
Selamat membaca ...
“Aku mencintainya, tidak sama seperti mencintai dirimu, aku harap kau pergi dari keluargaku,” jawab Alfa yang membuat Dara kaget dengan ucapan pria itu.
‘Maafkan aku Dara, semuanya sudah terlambat, sudah beberapa kali aku mencoba untuk melupakan mu, meskipun aku tahu pada akhirnya aku tetap kalah dengan perasaanku, aku tetap tidak bisa melupakan mu, namun saat ini, aku mencintai dirinya, dan memutuskan tetap bersamanya,’ batin Alfa yang harus mengambil keputusan sebelum akhirnya akan menimbulkan masalah besar.
Tanpa mereka sadari, ada seorang wanita yang melihat, bahkan mendengar percakapan mereka dengan sangat jelas, bahkan air mata yang menggenang di pelupuk matanya kini sudah tak bisa ditahan lagi, dan kini terjun dengan bebasnya membasahi pipi indah nan mulus tersebut.
‘Apa aku hanya seorang wanita yang sudah menjadi pelarian dan pelampiasannya, sungguh hebat sekali memerankan perannya seperti penipu, bahkan sama seperti seorang aktor papan atas saja, dia berpura-pura mencintaiku, padahal ia masih mencintai wanita di masa lalunya, apa aku harus mengatas namakan cinta juga untuk bertahan dengan pria busuk itu, untuk apa lagi semua ini, pernikahan ini dari awal memang sebuah kesalahan, lalu untuk apa aku menangisi dia, baiklah, jika ini memang permainan mu, aku akan mengikutinya, asal kau tahu, aku tidak akan lemah,’ batin Diva yang terasa sesak dan langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.
Diva langsung kembali ke kamarnya untuk beristirahat, tanpa harus menunggu dua orang yang sedang melepas rindu dan memadu kasih tersebut.
Dengan langkah cepat ia meninggalkan ruang tamu sambil mengusap air mata yang tak kunjung berhenti mengalir.
...----------------...
Kini Alfa dan Dara sudah kembali ke ruang tamu, tapi disana sudah tidak ada Diva.
“Kemana Diva?” tanya Alfa pada dirinya sendiri.
“Mungkin dia kelelahan menunggu kita,” jawab Dara dengan santai dan menampilkan wajah tanpa dosa miliknya.
‘Astaga, apa aku sudah sangat keterlaluan meninggalkan dirinya sendiri dari tadi, tapi kenapa dia begitu, bukankah dia tidak mencintaiku, aku harus segera memastikan dirinya dulu,’ batin Alfa merasa bersalah.
...----------------...
Di dalam kamar sana, Diva masih menunggu kedatangan suaminya, berharap pria yang sudah menemani dirinya dengan penuh cinta menyadari keberadaannya.
“Apa memang benar, aku sudah tidak berharga lagi dimatanya, sampai dia lupa dengan diriku, bahkan tidak menyadari keberadaan ku saat aku menghilang dari sana, aku harus melihatnya sendiri, apa yang telah meraka lakukan saat ini,” gumam Diva yang langsung beranjak dari tempat tidur dan keluar dari dalam kamarnya.
Namun, betapa kagetnya ia saat mendapati suaminya yang baru keluar dari kamar tamu, sungguh bukan itu yang ingin ia lihat, seketika membuat hatinya hancur saat melihat pemandangan tersebut, Diva segera kembali ke dalam kamar, saat melihat Alfa akan naik ke kamarnya, dengan langkah cepat ia segera membenamkan tubuhnya di bawah selimut tebal tersebut.
“Akan aku pastikan kau akan segera kehilangan diriku, aku bersumpah tidak akan pernah mencintai dirimu lagi, aku akan pergi dari hidup mu untuk selamanya, aku tidak akan sudi jika aku melahirkan anak mu,” gerutu Diva di bawah selimut sana, hingga ia segera berpura-pura tidur karena mendengar suara decitan pintu yang terbuka, menandakan sesorang sudah masuk ke dalam kamarnya.
...----------------...
Ceklekk!
suara pintu terbuka, bahkan suara langkah kaki seseorang yang melewati dirinya, tanpa merasa bersalah sedikitpun.
‘Cih! Apa yang aku harapkan dari pria bren*gsekk itu, bahkan dia tidak menghiraukan aku,’ gerutu Diva dalam hati, hingga ia mendengar suara gemericik air di kamar mandi sana, yang menandakan bahwa pria itu sedang membersihkan diri, yang membuat pikiran Diva melayang kemana-mana.
