
Selamat membaca ...
“Lalu mana jawabanmu tentang pertanyaanku yang kedua?” tanya Alfa pada sekertarisnya lagi.
“Menurut saya itu memang benar tuan muda, setelah tuan muda menceritakan sikap nona muda yang sensitif setelah kemarin malam, sepertinya nona muda merasa sangat cemburu,” jawab sekertaris Sam dengan yakin.
“Baiklah, kalau begitu bawa makanan yang dibawa istriku,” titah Alfa yang langsung di bawakan oleh sekertaris Sam.
“Mungkin saat ini hatinya seperti makanan yang dia bawa, bukankah aku benar Sam?” tanya Alfa dengan pertanyaan bodohnya dan langsung memakan makanan tersebut.
‘Cukup tuan muda, hentikan sikap bodoh anda sekarang juga, sepertinya anda akan jauh lebih terpuruk saat kehilangan istri anda, dan saya akan membantu anda agar nona muda tetap bertahan disisi anda, bagaimana pun caranya akan saya lakukan,’ batin sekertaris Sam yang merasa kali ini akan ada masalah baru.
“Benar tuan muda,” jawab sekertaris Sam dengan asal, yang penting menjawab pertanyaan tuan mudanya.
Tak butuh waktu lama, kini Alfa sudah menghabiskan makanannya, suasana hatinya yang sedang buruk tak memungkinkan dia untuk kembali melanjutkan pekerjaannya, ditambah lagi dengan suasana ruangannya yang sudah berantakan akibat ulahnya, membuat pria tampan itu memutuskan untuk mencari istrinya.
“Sam, kita temui istriku,” ucap Alfa sambil bangkit dari tempat duduknya. Karena sekertaris Sam sudah terbiasa dengan sang tuan muda, membuat dirinya sedikit mengerti dengan keinginan sang tuan muda, tanpa di minta sekalipun, ia sudah melacak keberadaan istri dari tuan mudanya dan langsung bergegas mengikuti langkah kaki Alfa yang sudah keluar lebih dulu.
...----------------...
Tak butuh waktu lama, kini sekertaris Sam sudah masuk ke area apartemen yang ukurannya sedang, yang hanya cukup untuk satu atau dua orang saja.
Karena pintunya tidak di kunci oleh sang pemiliknya, membuat Alfa merasa senang karena dapat memasukinya dengan mudah, sedangkan sekertaris Sam sudah kembali ke perusahaan, karena sekarang masih termasuk jam kerja.
Ceklekk!
Sepi, tak ada tanda-tanda penghuni, tapi pria itu tetap masuk dan mencari keberadaan sang istri, ia mencari ke dapur, namun tidak ada, ah mungkin saja di kamarnya, dengan cepat pria tampan itu menuju kamar istrinya, dan segera memasukinya, dan sama saja, wanita itu terlalu ceroboh hingga tak mengunci apartemennya.
‘Apa dia begitu ceroboh, bagaimana jika ada pencuri di apartemen jelek ini, tidak, aku tidak peduli dengan barang-barang yang ada di sini, tapi aku takut ada pria lain yang mau mencuri wanita milikku, itu yang sangat aku takutkan,’ batin Alfa yang merasa sedikit takut dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan jika bertemu istrinya.
Ceklekk!
Dengan perlahan Alfa membuka kamar itu, namun tak ada siapapun, tapi barang-barang wanita itu ada di sana, hingga akhirnya ia mendengar suara gemericik air dari arah kamar mandi.
“Ternyata dia sedang mandi,” gumam Alfa sambil tersenyum dan duduk di bibir tempat tidur yang berukuran sedang tersebut, tak berapa lama, suara ponsel milik Diva berbunyi, Alfa segera mengambil dan melihat siapa yang telah berani mengirim pesan pada istrinya.
“Alex,” gumam Alfa sambil mengerutkan dahinya dan segara membuka pesan tersebut, pria tampan itu menampilkan senyuman smirknya setelah melihat pesan yang dikirim oleh pria itu lewat pop up-nya, karena ponsel milik Diva telah dikunci. Mendengar suara decitan pintu yang berasal dari kamar mandi, Alfa langsung meletakan ponsel tersebut pada tempat semula, agar tidak dicurigai.
Ceklekk!
Suara pintu terbuka, hingga menampilkan seorang wanita cantik yang keluar dengan sehelai handuk selutut yang melilit di tubuh indahnya. Melihat hal itu, membuat Alfa harus menelan salivanya kasar dan harus menahan sesuatu di bawah sana yang terus memberontak karena ingin segera di keluarkan, tapi tetap menahannya.
