Leave Me Please Hubby

Leave Me Please Hubby
Chapter 27



Selamat membaca ...


“Apa yang ingin kau lakukan, menjauhlah dariku!” bentak Diva yang tak di hiraukan sama sekali oleh Alfa.


Grepp!


Alfa sudah meraih tubuh Diva dan mengukungnya di bawah kendalinya.


“Lepaskan aku! Atau ak, hmmm,” ucap Diva terpotong karena sebuah bibir kenyal milik Alfa sudah meny*ambar bibirnya dengan sangat ganas.


“Kau akan menjadi milikku seutuhnya, jangan pernah betharap akan pergi lagi,” bisik Alfa di telinga Diva, kemudian menj*ilat leher Diva bagai es krim.


“Lepaskan aku, aku mohon, jangan hancurkan hidup dan masa depanku, ahsss,” ucah Diva dengan air mata yang sudah mengalir dari sudut mata indahnya, yang di iringi dengan suara desa*han kenikmatan, karena tangan kokoh Alfa yang sudah mere*mas gunung himalayanya, bahkan sudah mem*ilin bulatan cokelat di ujung gunung himalayanya.


“Sayang, kau adalah milikku, nikmatilah, aku akan mem*uaskanmu malam ini, hingga kau tak bisa berjalan besok pagi,” ucap Alfa dengan nada yang sensual dengan tatapan yang sudah dipenuhi oleh kabut ga*irah. Bahkan tanpa Diva sadari, tubuhnya sudah polos tanpa sehelai benangpun.


“Aku mohon lepaskan aku, ahhss, jangan,” ucap Diva dengan berderai air mata, bahkan tubuhnya mengkhianatinya untuk meminta lebih saat Alfa sudah memainkan jarinya di tempat sensitif miliknya.


Merasakan tubuh Diva sudah bergetar hebat karena sentuhannya dan sudah melakukan pelep*asannya, kini Alfa sudah melepaskan handuk yang sedari melilit di pinggang, dengan cepat ia mengarahkan ular cobranya ke kandang yang sudah seharusnya ia tempati dari dulu.


Jlebb!


Ular cobra milik Alfa merobek sesuatu yang lembut dari kandang tersebut.


Akhhhh!


Teriak Diva saat merasakan sakit karena sesuatu di bawah sana sudah dirobek oleh ular cobra milik Alfa.


Cupp cuupp cuupp!


“Terima kasih sayang, kau adalah milikku seutuhnya sekarang,” ucap Alfa sambil tersenyum penuh kemenangan pada wanita yang masih meringis di bawahnya.


“Lepaskan, ini sakit sekali,” ucap Diva dengan lirih, tatapan kebencianpun ia layangkan pada pria yang sudah merusak kehormatannya.


“Nikmatilah sayang, apa masih sakit?” tanya Alfa yang sudah menggoyangkan pinggulnya.


Tidak ada jawaban dari Diva, hanya raut wajah dan reaksinya saja mampu menjawab pertanyaan darinya. Dengan tersenyum puas pria itu melancarkan aksinya.


Satu jam kemudian ...


“Lepas! Aku sudah tidak tahan lagi!” ucap Diva setengah membentak pria yang masih saja melancarkan aksinya.


“Sebentar Ahhsss, lagi ahhss,” jawab Alfa yang semakin mempercepat gerakannya.


“Ahhhsss,” de*sah mereka bersama mencapai klim*aksnya dan menyemp*rotkan bisa ular cobranya di dalam kandang milik Diva.


Alfa yang kelelahan langsung ambruk dan menyusupkan wajahnya di tengah gunung himalaya milik Diva, sedangkan ular cobra miliknya masih tak bergeming di dalam sana agar bisa yang di keluarkan oleh Alfa tidak keluar karena terlalu banyaknya.


Sedangkan Diva, wanita itu masih terengah-engah akibat permainan ular cobra milik Alfa yang sangat buas, membuatnya lelah sekaligus merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan selama ini.


“Terima kasih sayang, aku sangat mencintaimu, cuupp cuup, cuup, cuupp,” ucap Alfa tersenyum puas sambil mengecup seluruh wajah Diva.


Diva yang sudah kelelahan sampai tak berdaya untuk berdebat lagi dengan suaminya, bahkan ia menyadari jika hubungannya adalah suatu kesalahan yang tidak akan pernah ia lupakan, api kemarahan dan kebencian sudah menguasai dirinya hingga tak ingin mengeluarkan sepatah katapun untuk pria yang sudah menikamati tubuhnya.


