I WANT YOU (PART 2)

I WANT YOU (PART 2)
Episode 27



Pukul 08.00. Malam.


Masih di tempat yang sama, Ken masih berada di rumah Keysa, lebih tepatnya di kamar tidur gadis itu. Perlahan lahan sepertinya kesadaran Ken mulai kembali. Hal pertama yang dilakukannya adalah memegangi kepalanya yang pusing. Mungkin ia sempat tertidur, sekitar 1 atau 2 jam, rasa lelah dan pegal benar benar menguasai otot tubuhnya.


Ia melihat ke samping dan gadisnya masih ada disana, ada sampingnya. Begitu pulas, sangat pulas dan membuatnya bahkan tak tega untuk membangunkan nya.


"Kamu tahu key. Sepertinya aku nggak menyesal dengan semua ini. Aku justru menjadi laki laki paling beruntung. Sungguh mulai saat ini, aku nggak akan membiarkan kamu kembali lagi bersama dia."


Ia menatap lekat lekat gadis itu. Ada rasa aneh. Setelah ia menyadari ia adalah laki laki pertama yang merasakannya. Merasakan sesuatu yang tak pernah di sentuh pria lain, sesuatu yang pastinya sudah dijaga gadis itu selama ini. Ken sempat tak menyangka bahwa ia belum pernah tersentuh pria manapun. Suatu kebanggaan meski dengan perlawanan yang cukup melelahkan, Ken bisa mendapatnya.


Tapi sudahlah, sekarang keadaanya kacau. Ia tak ingin membuat Keysa kembali takut karena melihat Ken yang berantakan jika ia bangun nanti, Ken mengecup kening Keysa sebelum akhirnya bangkit dari ranjang dan membersihkan diri di kamar mandi.


Tak lama kemudian, ia kembali dengan pakaian lengkap, dan nampak lebih segar, Ken sudah kembali menjadi pria menarik yang lebih baik. Ken melihat ke arah gadisnya yang ternyata masih belum bangun.


Ia mendekat dan kembali memandanginya. Entah kenapa ia merasa aneh. Keysa tak berubah posisi sama sekali. Ken naik lagi ke ranjang Gadis itu, menggoncangnya perlahan namun tak juga terjadi sesuatu. Ini mulai semakin aneh.


"Key... Keysa.. bangun key."


Semakin lama ia semakin keras menggoyang tubuh Keysa, dan masih tak terjadi apapun. Ragu ragu ia mengangkat tangannya dan sekali gerakan, ia menampar wajah nya, satu kali, dua kali bahkan tiga kali. Dan cukup ia mulai merasakan firasat buruk. Ken membuka selimut yang menutupi tubuh Keysa. Dan apa yang ditemukannya.


"darah? Ini kenapa? Nggak nggak, ini pasti karena Keysa pertama kali. Normal kan? Tapi kalau sebanyak ini?"


Ken meremas remas kepalanya. Merasakan sakit kepala yang sepertinya akan membuat kepalanya pecah. Perlahan semua ini menyadarkan pikiran pria itu. Saat itu, ia benar benar lupa, atau lebih tepatnya ia tak peduli.


arrkkhh Ken ini sakit


*Ke**n aku mohon ini sakit


tolong berenti tolong. aku nggak kuat*.


ken aarrkkhh tolong berenti


Ken mulai bisa mengingat setiap potret juga alunan deru nafas penderitaan gadisnya. Apa yang sudah dilakukan nya beberapa jam yang lalu? Jeritan kesakitan yang tak didengarnya karena terlalu asik dengan nafsunya sendiri. Ia benar benar menutup telinga dan berpura pura buta padahal ia sempat melihat uraian air mata pada wajah gadis itu. Bukan ekspresi menikmati tapi raut wajah penderitaan, kesakitan, sebuah perpaduan indah dari rasa sakit dan penghinaan. Padahal Keysa sudah berusaha keras memberikan perlawanan. Tapi kekuatannya pasti kalah jauh dari Ken.


