
"Fiiiuuuhhhh"😱
Keysa bernafas lega setelah keluar dari ruangan Ken. Ia kembali melepaskan kalung yang tadi sempat dipakaikan Ken di lehernya. Bisa gawat jika ia ke kantor dan Rio masih melihat kalung itu melingkar. Ini adalah hari baru. Hari yang di tunggu tunggu gadis itu. Akhirnya setelah sekian kalinya ia galau, pusing dan plinplan pada semua pria, ia bisa memiliki kejelasan. Dan kejelasan itu berakhir pada sahabatnya sendiri.
Menurut Keysa mungkin akan lebih mudah memahami Rio mengingat sudah 2 tahun mereka cukup dekat. Tapi sudahlah, tidak baik merangkai angan angan sementara kaki masih berpijak di area mantan. Keysa melangkah keluar dari area hotel berlian namun langkahnya tiba tiba saja terhenti, keningnya berkerut. Ia seperti melihat seseorang yang tak asing. Seseorang dari masa lalu nya tapi bukan Axel atau Leana.
Dengan cepat ia berlari berusaha mengejar sosok itu. Tapi nihil, ia celingukan dan tetap tak menemukannya. Ia penasaran, meskipun jika berhasil bertemu ia tak tahu apa yang akan dikatakannya.
Apa itu cuma perasaan gue aja. Ia pasti itu cuma perasaan, gue salah liat. Kalaupun Stella ada disini. itu bukan urusan gue juga kan.
***
Cuaca hari ini begitu cerah. Secerah hati pria yang pagi ini sudah berdiri di hadapan etalase toko perhiasan selama satu jam. Ia bingung sendiri, meski tahu selera Keysa, ia tetap merasa bingung.
udah sejam gue disini. Keysa pasti nyariin gue. Tapi gue bingung. Kenapa barang cewek bisa ada sebanyak ini.
"Mas nya masih bingung?"
Tanya penjaga toko. Rio tersenyum sebentar, dan kembali melihat ke arah deretan benda benda pembuat wanita histeris itu.
"Saya boleh kasih saran nggak mas?"
Rio melihat ke arah pelayan toko yang tersenyum manis padanya.
"Nah iya. Dari tadi kek mba bantuin saya."
"ih.. mas nih kan tadi saya udah tawarin tapi mas nya nolak duluan. Ya udah emang mas mau cari perhiasan buat siapa? terus orangnya kaya gimana. Nanti saya bantu pilih."
Rio berfikir sejenak. Menimbang nimbang, bagaimana cara yang tepat menceritakan seperti apa gadis yang dicintainya.
Sementara itu Axel dan Rania juga melangkah melewati pintu toko perhiasan dimana Rio berada. Wajah gadis itu berbinar binar, dengan tangan yang bergelayut mesra pada Axel.
"Hon, ayo liat sebelah sana. Kayanya disitu bagus."
Axel mengangguk mengikuti perintah sang putri yang menarik tubuhnya. Mereka berdiri beberapa langkah di samping Rio yang tak menyadari kedatangan mantan sahabatnya itu.
"Saya pengen cari kalung buat pacar saya. Baru jadian sih mba. Jadi pengen kasih something special gitu."
Samar samar Axel sedikit mendengar suara pria di sebelahnya, sebenarnya agak familiar menurutnya. Ia bermaksud untuk melihat ke arah sumber suara.
"Hon gimana menurut kamu yang itu?"
Tunjuk Rania pada salah satu perhiasan di hadapannya.
Suara Rania membuat Axel tak jadi melihat ke samping.
"Iya bagus kok sayang."
Jawab Axel sekenanya. Sebenarnya ia tak terlalu perduli, Pikirannya kini melayang membayangkan andai saja saat ini Keysa yang ada bersamanya
"Dia itu cantik mba, dan manis. nggak banyak neko neko. Nggak terlalu suka yang heboh dan mewah. nggak suka yang rumit. Dia suka sesuatu yang simple dan sederhana dengan warna kalem. Matanya selalu bisa bikin saya nyaman senyumnya juga. Tapi orangnya lucu, bukan pendiem juga. Tapi nggak banyak pecicilan."
