I WANT YOU (PART 2)

I WANT YOU (PART 2)
Episode 32



"Tangannya masih dingin"


Ucap Leana lirih.


Ken tak menanggapi. Ia masih terpaku dengan wajah Keysa yang dirasa semakin membuatnya merasa bersalah.


"Gue nggak tahu, hal apalagi yang bisa lebih buruk dari ini." Tambahnya lagi.


Dan tiba tiba saja terdengar suara pintu terbuka, juga hentakan kaki yang cukup keras lalu tanpa aba aba lagi...


...bug...


"Aarrkhh.."


Sebuah tinjuan berhasil melesat pada wajah Ken dan membuatnya tersungkur pada ranjang Keysa.


Leana betul betul kaget, ia bangkit dari tempat duduk lalu berbalik dan menemukan sosok pria yanh sebenarnya telah ada dalam dugaan nya.


"RIO...!!!"


Ada sedikit darah di sudut bibir Ken, ia menghapusnya dengan sekali usapan. Rio benar benar terlihat emosi, mata dan wajahnya memerah, tangannya juga masih mengepal.


"Brengsek lo, An**ng lo. Lo apain cewek gua sampai bisa ada disini hah??"


Leana jadi ikut panik, apalagi mendengar Rio yang berteriak teriak. Ia tahu betul, seperti apa Rio jika sedang emosi. Belum sempat Lea membuka mulut Ken sudah mulai membalas pukulan Rio.


Dan shiitt baku hantam tak bisa terelakan lagi.


Leana melompat lompat kebingungan, ingin melerai tapi takut jika ia ikut terlibat. Dengan mengumpulkan keberaniannya yang sebesar biji jagung ia maju ke tengah tengah arena tanding, berusaha keras memisahkan 2 orang yang sudah mulai kalap.


"******** LO..


teriak Rio


"KAMU YANG GILA


balas Ken


"UDAAAHH STTTOOPP


Rio dan Ken berhenti dengan posisi tangan yang mengepal di udara.


"Lo berdua nggak liat, Keysa lagi ada disana. Dia belum sadar dan kalian masih sibuk bikin keributan disini. Kalian mau di usir security."


Ken dan Rio sama sama menurunkan tangannya, dan masih sama sama saling memandang, dengan tatapan tajam dan ingin membunuh. Rio melangkah dengan cepat, menyingkirkan Leana dan Ken. Menggantikan mereka berdiri di samping Keysa, menggenggam tangannya kuat kuat, mengusap wajah dan rambutnya berkali kali, dengan mata yang mulai berkaca kaca.


"Keyy... keysa bangun key. Ini gue Key.. ini gue Rio. Lo bangun key. Lo harus bangun. Lo kenapa.?"


"Rioooo,"


Panggil Leana perlahan


"Key.. lo harus bilang siapa yang bikin lo kaya gini key please bangun key."


"Rioo, udah..."


Panggil Leana lagi perlahan.


"Gue nggak akan maafin siapapun yang udah nyakitin lo. Lo harus bangun. Lo harus bilang sama gue Key..


"RIOOOO....!!!!


Teriak Leana.


"APA SIH LE...."


Jawab Rio tak kalah keras.


"LO NGGAK LIAT, KEYSA LAGI TIDUR. DIA CUMA PERLU WAKTU BUAT BANGUN."


Tambahnya lagi.


"Udah gila lo Ri, udah gila."


"Heh, gue nggak gila. Lo berdua yang gila."


"Gue belom nanya apa yang terjadi sama kalian."


Rio mengambil jam tangan milik Ken yang di temukannya di kamar Keysa dan menunjukannya.


"Ini, lo liat ini. Ini punya lo kan."


Ken mengerutkan keningnya, merasakan ia memang mengenali benda itu, dan mulai ingat ia meninggalnya di kamar Keysa.


"Ngapain lo di kamar Keysa hah ngapain?"