“Itu bukan hal yang sulit bagiku, sayang,” ucap Alfa sambil bangkit dari duduknya menuju sang istri, dengan refleks Diva memundurkan langkah kakinya agar terhindar dari pria yang saat ini sudah menghancurkan hatinya.
Grepp!
Alfa menarik pergelangan tangan Diva dan segera menarik tubuh Diva hingga membentur tubuh kekar miliknya, dengan pelukan yang sangat erat, hingga membuat Diva merasa sesak dan sulit untuk bernapas.
“Uhukk, uhukk,” Diva terbatuk-batuk karena merasa sesak, merasa dirinya keterlaluan, pria itu akhirnya melonggarkan pelukannya, namun tetap tidak ingin melepaskan istrinya.
“Sayangm maafkan aku,” ucap Alfa denga lirih sambil menciumi kepala Diva yang basah, sungguh ia merasa tenang mencium aroma tubuh istrinya, aroma yang sudah menemani hari-harinya selama ini, bagaimana jadinya jika ia ditinggalkan oleh wanita angkuh itu, sungguh ia tidak bisa membayangkannya, meskipun itu hanya sedikit saja.
“Untuk apa kau meminta maaf?” tanya Diva dengan dingin, membuat Alfa sakit saat mendengarnya.
“Sayang, aku mohon maafkan aku untuk masalah tadi,” jawab Alfa tanpa melepaskan pelukannya, sedangkan Diva hanya Diam tak berniat membalas pelukan dari suaminya tersebut.
“Oh, sudahlah, aku tidak ingin membahas hal itu, semua itu tidak penting bagiku. Kau juga tidak perlu meminta maaf padaku, lagipula itu semua keinginan mu, tidak ada kata penyesalan jika itu kemauan sendiri, ingat, kau jangan meminta maaf padaku, karena aku tidak akan pernah memaafakan mu,” ucap Diva dengan datar tanpa ekspresi, membuat Alfa yang mendengar hal itu merasa sakit dan semakin mengencangkan pelukannya.
‘Apa kau akan meninggalkan aku setelah ini, tidak! Ini tidak boleh terjadi, bagaimana pun aku akan tetap mempertahan kan dirimu, aku yang salah karena tidak tegas dan telah mengeluarkan kata-kata yang membuatmu sakit kan, hukum aku saja, asal jangan pergi meninggalkan aku,’ batin Alfa yang terus berpikir jika istrinya akan meninggalkan dirinya.
“Sayang, jangan berkata yang membuat hatiku sakit, aku sangat mencintai dirimu, aku yang salah karena sudah berkata semabarangan pada wanita itu, aku mohon jangan pergi tinggalkan aku, ayo kita mulai sama-sama dari awal lagi, kita pertahankan pernikahan kita,” ucap Alfa memohon denga suara tercekat, bahkan Diva bisa merasakan tubuh pria yang sedang memeluknya kini telah bergetar karena menangis, namun Diva tetap kukuh pada keputusannya, benar wanita angkuh dan keras kepala.
“Apa kau sudah gila, aku tidak butuh pengakuanmu setelah kejadian tadi siang, aku bisa mencari seseorang yang sangat mencintai diriku dengan tulus, meskipun tidak ada, asalkan aku yang akan menjadi satu-satunya wanita bagi dia yang akan menikahiku kelak,” ucap Diva dingin, sungguh ia merasa sesak dengan ucapannya sendiri, tapi ia juga tidak akan bisa melanjutkan hubungan dengan pria yang tengah memeluknya.
Alfa yang mendengar ucapan Diva yang ingin menikah lagi dengan pria selain dirinya, kini benar-benar sudah tidak bisa menahannya lagi, dengan cepat ia segara mencengkram kedua pipi Diva dengan sangat keras, membuat wanita cantik itu meringis kesakitan hingga mengeluarkan cairan bening dari sudut matanya.
Wanita itu segera memejamkan matanya, ia tak bisa menatap mata pria yang ada di hadapannya tersebut, ia tidak ingin luluh dengan tatapan suaminya. Karena ia juga hanya seorang wanita pada umumnya, yang bisa luluh dan sakit hati, tapi demi kebaikan semuanya, ia harus segera menyelesaikan semua ini, termasuk pernikahan yang berpenghuni wanita lain.
“Apa yang kau maksud, cepat jelaskan padaku, katakan siapa pria yang akan menikahimu, huum. Jangan harap aku akan melepaskan dirimu dengan mudah, kau hanya milikku, tidak akan ada yang bisa merebutmu dariku,” ucap Alfa dengan tajam, sambil mencengkran dagu Diva dengan keras.
...----------------...
Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.
Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...
Follow IG Author @aran_diah
Hatur nuhun.