
Pintu ruangan Keysa terbuka, Dr.Nita keluar setelah cukup lama berada di dalam sana. Rio, Leana, Axel dan Ken menunggu dengan harap harap cemas. Mengingat apa yang terjadi sebelumnya, beberapa waktu lalu Keysa benar benar mengamuk, ia histeris dalam keadaan yang memprihatinkan saat melihat sosok Ken yang bahkan tak bersuara sedikit pun saat itu.
"Dokter..."
Orang orang itu hampir berbarengan memanggil wanita ber jas putih itu.
"Saya sudah memberikan obat penenang. Kondisinya stabil. Dan tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Dan yang benar benar tidak bisa saya duga, saya menyaksikan sendiri apa yang dinamakan mukjizat apalagi pada seseorang yang benar benar sudah saya nyatakan meninggal, ternyata Tuhan punya rencana sendiri."
Helaan nafas pertanda kelegaan satu persatu terdengar, tak ada lagi yang bisa lebih membahagiaan selain kabar bahwa Keysa baik baik saja untuk saat ini.
"Ken... Keysa ingin bertemu kamu."
Mendengar penuturan kata dari Dokter Nita membuat Rio dan Axel semoat syok. Mereka kewalahan saat Keysa mengamuk susah payah, saat gadis itu berteriak untuk menjauhkan pria itu. Tapi setelah tenang orang yang ingin ditemuinya justru Ken.
"Kamu nggak salah Nita? Keysa? Keysa mau ketemu aku."
Ken sendiri bahkan tak menyangka gadis itu ingin bertemu dengannya.
"Ini nggak mungkin Dokter. Ini berbahaya, tadi dia histeris saat laki laki ini ada disana. Gimana bisa sekarang dia malah ingin..."
Rio benar benar menyangkalnya. Kecewa? tentu saja. Ia berpikir dan sangat berharap orang yang pertama kali ingin ditemuinya adalah dirinya sendiri.
"Percaya pada saya, ini benar benar permintaannya langsung. Dan dia minta jangan ada satu pun dari kalian untuk ikut masuk, selain Ken. Ya setidaknya mungkin hanya saat ini."
Rio menendang udara di sekelilingnya, merasa kesal, dan marah. Axel masih tetap bertahan pada diamnya dan tak ingin banyak berkomentar. Ia hanya ingin menunggu gilirannya tiba untuk bicara dari hati ke hati.
Ken segera masuk ke dalam sana, dengan rasa campur aduk yang benar benar di tutupi nya sekarang. Mendapati sosok wanita nya kini baik baik saja membuatnya bersyukur. Tuhan mengabulkan doanya. Benar benar sebuah kesempatan untuknya meminta maaf meski ia tahu tidak mungkin untuk dimaafkan. Perlahan langkahnya terus maju, hingga berhenti di samping ranjang Keysa, ia duduk pada kursi yang berada tepat di hadapanya. Keysa tahu Ken datang. Tapi ia masih memalingkan wajahnya, berpikir dengan pasti pertanyaan apa yang paling tepat ia lontarkan selain 'Kenapa'.
Keysa berbalik ke arah dimana Ken sedang melihatnya, tatapan nya yang gugup, bertemu pandangan Keysa yang sayu dan rapuh. Ingin memulai lebih dulu apa yang ingin dibicarakan, ingin segera bertanya bisakah Keysa memaafkannya.
"Jadi kamu nggak mau jelasin sesuatu."
Ken mengambil nafas panjang, ia meraih tangan Keysa, merindukan sentuhan kulit yang tak bisa ia raih sebelumnya. Tapi Keysa menepisnya. Sangat jelas ada kebencian dalam guratan guratan syaraf pada wajah itu.
"Jangan sentuh aku. Jangan pernah sentuh aku."
Jelas Keysa.
"Kamu tahu aku siapa Key?"
"Aku tahu, sangat tahu. Kamu si brengsek, kami ********, kamu psycopath gila yang udah buat aku hancur."
"Stella. Stella adalah adikku Key."
Keysa berusaha mengingat keras, sebuah nama yang disebut Ken. Memorinya teringat pada hari dimana ia kehilangan Reno, hari dimana ia harus menerima kenyataan Reno pergi untuk selama lamanya, saat itu ada seorang perempuan di sampingnya, yang juga meratapi kepergian suaminya. Suami orang lain yang ia sebut sebagai kekasih. Perlahan otaknya mulai merangkai sebuah dugaan yang sangat akurat dan terhubung. Terjawab sudah sebuah pertanyaan dari dalam diri Keysa tanpa perlu ada yang menjelaskan.
"Menghancurkanmu adalah niatku, membalas dendam adikku juga adalah tujuanku. Tapi mencintaimu adalah diluar kendaliku. Apa yang aku lakukan sama sekali nggak ada hubungannya dengan janjiku pada Stella. Maaf. Aku nggak tahu lagi hukuman apa yang lebih buruk bagi seorang ******** seperti ku."
"Cinta... Heh.. cinta
Keysa mencibir, jika ini yang ia sebut sebagai cinta, bagaimana mungkin Keysa berada disini. Dendam? Keysa bahkan hampir tak pernah mengingat Stella. Pertama kali mereka bertemu di hari itu, dan terakhir kali pula mereka bertemu di hari itu juga.
"Sejak Reno meninggal, Stella mengalami depresi. Aku kadang menemukannya dalam keadaan tak sadarkan diri di kamar dengan beberapa sayatan di tangannya. Dan setelah dia sadar yang dia inginkan hanya satu. Yaitu membuat seorang Keysa Nadira Putri merasakan sakit melebihi apa yang dirasakannya."
"Maafkan aku Key. Semua niat dan otakku padamu awalnya memang busuk, tapi jauh, jauh di dasar hatiku aku menyesal. Apapun Key, aku akan lakukakan apapun. Bahkan jika aku harus membayarnya dengan nyawaku."
Mengingat apa yang dilakukan pria ini padanya ingin membuat Keysa berteriak. Namun hati nuraninya kini juga ikut merasakan penyesalan, apa yang di rasakan Stella pada saat Reno pergi juga pasti tak kalah menyedihkan. Dan saat itu, kesalahan terbesarnya adalah mencintai lelaki milik wanita lain. Dan keinginan gadis itu sungguh berhasil.
"Dan kamu berhasil." Jawab Keysa.
"Ini keberhasilan yang sama sekali nggak membuat aku bahagia Key. Ini adalah keberhasilan yang membuatku pilu. Menyakiti wanita yang kucintai dengan tanganku sendiri."
Kini pertanyaan lain menumpuk pada hati dan pikiran gadis itu. Semua orang tahu, semua sudah tahu. Dan yang paling penting Rio juga sudah tahu. Keysa pernah bermimpi Rio adalah cinta terakhirnya, ia memimpikan sebuah pernikahan indah, membangun keluarga, memiliki anak anak manis bersama pria itu. Tapi sekarang membayangkannya saja sudah membuatnya sesak. Ia tak lagi memiliki kebanggaan, apa yang harusnya ia serahkan pada suaminya nanti, hanya akan menjadi luka.
Akankah Rio menerimanya, akankah ia tetap mau menjadi pasangannya, dan jika ia, tidakkah Keysa merasa malu dengan statusnya sekarang. Air matanya menetes sedikit demi sedikit dan semakin deras, membasahi pipinya. Tangisnya menyisakan luka dalam, yang setiap orang tak akan mengerti dengannya.
***
Maaf ya author baru Up. Untuk hari ini Episode khusus bersama Ken dulu.
Jangan lupa like, Vote dan commentnya. sekian terima gajih. 😁😂