
Selamat membaca ...
“Apa kau tahu, setelah kau menikah dengan musuhku, aku merasa sangat khawatir jika kau akan tertarik dengannya, kau juga tahu dia begitu sempurna di mata wanita luaran sana,” ucap Alex sambil membelai wajah Diva dengan sangat lembut.
“Bagiku dia tak lebih hanya seorang penghalang kehidupanku, kau tidak perlu khawatir lagi, aku sudah bersama mu,” ucap Diva sambil tersenyum manis ke arah Alex.
“Ini sudah hampir jam makan siang, apa kau mau makan siang denganku?” tanya Alex pada wanita cantik yang sudah lama bersama dirinya.
“Tidak, aku harus pulang untuk makan siang bersama mamah Fara,” jawab Diva dengan cepat.
“Baiklah, aku rasa hubungan mu dengan mertuamu cukup baik, apa suami mu belum pulang juga?” tanya Alex kembali.
“Aku hanya tidak tega melihatnya menderita, apa salahnya jika aku berhubungan baik dengan mamahnya, suamiku belum pulang sudah beberapa hari ini, entah kenapa dia mulai mengabaikan aku,” jawab Diva tanpa sadar mengakui Alfa sebagai suaminya, membuat Alex geram mendengar kata-kata yang keluar dari mulut kekasihnya itu.
“Apa kau sudah mengakui dia suami mu, atau memang benar kau sudah mencintai dirinya, jawab aku dengan jujur?!” tanya Alex kesal pada Diva, membuat wanita cantik itu mengernyitkan dahinya.
“Aku sudah bilang padamu, aku tidak mencintai dirinya, aku harus pulang sekarang, mamah pasti sudah khawatir menungguku,” ucap Diva berkilah dan segera bangkit dari tempat duduknya.
“Baiklah, aku harap kau bisa memegang ucapan mu itu,” ucap Alex yang ikut bangkit dari tempat duduknya dan mengantarkan Diva sampai depan apartemennya.
...----------------...
Tak butuh waktu lama, kini Diva sudah sampai di rumah utama, di sana sudah ada Fara seorang diri yang menunggunya, itulah alasan mengapa Diva tidak tega jika menyakiti hati mertuanya.
“Diva, sayang kamu baru pulang, nak?” tanya Fara yang sudah menunggunya dengan sangat antusias.
“Emm, iya mah, apa mamah menungguku?” tanya Diva dengan tidak enak hati.
“Iya sayang, sudah beberapa hari ini Alfa tidak pulang, mamah jadi merasa kesepian,” jawab Fara dengan nada sedih, dan itu membuat hati Diva semakin merasa bersalah pada ibu mertuanya tersebut, karena lebih mementingkan kesenangannya sendiri.
Biasanya Alfa pulang dari kantor untuk menemani Fara hanya sekedar makan siang bersama, karena Diva sudah jarang ada di rumah untuk menemani Fara.
“Maafin Diva mah, Diva sudah tidak pernah menemani mamah lagi, tapi mulai detik ini Diva janji akan selalu ada untuk mamah, supaya mamah tidak merasa kesepian lagi,” ucap Diva tanpa sadar mengucapkan janji untuk sang mertua.
“Benarkah sayang, kalau begitu mamah akan sangat senang jika memang kamu mau menemani mamah, apalagi sekarang Ana sudah pindah ke apartemen milik Alfa,” ucap Fara meyakinkan, ia merasa sangat senang jika menantunya memahami dirinya.
“Benar, mah,” ucap Diva membenarkan.
Tak butuh waktu lama, kini Diva dan Fara sudah ada di meja makan, untuk makan siang bersama.
Tak berselang lama, datang sosok pria tampan bertubuh tinggi dan tegap yang langsung memeluk tubuh Fara dari arah belakang, sedangkan Diva hanya melongo melihat sosok pria yang sudah beberapa hari ini tidak pulang ke rumah.
