I WANT YOU (PART 2)

I WANT YOU (PART 2)
IWY-3 EPISODE 6



I WANT YOU PART 3


AXEL AND KEYSA


SPECIAL PART PLAYING WITH FIRE


Rio Setiadi


Jangan menyerah pada keadaan, usahakan apapun sebisamu selagi mampu, mimpi adalah jalan terbaik sebelum kenyataan akan terwujud.


Quotes bijak, untuk seseorang yang berhasil dalam hidupnya. Tapi sayang sekali, itu bukan untukku.


Pergi bersenang senang, berkencan, mematahkan hati wanita adalah caraku untuk keluar dari keterpurukan, pun juga salah satu caraku untuk melupakan apa yang terjadi belakangan selama beberapa bulan ini, memang cukup ampuh. Semua hal yang menyangkut pribadi ku mendadak berubah payah setelah Keysa tiada. Aku nyaris saja menjadi gembel, atau sorotan berita dengan judul utama bangkrutnya perusahaan Sevia EO, dan si Bos menjadi gelandangan.


Keysa adalah partner terbaik bagi ku, sejujurnya statusku sebagai Bos atau pemilik dari Sevia EO tak ada artinya. Karena delapan puluh persen semua projectku, dia yang mengelola, dia adalah mata yang memiliki kendali penuh. Dan hasilnya, setelah ia pergi, kantorku terancam bangkrut.


Aku menelan ludahku sendiri, untuk bisa bertahan hidup. Aku pernah bersumpah untuk tidak akan kembali pada keluargaku yang berantakan. Namun pada akhirnya, aku tetap kembali. Tak ada jalan lain. Itu juga yang menjadi sebab aku dan Axel bisa berkawan baik dulu, kami memiliki satu prinsip untuk tidak mengalah pada keadaan dan berdiri di kaki sendiri. Bedanya, Axel memiliki keluarga utuh harmonis yang hanya perlu sedikit gertakan agar bisa menuruti keinginannya, sedangkan aku adalah hasil produk broken home, yang memilih pergi karena bosan.


Dan sangat disayangkan, aku juga Axel jatuh cinta pada gadis yang sama, bahkan sampai dua kali. Dan yang terparah, saat kami akhirnya jatuh cinta pada Keysa. Hal bodoh yang membuatku semakin tampak payah, karena pada akhirnya Axel selalu mengalahkanku.


"Emang temen paling kampret lo semua. Gua disangka gay, gara gara dare dari kalian ini."


Daniel mengacak rambutnya kesal setelah kembali dari tugas perang yang diajukan Ryan. Aku hanya terkekeh kecil, menyaksikan kesengklekan ke tiga temanku yang sudah lama tak berjumpa.


"Heh ini tuh dare, lo nggak mau truth ya siapin konsekuensi nya. Hahaha."


"Ya tapi nggak bikin gue minta no hp cowok juga kali. Noh liat mereka masih ngeliatin gua."


Jadi Daniel, Ryan dan Jefri adalah sahabat pembuat onar bersamaku semasa di kampus. Kami pernah bertemu saat Reuni kampus beberapa bulan lalu dan memutuskan untuk bertemu lagi hari ini. Saat ini kami berada di salah satu caffe milik Daniel yang memang sengaja kami pilih, dengan pertimbangan diskon, atau lebih baik lagi jika makan gratis.


"Nah, berhubung kita semua udah, tinggal lo nih Ri." celetuk Jefri, membuatku melotot.


"Eh gue nggak ikut ikut." Firasatku buruk, mereka pasti memintaku melakukan hal hal aneh.


"Ayolah, ini nggak adil men. Udah lama kita nggak ketemu. Apa salahnya nostalgia sedikit. Kali ini kita nggak akan ngasih dare aneh aneh."


"Jangan bilang Rio yang sekarang udah tobat ya."


"Atau mungkin Rio yang sekarang ...


Dan bla ...bla ...bla, aku yakin mereka akan terus mengoceh selagi aku masih terus menolak. Baiklah, sekali ini saja, hanya untuk bersenang senang.


