
Selamat membaca ...
“Baiklah, aku juga ingin mengurus masalah kecil di kantor,” ucap Alfa yang sambil tersenyum manis pada istrinya, membuat Diva langsung memalingkan wajahnya ke arah lain.
Setelah kepergian Diva, Alfa langsung mengambil benda pipih yang ada di dalam saku celananya, dengan cepat ia mencari Nomor telepon seorang pria yang biasa bersama dengan dirinya, dan segera menghubungi pria tersebut.
“Halo tuan muda,” ucap seorang pria di sebrang sana yang tak lain adalah sekertaris Sam.
“Aku tunggu kau dalam waktu lima belas menit, kalau tidak, aku akan memotong gajimu bulan ini,” ucap Alfa dengan senjata ancamannya, membuat pria yang ada di sebrang sana menghela napasnya dengan kasar.
“Apa kau tuli, sampai tidak menjawab perintahku,” ucap Alfa pada sekertaris Sam, karena pria yang ada di sebrang sana tak kunjung menanggapi perintahnya.
“Bukan, bukan, begitu tuan muda, baik, saya akan segera kesana,” ucap sekertaris Sam dengan cepat, setelah mendengar jawaban dari sekertarisnya, Alfa segera memutuskan sambungan telepon secara sepihak.
...----------------...
Tak butuh waktu lama, sekertrais Sam sudah sampai di apartemen milik sang nona mudanya, Alfa yang kini sudah berada di dalam mobil hanya diam tak bergeming, karena ia tahu jika sekertarisnya sudah tahu di mana letak keberadaan istrinya.
“Apa kau sudah menemukannya Sam?” tanya Alfa pada pria yang sedang menyetir tersebut.
“Letaknya ada di apartemen yang ada di jalan xx tuan,” jawab sekertrais Sam singkat.
“Pria itu benar-benar ingin merebut istriku, aku tidak akan membiarkannya menyentuhnya, walaupun sehelai rambut, apa kau sudah menyuruh orang-orangku mengikuti mereka, tadi?” tanya Alfa dengan wajah yang sudah dipenuhi amarah.
“Sudah tuan muda, saya sudah meminta beberapa orang untuk menjaga nona muda,” jawab sekertaris Sam jujur, bahkan ia sudah mengantisipasi lebih dulu agar hal yang tak di inginkan tidak terjadi.
‘Aku tahu pasti tuan muda tidak akan berbuat gegabah, aku yakin tuan muda pasti akan lebih memilih nona muda, meskipun nona muda bersifat angkuh, tp sebenarnya nona muda sudah sangat mencintai tuan muda,’ batin sekertaris Sam yang merasa lega.
‘Diva, kenapa sesulit ini aku menaklukan dirimu, apa benar kau membenciku, apa kau masih ingin pergi meninggalkan aku, kenapa semuanya jadi begini, apa kau merasa cemburu dengan wanita itu, ah aku sampai tak berani menyebut namanya meskipun dari hati, aku takut kau akan membunuhku diriku jika tahu aku menyebut namanya lewat hati, apa kau sudah mencintaiku, aku sungguh tertarik dengan istriku sendiri,’ batin Alfa dengan pilu, sungguh ini adalah cinta sesungguhnya yang ia rasakan, wanita angkuh itu ternyata sudah mencuri hatinya hingga tak tersisa.
...----------------...
Tak terasa mereka sudah sampai di tempat yang tadi di maksud, apartemen yang sedikit sepi namun mewah, sekertaris Sam segera memarkirkan mobilnya dengan cepat. Alfa yang sedang melamun itu sampai tak menyadari jika mereka sudah sampai, hingga sekertaris Sam menyadarkan pria tersebut.
“Tuan muda, kita sudah sampai,” ucap sekertaris Sam dengan sedikit mengerasksn suaranya, hingga sang tuan muda langsung melemparkan tatapan mautnya.
“Apa kau sudah bosan hidup Sam?” tanya Alfa dengan tatapan tajamnya.
“Maafkan saya tuan muda,” ucap sekertaris Sam dengan wajah datarnya, pria itu memang sangat kaku, hingga membuat Alfa tak merasa aneh dengan pria tersebut.
Tak ingin membuang waktu, kini sekrtaris Sam dan Alfa sudah ada di depan kamar apartemen di mana istrinya berada, sebelum mereka masuk, mereka mendengar percakapan Diva dengan pria bren*gsek itu.
“Apa kau sudah mengambil semua dokumen itu?”tanya Alex pada Diva dengan senyum penuh arti.
“Maafkan aku, aku tidak bisa mengambilnya, aku juga sudah memutuskan hubungan denganmu,” jawab Diva sedikit merasa bersalah pada pria itu.