Axel yang tak memperhatikan kesibukan Rania lagi lagi tak sengaja mendengar apa yang dikatakan pria di sampingnya. Ia terkesan, pria ini sepertinya begitu memahami sang kekasih. Penasaran dengan sosok disebalahnya, Axel menoleh dan kali ini ia berhasil melihatnya. Melihat kenyataan seseorang yang sudah sangat lama tak pernah ia temui.
"Jadi gimana mba?"
Tanya Rio lagi.
Pelayan toko itu mengambil sebuah kalung liontin kupu kupu kecil dengan mata berwarna pink yang tak mencolok.
"Hon, kalau yang ini menurut kamu gimana?"
Rania melihat ke samping saat menyadari ia tak mendapat jawaban dari Axel. Namun matanya bukan melihat Axel yang jelas jelas ada di sampingnya. Tatapannya justru tertuju pada kalung yang tengah di genggam oleh pria yang ada pada jarak pandangnya, sebuah benda sederhana yang ternyata mampu memikat hatinya.
"Wahhh, itu bagus banget. Hon hon.."
Rania menepuk nepuk pungung Axel.
"Aku mau itu. kalungnya bagus bsnget hon. Itu yang lagi di pegang orang itu."
"Kamu bisa diem sebentar nggak sih?"
"Kok kamu malah bentak aku sih."
Jawab Rania lebih keras.
Sontak saja mendengar keributan, Rio dan pelayan toko itu melihat ke arah sumber suara.
Axel mulai merasa pening, ia kembali melihat pada Rio dan pandangan mereka saling bertemu. Untuk pertama kalinya setelah 3 tahun Axel dan Rio bisa saling melihat raut wajah masing masing.
"Rio.."
"Axel.."
Mereka berdua sama sama diam seperti orang bodoh setelah menyebutkan nama. Rania yang masih tak tahu apa apa hanya semakin kikuk.
"Kalian berdua saling kenal?"
Tanya Rania.
"Ya, ehm iya. Kenalin, Rio ini Rania dan Rania ini Rio."
Axel membuka percakapan terlebih dahulu. Rania mengulurkan tangannya, mengajak Rio berjabat tangan.
"Hai, Aku Rania. Aku Tunangan Axel."
Udah punya tunangan, tapi masih nyariin Keysa ke kantor. Dasar brengsek.
"Oiya kalian lagi ngapain disini?"
Hanya sekedar pertanyaan basa basi.
"Aku sama Axel lagi iseng aja kok. Btw hubungan kalian itu apa ya? temen kampus, temen kerja atau??"
Rio enggan menjawab pertanyaan itu.
"Best Friend"
Tapi Axel menjawab secepat mungkin.
"Rio dulu best friend gue"
Jawabnya lagi sambil melirik ke arah Rio.
Best Friend. Heh, nggak mungkin.
"iya, dulu kita best friend. Oiya mba, kalung ini tolong bungkus ya"
Rio hanya asal bicara untuk menghindari kecanggungan. Mengingat Axel adalah masa lalu Keysa membuat Rio ingin sekali segera pergi.
Tak ingin mengganggu perbincangan mereka pelayan itu hanya mengangguk dengan permintaan Rio dan segera pergi ke belakang.
"Gue sempet denger waktu lo jelasin karakter cewek lo. Lo bisa sedetail itu ya tahu tentang cewek lo."
Axel masih penasaran dengan sosok wanita yang bisa membuat playboy kampus ini mungkin tobat.
"Ya itu bukan prestasi. Bukannya dalam suatu hubungan, kita memang harus saling mengerti karakter masing masing."
"Apa gue kenal sama cewek lo."
"mungkin lo malah bakal kaget."
"heh, nggak mungkin. emang cewek lo siapa?"
"Keysa Nadira Putri."
-------
Fiiuuuhhhh, jangan lupa like comment dan vote nya ya. Semoga harimu menyenangkan 😁😁😁😈