Leave Me Please Hubby

Leave Me Please Hubby
Chapter 48



Selamat membaca ...


Setelah Tasya keluar dari rumah sakit, wanita itu langsung pulang di antar oleh Elsa menaiki taksi Online, hingga wanita itu sampai di depan rumah sederhananya, tapi Elsa langsung pergi setelah mengantar Tasya, karena wanita itu juga adalah seorang wanita yang sedang mengurus ibunya yang sedang sakit, Tasya pun mengerti akan hal itu.


Ceklekk!


Tasya membuka rumah sederhana yang ia sewa, memang tidak seperti apartemen mewah yang sering ia tempati sebelumnya, tapi rumah kecil dan sederhana ini jauh lebih murah uang sewaannya di banding dengan apartemen.


Uang yang di berikan oleh Daniel pada dirinya saat melarikan diri bahkan cukup untuk menyewa rumah kecil itu hingga 3 bulan lamanya, membuatnya merasa bersyukur karena setidaknya ia tidak perlu memikirkan uang sewaan rumah selama satu tahun ini.


Gaji yang ia terima sudah lebih dari cukup untuk kehidupannya saat ini, wanita itu memang sedikit susah untuk beradaptasi dengan kehidupannya yang kini sudah seratus delapan puluh derajat berubah, tapi akhirnya ia bisa menikmati hidup sederhana.


“Ah, akhirnya aku sudah sampai, mulai bulan ini aku harus menabung lebih banyak dari sebelumnya, aku tahu biaya persalinan itu gak sedikit, tapi kenapa rasanya lemas begini ya,” gumam Tasya yang merasa jika memang sekarang suka telat makan karena tidak berselera.


Hoeekk! Hoeeekk! Hoeekk!


Tasya berlari ke wastafel yang ada di dapur untuk mengeluarkan isi perutnya, tubuhnya sudah beberapa kali mengeluarkan cairannya, hingga ia merasa lemas, tapi ia juga tidak punya makanan untuk ia makan hanya untuk sekedar memberi dirinya energi.


“Haiss, aku tidak punya makanan untuk aku makan saat ini, aku juga belum masak, kenapa aku tidak bertenaga seperti ini, nak, kamu jangan manja ya, mommy bukan orang kaya lagi sekarang,” gumam Tasya sambil mengelus perutnya yang masih rata, dengan cepat ia segera mengambil bahan makanan yang sekiranya gampang dan cepat untuk di masak.


Tasya ingin membuat nasi goreng kesukaannya, tapi pada saat ia baru mencium aroma nasi itu sendiri, membuat perutnya kembali bergejolak ingin di di keluarkan, dengan cepat Tasya berlari lagi ke wastafel untuk mengeluarkan semua isi cairan dalam perutnya.


Merasa menderita karena tidak ada pertolongan dari siapapun, membuat wanita itu merasa sendirian dan merasa sangat sedih, hormon kehamilan yang suka meningkat dengan tiba-tiba, membuat suasana hatinya mudah berubah dan tak bisa di tebak.


“Apa kita akan menderita sayang, kita harus kuat, mungkin daddy-mu sudah bahagia dengan mommy barumu, tidak! Aku tidak akan membiarkan anaku memangil wanita lain sebagai mommy dari anakku, asal anakku tidak tahu siapa daddy-nya,” isak Tasya yang kini sudah terduduk di bawah sana sambil memeluk erat kedua lututnya.


“Kenapa aku merindukan mu, apa kau juga merindukan aku, kau pasti sudah bahagia dengan kehidupan mu kan, kau sudah melupakan aku dengan begitu mudahnya, aku sampai tak habis pikir dengan dirimu, kau bilang kau sangat mencintaiku, ternyata kau memang hanya jadikan aku sebagai pelarian dirimu saja, jangan salahkan aku jika anakmu sendiri tidak tahu siapa daddy-nya,”gumam Tasya yang kini sudah hilang selera makan apalagi makan, ia lebih memilih bangkit dan pergi menuju kamarnya yang berukuran kecil, dan segera merebahkan tubuhnya yang sudah lelah bekerja seharian.


