
Selamat membaca ...
“Apa kau pikir aku akan memnuhi keinginan mu?” tanya Alfa sambil menatap Diva dengan tatapan yang sulit di artikan, membuat Diva merinding di buatnya.
‘Bagaimana pun aku harus bisa lepas darimu, apapun caranya akan aku lakukan, karena aku tidak percaya dengan pria tampan dan kaya ini, pasti dia sudah banyak bermain wanita di luaran sana,’ batin Diva dengan segala opininya untuk pria tampan yang ada di sampingnya tersebut.
“Aku jadi berpikir kau tidak mencintai diriku, apa kau menikahi ku hanya untuk memenuhi rasa obsesi mu terhadap diriku?” tanya Diva sambil tersenyum sinis ke arah Alfa.
“Apa aku terlihat begitu, sayang?” bukan menjawab, pria tampan itu malah balik bertanya pada Diva sambil menatap wanita cantik dengan tatapan menggoda, membuat Diva langsung memalingkan wajahnya ke arah luar jendela.
“Apa kau malu sayang, baiklah, sebaiknya kita cepat makan siang, kau jadi sangat menyeramkan jika saat sedang lapar,” ucap Alfa yang tak henti-hentinya menggoda wanita pujaan hatinya, sedangkan Diva hanya diam dan tak berniat untuk menjawab pertanyaan bodoh dari Alfa.
Tak butuh waktu lama, mereka sudah sampai di restauran yang ada di dekat perusahaan Edison.
“Apakah gedung besar itu adalah perusahaan mu?” tanya Diva yang hanya memastikan jika gedung pencakar langit yang besar di sebrang sana adalah milik pria arrogant itu.
“Tentu saja, apa sekarang kau sudah tertarik padaku?” tanya Alfa dengan tatapan menggoda pada Diva, membuat wanita mendengus kesal sambil memutar matanya malas.
“Cih! Jangan mimpi,” decak Diva berkilah.
“Oh benarkah, justru aku sangat berharap jika kau mulai tertarik padaku meskipun itu hanya pada hartaku saja,” ucap Alfa yang berpura-pura kecewa.
“Oh, baiklah, kalau begitu jangan salahkan aku jika aku sudah menganggur dan hanya diam di rumah, aku akan menghabiskan semua uangmu dan berbelanja sepuas hatiku dengan sepuas hati,” ucap Diva yang sengaja berbicara sembarangan, agar pria itu merasa muak dengan dirinya.
“Sayang, kenapa kau begitu polos, apa kau tahu, jika kau terus seperti ini, aku semakin tertarik padamu, aku mencintaimu sayang,” ucap Alfa sambil tersenyum manis ke arah Diva, membuat Diva jengah dengan pria yang gila tersebut.
“Dasar, pria gila!” decak Diva kesal.
Setelah perdebatan di meja makan, akhirnya mereka makan siang dengan banyak drama di meja makan.
...----------------...
Tak butuh waktu lama, kini meraka sudah pergi menuju perusahaan Alfa.
Hanya butuh waktu sepuluh menit menuju gedung pencakar langit tersebut, kini Diva sudah memasuki gedung besar tersebut, tak hanya besar, gedung pencakar langit tersebut begitu indah dan elegan, standar di atas rata-rata, mungkin saja para karyawan yang bekerja di sana jauh lebih betah, selain tempatnya yang nyaman, gajinya juga sangat besar.
Alfa yang sengaja membawa wanita cantik itu ke perusahaannya untuk di perkenalkan di depan para karyawannya, sedangkan Diva, wanita cantik itu hanya memasang wajah datar dan dingin, tidak ada senyuman di dalamnya, karena Alfa membawa Diva tanpa menjelaskan apapun padanya, tapi pria tampan itu terlihat sangat bahagia meskipun tidak tersenyum, karena raut wajahnya yang cerah, secerah mentari di pagi hari, membuat para karyawan yang melihatnya sudah bisa menduga, jika wanita cantik yang berprofesi sebagai model tersebut sudah pasti ada hubungannya dengan presdir mereka.
“Apa maksudmu membawaku ke perusahaan mu, Mommy memintaku untuk pulang siang ini?” tanya Diva kesal pada pria tampan yang sedang menggenggam tangannya dengan seenak jidat.
