I WANT YOU (PART 2)

I WANT YOU (PART 2)
Episode 41



"Keysa, menikahlah denganku."


Bagai disambar petir, apa yang dikatakan Ken mungkin keluar begitu saja dari mulutnya. Tapi dimana pikirannya saat ini, Keysa baru saja selamat dari maut dan dia justru bertanya sesuatu yang membuatnya makin syok.


"Dimana otak kamu sekarang? Kenapa kamu begitu percaya diri?"


Ujar Keysa. Ia menggertakan gigi, merasakan gemas ingin menelan pria ini hidup hidup.


"Aku menangis saat itu, tapi kamu nggak liat air mata aku."


Tambahnya lagi.


"Keysa dengerin aku dulu tolong."


"Aku menjerit, aku kesakitan, aku mohon, aku memohon sama kamu, aku teriak sampai suara ku abis. Sampai aku bahkan nggak kuat hanya untuk berkedip. Aku pikir aku lagi mimpi buruk saat itu, karena setelahnya aku menemukan kebahagian, aku ketemu Reno, aku ketemu orang tua aku, aku ketemu semua orang yang aku sayang, yang nggak bisa aku temui sebelumnya. Tapi Tuhan memberikan aku kehidupan kedua. Dan membuat aku sadar, kelakuan brengsek kamu itu adalah nyata."


"Stop Keysa stop. Kamu tahu betul saat itu aku lagi nggak sadar, aku dalam pengaruh alkohol dan...


"Bahkan jika harus ada benih di dalam perut ini. Aku nggak akan biarkan dia hidup. Sekarang aku minta kamu keluar. Aku butuh waktu. Jangan biarkan ada satu orangpun masuk."


"Oke aku keluar. Tapi aku masih berharap. Aku berharap kamu maafin aku. Dan Key kamu harus ingat, aku yang melakukan ini jadi aku juga yang akan bertanggung jawab. Pikirin segala konsekuensinya Key. Pikirkan segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Dan setelah kamu sadar. Aku yakin kamu akan mengerti, kenapa kamu harus menikah sama aku."


Ragu ragu Ken beranjak dari duduknya. Ia masih ingin berada disini, tapi melihat raut wajah Keysa, ia takut semakin lama ia disini Keysa akan histeris seperti tadi.


"Aku pergi Key. Tapi aku akan kembali lagi. Kamu istirahat ya."


Keysa memalingkan wajahnya, ia hanya mendengar suara pintu tertutup. Lalu menelaah apa yang dikatakan Ken. Dia memang brengsek, dia juga ******** dan dia tak mungkin menikah dengan pria yang tidak dicintainya sama sekali. Belum sempat ia berpikir Rio sudah masuk dan berlari ke arahnya memeluknya erat, sangat erat dan hampir membuatnya kesulitan bernafas.


"Aku udah bilang sama Ken, supaya jangan ada yang masuk."


Perkataan Keysa membuat Rio melepaskan pelukannya. Ia menatapnya dengan heran, dengan bingung. Bukankah harusnya Keysa bahagia dengan kehadiran Rio. Rio... Rio kekasihnya. Ia ingin sekali bertanya, tapi ia takut pertanyaannya akan mempengaruhi keadaan gadis itu.


"Kenapa? Keysa. Aku seneng, Aku bener bener seneng. Kamu tahu, saat Aku tahu detak jantung kamu sempet berenti tadi, saat itu juga rasanya Aku kehilangan seluruh hidup aku. Aku juga tahu apa yang terjadi. Ken udah ceritain semuanya, tapi aku juga nggak tahu apakah ada yang kurang atau ada yang lebih dari ceritanya."


Ya Tuhan, Rio tahu apa yang terjadi sama aku. Mau aku taro kemana muka ini. Aku malu Ya Tuhan.


"Jadi kamu tahu?"


"Aku tahu, tapi aku nggak mau bahas itu dulu. Aku mau nunjukin sesuatu buat kamu."


