I WANT YOU (PART 2)

I WANT YOU (PART 2)
Episode 34



keysa, ini hari ke sekian, dan Kamu belom juga sadar. Apa terlalu sakit yang udah aku lakuin. Sampai kamu jadi kaya gini. Bodohnya aku bertanya hal kaya gitu. Sekarang aku bener bener takut. Aku bener bener takut harapan itu nggak ada.


Pagi ini Ken sudah berada di kamar rawat Keysa. Dan sampai saat ini masih juga belum ada perubahan yang berarti. Malah semakin lama tubuh gadis itu makin kurus, wajahnya juga masih nampak bersih dan pucat, karena tak adanya asupan makanan selain cairan infus.


Ken juga masih menggengam tangan Keysa seperti beberapa hari yang lalu, merasakan tak berdayanya gadis itu di dalam genggamannya namun ia akan segera melepasnya jika mendapati Rio datang, hanya demi menghindari keributan.


Mengalami hal ini untuk kedua kalinya. Ini bener bener nggak mudah buat aku Key. Tapi dulu aku masih beruntung. Akankanh keberuntungan itu hadir lagi Key? Aku nggak bisa terlalu banyak berharap. Karena akan sakit jika aku jatuh.


Ken menunduk, menyandarkan kepalanya di ranjang Keysa. Serbuan semua hal yang membuatnya cemas kini semakin menumpuk. Namun hari ini, setelah sekian lama menunggu, ada setitik harapan, ada sedikit keajaiban, juga mungkin ada tanda tanda sedikit keberuntungan terjadi di tempat itu. Di saat pria itu mulai putus asa, di saat ia mulai frustasi menyalahkan dirinya sendiri, ia merasakannya, ia merasa ada sesuatu bergerak pada genggamannya.


Ya, untuk pertama kalinya, setelah berhari hari, jari jemari gadis itu bergerak untuk beberapa detik. Wajah yang tertunduk itu kini mengangangkat dengan sendirinya, pandanganya bertemu pada sumber gerakan yang membuatnya hampir syok.


Syok karena tadinya ia hampir tak lagi memiliki harapan, juga menyadari melihat keadaan Keysa yang lebih seperti mayat hidup. Dan setelah beberapa detik pergerakan itu tiba tiba lenyap. Ini bukan mimpi, ia mengusap ngusap wajah Keysa dengan kasar, bukan karena marah atau karena hal yang buruk. Ia hanya berharap Keysa bisa merasakannya. Keysa bisa merasakan setiap sentuhan yang dilakukan Ken. Tapi pergerakan itu muncul lagi.


Dengan langkah gontai, ia terburu buru membuka pintu, berteriak teriak memanggil dokter.


"Ta.. NITA...."


Teriak Ken


Leana yang baru saja datang mendapati Ken yang tengah berteriak teriak di depan pintu kamar Keysa. Raut wajahnya yang nampak panik membuat Leana menjadi negative thingking.


*Ken kenapa. Jangan jangan terjadi sesuatu sama Keysa.


Leana segera berlari menghampiri pria yang masih juga berteriak teriak dan membuat gaduh klinik tersebut.


"Ken... ada apa? Kenapa lo teriak teriak kaya gitu. Keysa baik baik aja kan. Dia nggak kenapa kenapa kan.?"


Ken berhenti berteriak, saat menyadari Leana sudah berada di hadapannya dan dari kejauhan ia bisa melihat Dr. Nita yang juga tengah berjalan ke arahnya.


"Keysa... keysa....ehhhmmm


***


Tok...tok...tok


"Permisi Pak Rio."


Seru inge, sembari membuka pintu ruangan Rio. Ini adalah hari pertama Rio kembali ke kantornya. Setelah berhari hari terus berada di klinik. Matanya merah, dengan lingkaran hitam di bawahnya, wajahnya pucat, rambutnya semrawut. Kesan si bos playboy keren kini tak lagi terlihat karena alasan yang sama. Ia masih diam dalam lamunan, tak menyadari kedatangan karyawannya.


