Leave Me Please Hubby

Leave Me Please Hubby
Chapter 14



Selamat membaca ...


Ceklekkk ...


Alfa membuka pintu kamarnya, terlihat di dalam sana seorang wanita yang tengah meringkuk tertidur pulas di atas tempat tidurnya yang berukuran king size tersebut, dengan langkah pasti dan pelan, pria tampan itu memasuki kamarnya menuju sang istri.


“Apa kau tahu, aku sangat mencintaimu, tapi aku tidak tahu apa itu cinta, yang aku tahu saat ini aku tidak mau kehilangan istriku, apapun akan aku lakukan untuk mempertahankan hubungan kami,” gumam Alfa sambil mengelus kepala wanita cantik yang sedang tertidur itu.


Setelah merasa cukup puas memandangi wajah cantik sang istri, kini Alfa bangkit dari sisi tempat tidur dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Beberapa saat kemudian, seorang wanita cantik yang dari tadi tertidur pulas kini telah terbangun, karena mendengar suara gemericik air dari arah kamar mandi, Diva pun menyadari kalau suaminya sudah kembali, yang menandakan acaranya sudah selesai.


Ceklekk!


Terdengar suara pintu terbuka dari arah kamar mandi, yang menandakan jika seseorang sudah selesai dengan ritual mandinya, menyadari hal tersebut, Diva segera memejamkan matanya berpura-pura untuk tidur lagi, hingga terdengar suara langkah kaki yang menagarah padanya.


‘Apa pria gila itu sedang menuju ke arah diriku, haiss kenapa dia belum memakai pakaiannya,’ gerutu Diva dalam hati yang sedikit membuka matanya dan melirik ke arah pria yang sudah menjadi suaminya tersebut. Hanya ada satu kata mampu keluar untuk penilaiannya, sempurna.


Hooaaamm!


Diva sudah tidak tahan untuk berpura-pura tidur lagi, karena pria tampan itu terlalu dekat dengannya, hingga aroma yang sangat harum menyeruak di indera penciumannya.


“Apa kau sudah tidak tahan saat mencuri pandang padaku, sayang?” tanya Alfa membuat wanita cantik itu tersentak kaget.


“Apa maksudmu?” elak Diva balik bertanya pada pria tampan tersebut.


“Sebaiknya kita tidur saja, apa kau ingin memeluk diriku yang tampan dan mempesona ini?” tanya Alfa dengan penuh percaya diri dan langsung naik ke atas tempat tidur, di mana Diva yang masih meringkuk di bawah selimut sana.


“Hei! Apa yang kau lakukan?!” bentak Diva saat pria itu langsung menindih dirinya.


“Aku tidak akan melakukan apapun selagi kau belum siap dan masih menurut padaku, aku hanya ingin tidur memelukmu, sebaiknya kau diam, sebelum kau membangunkan Alfa junior,” ucap Alfa yang tidak tahu malu, membuat Diva langsung terdiam dengan wajahnya yang memerah karena malu, wanita itu hanya biasa menurut saja.


‘Diva, kau harus diam dan tenang, baiklah ini hanya sekedar tidur dan tidak akan melakukan apapun, yang harus aku lakukan adalah menurut dulu, karena ini belum saatnya untuk bertindak,’ batin Diva menenangkan dirinya sendiri.


Diva pun memejamkan matanya kembali karena rasa kantuk yang datang, entah apa yang ia rasakan saat ini, yang ia tahu hanya rasa nyaman saat dalam pelukan pria yang sudah menjadi suaminya tersebut.


“Apa kau sudah tidur, sayang?” tanya Alfa sambil mengelus kepala Diva, namun tidak ada jawaban sedikitpun, yang menandakan jika sang istri sudah terlelap.


“Aku mohon cintailah aku, berikan aku kesempatan untuk singgah di hatimu, keinginan ku sangat sederhana, hanya ingin hidup bersama dengan mu, aku ingin kamu yang pertama yang aku lihat saat aku membuka mataku, aku akan tetap bertahan untuk melindungi dirimu dan pernikahan kita, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku, bahkan untuk kehidupan selanjutnya,” gumam Alfa sambil membelai wajah cantik milik istrinya. Tak lama kemudian, Alfa pun ikut memjamkan matanya untuk menyusul istrinya menyelami alam mimpinya.


