Leave Me Please Hubby

Leave Me Please Hubby
Chapter 29



Selamat membaca ...


“Aku suapi saja ya,” pinta Alfa sambil mengambil sendok yang ada di atas meja yang ada di samping tempat tidurnya.


“Hmm,” jawab Diva yang masih menahan malu. Wajahnya memerah bagai udang rebus, membuat Alfa semakin gemas melihatnya.


“Apa kau sedang merasa malu, huum, aku sudah melihat semuanya, bahkan aku sudah merasakannya juga. Memandikanmu adalah hal yang wajar, karena itu semua ulahku kau tidak bisa berjalan,” ucap Alfa dengan tidak tahu malunya, mengucapkan kata-kata yang begitu frontal, hingga membuat Diva semakin merasa ingin menenggelamkan di dalam samudera.


“Hentikan omong kosongmu!” ucap Diva kesal, membuat Alfa semakin terkekeh.


Tak butuh waktu lama, Diva sudah menyelesaikan acara sarapan yang kesiangan itu, kini keduanya hanya saling diam dan hanya rasa canggung yang menemani mereka, terutama untuk Diva, wanita cantik itu merasa sangat kaku.


“Sayang, besok kita akan segera pulang,” ucap Alfa tiba-tiba membuat Diva mengerutkan keningnya penasaran.


“Apa maksudmu, bukan kita harus beberapa hari lagi disni?” tanya Diva penuh selidik.


“Apa kau tidak rela jika harus kembali, sayang, tenang saja, di rumah juga bisa melakukannya, kau tidak perlu cemas soal itu,” jawab Alfa menatap istrinya dengan tatapan menggoda.


“Cih! Percaya diri sekali,” decak Diva sambil memalingkan wajahnya yang memerah ke arah lain.


“Aku ada urusan mendadak, apa kau keberatan, huum?” tanya Alfa dengan serius. Diva melirik ke arah suaminya dan menggelengkan kepalanya tanda sebuah jawaban jika wanita cantik itu tidak keberatan sama sekali.


“Tapi aku belum membeli buah tangan untuk mamah dan Ana, apa kita bisa berbelanja sebelum pulang?” tanya Diva pada suaminya.


“Kau tidak perlu khawatir, aku sudah menyuruh orang kepercayaanku disini untuk mengurus semua barang yang harus dibeli, bahkan dari semua merk terkenal di kota paris ini. Aku hanya tidak ingin istriku kelelahan, apalagi aku sudah tahu jika kau sekarang pun susah untuk berjalan,” jawab Alfa yang lagi-lagi mmebuat Diva merasa sangat malu.


“Hmm, baiklah, tapi jaga ucapanmu yang selalu frontal itu, kau bisa menakuti para pembaca yang melihat dialog naskahmu selalu begitu,” ucap Diva sambil memutar bola matanya malas.


“Biarkan saja, sayang,” ucap Alfa sambil terkekeh.


Tak terasa hari telah berlalu dengan cepat, hari ini adalah hari di mana sepasang suami istri, yang beberapa hari berbulan madu untuk pulang ke negaranya.


Pagi-pagi sekali pesawat pribadi milik Alfa sudah mendarat dengan sempurna di negara paris yang dijuluki negara paling romantis dan lambang cinta.


...----------------...


Kini mereka sudah ada dalam penerbangan yang sudah cukup lama, hingga membuat wanita cantik yang ada di sebelahnya menguap tanpa henti, padahal wanita itu tidur cukup lama semalam, meskipun wanita itu merasakan sedikit tidak nyaman dengan bagian intimnya yang masih terasa sedikit ngilu.


“Sayang, kau kenapa dari tadi duduk begitu?” tanya Alfa yang memperhatikah posisi duduk istrinya yang sangat tidak nyaman, ditambah lagi dengan ekspresi istrinya yang sedang gugup.


“Aku baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir,” jawab Diva sambil menyembunyikan rasa gugupnya.


“Jangan mengelak, berbaringlah, kau sudah menahan ngantuk dari tadi. Aku tahu kau merasa tidak nyaman, maafkan aku sudah membuatmu kesakitan,” Alfa menarik Diva ke arah pangkuannya dan membisikan sesuatu yang membuat wajah Diva langsung memerah bagai udang rebus.


