I WANT YOU (PART 2)

I WANT YOU (PART 2)
Episode 26



Beberapa hari ini, semua berjalan dengan baik. Bahkan nyaris sempurna, seisi kantor kini tahu hubungan Keysa dan Rio tanpa perlu ada pengumuman, mengingat kian hari mereka semakin dekat dan lengket. Tak ada gangguan dari siapapun atau apapun. Bisa dikatakan sepertinya ini terlalu mudah, tapi cinta tak akan sempurna tanpa adanya ujian. Mungkin sebentar lagi akan ada sesuatu yang menguji ketegasan komitmen mereka, entah dari masa lalu atau masa depan. Tapi cinta akan selalu tahu jalan untuk kembali.


"Bu.. bu maaf Pak Ken sedang ada di ruang meeting."


Nadia terus mengikuti langkah wanita yang berjalan dengan cepat padahal menggunakan high hells.


"Eh Lo diem ya. Atau kakak gue bakal bikin lo dipecat."


Gadis itu terus saja melangkah tanpa perduli dengan apapun yang dikatakan Nadia. Mereka kini berada di depan pintu dan dengan sekali dorongan ia berhasil membuat semua mata tercengang. Wajah nan elok, sudah tak diragukan lagi, senyum angkuh yang nyaris membuat orang lain tertunduk tentu saja, siapa lagi.


"Maaf pak Ken. ehm saya sudah berusaha mencegah tapi..."


Nadia benar benar takut dan bingung. Kedua orang ini benar benar memiliki pengaruh penting dan tak bisa dibantah.


"its ok. Maaf untuk semuanya, rapat kita tunda dulu. Nanti sekertaris saya akan menghubungi kalian untuk jadwal berikutnya. Terima kasih."


Satu persatu orang orang itu meninggalkan ruangan. Begitu pula dengan Nadia yang sempat membungkuk memberikan salam untuk bergegas pergi.


"Tutup pintunya Stella."


Gadis itu menuruti permintaan Ken dan duduk di samping pria itu.


"Kakak gagal kan. Kakak gagal bikin Keysa jatuh cinta sama kakak kan?"


Bagaimana aku harus menjelaskan. Bukan aku yang membuatnya jatuh cinta. malah dia yang membuat ku jatuh cinta.


"Atau, jangan jangan malah Kak Ken yang akhirnya suka dia."


"Nggak mungkin Stella. Dia itu bukan tipe Kakak."


"huuhh syukurlah. Kalau gitu, kakak lanjutin semua nya. Aku mau dia juga ngerasain sakit yang sampai sekarang masih membekas di hatiku."


"Kamu harus sabar oke. Hari ini, hari ini kamu akan dapet berita bagus."


"Beneran."


"Apa pernah Kakak bikin kamu kecewa."


Stella membaur dalam pelukan hangat Ken, satu satunya pria yang selalu memberikan apapun yang ia mau, satu satunya pria yang siap pertaruhkan nyawanya hanya agar membuatnya tersenyum. Dan tentu bukan tanpa sebab, rasa bersalahnya, hanya ada satu alasan yang memberikan kekuatan, agar ia mampu melakukan apapun keinginan gadis ini.


***


Hari ini sekitar pukul 13.00 Rio masuk ke ruangan gadis itu tanpa permisi. Salah satu kebiasaan yang harus selalu dimaklumi oleh Keysa. Karena itu Keysa harus lebih berhati hati jika ingin melakukan hal hal privasi di dalam sana, Rio bisa saja tiba tiba masuk.


"Berapa kali gue bilang, kalau mau masuk ketok pintu dulu."


Gerutu Keysa.


"Eh disini gue bos nya. Jadi mau gue dimanapun ya terserah gue dan alasan kedua. Lo pacar gue. Benar?"


"Yaelah. Ia deh pak bos."


Rio duduk di atas meja kerja keysa, Keysa hanya bersandar pada kursi putarnya.


"Sayang, Tadi ada Klien baru ngajak aku ketemuan. Kamu ikut ya."


