Leave Me Please Hubby

Leave Me Please Hubby
Chapter 16



Selamat membaca ...


“Mamah tidak perlu khawatir lagi, istriku ini sudah tidak bekerja,” ucap Alfa yang membuat Fara semakin bahagia.


“Benarkah itu sayang?” tanya Fara dengan sangat antusias pada menantunya hanya untuk meyakinkan jika sang putra tidak membohongi dirinya.


“Benar mah, Diva akan diam di rumah seperti apa yang mamah dan suamiku inginkan,” jawab Diva meyakinkan wanita paruh baya tersebut.


“Kakak, aku sangat senang jika kakak ipar tinggal di sini, cepat buatkan aku keponakan ya kak,” pinta Ana memohon pada Alfa, membuat wajah Diva memerah karena malu.


“Sudah, sudah, mamah sudah menyiapkan makanan yang enak, apa kalian sudah sarapan?’ tanya Fara menghentikan putrinya yang terus menggoda menantunya.


“Sudah mah, kami sudah sarapan tadi pagi, istriku sangat kelaparan, karena semalam tidak sempat makan,” jawab Alfa pada Fara.


“Baiklah, kalian istirahat saja dulu, nanti mamah buatkan yang baru lagi buat kalian,” ucap Fara sambil tersenyum melihat kedekatan pasangan pengantin baru tersebut.


Setelah acara penyambutan yang sangat antusias dari mamah dan adik perempuan Alfa, kini pasangan pengantin itu bergegas pergi dari hadapan Fara dan Ana menuju kamar milik Alfa.


...----------------...


Kamar dengan nuansa gelap, dengan cat berwarna abu-abu dan hitam, menambah kesan yang elegan dan sangat cocok dengan kepribadian seorang Alfa.


“Sayang, apa kamu suka dengan kamarnya?” tanya Alfa pada sang istri, karena bagaimana pun ia ingin istrinya merasa nyaman saat di kamarnya.


“Lumayan,” jawab Diva dengan singkat, membuat Alfa tidak tahan dengan sifat keras kepala sang istri yang masih belum menerima dirinya.


“Apa maksudmu dengan lumayan, yang aku butuhkan penilaian dirimu, agar kau bisa betah tinggal di sini, apa aku salah jika minta pendapat dari istriku sendiri?” tanya Alfa geram.


“Tentu saja salah, untuk apa aku harus menilai kamar sementara aku tinggal di sini, nanti juga aku akan pergi,” jawab Diva dengan santai, membuat Alfa merasa darahnya mendidih saat mendengar jawaban istrinya tersebut.


“Apa maksud perkataanmu barusan?” tanya Alfa geram sambil menatap tajam ke arah Diva.


“Cepat atau lambat, kita pasti akan berpisah, jangan berharap lebih dari hubungan ini, aku harap kau bisa menerima keputusan ku untuk bercerai dengan mu di kemudian hari,” jawab Diva santai yang sambil menatap Alfa dengan tatapan yang tak kalah tajam dari pria tampan tersebut.


“Jangan harap aku akan melepaskan dirimu dengan mudah, sampai mati pun aku tidak akan pernah melepaskanmu,” ucap Alfa dengan tatapan tajamnya sambil mencengkram kedua pipi indah milik Diva, membuat wanita cantik tersebut meringis kesakitan.


“Awwhh, lep- paskan, aku,” ucap Diva lirih, ia sadar jika suaminya tidak mudah untuk menyerah.


Cuppp.


“Emm, emm,” Alfa mel*umat habis bibir Diva dengan sangat ra*kus, membuat wanita cantik itu sulit untuk bernapas. Diva terus memberontak, namun tenaganya tidak cukup kuat untuk mendorong pria gila tersebut.


“Jika kau masih berani untuk lari dariku, aku akan melakukan apa yang belum pernah kau bayangkan sebelumnya,” bisik alfa setelah ia melepaskan pang*utan bibirnya.


“Kalau begitu, aku tidak akan sungkan untuk melenyapkan dirimu agar bisa lepas dari jeratan hubungan gila ini,” ucap Diva yang tak kalah tajam dengan suaminya, sungguh ia tidak bisa menjalin hubungan dengan pria yang tak pernah ia cintai, meskipun ia tahu jika pria yang sudah menjadi suaminya tersebut adalah pria tampan dan mapan.


