I WANT YOU (PART 2)

I WANT YOU (PART 2)
Episode 23



"Lo nggak lagi kesambet kan Rio?"


Sudah cukup. Rio mulai kesal, ini bukan pertama kalinya Keysa selalu menyelipkan kata 'kesambet' setiap ia mencoba untuk serius.


"Menurut lo gue lagi nge prank? Tapi oke oke. Lo nggak perlu bikin ini jadi beban? gue cuma ngasih tau fakta, bukan nembak lo."


"Tapi gue mau nya jadi pacar lo."


"Iya iya, nggak usah di perjelas. Gue denger kok lo.... eh tunggu."


Rio seperti baru menemukan air di gurun pasir yang panas. Refleks ia berdiri dan mengangkat tubuh gadis itu, setinggi yang ia bisa dengan jantung dan hati yang was was.


"Rio lo apa apain sih. Turunin, gue kan berat nanti gue jatoh."


"Tadi lo bilang apa key?"


Tanya Rio sekali lagi.


"Gue berat nanti gue jatoh."


Tegas Keysa.


"Bukan itu, yang sebelumnya."


"Sebelumnya yang mana sih."


"Keysa lo jangan maenin gue kaya gini donk."


Keysa tertawa kecil melihat wajah Rio yang semakin gugup.


"Oke, oke gue maunya jadi pacar lo."


Ucap Keysa setengah berbisik.


Wajah gadis itu memerah. Rio bukan tak mendengarnya. Tapi ia harus memastikan lagi bahwa ini bukan mimpi.


"Apa Key? sekali lagi."


"Rio...."


"Please."


"Gue mau jadi pacar Rio."


Dan duuuaarrrrr, kembang api menyala di dalam tubuh Pria ini, seolah disengat beribu ribu kejutan listrik kebahagiaan, Rio membawa Keysa berputar putar sambil tertawa tawa. Sementara Keysa menutup matanya, merasa pusing dan mual.


"Stop stop, gue nggak kuat. Berenti Rio, gue pengen muntah."


Perlahan lahan Rio berhenti dan akhirnya mendudukan Keysa di sofa, sementara ia duduk di lantai bersandar pada lutut gadis itu. Memandanginya dengan rasa bingung dan bahagia.


"Gue nggak lagi mimpi kan Key?"


"Apa mau gue tabok dulu gitu."


"Nggak nggak jangan."


Rio beralih ke atas sofa dan duduk di samping Keysa. Ini aneh, dia jadi tak bisa diam dan semakin kikuk, namun


...cletak...


"Aaddawww"


Keysa mengusap ngusap keningnya, setelah mendapat sintreukan yang cukup sadis dari Rio.


"Lo apaan sih Rio? Sakit tahu"


"Ini hukuman, lo kalau mau jadi pacar gue, kenapa malah jadian sama si Keken itu coba?"


Keysa memanyunkan bibirnya.


"Ya, logika aja, mana ada sih yang mau nolak di tembak sama bos keren, ganteng kaya Ken?"


Rio berdecak kesal mendapat jawaban dari Keysa.


"Ya tapi, alasan terbesar bukan itu. Gue...gue pikir Ken itu orang baru dalam hidup gue dan dia sama sekali nggak ada hubungannya sama masa lalu gue. Jadi gue pikir kalau sama dia gue akan lebih baik, gue bisa menghindar dari masa lalu."


"Lo tuh salah. Masa lalu itu bukan buat dihindarin Key. Tapi udah lupain aja Dan karena ini adalah hari paling penting dan bersejarah buat kita, gue mau minta sesuatu sama lo?"


"Apa?"


"Mulai sekarang nggak ada lagi gue dan lo, sekarang cuma ada aku, kamu dan kita. Lo harus putusin si Keken itu, lo harus balikin semua barang barang yang pernah dia kasih ke lo, termasuk ini."


Rio menunjuk kalung berinisial K yang tempo hari diberikan Ken.


