Leave Me Please Hubby

Leave Me Please Hubby
Chapter 18



Selamat membaca ...


“Jangan harap aku akan melepaskan mu,” ucap Alfa sambil menekan setiap ucapannya dan langsung pergi dari kamarnya.


Brakk!


Alfa membanting pintu kamar hingga membuat Diva tersentak kaget di dalam selimut sana.


...----------------...


Tak terasa waktu sudah malam, kini Diva sudah bersiap untuk merebahkan dirinya, namun ternyata, suaminya sudah lebih dulu berbaring di atas sana sambil tetap fokus pada ponsel yang ia pegang.


Bahkan kali ini pria itu tampak acuh tak acuh dengan keberadaan Diva saat ini, membuat Diva sedikit keheranan dengan sikap sosok pria tampan tersebut, biasanya Alfa sudah berinisiatif untuk meng*ecup atau bahkan memeluknya, jujur saja Diva merasa ada yang kurang setelah beberapa hari ini di perlakukan dengan manja oleh suaminya.


“Apa kau akan tidur di sini?” tanya Diva basa basi.


“Hmm,” jawab Alfa seadanya, membuat Diva semakin kesal saja.


‘Apa yang pria ini katakan, aku tidak mengerti dengan jawaban mu itu, hei! Kenapa aku jadi begini, tidak! Ini tidak boleh di biarkan, aku harus tetap membentengi perasaanku,’ gerutu Diva dalam hati.


Dengan terpaksa akhirnya ikut membaringkan tubuhnya di samping Alfa sambil memunggungi sosok pria tampan tersebut.


Setelah merasa tenang, akhirnya Alfa meletakan ponsel yang ia pegang ke atas nakas yang ada di samping tempat tidurnya yang berukuran king size.


“Apa kau masih kesal padaku?” tanya Alfa sambil memeluk Diva dari arah belakang.


Namun, Diva hanya diam tak berniat untuk menjawab pertanyaan dari suaminya, bahkan wanita itu mencoba memejamkan matanya dan berpura-pura tidur.


“Baiklah, aku akan mengizinkan dirimu asal itu tidak membahayakan dan merugikan kita, sebaiknya kita cepat tidur, besok aku akan mulai berangkat ke perusahaan, apa kau mau ikut dengan ku?” tanya Alfa yang masih belum melepaskan tangannya yang melingkar di perut rata milik Diva.


“Tidak, besok aku ingin pergi dengan sahabatku, sebaiknya malam ini kau jangan berbuat macam-macam dengan ku, atau aku akan menendang mu!” jawab Diva bernada ancaman, membuat Alfa terkekeh saat mendengar ancaman dari wanita yang ia cintai terdengar sangat menggemaskan. Entahlah, mungkin ini yang di namakan dengan budak cinta.


“Baiklah, aku tidak akan melakukan apapun,” ucap Alfa yang pasrah saja dengan permintaan sang istri.


Tak butuh waktu lama, kini Diva sudah terlelap dalam alam mimpinya, bahkan wanita cantik itu terhanyut dengan hangatnya pelukan sang suami. Merasakan sudah tidak ada pergerakan dari sang istri, Alfa pun memandangi wajah cantik milik istrinya yang menjadi candu baginya, setelah beberapa saat, pria tampan itu pun terlelap menyusul sang istri dalam alam mimpinya.


...----------------...


Sinar rembulan yang indah di malam hari, kini sudah terganti dengan sinarnya mentari pagi ini, cerahnya pagi hari ini sampai menerobos masuk ke dalam kamar sepasang suami istri yang masih bergelung di bawah selimut, bahkan tidak merasa terusik sama sekali.


Tokk tokk tokk


Hingga suara ketukan pintudari arah luar mengusik tidur mereka, hingga sepasang suami istri tersebut terbangun.


“Tuan muda, nona muda, nyonya besar sudah menunggu untuk sarapan!” ucap Bi Sum dari balik pintu setengah berteriak.


“Bangunlah, kau harus pergi bekerja,” ucap Diva datar bernada memerintah pada orang yang bahkan belum mengumpulkan nyawanya tersebut dan masih menguap sambil mengerjapkan matanya.