“Apa kau benar mencintaiku, atau hanya terobsesi padaku, karena dari awal kita bertemu aku hanya melihat keegoisan dirimu, atau itu hanya penilaian diriku saja, tapi maaf, aku tidak akan bisa mencintaimu, jadi aku harus segera meninggalkan mu, agar kau tidak terluka lebih dalam lagi, maaf aku akan berusaha pergi darimu, aku tidak mengenal dirimu, apalagi aku tidak punya cinta untuk mu,” gumam Diva sambil menatap wajah tampan milik Alfa, karena tadi ia tidak tertidur saat mendengar suara Alfa dengan lembut di telinganya.


Setelah puas menatap wajah suaminya dengan rasa bersalah, kini Diva pun benar-benar memejamkan matanya untuk menyelami alam mimpi.


...----------------...


Pagi hari yang cerah, dengan sinar mentari yang mulai menerobos ke dalam kamar sepasang pengantin yang masih meringkuk di bawah selimut sana, tidak mengusik sepasang pengantin tersebut.


Diva yang merasa ada tangan besar dan kokoh melingkar di perut rampingnya, bahkan ia merasa ada yang sedang memainkan puncak gunung himalayanya. Sontak saja wanita itu melihat tangan suaminya yang sudah masuk ke dalam piyama yang ia kenakan, bahkan jari jemarinya sudah bergerelia dengan lincah saat memilin sesuatu yang ada di puncak himalaya tersebut.


Plakk! Plakk! Plakk!


Diva memukuli tangan Alfa yang sudah menjelajah di atas gunung sana. Bahkan ia merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan selama ini, Diva berusaha menahan desa*han agar tidak lolos keluar begitu saja.


“Brengsekk! Lepaskan tanganmu yang tidak tahu tempat!” bentak Diva pada Alfa yang masih memejamkan matanya dan malah semakin kuat mer*emas sesuatu yang ada di dalam sana.


“Sayang, kenapa kau berisik sekali, aku sedang menikmati rileksasi di pagi hari,” gumam Alfa yang masih saja memejamkan matanya, membuat Diva tidak tahan dengan perbuatan pria yang seenak jidat saja.


Bughh bugghh bugghh.


Diva menendang pria itu sampai terjungkal ke samping bawah tempat tidur, hingga terdengar suara ringisan dari Alfa.


“Awwhh, sayang kamu kenapa menendangku?” tanya Alfa dengan wajah tanpa dosa, membuat Diva semakin kesal, lalu bangkit dari tempat tidurnya dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


“Dia wanita pertama yang menendang diriku, akan aku pastikan, aku akan menaklukan dinding keangkuhan dirimu,” gumam Alfa sambil menampilkan senyum smirknya.


...----------------...


Tak butuh waktu lama, kini mereka sudah bersiap untuk sarapan yang sudah terlewatkan, hingga mereka memilih untuk turun ke restauran yang ada di hotel ini yang berada di lantai dasar.


“Ayo di makan sayang, setelah ini kita akan pulang,” ucap Alfa sambil menyuapi istrinya.


“Aku bisa sendiri, kita akan pulang kemana?” tanya Diva dengan ketus sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


“Tentu saja ke rumah utama, mamah meminta kita untuk tinggal di sana,” jawab Alfa sambil menatap lekat wanita yang ada di hadapannya tersebut.


“Aku belum membawa perlengkapan ku di rumah, apa aku bisa pulang dulu untuk mengambilnya?” tanya Diva lagi sambil terus menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, membuat Alfa gemas dan tersenyum ke arah Diva.


“Apa seorang model cantik terbiasa makan sambil mengobrol, apalagi aku lihat sepertinya kau sudah tidak mempedulikan orang sekitar yang melihatmu,” ucap Alfa sambil mengusap saus yang menempel di sudut bibir wanita cantik itu.


...****************...


Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.


Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...


Follow IG Author @aran_diah


Hatur nuhun.