“Aku hanya ingin mengenalkan mu pada para karyawan ku disini, agar mereka tahu siapa dirimu dan tidak bisa memperlakukan mu dengan buruk disini, untuk Mommy, aku sudah memberitahunya jika kita akan makan siang bersama dan akan pergi ke perusahaan ku, apa kau puas dengan jawaban ku sayang?” tanya Alfa dengan santai, yang membuat Diva semakin jengah dengan pria tampan tersebut.
“Sangat, aku sangat puas dengan semua tindakan mu yang sangat gila,” jawab Diva sambil memutar matanya malas.
“Aku sangat senang dengan jawabanmu sayang,” ucap Alfa yang semakin membuat Diva kesal.
“Wah, apa itu kekasaih presdir kita, cantik sekali.”
“Model cantik itu ternyata kekasih boss kita.”
“Aku jadi patah hati, ternyata presdir kita sudah punya pasangan, dan mereka sangat serasi.”
Begitulah kira-kira tanggapan para karyawan wanita untuk boss mereka yang sangat serasi.
“Tuan muda, saya akan segara mengumpulkan para karyawan di lantai satu,” ucap sekertaris Sam yang tiba-tiba muncul, membuat Diva jengah dengan kekuasaan calon suaminya.
‘Aku tahu kau sungguh berkuasa di sini, kenapa aku merasa sangat berbeda jauh dengan pria gila ini,’ gerutu Diva dalam hati.
“Baiklah, aku dan Diva akan bersiap, dalam waktu sepuluh menit, mereka sudah harus berkumpul di sana, aku tidak mau tahu, jangan sampai ada satupun dari para karyawan ku yang tidak mengetahui bahwa Diva adalah calon istriku, karena aku tidak mau mereka tidak hormat pada istriku,” titah Alfa dengan tegas tanpa bantahan, dengan sangat patuh sekertaris Sam langsung menyetujuinya dan langsung bergegas pergi dari hadapannya, sungguh semakin membuat wanita cantik itu tak habis pikir dengan pria gila yang sedang menggenggam tangannya berbuat seenak jidatnya saja.
“Apa kau tidak terlalu berlebihan, kau harus ingat, pernikahan ini tanpa cinta sedikitpun dan kau tahu itu,” ucap Diva sambil menatap sinis ke arah Alfa, membuat Alfa tersenyum smirk dan sedikit berjongkok ke arah telinga Diva untuk berbisik.
“Kau salah besar, sayang, justru pernikahan kita ini penuh dengan cinta, bahkan tanpa cinta darimu, cintaku sudah mampu untuk membangun benteng pertahanan pernikahan kita,” bisik Alfa dengan nada sensual di telinga Diva, membuat Diva semakin merinding di buatnya.
“Menjauh lah, nanti ada yang melihat kita,” ucap Diva sambil mendorong tubuh kekar milik Alfa.
“It’s oke honey,” ucap Alfa sambil mengerlingkan matanya, Diva hanya memutar matanya malas.
...----------------...
“Tuan, semuanya sudah siap, sekarang tuan muda boleh kesana untuk memberikan informasi yang sangat penting ini,” ucap sekertaris Sam yang sudah seperti kebiasaannya yang suka tiba-tiba datang untuk mengagetkan orang lain, sedangkan Alfa, pria itu terlihat biasa saja, mungkin karena sudah terbiasa.
“Baik, aku akan kesana sekarang, ayo sayang,” ucap Alfa yang langsung menarik tangan Diva menuju para karyawan berkumpul. Tak butuh waktu lama, kini mereka sudah sampai di lantai dasar.
“Selamat siang semua, saya di sini hanya ingin mengundang semua karyawan yang bekerja di sini untuk ikut hadir dalam resepsi pernikahan saya dengan wanita yang sangat saya cintai, yang ada di samping saya ini, pada minggu depan, tak terkecuali OB dan OG, semua boleh ikut berpartisipasi untuk merayakan nyonya Edison sagala yang baru, mulai detik ini kalian harus menjaga sikap kalian pada nyonya baru kalian, karena jika tidak, itu sama saja dengan menghina saya, dan untuk bukti undangannya, kalian bisa mengambilnya pada sekertaris Lexa, apa kalian mengerti?” tanya Alfa di akhir pengumuman tersebut, bahkan itu bukan hanya sebuah pengumuman, tapi sebuah penegasan yang tidak dapat di bantah sedikit pun.
“Siap, kami mengerti tuan,” ucap para karyawan serempak.
...****************...
Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.
Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...
Follow IG Author @aran_diah
Hatur nuhun.