Brakk!
Alex menggebrak meja yang ada di hadapan Diva, karena begitu terkejut dengan penuturan wanita yang ia tahu sangat mencintai dirinya.
“Ada apa dengan dirimu?” tanya Diva menatap Alex dengan tak percaya, pria yang begitu mencintainya sangat berani berlaku kasar di hadapannya.
“Jika memang iya kenapa, dia suamiku, aku mencintainya, meskipun aku tahu aku tidak akan bersamanya,” jawab Diva dengan teriak, hingga cairan bening yang sudah ia tahan sudah meluncur dengan derasnya membasahi pipi indah miliknya.
Jawaban Diva bagai sebuah minyak yang di siram dalam kobaran api, yang membuat Alex sudah tidak bisa menahan dirinya lagi, hingga ia mencengkram dagu Diva dengan sangat keras, membuat wanita cantik itu meringis kesakitan.
“Aku ingin lihat, apakah suamimu bisa menerima dirimu jika tahu kau tidur denganku, atau malah pria itu juga akan membuangmu, layani aku dengan baik, sayang,” ucap Alex dengan nada sensual dan ingin memp*erkosa Diva, membuat Diva memberontak sekuat tenaga, dan teriak histeris.
Bughh! Bugghh! Bughh!
Seorang pria tampan datang dan langsung memukul punggung pria bren*gsek yang sudah berani menyentuh istrinya, Alfa bahkan membuka pintu perlahan agar tidak ketahuan agar bisa langsung memukul bajingan itu.
“Sayang, apa kau baik-baik saja?” tanya Alfa yang tak lupa membubuhi kecupan singkat di kening istrinya yang masih menangis dan hanya menganggukan kepalanya.
“Hahaha! Ternyata kau memang hebat, apa kau sudah menyadarinya dari awal?” tanya Alex dengan terkekeh sinis melihat pria yang sudah membuatnya terkucilkan.
“Ck! Apakah ada yang tidak bisa aku ketahui jika aku menginginkannya, kau dari dulu hanya bisa berbuat seperti seorang pecundang,” jawab Alfa dengan sinis.
“Tuan muda, anak buah Alex sudah dilumpuhkan semua, apa langsung di bawa ke markas?” tanya sekertaris Sam pada sang tuan muda, sedangkan Diva sudah meringkuk dibawah sana.
“Apa! Bagaimana mungkin, kalian brengsek, Alfa asal kau tahu, siapa aku sebenarnya, apa kau akan berubah pikiran?” sungguh Alex sanga kaget dan langsung melontarkan pertanyaan itu.
“Tentu saja aku sudah tahu, kau adalah gelandangan yang mengkhianati aku, apa kau belum merasa cukup puas selama ini, bahkan aku sangat jijik dengan pria seperti dirimu, teman yang ingin mengkhianati temannya sendiri karena merasa iri,” jawab Alfa dengan santai membuat Alex geram dan segera mengeluarkan sebuah senjata api dari saku jas miliknya, membuat Alfa membulatkan matanya dengan sempurna.
“Jika kau tidak melepaskan aku, aku tidak akan segan untuk membunuh wanita itu,” ancam Alex sambil menodongkan senjata api tersebut membuat Alfa tertegun, ia tahu Alex tidak akan semudah itu lari darinya, pasti ia akan tetap membunuh siapapun orang yang ia cintai sebelum ia merasa puas.
Alfa harus menanggung resiko dan segera berlari ke arah ke arah istrinya yang sedang meringkuk dan memeluk tubuh mungil itu dengan erat, ia tahu Alex tidak akan pernah puas jika wanita yang ia cintai masih hidup bahagia.
Alex yang melihat Alfa yang berlari dan ingin memeluk istrinya langsung bergerak dengan cepat.
‘Jika aku tidak bahagia, maka kau juga tidak berhak bahagia,’ batin Alex yang segera menarik pelatuk senjata apinya.
Dooorrr!
darah mengalir dari bahu kanan seorang pria tampan yang tengah memeluk wanita cantik itu dengan deras, membuat wanita itu tertegun dengan apa yang telah ia lihat.
‘Dia yang aku percya selama ini ingin membunuh ku, apa aku sudah gila, menyia-nyiakan pria yang aku benci ternyata rela berkorban demi diriku,’ batin Diva yang merasa shok dengan keadaan yang terjadi.
...----------------...
Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.
Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...
Follow IG Author @aran_diah
Hatur nuhun.
Ada banyak cara untuk berkhianat. Tapi, cara yang paling kotor adalah, berpura-pura mencintai ...