" Iya iya, terserah lo aja lah." ujarku, sambil memutar pandangan.


"Truth or dare?"


"Oke i dare you. Lo liat sekumpulan cewek disana? Kiss her, siapa aja terserah. Tapi inget ya, paling sebentar 3 detik. Kalau cewek yang lo cium marah, apalagi sampe lo digampar. You lose."


"Really? Cuma itu? oke, lo, lo, dan lo, liat gue. Jangan ngedip."


Aku bangkit dari kursi, dengan sorak sorai dari ketiga trio dogol yang mencolok. Mata ku mengarah pada segerombol wanita sosialita yang sibuk membicarakan betapa banyak uang berjalan yang menempel di tubuh mereka, agak bingung juga pada siapa aku akan memulai aksi.


Dare tanpa menyesap alkohol lebih dulu memang kurang menarik, karena tak ada rasa menggebu gebu atau panas, seperti yang biasa kami lakukan dulu. Tapi anggap saja, kali ini aku hanya mencoba peruntungan siapa tahu salah satu dari mereka adalah wanita berkelas yang bisa jadi friend with benefit misalnya.


Diantara mereka, seorang gadis duduk memunggungiku. Berbeda dengan yang lain. Hanya ada jam tangan yang nampak melingkar di tangannya, dan sebuah cincin di jarinya. Ehm, wanita itu mungkin sudah menikah. Tapi masa bodoh, karena dia yang kupilih.


Kesederhanaan yang tak mencolok diantara wanita bermake up tebal itu membuatku yakin, wanita berbaju hijau tosca itu memiliki rasa bibir alami tanpa oplosan lipstik tebal yang membuat orang ingin muntah.


Aku sudah berdiri di belakang gadis itu, sementara dua orang wanita yang semeja dengannya, hanya senyum senyum sendiri sambil memberi kedipan mata genit. Iiiuuhh


Aku menepuk punggungnya, sembari membungkukkan badan, membuatnya reflek menoleh dan


Cup


Ku hitung dalam hati Satu ...Dua ...Tiga ...Empat ...Lima. Aku mencium wanita itu bahkan lebih dari batas tantangan. Yeahhh, ku lepaskan ciuman ku dan buru buru ku buka mulut, bermaksud minta maaf. Aku kembali pada posisi tegak, dengan kedua bola mata yang mendadak melebar.


"Rio ..."


Seruannya membuat lidahku kelu, bibirku terkatup rapat. Suara itu sangat familiar, dan amat sangat ku rindukan. Namun di saat aku tak mampu bergerak. Wanita itu berdiri berhadapan dengan ku, lalu dengan satu kali gerakan


Plak ...!


Pipiku memanas, meski tenaganya tak seberapa. Kedua orang wanita menor yang ada disana juga ikut berdiri, menatapku dengan rasa aneh dan mungkin marah.


"Kurang ajar ni cowok." kata salah satu dari mereka.


"Keysa, lo kenal dia." ucap yang lainnya.


End finish. Yakin sudah kedua mataku pada wanita ini. Wanita bermata sendu yang nyaris kulupakan mendadak hadir di saat yang tidak tepat.


"Aku pulang duluan." Tegas Keysa, menenteng tas selempang dan berlalu meninggalkan ku. Sialnya kenapa aku malah diam. Aku berbalik setelah sadar dari keterpakuanku pada takdir yang harus mempertemukanku dengannya pada saat yang buruk. Keysa melewati pintu keluar. Aku sudah bersiap untuk mengejarnya, tapi dua orang wanita gila ini malah menahan tanganku, membuat Keysa semakin jauh. Dan akhirnya hilang.


__________


Mohon maaf sebesar besarnya karena I Want You baru Up sekarang. Ada satu dan lain hal yang membuat author tidak bisa up beberapa hari ini. Tapi terima kasih untuk para readers yang masih setia. Semoga Author bisa memperbaiki diri dan tidak mengecewakan kalian lagi.


Jadi kenapa Keysa bisa ada disana? kenapa bisa ketemu. Bagaimana selanjutnya?


Sertakan like dan comentnya ya :)