“Apa kau tidak bisa, jika tidak mengatakan hal yang sangat aneh dan sangat mengganggu telingaku, sudahlah, aku mau tidur, bangunkan aku jika sudah sampai,” ucap Diva ketus, tapi entah kenapa hatinya malah tersenyum geli saat mendengar ucapan sang suami.


...----------------...


Tak butuh waktu lama, kini Alfa sudah sampai di rumah utama, bahkan istrinya yang tertidur itu tak terusik sama sekali jika sudah di gendong beberapa kali, kadang hanya bergerak tanpa sadar, dan membuat Alfa semakin gemas, bagai bayi yang tertidur pulas tanpa merasa terganggu sedikitpun.


“Sayang, kalian sudah datang, Diva kenapa?” tanya Fara dengan panik saat melihat menantunya tidak sadarkan diri.


“Mamah tidak perlu terlalu cemas, dia hanya kelelahan,” jawab Alfa tersenyum manis pada Fara.


“Kakak ipar kenapa kak, apa aku harus percaya dengan ucapan kakak?” tanya Ana menatap Alfa dengan penuh selidik.


“Hei! Kau anak kecil, jangan sok tahu, ya sudah aku mau ke kamar dulu ya mah,” cibir Alfa pada wanita yang sebenarnya hampir seusia istrinya tersebut, lalu berpamitan pada sang mamah untuk membawa wanita itu ke kamarnya.


Alfa menaiki tangga satu persatu untuk menuju kamarnya, sedangkan wanita yang ia gendong tersebut masih tak merasa terusik sedikitpun, hingga tak terasa jika pria tampan dan gagah itu sudah sampai di depan pintu kamarnya, dengan susah payah Alfa membuka pintu kamar tersebut, meskipun akhirnya terbuka.


Alfa membaringkan tubuh mungil istrinya di atas tempat tidur yang berukuran king size tersebut, dengan sangat berhati-hati ia membaringkan wanita cantik yang mempunyai kebiasaan tidur yang buruk.


“Enghh,” terdengar suara lenguhan yang berasal dari wanita cantik tersebut.


“Tidak tahu malu, setelah tanganku kesemutan begini, dia malah terbangun saat sudah sampai di kamar, sungguh sangat luar biasa sekali anda, nyonya Edison,” gumam Alfa sambil menggelengkan kepalanya saat melihat gerak gerik istrinya yang sebentar lagi akan terbangun.


“Apa kita sudah sampai?” tanya wanita cantik itu dengan suara serak khas bangun tidur, yang terdengar sangat seksi di indera pendengaran Alfa.


“Apa kau begitu nyamannya tidur dipelukan ku, hingga kau tak sadar sekarang ada di mana,” ucap Alfa sarkas, membuat Diva langsung tersadar dan melihat ke segala penjuru yang ada di kamar tersebut.


‘Astaga, ternyata ini memang sudah sampai, bahkan aku sudah ada dikamar, Ibu, Ana, pasti mereka kaget melihatku pulang dengan keadaan tertidur, semua ini salah pria gila ini,’ gerutu Diva dalam hati merutuki kebodohannya sendiri.


“What! What the hell! Kenapa kau tidak membangunkan aku, hah?!” bentak Diva yang tak habis pikir dengan pria yang sudah menjadi suaminya tersebut.


“Kau terlihat sangat kelelahan, maka dari itu aku tidak membangunkan dirimu,” jawab Alfa dengan santai sambil menampilkan wajah tanpa dosanya.


“Apa mamah bertanya sesuatu padamu?” tanya Diva berbinar, ia tahu jika ibu mertuanya pasti sangat khawatir padanya.


“Tentu saja, mamah bertanya dengan kondisimu yang tertidur saat pulang, lalu aku hanya menjawab karena kelelahan,” jawab Alfa dengan polos, membuat Diva merasa semakin kesal dengan pria yang sangat menyebalkan baginya.


...****************...


Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.


Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...


Follow IG Author @aran_diah


Hatur nuhun.


untuk mu yang rapuh ...


jangan menyerah hanya karena orang tak menyukaimu.


jangan berhenti karena orang tak ada di pihak mu. kau sangat berarti bagi orang yang mencintaimu dengan tulus, jadi, jangan fokus hanya pada satu objek.


love you my reader ...