“Kau hanya butuh istirahat saja, aku akan keluar untuk menemui sekertaris Sam di ruang kerjaku, aku akan segera kembali, cuup,” ucap Alfa yang sengaja mengalihkan topik pembicaraan agar tidak semakin rumit, karena ia tahu, wanita yang di nikahinya adalah wanita yang mempunyai pendirian yang sangat kokoh, maka dari itu Alfa begitu tertarik dengan Diva, jika Alfa bisa memenangkan hatinya, bukan tidak pasti wanita itu akan mencintai dirinya dengan tulus.


...----------------...


Setelah perdebatan sengit antara pasangan baru itu, kini Alfa melangkahkan kakinya keluar, sungguh ia merasa lelah jika harus berdebat dengan wanita angkuh tersebut.


“Bagaimana pun caranya, aku harus bisa lepas dari pria gila itu, meskipun aku harus membunuh dirinya,” gumam Diva sambil menatap punggung Alfa yang semakin menjauh dari pandangannya.


Tuuut tuuut tuuut


“Mira, aku minta bantuanmu, apa kamu bisa?” tanya Diva saat sambungan telepon tersambung dengan sahabatnya, Miranda.


“Tentu saja aku bisa membantumu, apa ada masalah?” tanya Mira di sebrang sana.


“Aku ingin lepas dari pria gila itu, aku ingin meninggalkan pernikahan ini,” jawab Diva dengan tegas, membuat Mira tersentak kaget saat mendengar permintaan dari sahabatnya yang baru saja menikah itu.


“Apa kau serius, lalu apa yang akan kau lakukan?” tanya Mira penasaran.


“Tentu saja aku serius, aku akan melakukan apapun agar bisa lepas darinya,” jawab diva dengan tegas.


“Hahh, lalu apa yang harus aku lakukan?” tanya Mira menghela napas panjang, tanda pasrah dengan keinginan sahabatnya tersebut.


“Kau bisa ilmu bela diri kan, aku ingin belajar darimu,” jawab Diva dengan santai.


“Baiklah, lalu kapan kau akan belajar?” tanya Mira, memang sekarang dirinya sudah berganti profesi sebagai pelatih tekwondo dari kalangan anak-anak sampai remaja, setelah Diva berhenti menjadi seorang model.


“Besok aku akan ke tempatmu, baiklah aku tutup dulu telponnya,” jawab Diva yang kemudian langsung memutuskan sambungan telponnya.


Setelah memutuskan sambungan telponnya, kini Diva benar-benar harus istirahat, karena sudah beberapa hari ini tubuhnya terus di gerayangi oleh suaminya.


“Hufftt, akhirnya aku bisa beristirahat,” gumam Diva yang langsung memejamkan matanya.


Tak butuh waktu lama, kini Diva sudah terlelap dalam alam mimpinya.


...----------------...


Di sisi lain, dua orang pria tengah membahas hal yang paling serius.


“Sam, ada kabar apa di dalam perusahaan?” tanya Alfa pada sekertaris Sam, orang kepercayaan dirinya.


“Tuan, saya telah menyelidiki jika Tuan Alex mencoba meretas sistem keamanan perusahaan kita, beruntung saya langsung menyadarinya dan langsung membalikkan virus sistem itu,” jawab sekertaris Sam tanpa ekspresi.


“Si*alan! Berani sekali bajingan itu bertindak gegabah di perusahaanku, aku yakin dia tidak mudah menyerah untuk menjatuhkan aku, tapi dia sudah mencari lawan yang salah, sejak kapan pria breng*sek itu bertindak?” tanya Alfa geram dengan musuh bebuyutannya sendiri.


“Sejak acara resepsi pernikahan tuan muda, sebaiknya tuan sendiri yang harus turun tangan,” ucap sekertaris Sam pada Alfa.


“Apa kau sudah tidak sanggup lagi, apa kemampuan dirimu sudah berkurang hingga aku yang harus turun tangan sendiri?” tanya Alfa sambil menatap sinis pada sekertaris Sam.


“Bukan begitu tuan muda, saya hanya mengira jika Tuan Alex sudah memanfaatkan situasi sekarang, mungkin saja tuan Alex mempunyai mata-mata hingga dia tahu kalau tuan sedang cuti beberapa hari ini, oleh karena itu tuan Alex berani bertindak,” sergah sekertaris Sam dengan cepat, agar tuan mudanya tidak salah paham padanya.


...****************...


Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.


Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...


Follow IG Author @aran_diah


Hatur nuhun.