"Gue paling benci sama ini."


Keysa menyentuh benda yang melingkar di lehernya itu, memandanginya sesaat.


"Kenapa lo baper, atau sebenernya lo juga udah mulai ada rasa sama dia"


"Bukan, gue sayang aja. Ini kan mahal"


Rio menepuk jidatnya antara merasa kesal dan lucu dengan gadis ini.


"Lo ini matre ya."


"Biarin, itu sifat alami seorang wanita. Tapi...


Keysa meraih pengait kalung di belakang lehernya, melepaskannya di hadapan Rio dan meletakan benda itu di sampingnya.


"Gue nggak butuh ini lagi. Gue lebih sayang sama lo. Daripada ini."


Entah sejak kapan Keysa jadi terlihat lebih manis. Juga sejak kapan Keysa mendapatkan hati pria ini. Tapi yang jelas Rio kini tahu, cintanya tak lagi bertepuk sebelah tangan. Ia tak perlu lagi tersiksa karena harus menjaga jarak dan lainnya. Rio kembali meraih tubuh Keysa memeluknya erat, mencium setiap helai rambutnya berkali kali, sesuatu yang selalu di tahannya tiap kali ia memiliki moment berdua dengan gadis itu.


"Aku janji akan bahagian kamu Key. Aku janji."


***


"Maaf"


Satu kata yang terucap saat ia berhadapan dengan Ken. Hari ini ia kembali menemui Ken, ia juga membawa satu kotak besar berisi semua benda benda yang pernah diberikan Ken. Keysa merasa sedih, bukan karena harus berpisah dengan Ken, ia sedih karena harus mengembalikan barang barang mahal yang tidak bisa sembarangan ia beli.


"Ini maksudnya apa my swetty?"


Ken masih belum bisa menerka apa arti dari kedatangan Keysa saat ini.


"Rasanya hubungan kita nggak adil kalau cuma kamu yang berusaha untuk serius. Aku minta maaf, awalnya aku terima kamu karena aku fikir ya mungkin perlahan lahan aku bisa belajar mencintai kamu. Tapi nyatanya sampai saat ini aku nggak bisa."


"Maksud kamu, kamu mau kita pisah"


"Ya kurang lebih gitu."


"Karena Rio?"


Keysa kembali terdiam.


"Well its ok. Aku juga nggak mau maksa orang untuk tetep stay sama aku kalau orang itu nggak mau."


Ken bangkit, ia mengambil kotak silver yang tadi diletakan Keysa pada meja kerja di hadapannya, lalu berjalan dan berdiri di belakang Keysa.


"Meskipun kamu mau kita pisah, harusnya kamu nggak perlu kembaliin semua benda benda ini. Dan yang terpenting...


Ken memasangkan kembali kalung yang telah di lepaskannya perlahan.


"Kamu boleh kembaliin semuanya kecuali ini. Karena ini special just for Keysa my swetty, nggak boleh sampai di tangan atau di pake orang lain."


"Tapi aku nggak bisa Ken."


"Setidaknya aku mau liat kalung ini masih ada di dekat hati kamu, sampai kamu keluar dan menghilang dari hadapan aku. Thanks for everything Keysa Nadira Putri."


Kalimat terakhir yang dibisikan Ken pada Keysa.


"Me to. Thanks for everything."


Keysa tersenyum dan pergi meninggalkan Ken tanpa tahu apa yang baru saja ia hadapi. Ia tak tahu sisi lain dari seorang bos besar yang pernah menjalin hubungan dengannya.


------


Waktu gue bikin episode ini ada kata yang gue tebelin, gue bener bener mikir keras Bahasa indonesianya Sintreukan itu apa ya, gue bingung. Aslinya gue nih orang sunda sih. Tapi nggak tau otak gue buntu, nerjemahin kata itu. coba yang tau, tolong koment sintreukan itu bahasa indonesianya apa 😁😁😁