“Lepaskan milikmu,” ucap Diva dingin tanpa melihat ke arah pria yang sudah mengambil suatu kehormatannya.


Melihat waktu yang sudah hampir pagi, Alfa pun menghentikan aksinya, bahkan Diva sudah lemas tak berdaya di bawah kendalinya, ia segera melepaskan miliknya dan merebahkan dirinya di samping istrinya, merasa sudah lepas dari suaminya, wanita cantik itu langsung tertidur dengan sangat pulas tanpa memikirkan apapun lagi.


“Cupp, Cupp, Cupp, maafkan aku sudah keterlaluan padamu, sayang, aku hanya ingin kau bertahan denganku, suka atau tidak suka, kau akan tetap menjadi milikku, aku harap jika anak kita sudah jadi, kau akan bertahan denganku, meski hanya karena kehadiran anak kita,” ucap Alfa sambil memperhatikan wajah letih milik istrinya.


“Apa tadi kau merasa puas dengan kejantananku, aku lihat kau sangat menikamtinya, aku sudah tidak sabar melihat reaksimu besok pagi,” ucap Alfa yang terkekeh jika harus membayangkan reaksi istrinya yang kaget sekaligus marah padanya.


Setelah bergumam sendiri cukup lama, Alfa pun ikut memejamkan matanya menuju alam mimpi menyusul sang istri.


Pagi hari ini, sepasang suami istri yang masih betah bergelung di bawah selimut karena pertempuran mereka tadi malam.


Triiinnggg, triiiinngg, trinnngg!


Suara dering ponsel milik Alfa membangunkan si empunya. Dengan rasa kantuk yang teramat sangat, Alfa meraba atas nakas yang ada di samping tempat tidurnya dan merenima panggilan tersebut.


“Apa kau sudah cari mati ya?!” bentak Alfa dengan suara serak khas bangun tidurnya pada seseorang yang sudah berani mengganggu waktu tidurnya, bahkan matanya masih terpejam karena rasa kantuknya.


Glekk!


‘Astaga, sepertinya aku sudah salah waktu menelpon sepagi ini, habislah riwayatku,’ batin seorang pria yang tak lain adalah sekertaris Sam yang merutuki kebodohannya.


“Maafkan saya tuan muda, karena sudah mengganggu waktu anda, tapi saya mempunyai alasan menghubungi anda, tuan muda,” ucap sekertaris Sam dengan jujur di sebrang telpon sana.


“Apa alasanmu, cepat katakan, jika alasan mu tidak penting, maka aku akan memotong setengah dari gajimu,” ancam Alfa kesal.


‘Tuan muda, apakah anda tidak bisa jika tidak mengancam dengan uang, tanpa uang apalah hidupku ini tuan muda, jaman sekarang mana ada yang tidak suka dengan uang, menikah juga butuh uang, aku ini seorang jomblo, apa tuan muda tidak berbelas kasih padaku,‘ jerit sekertaris Sam dalam hati.


“Emm, Tuan muda, sepertinya Alex sudah mulah bergerak kembali, bahkan dia sudah mengirimkan mata-mata ke perusahaan kita, dan mencuri berkas yang ada di perusahaan,” ucap sekertaris Sam, dan hal itu membuat Alfa membuka matanya karena kaget.


“Kurang ajar! Dasar pria brengsekk!, apa dia sudah kehilangan nyalinya untuk bersaing denganku secara langsung, hingga dia mengirimkan mata-mata untuk mencuri dokumen perusahaanku,” maki Alfa geram dan segera bangkit duduk, bahkan wanita yang ada di sampingnya tidak merasa terusik sedikitpun karena kelelahan.


Alfa tersenyum saat melihat dada dan leher istrinya penuh dengan tanda kepemilikkan yang ia ciptakan, sungguh mahakarya yang sangat indah dimatanya, namun ia kembali teringat dengan sekertaris Sam.


“Sepertinya dia merasa leluasa karena tuan beberapa hari ini tidak ada,” ucap sekertaris Sam.


“Kau benar Sam, siapkan jebakan untuknya, aku tahu setelah ini pasti akan ada pertunjukan yang sangat menyenangkan,” ucap Alfa melirik ke arah istrinya yang masih terlelap sambil menampilkan senyum smirknya.


‘Apa tuan muda sudah gila, pertunjukan apa yang tuan maksud, ah sudahlah, yang penting menurut saja,’ batin sekertaris Sam bertanya-tanya.


...****************...


Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.


Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...


Follow IG Author @aran_diah


Hatur nuhun.


Semangat ya ...


tidak ada yang bisa kau percaya di dunia ini, selain dirimu sendiri.