Setelah merasa lelah karena menangis, Tasya akhirnya memejamkan matanya dan terlelap dalam tidurnya, meskipun ia merasa ngantuk, tapi rasa tidak nyaman saat hamil membuatnya harus mencari posisi yang cukup nyaman, perutnya yang masih rata terus ia elus agar ia merasa nyaman.


“Alfa, apa kau merindukan aku, aku sangat merindukan mu, aku sudah mengandung anakmu, bukankah ini yang kau harapkan, keturunan yang kau nantikan, sekaranag aku sudah mengandung anak kita, apa kau akan bahagia” gumam Tasya yang kini sudah menenteskan air matanya, ia takut tidak sanggup melewati semuanya sendiri.


Setelah Tasya benar-benar lelah ia tertidur kembali, berharap esok hari akan ada hari yang jauh lebih baik dari hari ini.


Pagi ini Tasya bercermin melihat tubuhnya yang memang sedikit berubah, berat badan yang mulai naik hingga membuatnya terlihat lebih berisi.


Perubahan pada wanita hamil biasanya mudah dilihat dan beberapa keluhannya juga lumayan banyak. Muncul bercak darah dari kandang ular kobra suaminya, merasakan nyeri pada kedua gunung himalayanya, sering sembelit, suka mengidam makanan yang aneh-aneh, sering buang air kecil, moodnya yang mudah berubah-ubah, bahkan lebih cepat daripada membalikan halaman buku, mual di pagi hari (morning sickness).


Perubahan kondisi kulitnya yang menjadi lebih kering atau berminyak karena sering terjadi perubahan hormon kehamilan, terlihat pembuluh darah vena berwarna biru di area perut, gunung himalaya, dan kaki, perubahan pada kandang ular kobra, lapisannya yang yang menjadi lebih tebal dan kurang sensitif.


Note: ibu hamil sering mengalami buang air kecil, hindari untuk menahannya karena beresiko infeksi saluran kemih (ISK).


...----------------...


Hari ini adalah hari di mana ia bekerja, bekerja dalam keaadan hamil adalah yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya, dulu ia berpikir akan menikmati kehamilannya dengan kehadiran sang suami di sisinya, namun sekarang semua itu hanya mimpi belaka.


Hooeekk! Hooeekk! Hoeekk!


Tasya kembali muntah-muntah, wanita itu sudah berada di dalam toilet, ia takut ada yang curiga dengan keadaannya yang saat ini sedang hamil namun tidak diketahui siapa ayah dari calon bayinya, ini pasti akan jadi suatu bahan gunjingan untuk dirinya dan calon anaknya.


Ceklekk!


Betapa terkejutnya ia saat membuka pintu toilet ada Dessy sang manajer, wanita itu menatap Tasya dengan tatapan sinis, bahkan tatapan merendahkan.


“Ternyata aku tidak perlu bukti yang sulit ya untuk membuka jati dirimu yang sesungguhnya, ternyata kau memang wanita mura*han. Cih! Sangat menjijikan,” cibir Dessy sambil melipat kedua tangannya di dadanya.


“Maksud ibu apa ya, maaf saya harus kembali bekerja,” ucap Tasya yang tidak mengerti dengan sikap semua orang yang ada di tempat ia bekerja seolah memusuhi dirinya, termasuk sang manajer.


“Kamu tidak usah berpura-pura polos di hadapanku, anak pria mana yang kau kandung, oh atau mungkin kau sendiri tidak tahu siapa ayah dari anak yang kau kandung?” tanya Dessy dengan nada mengejek, membuat Tasya terkejut.


“Kenapa kau merasa terkejut, apa kau kaget karena aku tahu, semua itu gampang, siapa yang tidak melihat perubahan penampilan dirimu itu, semua orang juga tahu, jadi sekarang ayo ikut aku,” ucap Dessy yang langsung menyeret Tasya untuk di bawa ke ruangan Rey, agar wanita cantik itu di pecat dari kafe tersebut.


“Ada apa ini ribut-ribut di pagi hari?” tanya Rey yang heran dengan keadaan di luar, tapi ia terkejut saat melihat Tasya yang di seret oleh Dessy.