Namun, bukan itu yang membuat dirinya merasa aneh, melainkan sikap Alfa yang acuh tak acuh dengan keberadaannya saat ini, jujur saja ia merasa sakit hati saat ia di abaikan oleh suaminya sendiri, pria itu bahkan tidak meliriknya sama sekali.
“Apa mamah tidak merindukan ku, hum?” tanya Alfa yang masih saja bergelayut manja pada Fara.
“Apa kau kurang beristirahat, lihatlah wajah tampan mu itu sedikit kusam, apa kau merasa kurang sehat?” tanya Fara sambil menatap wajah putranya dengan intens.
“Tentu saja aku sangat sehat, aku hanya butuh istirahat yang cukup saja,” jawab Alfa berkilah, ia tidak mau memperlihatkan sisi lemahnya pada Fara dan Diva.
“Hmm, baiklah, tumben kau tidak bermanja dengan menantu kesayangan mamah,” ucap Fara pada Alfa, membuat Diva langsung melirik ke arah Alfa karena ingin tahu reaksi apa yang di berikan oleh Alfa mengenai dirinya.
“Apa mamah rela jika putra mamah di sakiti oleh orang lain, bahkan jika itu oleh menantu mamah?” tanya Alfa yang membuat Fara mengernyitkan dahinya tanda tidak mengerti.
Degg
‘Apa maksudnya dengan bertanya seperti ini, apa dia sudah tahu jika aku berselingkuh darinya, harusnya aku senang jika dia tahu dan sesuai dengan rencana kami, tapi kenapa aku merasakan sesuatu yang beda, aku merasa takut jika dia tahu dan berdampak pada pernikahan kami, apa aku sudah jatuh cinta padanya, haiss itu tidak mungkin, aku hanya kasihan saja melihatnya yang sudah aku bohongi,’ batin Diva menepis perasaannya.
“Tentu saja tidak, apa yang kamu ucapkan, Diva adalah menantu mamah yang sangat baik, tidak mungkin menyakiti putra mamah, kenapa kau bertanya seperti itu?” jawab Fara yang kemudian bertanya balik, sambil melihat ke arah Diva dan tersenyum manis pada wanita cantik itu, yang mana membuat Diva semakin merasakan sesuatu yang tidak enak.
“Aku hanya ingin memastikan jika mamah masih menyayangiku saja, aku akan membersihakan diri dulu, nanti aku akan kembali untuk makan bersama, aku tahu mamah pasti sangat kesepian dan merindukan aku,” ucap Alfa yang langsung pergi ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.
“Haiss, anak itu tidak pernah berubah, selalu saja bersikap manja padaku, apa dia juga suka bermanja padamu, biasanya seorang pria jika sudah menikah akan berpindah manjanya kepada istrinya, ahh sudahlah, dia memang putraku satu-satunya, aku juga senang dia masih manja padaku,” ucap Fara yang membuat Diva semakin merasa bersalah, entah sejak kapan ia di abaikan oleh suaminya sendiri, dan itu membuat dirinya merasakan sakit yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.
“Dia kadang-kadang saja mah,” jawab Diva seadanya.
...----------------...
Tak butuh waktu lama, seorang pria turun dengan menggunankan pakaian santainya, dan segera duduk di antara Fara dan Diva.
“Sayang, ayo ambilkan makanan untuk suami mu!” titah Fara pada Diva yang masih melamun entah memikirkan apa.
“Emm, baik mah,” ucap Diva sambil mengambil makanan seperti biasa yang Alfa sukai, namun pergerakan tangannya terhenti saat Alfa mengambil makanannya sendiri, dan itu membuat Diva merasakan sakit hati yang sangat menyakitkan.
“Loh, Alfa kenapa kamu mengambil makanan mu sendiri, Diva sudah mengambilkannya untuk mu,” ucap Fara pada putranya yang bersikap aneh setelah pulang dari perusahaannya, dan itu membuatnya yakin, jika ada masalah antara suami istri tersebut.
...----------------...
Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.
Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...
Follow IG Author @aran_diah
Hatur nuhun.