“Hooaam, baiklah, tolong siapkan pakaianku,” ucap Alfa yang tak kalah memberikan sebuah perintah pada sang istri, dan segera bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


‘Apa ini tugas seorang istri, kenapa sangat merepotkan sekali, apa dia tidak bisa menyiapkannya sendiri, jika dia suami yang aku cintai, sudah pasti aku akan melakukannya dengan sangat senang hati, tapi dia bukan suami pilihanku,’ gerutu Diva dalam hati, meskipun tangannya sudah bergerak dengan lincah untuk menyiapkan segala kebutuhan sang suami dengan sangat teliti.


Tak butuh waktu lama, kini Alfa sudah selesai dengan ritual mandinya, sosok pria tampan keluar hanya menggunakan handuk yang melingkar di pinggangnya, menampilkan roti sobek yang begitu menggoda, bahkan Diva yang melihat tubuh sang suami terlihat begitu sempurna di matanya tak bisa mengelak, bahwa suaminya bak titisan dewa yunani, sangat tampan dan sempurna. Begitulah penilaian Diva untuk saat ini.


“Apa kau sudah mulai tertarik denganku, sayang?” tanya Alfa dengan tatapan menggoda sambil melangkahkan kakinya dengan perlahan ke arah sang istri, membuat Diva tanpa sadar melangkahkan kakinya ke arah belakang.


“Apa yang kau katakan, sudah cepat pakai pakaian yang sudah ku siapkan, mamah sudah lama menunggu kita,” ucap Diva dengan wajah yang sudah memerah bagai udang rebus sambil mendorong tubuh tegap milik Alfa, membuat pria itu terkekeh gemas saat melihat raut wajah istrinya yang memerah karena malu.


...----------------...


Tak butuh waktu lama, kini mereka sudah ada di meja makan bersama dengan Fara, karena Ana harus berangkat ke kampus barunya.


“Diva, hari ini kamu mau kemana?” tanya Fara pada sang menantu.


“Untuk beberapa hari ini Diva mau membereskan surat pengunduran Diva dengan sahabat Diva mah,” jawab Diva sambil tersenyum manis ke arah sang mertua.


“Baiklah, apa kau sudah meminta izin pada suami mu?’ tanya Fara pada Diva.


“Sudah mah, apapun yang di lakukan istriku tidak akan aku larang, selagi itu tidak membahayakan dan merugikan dirinya,” bukan Diva, melainkan Alfa yang menjawab pertanyaan dari Fara, yang di jawab sebuah anggukan tanda mengerti dengan keputusan mereka, lagipula dirinya tidak akan bisa melarang putranya, apalagi jika mengenai hal yang paling sensitif bagi putranya.


Setelah selesai sarapan, kini mereka sudah berangkat untuk memulai aktivitas masing-masing, Alfa yang sudah berangkat dengan sang sekeratrsi, sedangkn Diva sudah berangkat mengendarai mobil sport milik Alfa untuk menemui sang sahabat, karena setelah menikah dengan Alfa, semua barang-barang yang ia dapatkan di simpan di rumah orang tuanya, meskipun itu hasil jerih payahnya selama menjadi seorang model.


...----------------...


“Mira, apa kau senang sudah menjadi apa yang kamu inginkan saat ini?” tanya Diva saat sudah sampai beberapa menit yang lalu di apartemen milik Mira.


“Tentu saja, aku merasa jadi diriku saat ini, lalu apa yang akan kau lakukan setelah ini?” tanya Mira balik.


“Tentu saja kembali untuk menjadi diriku yang dulu dan menyingkirkan pria gila yang sudah berani menikahiku secara paksa,” jawab Diva sambil menampilkan senyum smirknya, bahkan Mira yang melihatnya bergidik ngeri, karena jika Diva sudah mempunyai keinginan, wanita itu pasti akan mewujudkan semuanya, dengan apapun dan bagaimana pun caranya.


...****************...


Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up.


Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya ...


Follow IG Author @aran_diah


Hatur nuhun.