Leave Me Please Hubby

Leave Me Please Hubby
Chapter 13



Selamat membaca ...


Setelah mengucapkan hal yang membuat Diva kesal, akhirnya pria tampan itu keluar untuk menyambut beberapa koleganya kembali.


Sedangkan, Diva segera melepaskan pakaiannya dengan susah payah untuk membersihkan diri, karena tubuhnya yang sudah lengket dan ia tidak pernah berniat untuk kembali dalam acaranya lagi.


“Huh! Pria gila itu sudah mengambil banyak keuntungan dariku, aku harus segera membersihkan diriku, dan setelah itu tidur dengan sangat nyenyak, sekarang aku sudah tidak punya pekerjaan lagi, aku hanya seorang pengangguran, jadi jangan salahkan aku karena menghabiskan uangmu setiap hari,” gerutu Diva kesal, kemudian ia menampilkan senyum smirknya, karena mulai hari ini ia akan melakukan hal yang akan membuat suaminya tersebut kesal setengah mati, wanita cantik itu berpikir, jika Alfa sudah kesal padanya dan tidak bisa tahan untuk hidup bersamanya akan segera menceraikan dirinya.


...----------------...


Di sisi lain seorang pria tengah menuruni anak tangga satu persatu dengan penuh percaya diri, jangan lupakan juga, sebuah wajah tampan yang terlihat sangat bahagia meskipun tidak ada senyuman terukir di bibir indahnya, karena ia tidak akan mudah tersenyum jika di depan publik.


Para wanita yang melihatnya begitu terpukau dengan parasnya yang sangat tampan bak dewa yunani tersebut, tapi tak jarang dari mereka yang patah hati karena pria tampan dan mapan itu telah memiliki wanita pilihannya, apalagi wanita itu tidak ada tandingannya, yang merupakan seorang anak pengusaha dan seorang model terkenal dengan paras yang sangat cantik bagai seorang dewi dari kayangan.


“Tuan Alfa begitu tampan dan mempesona, siapa yang tidak mau dengannya."


“Sungguh pasangan yang sangat serasi, tuan Alfa yang sangat tampan dan nona Diva yang sangat cantik.”


“Aku begitu iri pada pasangan ini, sungguh pasangan yang sangat serasi, aku ingin cantik seperti nona Diva agar bisa menikah dengan pria tampan pilihanku.”


Begitulah kira-kira semua orang yang berkomentar tentang pasangan yang paling serasi tersebut.


‘Kalian tidak tahu, jika aku yang memaksa istriku untuk menikah dengan diriku, bahkan aku tidak percaya jika masih ada wanita yang berani menolak diriku, kecuali Diva, istriku memang berbeda dengan wanita di luaran sana,’ batin Alfa yang mendengar pujian dari para wanita tersebut.


“Selamat untuk pernikahan anda tuan, saya turut berbahagia atas pernikahan tuan, saya tidak menyangka jika tuan mempunyai hubungan dengan model cantik seperti nona Diva,” ucap salah satu kolega bisnisnya.


“Terima kasih tuan sudah memenuhi undangan saya,” ucap Alfa dengan singkat dan tak menanggapi ucapan mengenai istrinya yang sangat cantik itu, karena ia tidak ingin jika orang lain mengetahui banyak hal tentang istrinya tersebut.


...----------------...


Setelah cukup lama membahas tentang bisnisnya, kini Alfa sedang duduk bersantai di salah satu sofa yang ada di sana sambil menikmati segelas wine yang ada di tangannya.


“Hei, kenapa kau ada disini, harusnya kau menemani istrimu yang cantik itu, bukan?” tanya seorang pria yang baru saja datang dan langsung duduk di samping Alfa.


“Apa kau sudah bosan hidup?” bukan menjawab, Alfa malah bertanya balik dengan datar pada pria itu.


“Oh, ayolah, aku hanya sedang bertanya saja, apakah sahabatmu ini tidak boleh bertanya lagi karena kau sudah mempunyai istri?” tanya pria yang bernama Daniel itu pada Alfa dengan wajah yang memelas.


