
Selamat membaca ...
Setelah melakukan olahraga bibir di malam hari, kini mereka sudah memejamkan matanya, karena lelah berdebat tanpa henti, Diva yang merasa lelah dan juga bibirnya terasa keram karena terus dilu*mat oleh suaminya, sedangkan pria tampan itu malah senang dan tak merasa bersalah sedikitpun.
Hingga suara dering ponsel milik Diva yang ada di atas nakas di samping tempat tidur suaminya membangunkan wanita cantik tersebut, dengan cepat ia mengambil ponselnya dengan sangat susah payah, karena tubuh mungilnya dipeluk oleh suaminya.
Meskipun sudah beberapa kali mengangkat tangan kokoh pria tampan itu, tapi tak membuahkan hasil, karena suaminya justru malah mengeratkan pelukannya.
Namun, Diva tak mudah menyerah, ia hanya perlu duduk dan meraih ponselnya, tanpa ia sadari, bahwa gunung himalayanya yang menyembul sedikit keluar itu sudah menempel di wajah suaminya, Alfa yang hanya berpura-pura tidur itu merasa sangat kegirangan dengan sesuatu yang kenyal menyentuh wajahnya, bahkan saat ini wajahnya sudah pengap karena Diva masih berusaha mengambil ponselnya.
‘Sayang, apa kau sengaja menutup wajah ku dengan gunung himalaya mu yang sangat indah dan kenyal ini, sampai aku sesak napas,’ batin Alfa puas dengan posisinya saat ini.
Setelah mengambil ponselnya, Diva terkejut dengan perasaan yang campur aduk, entah senang atau takut saat ia melihat nama Alex yang tertera di layar ponselnya, dengan perasaan cemas ia menerima panggilan tersebut.
“Halo,” ucap Diva saat sudah menerima panggilan yang ada di ponsel miliknya.
“ ... ”
“Apa kau yakin. Bukankan ini terlalu awal?” tanya Diva pada seorang pria di sebrang telpon sana.
“ ... ”
“Bukan, bukan itu maksudku, baiklah, aku akan melakukan apapun untuk kita, kalau begitu aku istirahat dulu,” ucap Diva yang langsung memutuskan sambungan telponnya.
‘Cih! Apa istriku sedang berselingkuh secara terang-terangan, aku hanya memberimu waktu untuk bermain-main sayang, tapi nanti jangan harap aku akan melepaskanmu,’ gerutu Alfa dalam hati dengan kesal.
“Enghh, sayang, apa kau belum tidur?” tanya Alfa berpura-pura terbangun dari tidurnya.
“Emm, ya. Aku haus, jadi minum sebentar,” jawab Diva berkilah.
“Apa kegiatan tadi membuatmu kehausan, sayang?” tanya Alfa yang masih saja menggoda istrinya.
“Hentikan omong kosongmu!” ketus Diva sambil melemparkan tatapan mautnya, membuat Alfa terkekeh gemas.
“Sayang, kau sangat cantik, siapa pria yang tidak tergoda oleh dirimu, bahkan aku saja sampai cemburu jika memikirkan itu, aku tidak suka sesuatu yang sudah menjadi milikku di sentuh orang lain,” ucap Alfa sambil memeluk istrinya yang sudah ada dalam pelukannya dan sudah dihimpit oleh kaki dan tangannya, membuat Diva sesak sekaligus tak nyaman dengan penuturan sang suami.
‘Apa aku benar-benar tega jika harus menjalankan rencanaku untuk pria ini, tapi aku juga tidak bisa jika terus bersamanya, aku tidak bisa memastikan semuanya, termasuk perasaanku,’ batin Diva yang mulai merasakan dilema yang teramat sangat.
“Apa kau sudah tidur, sayang hum?” tanya Alfa saat tidak mendengar apapun dari istrinya yang cantik.
“Aku sudah mengantuk, sebaiknya kita cepat tidur, besok aku ingin berkeliling,” jawab Diva datar dan langsung memejamkan matanya.
“Baiklah,” ucap Alfa yang diam setelah mendengar keinginan Diva, namun ia tidak tidur. Pria tampan itu masih menunggu sang istri tertidur, bagai seorang ibu yang sedang menjaga anaknya.
Tak butuh waktu lama, setelah merasa istrinya sudah tidur dengan nyenyak, Alfa pun segera memejamkan matanya dan terlelap menyusul sang istri ke alam mimpi.
