkan itu, kenapa dia menjadi sangat menyebalkan di mataku,’ gerutu Diva dalam hati, dengan mulut yang masih mengunyah makanannya dengan lahap. Sedangkan Alfa yang melihat istrinya makan dengan lahap begitu sangat menggemaskan di matanya.


“Makan saja seperti anak kecil, pelan-pelan saja, tidak akan ada yang merebut makananmu,” ucap Alfa sambil mengusap noda makanan yang berantakan di sudur bibirnya dengan sangat lembut.


Plakk!


“Lepaskan tanganmu itu!” sambil menepis tangan suaminya.


Satu minggu kemudian ...


Setelah menikmati masa-masa liburan mereka selama kurang lebih satu minggu ini, kini Diva sudah tidak tahan dengan pernikahannya yang terasa begitu menyesakkan, sikap Alfa yang membuatnya merasa terkekang dengan pernikahannya berdasarkan paksaan tak membuat wanita cantik itu bahagia.


Sekarang adalah hal yang tepat untuk meminta berpisah dengan pria itu, jika memang tidak bisa, maka ia akan memakai caranya sendiri agar bisa terlepas dari jeratan pria gila tersebut.


Malam hari ini, seorang wanita yang sedang memikirkan cara yang tepat untuk berbicara pada suaminya, ia memang harus berhati-hati karena tempramen pria itu sangat sensitif.


Ceklekk!


Suara pintu terbuka dari arah kamar mandi, menampilkan sosok pria tampan yang baru saja selesai dengan ritual mandinya. Bahkan pria tampan tersebut keluar dengan hanya mengenakan sehelai handuk yang melilit di pinggang kokohnya, rambut yang masih basah dengan air yang masih mengalir menyusuri wajah sempurna miliknya, membuat Diva hampir lupa dengan tujuannya.


Melihat sang istri yang berdiri dengan raut wajah seperti orang kebingungan membuatnya tak tahan untuk bertanya.


“Apa yang sedang kau lakukan berdiri disana?” tanya Alfa berjalan mendekati sang istri.


“Aku ingin berbicara sesuatu yang sangat penting denganmu, pakailah pakaianmu terlebih dahulu,” ucap Diva sambil memalingkan wajahnya karena malu berdekatan dengan tubuh suaminya, jangan lupa juga wajah cantiknya yang sudah memerah karena menahan malu.


“Katakan saja, aku akan menunggumu berbicara sebelum mengenakan pakaianku,” ucap Alfa sambil membelai pipi merah milik Diva.


“Ayo kita bercerai.” Kaget, bercampur marah menjadi satu, kecewa sudah pasti, karena selama ini hubungan mereka baik-baik saja, bahkan istrinya selalu menunjukan sikap yang membuat dirinya sangat bahagia.


Aaakhhh!


Ringis Diva saat Alfa mencengkram kedua pipinya dengan sangat kasar, matanya menatap Diva dengan penuh kilatan amarah, membuat wanita itu sedikit merasakan ketakutan.


‘Tidak, ini tidak boleh dibiarkan, aku harus tetap berusaha, aku tidak boleh menyerah, saatnya aku mengeluarkan senjataku,’ batin Diva sambil merogoh sesuatu yang ada dalam selipan celananya.


Melihat gerak gerik Diva yang sedang mencari sesuatu di dalam sana, membuat alfa tersadar dan tahu apa yang wanita cantik itu cari.


“Lep- paskan, at- au, ak- ku, mem- bunuhmu,” ancam Diva dengan suara terbata karena sesak, sungguh ini benar-benar pengalaman pertama dalam hidupnya di cekik oleh seorang pria.


Braakkk!


Alfa mendorong Diva hingga terbentur ke tembok.


Akhhh!


Suara ringis Diva merasakan sakit. Namun, dengan secepat kilat ia menodongkan sesuatu yang ada di tangannya, pada pria yang ada di hadapannya.


“Jangan harap aku akan takluk dengan pria brengsek seperti dirimu, asal kau tahu, aku hanya menipu dirimu, aku hanya ingin menghancurkanmu dengan merasakan pengkhianatan dariku!” ucap Diva setengah berteriak.


Doorrr!


“Cih! Apa kau pikir aku tidak tahu dengan pria mana kau berkonspirasi melawanku, kau akan segera tahu dan kau akan menyesalinya seumur hidupmu,” ucap Alfa yang berhasil menghindari tembakan sang istri, pria itu malah menampilkan seringainya.


Degg!


‘Apa maksud pria gila ini, apa dia sudah tahu hubunganku dengan Alex,’ batin Diva bertanya-tanya.


“Baguslah kalau kau sudah tahu, karena kau sudah mengetahuinya, jadi cepat lepaskan aku, bahkan aku akan sangat menyesal karena terus hidup bersama pria gila seperti dirimu!” maki Diva sambil ingin menghajar suaminya.


Bugghh! Bughh! Bugghh!


Diva memukul wajah Alfa, tapi pria itu hanya diam tak bergeming, dan malah menampilkan senyuman smirknya, membuat Diva merinding seketika.


Plakkk!


Alfa menepis senjata yang ada di tangan istrinya hingga terpental jauh.


“Apa kau sudah puas bermain-main sayang?” tanya Alfa dengan senyuman iblisnya, sedangkan Diva yang mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut suaminya, kini memundurkan langkah kakinya hingga tubuhnya membentur dinding kamar hotel tersebut.


“Apa yang kau lakukan, jangan mendekati diriku! Teriak Diva merasakan takut saat melihat wajah Alfa yang sudah kembali dingin dan hanya menampilkan aura mematikan.


“Apa itu kata-kata terakhir yang keluar dari mulut manismu itu, hum, apa kau sudah kehilangan keberanianmu saat ini, kemana keberanianmu tadi yang sangat ingin membunuh suami mu itu, apa kau sudah takut padaku sekarang?” cecar Alfa dengan pertanyaannya yang semakin membuat Diva meringsut ke pojokan dinding kamarnya tersebut.


“Apa maumu?!” bentak Diva yang masih saja berusaha melawan sang suami yang sudah di penuhi amarah yang luar biasa.


‘Cih! Ternyata kau masih saja ingin melawan ku, aku tidak akan membiarkan mu lepas detik ini, aku akan memberimu jejak hidupku untuk seumur hidupmu,’ batin Alfa yang sudah harus memberikan keturunan pada wanita itu.


“Tentu saja memberimu pelajaran yang sangat berharga,” jawab Alfa yang langsung menggendong tubuh mungil Diva untuk dibawa ke tempat tidur.


“Akkhh! Lepaskan aku, apa yang kau lakukan, cepat lepaskan aku!” teriak Diva sambil memberontak dalam gendongan suaminya.


Brakk!


Alfa membanting tubuh Diva di atas tempat tidur.


“Bersiaplah,” ucap Alfa sambil menaiki tempat tidur yang berukuran king size tersebut, membuat Diva meringsut ketakutan sambil menghindari pria tersebut.


...****************...


Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.


Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...


Follow IG Author @aran_diah


Hatur nuhun.


Jika tidak membangun, maka diamlah!