"Pak... pak Rio."


Panggil inge sedikit lebih keras. Barulah Rio menengok, dan sudah mendapati Inge berdiri pada daun pintu.


"Ahhh, ehm Inge. Iya ayo masuk. Gue agak nggak fokus hari ini sorry."


Seru Rio.


"Bapak dengan bu Keysa sudah kurang lebih 2 minggu nggak ke kantor. Dan sekarang kayanya Bapak Rio banyak pikiran. Oiya, bu keysa gimana pak? Apa udah sembuh. Memang bu Keysa sakit apa Pak. Saya dan yang lain ingin sekali menjenguk beliau pak"


"Jangan kawatir sebentar lagi dia sembuh kok. Dia cuma kecapean. Kamu tahu sendiri kan, dia itu kalau udah kerja kaya gimana. Jadi gue sengaja bawa dia ke tempat yang jauh biar dia nggak kepikiran kerjaan dulu. Oiya jadi ada apa lo kesini."


"Lalu sisanya."


"Sisanya, bersikeras ingin bicara langsung dengan Bapak atau Bu keysa, dan yang bersangkutan sedang menunggu. Bagaimana pak?"


"Tapi gue bener bener lagi nggak mood ketemu siapapun."


Rio menolak. Ya bagaimanapun, bicara dengan klien membutuhkan ketenangan bukan. Dan dalam keadaan seperti ini Rio benar benar tak fokus. Tujuannya datang ke kantor hanya sekedar formalitas sebagai pemilik, bukan sungguh sungguh untuk bekerja.


"erhmm erhmmm..."


Suara deheman yang agak keras membuat Rio dan Inge mengalihkan perhatiannya. Di depan pintu masuk Rio yang masih terbuka sesosok pria tengah berdiri sembari memasukan kedua tangan ke dalam sakunya.


Oh Good. Why???


"ehm Pak Rio, beliau klien ke 4 yang saya maksud pak."


Kata Inge.


Benar benar hari yang buruk menurut Rio. Disaat seperti ini ia harus berhadapan pula dengan Axel. Apa dunia memang sedang mengincar kehidupannya.


"Arkkhh Inge lo keluar, jangan lupa tutup pintunya. Biarin orang itu masuk."


"Baik Pak Rio. Pak Axel silahkan masuk."


Inge pergi setelah memberi sapaan pada Axel. Axel langsung saja duduk pada kursi di hadapan meja Rio tanpa dipersilahkan.


"Lo habis tabrakan? atau habis kalah taruhan. Semua yang ada di diri lo hari ini kayanya kusut."


Seru Axel dengan nada mencibir.


"Lo nggak usah basa basi. Gua lagi males ribut"


Jawab Rio.


"Gue disini cuma mau nanya gimana kesiapan pertunangan gue. Udah 2 minggu EO kalian nggak ada hubungin gue atau Rania. Gue juga udah cek gedung yang ada dalam rencana acara buatan Key, dan pihak mereka bilang belum ada pesanan, booking atau lainnya."


Rio memutar pandangannya. Merasa penat dengan rangkaian paragraf yang dituturkan Axel.


"Semua gue batalin. Ya udah lah. Nanti gue transfer lagi DP nya, sekalian uang ganti rugi juga."


"nggak segampang itu bro. Mana tanggung jawab kalian? Mana Keysa, gue harus ketemu dia. Dari awal dia yang handle semua urusan pertunangan gue."


"Heh, gue tahu lo cuma jadiin semua itu alesan buat ketemu Keysa. Tapi sorry, meskipun lo bikin keributan. Lo nggak akan bisa ketemu Keysa untuk sekarang."


***


Yang kangen sama Axel, mana suaranya.😁😁😁


Jangan lupa like, comment dan vote nya ya. Sekian, Terima gajih 😊😊😊