Leave Me Please Hubby

Leave Me Please Hubby
Chapter 43



Selamat membaca ...


“Benarkah. Tapi ini pakaian yang biasa, dan harganya sangat murah,” ucap Daniel tak percaya dengan wanita yang ada di hadapannya tersebut, biasanya wanitu itu selalu berpakaian mahal dan bagus, bahkan dari dulu wanita itu tidak pernah kekurangan harta sedikitpun, ia jadi ragu dan khawatir pada wanita itu.


“Pakaian yang biasa dan murah itu sudah lebih dari cukup bagiku, ini akan menjadi hal yang sangat berharga bagiku, terima kasih sudah membelikan semua keperluanku, aku akan membayarnya jika sudah memiliki uang,” ucap Diva yang sangat berterima kasih pada pria tersebut, meskipun ia merasa tidak enak hati, namun ia juga tidak mungkin untuk menolaknya, karena ia sama sekali tidak memiliki apapun, ia berjanji suatu saat akan membayarnya.


“Kau tidak perlu sungkan padaku, aku tulus padamu, aku memperlakukan dirimu sama seperti diriku pada Alfa, sebaiknya ayo kita berangkat, sebelum sekertaris Sam menyadarinya dan melacak keberadaan kita,” ucap Daniel yang langsung di jawab sebuah anggukan oleh Diva.


...----------------...


Tak butuh waktu lama, kini mereka sudah ada dalam perjalanan keluar Kota, kota yang sangat jauh dari asalnya, namun saat ini perasaan Diva sedikit tak menentu, terkadang ia ragu untuk pergi meninggalkan suaminya yang entah bagaimana keadaannya, di sisi lain juga ia tidak bisa untuk hanya sekedar bertemu dengan suaminya sendiri, karena kelicikan mulut mantan kekasih suaminya tersebut.


Diva sedikit terisak dan memalingkan wajahnya ke arah luar jendela mobil, agar pria yang ada di sampingnya tersebut tidak menyadari bahwa ia sedang menangis. Jujur saja ia sangat merindukan wajah yang selalu bermanja padanya, hingga Daniel yang mendengar isakan kecil dari arah wanita yang ada di sampingnya, pria itu menoleh dan melihat bahu Diva bergetar karena menahan isakan tangisnya, namun ia tidak ingin menegur atau hanya sekedar bertanya, ia berpikir biarlah wanita itu menangis agar bisa menenangkan hatinya.


‘Diva, aku tahu kalian sudah saling mencintai, tapi aku juga tidak bisa menahan mu agar tidak pergi dari sisi Alfa, karena keadaanmu sudah seperti itu, akan membuat semuanya tambah kacau jika kau masih berada dalam lingkungan itu, tapi aku juga tidak bisa melakukan apapun lagi, aku juga tidak bisa mengkhianati sahabatku dengan membawa pergi dirimu untuk menjauh darinya. Aku tahu cepat atau lambat, Alfa akan menemukan mu dan akan menghukum ku juga, karena turut membantu dirimu untuk melarikan diri, Diva maaf aku tidak bisa bertindak lebih jauh lagi,’ batin Daniel yang tak enak hati dengan Alfa sekaligus istri sahabatnya.


‘Mommy, Daddy, maafkan Diva karena sudah mengecewakan kalian, ini semua adalah kesalahan Diva yang sangat egois. Sekarang aku percaya pada kalian, jika Alfa adalah pria yang baik dan bertanggung jawab, dia memperlakukan diriku dengan sangat baik, tapi semuanya sudah berakhir, Momm, Dadd. Aku sudah mengecewakan suamiku sendiri, aku aku sudah mengecewakan ibu mertuaku, aku sudah mengecewakan kalian semua, aku sudah tidak pantas ada di sekeliling kalian, aku sudah malu untuk bertemu dengan kalian. Alfa, aku mencintaimu, meskipun aku tahu kalau semua ini hanya sia-sia saja, maafkan aku sayang,’ batin Diva menjerit, sungguh ini adalah pukulan berat dalam hidupnya. Yaitu kehilanagan orang-orang yang di sayanginya.


“Diva, maaf aku tidak bisa mengantarmu lebih jauh lagi, aku yakin Alfa sudah mulai menyadari kepergianmu, aku tahu dia tidak akan tinggal diam jika sesuatu yang ia cintai pergi, jika Alfa tahu bahwa aku yang membawa dirimu pergi, maka aku harus mengatakannya, maka akan lebih baik jika aku tidak mengetahuinya sama sekali,” ucap Daniel tak enak hati, membuat wanita itu tersenyum menyedihkan, sungguh Daniel tidak tega melihatnya.


‘Cinta? Apa Alfa memang sudah melupakan Dara dan mencintaiku dengan bersungguh-sungguh, aku sampai ragu jika Alfa mencintaiku setelah kejadian malam itu, aku sudah tidak berharap lagi, sekarang yang terpenting bagiku adalah kebahagiaan dan kesehatannya, itu sudah lebih dari cukup bagiku,’ batin Diva yang selalu merasa bersalah atas tindankannya di masa lalu.