...----------------...
“Sayang, bangun,” sambil menggoyang tubuh wanita cantik yang masih saja betah untuk bergelung di bawah selimut, bukannya bangun dari tidurnya, wanita itu malah membenarkan kembali selimut yang ditarik oleh suaminya.
“Apa kau lupa, jika hari ini kita akan menikmati bulan madu kita?” tanya Alfa berbisik di telinga Diva, membuat wanita cantik itu membuka matanya karena takut jika suaminya malah akan menerkamnya.
“Baiklah, aku akan segera bangun, jadi menyingkirlah dari depan wajahku!” ketus Diva sambil mendorong tubuh kekar suaminya, membuat Alfa terkekeh gemas saat melihat rona merah di wajah istrinya. Apa dia begitu polos, ah itu sangat menggemaskan, begitu pikir Alfa.
Tak butuh waktu lama, kini Diva sudah selesai dengan ritual mandinya, dan sudah rapih menggunakan pakaiannya.
“Ayo!” ajak Diva pada Alfa yang tengah fokus menatap layar ponsel miliknya, dengan gerak mata cepat pria tampan itu segera melirik ke arah istrinya yang sangat cantik.
“Sayang, apa kau sedang menggoda diriku?” tanya Alfa yang kini sudah memeluk Diva sambil menghirup aroma yang sangat menenangkan dari istrinya.
“Hei! Apa yang kau lakukan?!” bentak Diva saat merasakan bibir lembut dari suaminya sedang menyusuri leher jenjangnya yang putih dan mulus.
Cuuupp!
Alfa menyesap leher indah milik istrinya hingga membuat karya indah, tanda kepemilikan yang cukup jelas, bukan hanya satu, tapi ada lima karya indah yang pria tampan itu buat. Dengan penuh rasa bangga, ia terus memandangi karya maha indah yang ia buat disana sambil terus tersenyum manis.
“Apa yang sudah kau lakukan! Apa kau sudah gila, hah! Breng*sek!” maki Diva tersulut emosi saat melihat dirinya di cermin, ada banyak tanda menjijikan baginya yang menempel di leher indah miliknya.
“Sayang, aku hanya ingin orang lain tau bahwa kau sudah menjadi milikku, siapapun orang yang ingin merebutmu dariku, jangan pernah bermimpi, karena aku akan membuatnya tersadar dari mimpinya,” bisik Alfa tepat di telinga Diva tanpa takut dengan bentakan dan makian dari wanita yang masih saja ia peluk tanpa melepaskannya sedikitpun.
“Lepaskan pelukanmu, aku sesak karena terlalu erat. Apa kau berencana untuk melenyapkan aku?” tanya Diva dengan asal, ia justru merasakan firasat buruk karena tindakannya selama ini, takut semua yang ia rencanakan akan menjadi boomerang dalam hidupnya.
“Maaf sayang, aku tidak bermaksud, ayo kita berangkat,” ajak Alfa pada wanita cantik tersebut.
“Apa kau tidak lihat, hah! Karena ulahmu aku ini aku harus menutupi leherku, minggir!” mendorong tubuh kekar Alfa dengan sekuat tenaga, bahkan tanpa suaminya sadari, wanita yang sudah menjadi istrinya tersebut membawa sebuah senjata api yang terselip di celananya.
Setelah merasa aman, Diva kembali dan segera berangkat untuk berjalan-jalan menikmati suasana kota paris itu.
...----------------...
Tak butuh waktu lama, kini Diva dan Alfa sudah sampai di tempat tujuannya yang pertama yaitu tempat yang paling hits dan dikenal oleh seluruh dunia, yaitu Eiffel Tower atau La Tour Eiffel, merupakan menara yang menjadi ikon kota Paris. Menara yang berada di taman champ de mars, paris, perancis, dan merupakan salah satu landmark paling terkenal di dunia yang menjadi destinasi utama para wisatawan.
Sebagai ikon tempat wisata di paris, Eiffel menjadi salah satu monumen terkenal dan penting bagi perancis. Bisa menikmati pemandangan lansekap menara Eiffel yang cantik dari kejauhan, toppers juga bisa menikmati pemandangan indah di kota paris di atas menara.
...****************...
Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.
Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...
Follow IG Author @aran_diah
Hatur nuhun.