Rio mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya, lalu menunjukannya pada Keysa. Keysa menyipitkan kedua matanya. Dan tak mengerti maksud Rio,


"Kalung?"


"Iya, sebelum hari dimana kamu berbaring disini aku udah nyiapin ini buat kamu. Dulu kamu begitu berat buat lepasin kalung dari Ken, jadi aku sengaja pilihin ini buat kamu."


Keysa menerima benda itu dengan takjub, dengan rasa terharu. Ia tak menyangka Rio ingat apa yang diinginkannya.


"Ya ampun Rio. Kamu nggak perlu kaya gini."


"Perlu, aku perlu. Aku pacar kamu, dan aku nggak mau kamu terus ingat sesuatu dari lelaki lain. Ini memang nggak semahal kalung dari Ken. Tapi aku janji, setelah aku lebih sukses, setelah kita nikah aku akan beli yang lebih mahal, lebih bagus dari punya Ken"


Apa yang Rio katakan. Dia begitu mencintai aku, dia begitu mikirin aku. Dan apa lagi yang ada di pikirannya. Pernikahan, apa masih akan ada yang namanya pernikahan setelah ini?


"Key. Kenapa kamu bengong. Aku bener kan, kita akan menikah kan. Aku udah mutusin, setelah kamu sembuh. Setelah kamu keluar dari sini. Aku akan segera menikahi kamu."


Ya Tuhan, Rio begitu baik. Tapi aku udah bukan perempuan baik baik lagi. Aku mana bisa jadi istrinya. Aku nggak bisa kasih apa yang harusnya aku kasih sebagai seorang istri .


"Rio, tapi aku nggak bisa. Aku minta maaf aku nggak mungkin. Maksud aku kita nggak mungkin...


"Kenapa key..."


Rio tahu alasan apa yang akan dikatakan Keysa. Tapi ia sama sekali tak ingin mendengarnya.


"Aku nggak pernah seserius ini sebelumnya. Bahkan saat aku bersama Lea. Aku nggak pernah ngerasa sebaik ini. Hanya kamu key, aku akan menikah dengan kamu, dan hanya dengan kamu."


Ini buruk, Rio adalah orang yang keras kepala. Aku nggak mungkin menikah sama Rio. Aku terlalu mencintai dia, dan cinta bukanlah hal yang egois. Rio berhak bahagia, Rio berhak dapet istri yang lebih sempurna.


"Apapun yang terjadi aku akan tetep nikahin kamu. Dan nggak ada yang bisa halangin aku, termasuk kamu."


"Rio aku ngantuk. Aku mau tidur sebentar. Boleh kan?"


"Tentu aja, kenapa nggak boleh. Aku akan disini. Aku akan temenin kamu sampai kamu tidur."


Rio mengusap lembut rambut Keysa, memandanginya hingga perlahan ia memejamkan mata. Entah kenapa Keysa begitu merasa mengantuk, padahal masih banyak yang ingin ia katakan pada Rio. Mungkin ini salah satu efek dari obat penenang yang diberikan Dokter.


"Jangan kawatir Key, aku disini. Nggak akan ada lagi satu orang pun yang akan nyakitin kamu."


Lambat laun Rio juga merasa kelelahan beberapa hari tidak tidur, menjaga Keysa juga meredam emosi setiap ia bertemu Ken, membuat tenaganya menyusut habis. Perlahan lahan ia juga menyandarkan kepalanya di samping Keysa dengan tangan yang masih bergerap mengusap rambut gadis itu. Lalu keduanya sama sama tertidur, menenangkan setiap saraf yang tegang, untuk mengawali hari yang baru.


***


I**ni aku lagi ada di fase bener bener blank banget. Nggak tahu kenapa. Mohon maaf ya jadi up nya nggak beraturan. Ya karena ide itu datangnya emang tiba tiba. Dan kadang aku juga suka mikir, apa berentiin aja gitu ini novel. Saking bingunggnya. Tapi sayang juga Episode nya udah banyak 😁😂


Jangan lupa like nya ya, makasih buat yang masih setia baca I WANT YOU**