“Ini Pak, saya hanya ingin melaporkan karyawan kita, ternyata Tasya itu bukan wanita baik-baik, dia ini wanita penghibur,” ucap Dessy dengan lantang membuat Rey menatap Tasya dengan tatapan tak percaya, sedangkan Tasya sudah menangis sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat.


“Apa yang di katakan Dessy itu benar?” tanya Rey yang ingin meyakinkan pada Tasya.


“Pak, itu tidak benar,” sergah Tasya dengan cepat.


“Bohong pak, saya bisa membuktikannya,” ucap Dessy tak mau kalah.


“Mana buktinya?” tanya Rey pada Dessy.


“Bawakan dokter kandungan kesini dan lihat hasilnya, kalau wanita ini sedang hamil anak yang tidak tahu siapa ayahnya, bukankan Tasya belum menikah,” ucap Dessy dengan penuh kemenangan dan tersenyum sinis ke arah Tasya.


“Maksud kamu, Tasya hamil. Apa benar begitu Tasya?” tanya Rey dengan tatapan penuh kecewa pada wanita yang selama ini ia incar.


“Pak, saya bisa je-,” ucap Tasya yang ingin membela diri, namun sepertinya Rey sudah sangat marah padanya.


“Jawab dengan benar!” ucap Rey dengan sedikit meninggikan volume suaranya tanpa sadar, dan membuat Tasya sampai terkejut dan meneteskan air matanya, sedangkan Dessy, wanita itu tersenyum penuh kemenangan.


“Be-benar pak,” jawan Tasya dengan terbata saambil terus meneteskan air matanya, membuat Rey merasa sangat bersalah karena sudah membentak wanita itu.


Rey yang tidak mau kehilangan Tasya pun akhirnya mengambil jalan pintas agar wanita itu tetap di sisinya.


“Akhirnya, aku sudah menantikan anak kita tumbuh di dalam perutmu, aku sangat bahagia sekali,” ucap Rey dengan tiba-tiba, apalagi raut wajahnya yang sudah sangat bahagia. Sedangkan Tasya dan Dessy begitu terkejut.


‘Tidak! Ini tidak mungkin kan, mana mungkin pria nakal itu adalah pak Rey, tidak mungkin,’ batin Dessy yang malah terkejut.


“Pak, an-,” ucap Tasya yang ingin mengklarifikasi masalah anaknya, namun Rey segera menyela ucapan Tasya.


“Kau tidak perlu menutupinya lagi dari semua orang, itu memang anak kita, Dessy cepat minta maaf pada calon ibu dari anakku, bukankah tadi kamu yang sudah menghina wanitaku,” ucap Rey sarkas, dengan wajah tanpa dosa sama sekali, membuat Dessy sungguh semakin tidak bisa terima dengan semua ini, namun ia harus menahan semuanya untuk bisa menyingkirkan Tasya.


“Tasya, maafkan aku, karena sudah salah menuduh calon bayimu,” ucap Dessy dengan datar, bahkan tangannya sudah menggeram erat di bawah sana.


“Sekarang keluarlah,” ucap Rey bernada perintah pada Dessy, membuat wanita itu terpaksa harus keluar dari ruangan tersebut.


Setelah Dessy keluar, Rey menarik tangan Tasya dan membawanya ke dalam pelukannya, membuat Tasya terkejut setengah mati, ia tidak terbiasa di peluk oleh orang lain.


“Aku akan menerima mu dan anak yang ada di dalam kandungan mu, apa kau mau menikah denganku?” tanya Rey tanpa basa basi lagi sambil mengelus kepala Tasya dalam pelukannya.


Degg!


‘Menikah dengannya, tidak, aku belum bercerai dengan suamiku, anak ini adalah milik ayahnya, meskipun aku tidak yakin jika suatu saat akan bertemu kembali, tapi aku berjanji pada diriku sendiri untuk membesarkan anakku sendiri, tanpa orang lain,’ batin Tasya yang tidak bisa menerima lamaran Rey tiba-tiba baginya.


Dengan cepat Tasya mendorong tubuh Rey agar menjauh darinya, membuat Rey sedikit terhuyung ke belakang.


“Tasya, aku sungguh mencintai dirimu,” ucap Rey yang tak putus asa untuk mengejar Tasya.


...****************...


Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.


Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...


Follow IG Author @aran_diah


Hatur nuhun