Panik kah? sudah tentu. Bingung kah? tentu saja. Apa yang harus dilakukannya. Pakaian, ya pertama tama ia harus memberinya pakaian, ia harus segera membawa Keysa pergi dari sana, dan tak mungkin ia membiarkan Keysa dalam keadaan telanjang.


Ken begitu linglung ketika ia membuka kunci pintu rumah, dan kembali ke kamar lalu menggengdong tubuh lunglai yang lebih terlihat seperti wadah tak bernyawa. Dengan rasa was was, bingung, perasaan bersalah, ia menginjak gas mobil sambil terus berdoa dalam hati.


oh tuhan, manusia macam apa aku ini. Apa yang terjadi. Kenapa semua jadi begini. Bukan ini yang kumau.


Detik detik yang ia sebut menyenangkan, tiba tiba saja berantakan, berubah menjadi sebuah bom yang benar benar menghancurkannya. Ia melirik ke arah Keysa, wajahnya pucat, bibirnya biru, lengkap sudah. Ia berpikir keras, kemana ia harus membawa Keysa. Ia tak bisa sembarangan membawa gadis itu dengan keadaan seperti ini.


"Nita, Dr. Nita. Iya jam segini. Kliniknya pasti masih buka. Dia pasti bisa bantu aku. Cuma dia."


"Leana."


***


Ken menghentikan mobilnya di Klinik Dr.Nita. Ia menggendong Keysa dengan detak jantung yang setiap detiknya bertambah cepat. Sampai di depan pintu sudah ada perawat yang menghampirinya.


"Mana Nita, dimana dia. Panggil dokter Nita sekarang" Teriak Ken.


"Maaf pak, tapi sebelumnya Bapak harus medaftar lebih dulu."


"Kamu udah gila. Kamu mau main main sama nyawa orang."


Dr.Nita bisa mendengar keributan dari dalam ruangannya. Ia keluar dan mendapati Ken yang wajahnya sudah memerah dan bercucuran keringat, menggendong seorang gadis dalam keadaan tak sadarkan diri.


"Suster.. bawa dia masuk."


Suara Dr. Nita membuat Ken menoleh, ia bisa sedikit bernafas sekarang. Meski dirundung rasa khawatir paling tidak, ada Nita yang akan membantunya. Ia segera membawa Keysa dan meletakannya di Tempat tidur pasien.


"Kamu Keluar dulu."


Pinta Dr.Nita


"Apa? aku nggak bisa aku harus liat keadaan dia. Aku harus mastiin dia baik baik aja"


"Keberadaan kamu disini sama sekali nggak membantu. Kamu justru bikin aku nggak konsen. Sebaiknya kamu keluar."


Dengan berat hati Ken keluar, dan dengan segera pintu tertutup.


Keysa.. maaf. kamu harus selamat Keysa. kamu harus janji. kamu akan selamat. maaf Key. Aku benar benar nggak tahu lagi apa yang harus aku lakuin kalau sampai kamu kenapa kenapa. Kamu harus baik baik aja.


Ya Tuhan, tolong berikan keajaiban pada gadis itu, berikan ia kekuatan lebih. ini salahku benar benar salahku. Ya Tuhan berikan aku kesempatan untuk mengucap kata maaf pada nya.


Air matanya mulai menetes. Jika saja ia tak mabuk, jika saja ia bisa menahannya, jika saja ia tak mengikuti rencana gadis itu, ahh sekarang ia hanya bisa berandai andai, dan semua itu sudah terjadi. Tak ada lagi yang bisa ia lakukan. Ia hanya bisa berharap Keysa mendapat keajaiban dan baik baik saja.


"Dia akan baik baik aja. Keysa... kamu akan baik baik aja."


***


Pastikan untuk meninggalkan like dan comentnya ya sobat. Dan jangan lupa vote supaya author semangat untuk update.