Tanya Rio penuh emosi, lalu perhatiannya teralih pada Leana yang sedang menunduk, kembali jarinya terangkat dan menunjuk wajah cantik gadis itu, dengan urat urat mencuat pada leher yang berusaha keras meredam amarah.


"Dan lo. Iya lo. Leana, lo ngapain ada disini. Siapa yang kasih tahu lo. Apa dia? Lo kenal dia. Dari mana lo kenal dia ada apa sih ini."


Rio mulai meracau tak jelas. Terlalu banyak kebetulan yang tidak logis menurutnya.


"Rioo lo tenang dulu, gue akan jelasin semuanya. Pokoknya lo tenang dulu oke."


Leana berusaha keras agar tak terjadi keributan disini.


"Apanya yang tenang. Gue nemuin rumah Keysa yang berantakan dengan darah di tempat tidurnya. Dan sekarang lo juga si brengsek ini ada disini. Dari sebelah mana gue harus tenang hah.."


Rio sudah mengepalkan tangan, tangannya juga sudah terangkat dan mulai mengarah pada wajah Leana.


"Aahhhh"


Teriak Leana, ia menutupi wajah dengan kedua tangan nya. Tapi beruntung Ken sudah lebih dulu menahan tangan Rio, sebelum ia berhasil menyentuh gadis itu.


"Saya tahu kamu emosi. Tapi kamu harus liat siatuasinya. Kamu lihat, gimana kalau Keysa keganggu."


Tambah Ken.


"Lo nggak usah ikut campur. Gue juga belom tanya, apa yang udah lo lakuin. Firasat gue sama lo dari dulu emang nggak bagus. Dan Lea, gue tahu lo masih benci sama Keysa gara gara kejadian 3 tahun. Lo pasti ngelakuin sesuatu kan. Ya Tuhan please... Leana lo bukan anak kecil."


Leana menarik nafas panjang. Berusaha setenang mungkin walau dalam hati ketakutan benar benar menguasainya.


"gue akan cerita sama lo. Tapi nggak disini."


Leana menarik tangan Rio dan membawanya keluar.


"Kita udah di luar. Dan nggak mungkin ganggu Keysa. Sekarang gue bener bener nungu."


Leana sendiri benar benar bingung harus mulai dari mana, ia sungguh ketakutan. Apa yang akan di ceritakannya ini adalah sebuah kasus yang tidak main main, alih alih salah bicara, Rio bisa saja melaporkannya pada polisi.


"Kenapa lo malah diem. Ayo jawab. Atau lo mau gue..."


Rio mengangkat tangannya. Kebiasaan lamanya kini mulai muncul lagi.


"eh.. nggak nggak nggak, tunggu iya. Huuuhhhh jadi ceritanya gini."


Dan akhirnya Leana mulai menceritakan semuanya, awal mula ia bertemu Ken, membuat rencana, juga sampai pada finishing yang tak terduga.


"Apah... lo sama Ken..."


Rio jatuh terduduk lemas. Apa yang didengarnya benar benar seperti pukulan keras yang lebih menyakitkan dari apapun.


"Gimana, gimana mungkin kalian bisa kaya gitu."


Rio bangkit, meraih bahu Leana, mendorongnya kuat kuat hingga ia terdesak pada dinding.


"Lo Gila Le... lo gila. Lo udah nggak waras. Lo bener bener jahat. Lo tahu, selama 3 tahun ini yang ada dipikiran Keysa cuma lo. Dia ngalah juga demi lo. Dan sekarang lo."


Leana merasakan sakit pada bahunya, sementara Rio semakin keras meresmasnya.


"Lo nggak akan selamet. Lo dan Ken akan masuk penjara. Gue akan pastiin itu. LO DAN SI BRENGSEK ITU BAKAL MASUK PENJARA."


***


Oke, cukup dulu episode hari ini. Jangan lupa like, comment dan vote nya ya.


sekian, terima gajih 😁