“Kau juga tahu apa alasanku di sini,” jawab Alfa dengan malas, karena ia dan Daniel begitu dekat sejak saat masih sekolah dasar, apapun yang mereka alami pasti akan mudah di ketahui oleh satu sama lainnya.


“Kenapa kau menikahi wanita yang sama sekali tidak mencintaimu, bahkan aku melihat dia sangat membencimu,” ucap Daniel yang mengeluarkan pendapatnya.


“Kau tidak pantas menilainya, hanya aku yang bisa menilai istriku karena orang lain tidak akan bisa untuk menilai dari sisi manapun, termasuk dirimu, aku percaya, tatapannya yang sangat membenciku saat ini akan berubah menjadi tatapan lembut dan penuh cinta suatu saat nanti,” sergah Alfa yang tidak terima jika sahabatnya menilai istrinya dengan sangat tepat.


“Apa kau menganggap diriku orang lain, kau jangan membohongi diri sendiri,” ucap Daniel yang tidak terima jika dirinya di anggap orang lain oleh sahabatnya sendiri.


“Aku akan terus berusaha untuk itu, kau hanya perlu mendukung dan membantuku saja,” ucap Alfa yang sudah melemahkan suaranya.


“Dia sedang mengerjakan sesuatu untukku,” jawab Alfa singkat, membuat Daniel manggut- manggut tanda mengerti.


“Harusnya aku sudah tahu, jika pria kaku itu tidak akan mudah lepas dengan tuan mudanya, aku rasa aku salah mengira,” ucap Daniel yang membuat Alfa mengerutkan dahinya tanda ia tidak mengerti.


“Apa maksudmu?” tanya Alfa penuh selidik pada Daniel.


“Tidak ada, aku rasa hubunganmu dengan istrimu cukup baik,” jawab Daniel yang masih menahan tawanya karena melihat sesuatu di wajah sahabatnya tersebut.


“Haiss, baiklah kalau begitu aku harus menemui mamahku dulu, nikmatilah acaranya,” ucap Alfa yang langsung bangkit dari tempat duduknya dan segera bergegas menuju Fara dan Ana yang ada di ujung sana.


“Mah, apakah acaranya sudah selesai?” tanya Alfa yang baru saja datang ke arah Fara dan Ana yang sedang mengobrol dengan riang gembira.


“Iya, para tamu juga sedikit demi sedikit sudah pulang, apa kau sudah tidak tahan, sayang?” tanya Fara sambil tersenyum menggoda putranya tersebut.


“Memang kenapa mamah bertanya seperti itu?” tanya Alfa balik pada Fara.


“Apa kakak tidak bercermin sebelum kesini?” tanya Ana yang sudah tidak tahan dengan kakaknya yang bisa bersikap polos juga.


“Tidak, memangnya kenapa?” sudah tidak sabar dengan jawaban adiknya.


“Kau lupa mengusap bibirmu yang penuh dengan lipstik yang berantakan, apa kau habis memakan seseorang?” tanya Ana menggoda kakaknya sambil terkekeh.


“Ah, benarkah?” tanya Alfa langsung mengusap bagian mulutnya.


“Kau terlalu bersemangat, sebaiknya cepat buatkan aku cucu,” Fara tak mau kalah untuk menggoda putranya tersebut.


“Baiklah, aku akan segera memenuhinya, kalau begitu aku akan segera menemuinya,” ucap Alfa yang langsung meninggalkan Fara dan Ana, membuat dua orang wanita yang beda generasi itu menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah laku Alfa yang tidak tahu malu.


...----------------...


Alfa bergegas pergi menuju kamar pengantin setelah semua para tamu undangan pulang, dengan langkah pasti, pria tampan itu menaiki anak tangga satu persatu. Tak butuh waktu lama, kini Alfa sudah sampai di depan pintu kamar pengantin, yang mana sang istri ada di dalamnya.


Ceklekk ...


...****************...


Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.


Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...


Follow IG Author @aran_diah


Hatur nuhun.