“Tidak apa-apa, aku bisa mengerti, Alfa tidak akan mencariku lagi. Tapi, aku sangat berterima kasih padamu, karena kau sudah bersedia menolongku di saat seperti ini,” ucap Diva dengan tulus sambil tersenyum ramah ke arah Daniel.


...----------------...


Kini mereka sudah sampai kota tersebut, membuat Daniel harus segara menurunkan Diva di sana, meskipun ia sebenranya tidak tega berbuat seperti itu, namun itu juga demi kebaikannya jika tidak ingin ketahuan.


“Daniel, terima kasih sudah mengantarku, semoga kita bisa bertemu lagi agar aku bisa membayar semua budimu,” ucap Diva yang kini sudah turun dari dalam mobil meawah milik Daniel.


“Bawalah uang ini, mungkin tidak seberapa, namun ini cukup untuk kebutuhanmu dalam satu bulan, sekaligus dengan tempat tinggalmu, carilah yang layak dan nyaman untukmu,” ucap Daniel sambil menyodorkan amplop cokelat yang ia pegang ke arah Diva, membuat wanita itu terkejut, sudah ditolong saja sudah merasa bersyukur, dan sekarang malah di fasilitasi.


“Tapi ini terlalu berlebihan, dan dari mana kau bisa membawa uang cash sebanyak ini?” tanya Diva yang bingung dengan pria kaya ini, biasanya pria kaya selalu membawa kartu, bukan uang cash sebanyak ini.


“Ini tidak berlebihan, tidak apa, peganglah, lagipula ini untuk kau bertahan hidup di kota besar, apa kau ingin menjadi gelandangan. Aku tahu kau tidak membawa apapun, jadi tadi waktu kita belanja, aku mencairkan sedikit uang untuk mu, jika aku memberimu hanya sebuah kartu saja itu belum apa-apa bagiku, yang aku khawatirkan adalah, transaksi dalam kartu itu bisa saja di lacak oleh pria datar yang sangat menyebalkan itu,” ucap Daniel dengan santai membuat Diva membuang napasnya dengan kasar, pria itu tidak beda jauh keras kepalanya sama seperti suaminya.


“Baiklah, aku akan menerimanya, kalau begitu semoga kita bisa bertemu lagi di kemudian hari, aku berangkat ya,” ucap Diva yang lansgsung bergegas pergi dari sana meninggalkan Daniel seorang diri.


...----------------...


Di sisi lain, di sebuah kamar perawatan di rumah sakit, seorang pria yang masih belum bisa bergerak dengan leluasa, hingga sang sekertaris yang selalu menemaninya.


“Sayang, mamah bawakan makan malam kesukaan mu, makan ya,” seorang wanita paruh baya yang baru saja muncul dari balik pintu dengan membawa bekal makanan yang ada di tangannya, yang tak lain adalah Fara.


“Aku sudah makan dengan Sam,” ucap Alfa dingin, sebenarnya ia juga tidak ingin bersikap seperti ini pada Fara, namun ia masih belum bisa menerima sikap mamahnya yang sudah berani mengusir istrinya.


“Apa benar begitu, Sam?” tanya Fara pada sekertaris Sam dengan tatapan penuh selidik, membuat sekertaris Sam menelan salivanya kasar sebelum akhirnya menjawab pertanyaan dari sang nyonya besarnya terebut.


‘Kenapa tuan muda selalu mengambing hitamkan aku, haiss, beginilah jika suami yang di tinggal istri, tidak mau makan dan tidak mau apapun. Hei apa-apaan itu, kenapa tuan muda melotot ke arah saya tuan, baiklah, baiklah, saya akan membantu anda untuk berbohong,’ gerutu sekertaris Sam dalam hati. Apalagi Alfa sudah melayangkan tatapan tajamnya pada pria datar itu.


“Benar nyonya,” jawab sekertaris Sam tanpa ragu, hingga suara sesuatu yang berasal dari perutnya berbunyi.


Krruuuukk! Kruuuukk! Kruuukk!


Suara perut sekertaris Sam berbunyi dan menghancurkan segala kebohongan yang Alfa lakukan, membuat Alfa semakin kesal dan menepuk jidatnya karena sekertarisnya sendiri yang menggagalkan semuanya.


Sedangkan Fara, wanita itu malah terkekeh mendengar suara perut sekertaris dari putranya tersebut, membuat sekertaris Sam ingin menenggelamkan diri saja di tengah lautan karena rasa malunya.


“Apa kalian mencoba untuk membohongi aku, hais, lihatlah Sam, wajahmu sampai memerah, seperti seorang wanita yang ingin melakukan malam pertamanya saja,” ucap Fara sambil terkekeh, tapi Alfa yang mendengar hal itu merasa sangat sakit sekaligus rindu dengan isrtinya.


Meskipun Diva tidak pernah memberikan hak sepenuhnya pada dirinya, namun ia masih bisa bermanja setiap malam meskipun wanita itu terus memukul tangannya yang suka merayap kemana-mana sambil menggerutu.


“Sam, makanlah, aku sudah membawakan dua bekal makanan untuk kalian berdua,” ucap Fara sambil memberikan satu box bekal makanan itu dan satunya lagi untuk putranya, Alfa.


...****************...


Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.


Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...


Follow IG Author @aran_diah


Hatur nuhun.