Leave Me Please Hubby

Leave Me Please Hubby
Chapter 28



Selamat membaca ...


“Apa kau dengar perintahku, Sam?” tanya Alfa dengan kesal, karena tidak mendengar tanggapan sepatah katapun dari sekertarisnya di sebrang sana.


“Tentu saja, tuan muda, akan saya segera laksanakan,” jawab sekertaris Sam dengan cepat, sebelum bahaya mengintainya.


“Siapkan pesawat priabadiku besok pagi, aku akan mengurus sendiri tikus kecil itu, kau hanya perlu diam dengan jebakanmu,” titah Alfa dengan tegas.


“Baik, tuan muda,” ucap sekertaris Sam dengan patuh.


Dengan cepat Alfa langsung memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak, membuat sekertaris Sam mendengus kesal karena kebiasaan buruk sang tuan muda.


Setelah memutuskan sambungan teleponnya, Alfa masih tak bergeming di atas tempat tidurnya, sambil memandangi wajah istrinya yang kelelahan akibat ulah semalam suntuk, bahkan pria tampan itu masih ingat bagaimana cara wanita itu menikmati permainannya, era*ngan dan desa*hannya yang semakin membuat Alfa semakin gila dibuatnya.


Bahkan pria itu tak kunjung berhenti tersenyum, melihat banyak mahakarya yang sudah ia tinggalkan diseluruh tubuhnya, sampai tak ada yang terlewat sedikitpun di bagian pegunungan himalaya milik istrinya.


Alfa ingin mengulangi dan melakukannya terus berulang kali, tapi dia sadar jika itu akan menyakiti istrinya, apalagi ini pengalaman pertama bagi keduanya, hingga Alfa harus menghilangkan pikiran kotornya dan segera memebersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket karena keringat tadi malam.


...----------------...


Tak butuh waktu lama, kini Alfa sudah keluar dari kamar mandinya dengan menggunakan sehelai handuk yang melekat di pinggang kokohnya, harum yang begitu menyeruak di indera penciuman tak kunjung membuat wanita cantik itu terbangun dari tidurnya, membuat Alfa tersenyum puas sambil memandangi istrinya yang tidak terusik sekali.


“Sepertinya istriku sangat kelelahan, baiklah, aku akan segera berganti pakaian dan memesan beberapa menu makanan untuknya,” gumam Alfa yang bergegas untuk memakai pakaiannya.


...----------------...


Disisi lain, seorang wanita cantik baru saja turun dari bandara, tak berselang lama, sebuah mobil menjemputnya.


“Halo, tante, aku sangat merindukanmu,” ucap seorang wanita cantik tersebut saat dalam perjalanan menelpon seseorang yang ia panggil tante.


“Tante juga merindukanmu, apa kau sudah pulang dari New York?” tanya seorang wanita di sebrang sana.


“Sudah, sekarang aku sedang menuju rumah. Apa aku boleh berkunjung rumahmu, aku sangat merindukan seseorang?” tanya wanita tersebut.


“Tentu saja boleh dong, kalau mau, besok malam datanglah kesini untuk makan malam bersama,” ucap seorang wanita yang ada di sebrang sana, membuat wanita itu kegirangan.


“Aku akan datang, sampai jumpa tante,” ucap wanita cantik itu sambil tersenyum membayangkan ia akan bertemu dengan teman masa kecilnya.


...----------------...


Disisi lain, seorang wanita muda yang baru saja datang kerumahnya setelah sekian lama tinggal di apartemen milik kakaknya, wanita bertanya-tanya dengan siapa mamahnya berbicara lewat ponselnya.


“Siapa itu mah?” tanya Ana pada sang mamah secara tiba-tiba, membuat Fara terkejut dengan kedatangan Ana.


“Astaga! Ana! Kau membuat mamah terkejut, apa kau mau mamah jantungan, humm?” tanya Fara sambil menjewer telinga Ana tanpa menjawab pertanyaan dari putrinya tersebut.


“Awwhh, ampun mah, ampun, huuffftt, mamah ini selalu saja,” jerit Ana mengaduh pada Fara, membuat Fara terkekeh gemas saat melihat tingkah putrinya.


“Mamah belum menjawab pertanyaanku tadi, siapa yang menghubungi mamah?” tanya Ana dengan memasang wajah cemberutnya.


“What! Apa mamah benar mengundang kak Dara, aku dengar kak Alfa juga akan pulang besok, apa yang mamah lakukan, apa yang ada dalam pikiran mamah?” tanya Ana yang tak habis pikir dengan sang mamah untuk mempertemukan kakaknya dengan wanita itu.


‘Oh God! Apalagi ini, apa aku yang tidak tahu menahu tentang keluargaku sendiri, entahlah, semoga setelah ini tidak akan terjadi apa-apa,’ batin Ana yang sudah tidak mengerti dengan sang mamah.


