
Axel dan Rania saling melempar pandangan, menyiratkan rasa terkejut dengan alasan berbeda yang dipendam masing masing.
"Kamu pacarnya Keysa. Ya ampun Keysa itu kan Eo yang ngurusin acara pertunangan aku sama Axel."
Sontak hal itu membuat Rio yang berbangga diri ikut terkejut. Keysa tak pernah bercerita apapun, dan lagi dia bosnya. Harusnya ia tahu kan.
Keysa kok nggak pernah bilang sama gue. Jadi selama ini dia pasti udah beberapa kali juga ketemu sama Axel.
Axel tak ingin ikut menanggapi. Mengingat sejarah yang kini terulang tentu saja membuatnya malas berdebat.
"Oh gitu ya. Ehm btw gue juga masih ada perlu. Jadi gue duluan ya. kalian enjoy aja oke."
Kepergian Rio meninggalkan beberapa pertanyaan dalam diri Axel. Selama ia tak ada, selama ia menghilang apa yang telah terjadi diantara mereka berdua. Kenapa bisa secepat ini, kenapa harus berurusan dengan Rio lagi.
"Hon? Kamu kok bengong?"
Tanya Rania yang menyadari kekasihnya terlihat aneh.
"Ah... nggak nggak. Ayo buruan kita liat perhiasan lain."
***
"Hallo?"
Sapa Keysa saat pertama kali mengangkat telpon dari Rio. Gadis itu kini tengah berada di dalam taxi, untuk menuju ke kantornya. Tapi mungkin setelah bicara dengan pria itu, Keysa akan berubah haluan.
"Key, lo dimana? Udah sampe kantor?"
"Belom nih gue masih di taxi."
"Hari ini lo cuti ya. Puter arah gue tunggu di caffe lolita."
"Lah, nggak bisa donk, nanti kerjaan gue gimana?"
"Gue udah hubungin Inge. Udah ya. Pokoknya buruan kesini. Gue tunggu."
"Loh loh Rio. Yahhh dimatiin."
Sekitar hampir setengah jam, akhirnya Keysa tiba di tempat yang Rio sebutkan. Tanpa basa basi lagi, ia masuk ke dalam dan celingukan mencari sosok yang tak juga ditemukannya.
"Mba Keysa ya?"
Tanya seorang Waitres yang tiba tiba saja menghampiri Keysa.
"Iya. Kok mba nya tahu?"
"Iya, Pak Rio lagi ke toliet dan dia pesan kalau Mba Keysa dateng, dia minta mba keysa duduk disana. Mari saya antar."
"Oh oke oke. Makasih ya."
Keysa mengikuti arahan Witress itu, dan sampai di meja yang dimaksud. Ia cukup terkesan, makanan dan minuman favorit gadis itu sudah tersusun dengan rapi. Baiklah siapa lagi yang akan lebih memahami dirinya selain pria itu. Setelah pelayan pergi Ia duduk dan menunggu sembari memainkan ponselnya. Suara gitar akustik yang cukup familiar di dalam telinga membuatnya menghentak hentakan kaki.
Satu kata yang sulit terucap
Hingga batinku tersiksa.
Tuhan tolong aku jelaskanlah.
Perasaanku berubah jadi cinta.
Suara yang sangat merdu. Namun tak asing, Keysa merasa pernah mendengar suara itu. Ia mengangkat Wajahnya yang sempat tertunduk pada layar ponsel kemudian apalagi yang bisa dijelaskan. Sosok pria yang ditunggunya kini ada di panggung, melantunkan bait lagu dengan tatapan yang mengarah padanya.
Ya Tuhan bagaimana Keysa tak meleleh. Pria itu bukan lagi bos atau sahabatnya. Dia Rio, Rio Setiadi. Pria keren yang kini tengah memegang gitar, bernyanyi hanya untuk seorang Keysa. Dan lagu ini, benar benar menceritakan perjalanan hubungan mereka yang dari sahabat berubah menjadi cinta. Haruskah ia menangis terharu, atau tertawa bahagia? Atau malah jungkir balik kegirangan.
Atau mungkin sebuah takdir Tuhan.
That is special for you Keysa.
Wajah gadis itu semakin memerah, takala Rio turun dari panggung, dan segera duduk di hadapannya. Sumpah demi apapun, Keysa hampir saja mati gaya dengan keadaan ini. Bolehkah ia pingsan sejenak?
"Gimana? Gue keren kan."
Dengan percaya diri Rio menatap wajah Keysa yang kikuk.
"Huuhh, apaan. Lebih keren penyanyi aslinya."
Keysa tak mau kalah.
"Halah, emangnya gue nggak tahu, lo dari tadi senyum senyum sendiri."
"Ya orang senyum kan normal kali."
Benar benar Keysa membuat Rio gemas. Ia meraih kedua tangan Keysa, lalu menggenggamnya di atas meja. Bisa dipastikan jantung dan hati gadis itu sedang melompat lompat tak tentu arah sekarang. Antara malu malu senang.
"Lo ngerasa nggak sih hubungan kita ini lucu."
Rio tersenyum.
"Lucunya apa?"
"Coba lo pikir pikir lagi, gue pernah pacaran sama Leana, selagi dia pacaran sama Axel, Axel pernah pacaran sama lo, selagi dia pacaran sama Leana, dan sekarang gue malah jadian sama Lo. Entah ada rencana apa di balik semua ini?"
Terdengar agak rumit. Tapi itu fakta, kisah lucu yang berputar putar diantara 4 orang yang saling berhubungan.
"Ralat, gue sama Axel nggak sempet jadian oke." Tak terima dengan pernyataan Rio. Benar juga, hanya sebatas saling suka, saling cinta. Tapi tak sempat menjadi pasangan.
"Ck ck ck iya iya. Sampai segitunya sih nggak mau sebut nama Axel."
"Ya lo juga sih ngapain bahas hal kaya gitu."
Gerutunya.
"Iya. Maaf. Tapi sekarang gue lega. Setelah berbagai macam rintangan, dan kita baper baperan nggak jelas. Gue bisa dapetin cinta sejati gue."
Entah kenapa mendengar kata cinta sejati dari seorang playboy sekelas Rio membuat Keysa merasa lucu.
"Pffftttt lo kok jadi bucin."
Keysa Tertawa kecil.
"Biarin deh lo mau sebut ini apa. Yang jelas, gue nggak pernah seserius ini. Keysa ini bukan cinta biasa, ini bener bener special from my heart. Lo bisa janji kan, apapun yang terjadi. Di kehidupan manapun Keysa cuma akan jadi milik Rio."
Apakah semudah itu mengucap janji. Bagaimanapun tak ada yang tak mungkin, bisa saja tiba tiba perasaan itu berubah kan.
"Apa gue bisa percaya sama semua kata kata manis itu. Dari lo? dari seorang Rio?
"Bisa. Lo pasti bisa. Gue juga janji sama lo, lo akan jadi yang terakhir buat gue."
Sinar mata yang tampak teduh dan meyakinkan. Sudah sangat lama ia tak merasakan ini. Ini saatnya Keysa memulai semua dari awal. Dan semoga semua bisa menjadi akhir yang bahagia.
***
Oke guys. agak lama ya up nya. ada problem gitu sama teknologi gue. Cerita masih panjang. Cinta tanpa rintangan pasti nggak seru kan ya. jadi kepoin terus ya kisah Keysa.
jangan lupa like dan commentnya ya sobat.