"Nggak bisa. Project pertunangan Axel udah mepet. Aku masih harus selesain beberapa hal."


"Axel?"


Jelas Rio.


Ah sial, Keysa benar benar lupa memberitahu, selama ini ia sudah terlanjur terlibat project dengan Axel. Dan sudah sejauh ini, Ia baru ingat.


"Ehmm, Rio. Lo jangan marah ya. Gue beneran lupa kasih tau. Tapi tenang, gue profesional just about job. Nggak ada yang lain"


Jawab Rio santai.


"Lo beneran tahu?"


"Menurut lo. Kerjaan gue sebagai bos tuh apa? Gue percaya kok sama lo. "


"seriusan?"


"Lo nggak punya alasan buat milih dia. Gue lebih ganteng, lebih romantis, lebih keren, ya tapi gue emang nggak lebih kaya dari dia"


"Dan lo lebih narsis. Jangan lupa itu."


Rio tertawa, ia meraih kedua pipi gadis itu, yang nampaknya mulai agak berisi. Membuat Keysa merasa panas dengan cubitan kecil nya.


"Iiiihh lo nih. sakit tahu."


Ujar Keysa, setelah berhasil melepaskan tangan Rio.


"Ya udah. Sore ini lo balik sendiri dulu nggak papa kan?. Nanti malem gue ke rumah lo oke."


"Oke pak Bos Rio."


***


Sekitar pukul 04.00 sore. Keysa sudah berada di rumah. Ia mengganti pakaian kerja dengan kaos longgar dan celana pendek, ini lebih memudahkannya untuk bergerak mengingat ia akan bertempur dengan alat masak di dapur.


"Karena Rio bakal dateng, gue harus masak yang enak."


...tok...tok..tok..


Baru saja Keysa akan pergi ke dapur, terdengar suara ketukan pintu yang cukup nyaring.


"Loh, katanya malem. Kok jam segini udah dateng."


Keysa membuka pintu, dan melihat seorang pria dengan kekacauan di tubuhnya. Aroma alkohol yang menyengat mata yang memerah, baju yang berantakan, benar benar tak seperti seseorang yang ia kenal.


"Ken... kamu .. kamu kenapa."


Tanya Keysa gugup.


Ken tak bicara apapun, ia hanya memperhatikan Keysa dengan seksama dari atas hingga ke bawah. Namun tak disangka Ken justru mendorong tubuh gadis itu, mengambil kesempatan untuk menutup pintu dan menguncinya dengan sekali putaran. Beruntung Keysa bisa menahan pijakannya dan tak terjatuh. Ini membuatnya terkejut. Apa yang sebenarnya terjadi.


"Kamu tahu Keysa, sebenarnya kamu adalah gadis yang special. Beautiful, smart dan kamu nggak pernah mengada ngada."


Ken meracau tak jelas. Ini membuat Keysa semakin tak mengerti.


"Aku nggak ngerti maksud kamu."


Tegasnya sembari melangkah mundur perlahan.


"Awalnya aku pikir semua akan berjalan mudah. Tapi aku nggak nyangka, kamu bisa membuat aku benar benar kehilangan kendali. Jujur kalau aja kamu punya perasaan yang sama aku pasti akan lupain rencana aku. Aku pasti akan bahagiain kamu dan nggak ada hal buruk yang terjadi. Tapi terima kasih, ternyata takdir lebih suka, kalau aku ngasih kenang kenangan yang manis untuk kamu."


Ya Tuhan, kayanya gue dalam masalah besar. gue harus hubungin Rio. Tapi hp gue dimana?


Keysa berhenti, ia merasakan punggungnya kini terdesak pada dinding. Gawat, jantungnya akan segera copot. Ia merasakan keringat dingin mulai mengalir.


"Aku pastiin kamu nggak akan pernah lupain ini Key. Ini akan jadi Waktu yang paling menyenangkan.


***


Jangan lupa like dan commentnya ya sobat.