“Tentu saja mamah tahu apa yang mamah lakukan, semua ini demi kakak mu itu, sudahlah, kau tidak perlu memikirkan hal ini, kau hanya perlu mendukung setiap apa yang mamah ucapkan saja,” titah Fara pada putrinya yang cerewet.


“Baiklah, ini semua demi kebaikan kakak kan?” tanya Ana hanya untuk meyakinkan.


“Tentu saja, apa lagi yang harus aku lakukan untuk membahagiakan keluargaku, aku tidak akan pernah membuat anak-anakku menderita,” jawab Fara dengan serius, membuat Ana jadi yakin dengan keputusan sang mamah.


...----------------...


Disisi lain, seorang wanita yang baru saja terbangun dari tidurnya yang sangat nyenyak di bawah selimut sana, wanita cantik itu meringis ketika seluruh tubuhnya merasakan kesakitan, bahkan tulang punggungnya seperti remuk redam. Ada bagian yang terasa paling sakit, yaitu bagian bawah di antara selangkangannya.


“Awhh, kenapa tubuhku terasa sakit semua, ahhss,” gumam wanita cantik yang tak lain adalah Diva, yang masih memejamkan matanya, membuat Alfa yang mendengarkan di sampingnya sambil membuka email perusahaan tersenyum manis, sambil melirik wajah indah dan cantik milik istrinya yang sedang bergumam kecil.


“Sayang, apa kau sudah bangun, hum?” tanya Alfa yang kini sudah beralih fokus pada sang istri.


“Hmm, kenapa seluruh tubuhku terasa sakit semua, apa yang terjadi?” tanya Diva yang masih belum menyadari keadaan dirinya.


“Semalam kau sangat kelelahan, maka dari itu tubuhmu mungkin terasa sakit semua,” jawab Alfa dengan bodohnya.


‘Semalam, apa yang terjadi semalam, atau jangan-jangan. Astaga! Dasar pria bajingan, pria brengsekk ini sudah mengambil kehormatanku secara paksa, dan ini masih terasa sangat menyakitkan, aku harus segera memberi pelajaran pada pria busuk ini,’ gerutu Diva dalam hati, bahkan ia sudah ingat bahwa jam tiga dini hari, pria itu baru melepaskan dirinya, tapi memikirkan hal itu, membuat wajahnya mereh merona karena menahan malu.


“Dasar brengsekk! Kau sudah mengancurkan masa depanku, kau sudah menghancurkan hidupku, ceraikan aku! Ceraikan aku! Cepat ceraikan aku!” teriak Diva sambil memukuli dada Alfa dengan sangat kencang dan memberontak. Namun, Alfa menahannya dan segera memeluk tubuh polos wanita itu.


“Sejak awal menikah, hidupmu sudah menjadi bagian dari hidupku, dan sejak awal kita menikah, masa depanmu adalah denganku, aku tidak akan pernah membiarkan dirimu pergi begitu saja dalam hidupku, aku tidak akan pernah mengulangi yang ketiga kalinya kehilangan, cukup denganku kau hidup,” bisik Alfa pada Diva yang ada dalam pelukannya sambil terus memberontak.


‘Kehilangan ketiga kalinya, memangnya siapa yang ingin meninggalkan dirimu yang sempurna ini, kecuali aku,’ batin Diva bertanya-tanya dengan lelehan cairan bening mengalir dari pelupuk matanya.


“Aku mohon lepaskan aku, aku sudah tidak sanggup lagi melawanmu, aku tidak mencintaimu, aku tidak mencintai dirimu Alfa.


Aku sudah memberikan kehormatanku, kau sudah berhasil merenggutnya dariku, itu tujuan awalmu kan, kau tidak berbeda jauh dengan pria diluar sana yang menatap diriku dengan tatapan laparnya, sekarang lepaskan aku, kau sudah mengambil yang apa yang kau incar dariku kan,” ucap Diva yang kini malah memeluk Alfa dengan erat, membuat Alfa senang, meskipun hati dan mulut wanita itu tidaklah sama.


‘Apa ini yang kau sebut dengan tidak mencintaiku, kau bahkan tidak bisa membohongi perasaanmu sendiri, aku tahu kalau kau masih ragu dengan cintaku, sebentar lagi kau akan menyadari semuanya sayang, kau sudah dibodohi oleh pria itu, aku akan segera mendapatkan kepercayaanmu, dan kita akan hidup bersama, membesarkan anak-anak kita bersama dengan bahagia,’ batin Alfa yang menghangat meskipun saat ini ia harus membuktikan pada istrinya.


...****************...


Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.


Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...


Follow IG Author @aran_diah


Hatur nuhun.