‘Apa dia sudah tidur dengan wanita itu, kalau begitu, jangan harap kau dapat menyentuhku lagi, walaupun itu hanya untuk memegang tanganku,’ gerutu Diva yang semakin kesal dengan pria yang tidak bertanggung jawab itu.
Ceklekk!
“Sayang, apa kau sudah tidur?” tanya Alfa yang kini sudah naik ke atas tempat tidur.
‘Cih! Apa dia sedang menjalankan aksinya lagi, aku sudah muak dengan pria bren*gsek seperti dirimu, mana ada cinta yang langsung pudar setelah melihat cinta pertamanya dalam sekejap mata,’ gerutu Diva di bawah selimut sana dan masih tak bergeming sedikitpun.
“Apa kau lelah sayang, baiklah sekarang ayo kita tidur, aku mencintaimu,” ucap Alfa dengan sangat manis, tapi itu sudah tak berarti lagi untuk Diva, karena rasa bencinya pada pria tersebut. Bahkan, kini pria yang sangat memuakan itu sudah memeluk erat tubuh Diva.
‘Lepaskan pelukanmu itu dari tubuhku, aku jijik dengan dirimu yang ternyata tidak seperti yang aku bayangkan, kau bahkan dengan mudahnya untuk memeluk wanita lain di luar sana,’ hanya berani menggerutu dalam hati.
“Enghh, lepaskan tanganmu dari atas perutku!” ucap Diva dengan berpura-pura serak khas bangun tidur.
“Apa kau tidak tahan untuk membodohi aku, huum?” tanya Alfa dengan santai tanpa merasa bersalah sedikitpun, membuat Diva semakin kesal.
“Apa maksudmu?” tanya Diva berpura-pura bodoh.
“Apa kau merasa cemburu, atau kau sudah melihat ku saat di halaman kolam itu?” tanya Alfa yang kini sudah membalikan tubuh mungil Diva agar menghadap ke arah dirinya.
“Untuk apa aku merasa cemburu, justru aku sangat senang jika kau sudah menemukan cintamu yang sesungguhnya, apa kau lupa jika aku tidak mencintaimu, bahkan aku mencoba untuk membunuh suami ku sendiri, aku sudah lelah dengan semuanya, sekarang kau sudah bertemu dengan cintamu, kau sudah menemukan kebahagiaan mu sendiri, aku mohon lepaskan aku dari belenggu pernikahan ini,” jawab Diva dengan santai, ia mencoba untuk menutupi rasa sakit hatinya terhadap pria yang tengah memeluknya dengan erat, bahkan Diva sudah membuat hati Alfa kembali emosi.
“Apa maksudmu?” tanya Alfa pada wanita cantik itu dengan menekan setiap ucapannya sambil menatap tajam ke arah wanita cantik itu.
“Ceraikan aku,” jawab Diva dengan tegas tanpa rasa takut sedikit pun.
“Asal kau tahu, aku tidak akan pernah menceraikan dirimu, aku tidak akan pernah melepaskan mu, dan aku tidak akan pernah membiarkan pria manapun mempunyai kesempatan untuk memiliki dirimu, bahkan hanya untuk mendekati dirimu, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi,” ucap Alfa tajam, bahkan pandangannya sudah dipenuhi kilatan amarah, yang membuat Diva tak habis pikir dengan pria tersebut.
“Kau sangat egois, aku sudah melihat dan mendengar ucapan kalian berdua saat di halaman kolam renang tadi, untuk apa lagi aku disisi mu, aku sudah tidak berguna lagi dalam kehidupan mu, kau sudah puas memakai ku, kau sudah cukup membuat kehidupan ku hancur, masa depan dan hidup ku sudah hancur karena dirimu, apa kau tidak menyadari hal itu, apa kau merasa belum puas mempermainkan diriku, hah?!” bentak Diva yang sudah tidak tahan dengan pria tersebut.
Sedangkan, Alfa yang mendengar semua penuturan Diva kini bungkam seribu bahasa, tanpa tahu ia harus berkata apa lagi.
...****************...
Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.
Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...
Follow IG Author @aran_diah
Hatur nuhun.
berkomentarlah dengan bijak, karena mental semua orang itu beda-beda. salam hangat dari Mimin. ini hanya hiburan semata.